Ketika Cadarku Harus Di Lepas

Ketika Cadarku Harus Di Lepas

Episode 1 Kekacauan

Rumah Sakit.

Ruang operasi.

Suasana menegangkan berada di ruang operasi, dengan lampu operasi tepat berada mengarah pada bagian kepala pasien, suara mesin jantung terdengar membuat bulu kuduk berdiri. 3 Dokter menjalankan operasi tersebut ditemani beberapa suster.

"Periksa pendarahan pasien!" suara dingin terdengar dari Dokter memakai kacamata dan juga menutup mulutnya dengan masker.

"Dokter denyut jantungnya sudah normal," sahut Suster.

Dokter muda tersebut menganggukkan kepala, kemudian melanjutkan jalannya operasi.

"Alhamdulillah...." Dokter itu mengucap rasa syukur ketika gumpalan kecil berhasil diambil dari bagian otak pada pasien.

"Kondisi pasien normal," sahut Dokter seprofesinya membuat mereka mengangguk dan kemudian memerintahkan Suster untuk menjahit.

Akhirnya operasi itu berjalan dengan lancar, mereka mengucap syukur di dalam ruang operasi tersebut dan sementara di sisi lain terlihat wanita bercadar berjubah putih dengan seragam Dokter.

"Zahra!" Rekannya menegurnya membuat langkah wanita itu berhenti.

Dari tatapan matanya sudah menjelaskan betapa cantiknya wanita yang menutup wajahnya menggunakan cadar, kulitnya tampak putih bersih dengan pembawaan tenang dan teduh.

"Iya," jawab Zahra.

"Hmmm, jantungku sejak tadi tidak berhenti berdebar. Aku benar-benar takut melakukan kesalahan dan penilaian hari ini tidak lulus," ucapnya mengutarakan isi kebimbangan hatinya.

"Mutia, kamu tidak boleh berprasangka buruk, kita sudah melakukan yang terbaik dan sebagai Dokter coach di rumah sakit ini, kita sudah menjalankan aturan yang mereka berikan," ucap Zahra memberi pencerahan kepada temannya itu.

"Bagaimana aku tidak berpikir buruk jika, Dokter Naldy sangat galak, wajahnya tampak dingin, aku bahkan tidak berani menegurnya," keluh Mutia.

"Kamu tidak perlu menegur beliau, seperti yang aku katakan tadi kita hanya perlu berbicara seperlunya saja," sahut Zahra.

"Ya, sudahlah semoga hasilnya terbaik," ucap Mutia mencoba untuk senang mungkin.

"Zahra, bagaimana jika pulang dari rumah sakit nanti. Kita makan sebentar!" ajak Mutia.

"Aku tidak bisa, aku harus membantu mempersiapkan pernikahan saudaraku," jawab Zahra.

"Saudara kamu yang menikah, tetapi kamu yang repot," ucap Muthia.

"Itu hal biasa dalam bersaudara memang harus tolong menolong," jawab Zahra dengan santai, nada suaranya terdengar ikhlas saat menjalankan sesuatu pekerjaan membuatnya tidak pernah mengeluh.

****

Kediaman Zahra.

Rumah mewah dengan desain klasik Eropa dipenuhi banyak orang untuk mempersiapkan acara sakral yang akan diadakan di kediaman keluarga Zahra.

Zahra baru saja pulang ke rumahnya dijemput oleh sopir, Zahra melihat seorang wanita sekitar berusia 40 tahunan sedang sibuk memerintahkan orang-orang untuk mengatur segala dekorasi untuk pernikahan salah satu anggota keluarga di rumah itu.

"Assalamualaikum, Ma!" sapa Zahra.

"Walaikum salam," jawab wanita itu tampak cuek dengan melanjutkan obrolannya dengan salah satu pekerja.

"Zahra mau masuk dulu," ucap Zahra membuat wanita bernama Syakira menganggukkan kepala.

"Saya ingin bunga di sudut sana diganti warnanya menjadi warna putih, di bagian sana kamu atur ulang kembali!" titah Syakira.

"Baik Nyonya," jawab pekerja tersebut.

"Kamu harus benar-benar mempersiapkan dekorasi yang sempurna, ingat putri saya menikah dengan seseorang luar biasa dan jangan membuat saya malu!" tegas Syakira.

"Baik Nyonya," ucap pekerja tersebut dengan menundukkan kepala dan kemudian langsung pergi setelah mendapat perintah.

Zahra memasuki kamarnya, dan membuka cadarnya. Wajah cantik terpancar dari sorotan matanya, wajahnya putih mulus bersih dan benar-benar teduh.

Zahra menghela nafas dan melangkah menuju jendela, membuka tirai sedikit melihat bagaimana aktivitas yang terjadi di pekarangan rumah yang luas itu.

"Kak Tasya akan menikah, tetapi sampai saat ini dia belum kembali? Bukankah seorang wanita yang menjadi calon pengantin harus tetap stand by di kediaman rumahnya,"

"Aku pernah beberapa kali membaca buku dengan kata-kata pamali calon pengantin baru meninggalkan rumah," gumam Zahra dengan menghela nafas dan kembali menutup gorden jendela kamar tersebut dengan kemudian menuju kamar mandi.

******

Mentari pagi begitu sangat indah, dengan cerahnya di pagi hari, kediaman rumah Zahra juga sama indahnya dengan pekarangan rumah didekorasi sedemikian rupa untuk mengadakan ijab kabul sakral ala out door.

Para tamu penting yang diundang dalam acara tersebut sudah mulai berdatangan karena satu jam lagi acara pernikahan akan dilaksanakan. Bahkan terdengar calon pengantin pria juga sudah tiba bersama keluarganya.

Sementara Zahra juga terlihat cantik berdiri di depan cermin dengan memperbaiki riasannya, setelah merasa cukup memoles sedikit make up pada wajahnya dan Zahra mengambil cadarnya kemudian memakainya.

Penampilannya sangat anggun menggunakan gamis berwarna biru muda senada dengan cadar itu. Setelah menyemprotkan parfum pada tubuhnya dan membuatnya kemudian langsung keluar dari kamar.

Zahra mengerutkan dahi saat menuruni anak tangga, seharusnya kedua orang tuanya dan orang-orang yang ada di ruang tamu itu berada di luar untuk menyambut para tamu, tetapi mereka berada di ruang tamu terlihat begitu panik dengan wajah-wajah menegangkan.

"Anak itu memang selalu membawa masalah, sudah tahu hari pernikahannya adalah hari ini dan bisa-bisanya belum kembali!" seorang pria berusia 50 tahun terlihat frustasi dengan memijat kepalanya.

"Mas, mungkin saja pesawat Tasya mengalami masalah," sahut Syakira.

"Jika dia sudah tahu akan menikah dan seharusnya seminggu sebelum pernikahan sudah berada di rumah ini dan bukan masih keluyuran liburan sana sini!" tegas Wildan benar-benar emosi.

"Ada apa ini?" gumam Zahra dengan penasaran.

"Ada-ada saja tingkahnya dan tidak pernah dewasa, apa harus mengadakan bridal shower di Luar Negeri. Bagaimana kita menghadapi keluarga Dokter Naldy jika semua kejadiannya seperti ini," ucap Wildan sejak tadi menekan suaranya.

"Syakira kamu hubungi lagi Tasya dan pastikan sekarang dia sudah berada di Indonesia atau di mana? jangan sampai tamu-tamu yang datang di acara pernikahan ini kecewa dan apalagi dengan keluarga besar dari tuan Sastra!" tegas Nyonya Karunia wanita berusia 60 tahun, sejak tadi juga tegang.

Syakira menjadi pelampiasan kemarahan suaminya dan juga Ibu mertuanya.

Ting.

Syakira mendapat notif pesan dan kemudian langsung melihatnya.

"Ma, aku tidak bisa melanjutkan pernikahanku, aku belum siap untuk menikah dengan Naldy. Maafkan aku," pesan yang baru saja diterima Shakira benar-benar membuatnya shock.

"Ada apa Syakira?" tanya Wildan melihat ekspresi wajah istrinya.

Shakira bahkan tidak mampu berkata-kata membuat Wildan langsung menarik ponsel istrinya dan semakin terkejut ketika melihat notif pesan dari putri mereka.

"Anak ini benar-benar!" Wildan langsung marah dan hampir saja membanting ponsel itu.

"Bisa-bisanya dia baru mengatakan belum siap menikah setelah semuanya dipersiapkan. Apa dia pikir pernikahan main-main," Wildan semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.

"Tasya tidak pernah dewasa dan selalu bertindak sesuka hatinya, jika ragu dalam pernikahan dan seharusnya tidak meminta kita untuk menikahkannya dengan kekasihnya," sahut Karunia juga terlihat marah.

"Ini semua juga gara-gara kamu Shakira," karunia langsung menyalahkan menantunya membuat Shakira mengerutkan dahi.

"Jika kamu tidak terlalu memiliki obsesi untuk menjadi besan dari keluarga itu, maka hal ini tidak akan terjadi dengan Tasya yang harus menikah secara cepat!" tegas Karunia.

"Sudahlah tidak ada gunanya saling menyalahkan, anak itu sudah membuat kesalahan besar dan sekarang kita yang harus menyelesaikan semua ini!" sahut Wildan.

"Apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah ini hah! pengantin pria sudah ada di bawah, para tamu undangan sudah datang," ucap Karunia mengingatkan tidak ada solusi yang bisa diambil mereka.

Bersambung...

...Para pembaca setiaku. Aku berterima kasih kepada kalian yang terus mengikuti karya-karyaku....

...Alhamdulillah saya masih bisa membuat novel terbaru. Saya meminta dukungan kepada teman-teman semua untuk memberikan support sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya membuat saya semakin semangat dan pasti kritik dan saran akan membangun karya ini....

...Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan jangan lupa membaca bab 1 sampai bab akhir terima kasih....

Terpopuler

Comments

Linda Olla

Linda Olla

lanjut

2026-06-20

0

Uthie

Uthie

Coba mampir 👍

2026-01-30

0

muna aprilia

muna aprilia

lanjut

2026-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Kekacauan
2 Episode 2 Harus Menjadi Korban
3 Episode 3 Tidak Di Terima
4 Episode 4 Benar-benar Asing.
5 Episode 5 Protes
6 Episode 6 Dia Kembali
7 Episode 7 Tetap Di Salahkan
8 Episode 8 Rencana Poligami
9 Episode 9 Melepas Cadar
10 Episode 10 Memang Harus Melawan.
11 Episode 11 Melawan Zahra
12 Episode 12 Sama-sama Keras
13 Episode 13 Cara Menghadapi Suami
14 Episode 14 Gebrakan Zahra
15 Episode 15 Naldy Merajalela
16 Episode 16 Malam Menyedihkan
17 Episode 17 Sudah Menjadi Takdir
18 Episode 18 Mulai Merasa
19 Episode 19
20 Episode 20 Keputusan
21 Episode 21 Gebrakan Mengejutkan
22 Episode 22 Penegasan
23 Episode 23 Ceramah
24 Episode 24 Apa Ini Cemburu.
25 Episode 25 Sindiran Keras
26 Episode 26 Saling Bertengkar
27 Episode 27 Pembelaan
28 Episode 28 Protes
29 Episode 29 Jawaban Yang Pas.
30 Episode 30 Kekecewaan Seorang Anak
31 Episode 31 Kepanasan.
32 Episode 32 Hati Luluh
33 Episode 33 Banyak Moment
34 Episode 34 Kesepakatan Bersama
35 Episode 35 Pagi Kejutan
36 Episode 36 Merasa Tidak Nyaman.
37 Episode 37 Kebaikan
38 Episode 38 Ranjang Bersama
39 Episode 39 Benar-benar peduli.
40 Episode 40 Canggung.
41 Episode 41 Penegasan Naldy.
42 Episode 42 Memberi Perhatian
43 Episode 43 Pembelaan
44 Episode 44 Candaan
45 Episode 45 Tingkah Suami.
46 Episode Mulai Melawan.
47 Episode 46 Semakin Dekat.
48 Episode 48 Harus Tegas
49 Episode 49 Panik
50 Episode 50 Insiden.
51 Episode 51 Perlakuan Jahat.
52 Episode 52 Penyesalan.
53 Episode 53 Selalu Ada
54 Episode 54 Dia Memberi Pernyataan.
55 Episode 55 Pilihan.
56 Episode 56 Makin Gemes.
57 Episode 57 Suami Panik
58 Episode 58 Apa Memang Mengalah.
59 Episode 59 Pengakuan.
60 Episode 60 Kebahagiaan Pasangan Suami Istri.
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63 Penegasan.
64 Episode 64 Obrolan
65 Episode 65 Rasa Khawatir
66 Episode 66 Romantis
67 Episode 67 Perjuangan Seorang Ibu
68 Episode 68 Cucu Pemberi Kebahagiaan.
69 Episode 69 Menjadi Ibu.
70 Episode 70 Suami Yang Selalu Ada
71 Episode 71 Waktu Bersama.
72 Episode 72 Deg
73 Episode 73 Ini Sulit
74 Episode 74 Rasa Sakit.
75 Episode 75 Keputusan Berat
76 Episode 76 Ancaman
77 Episode 77 Pilihan
78 Episode 78 Penyesalan
79 Episode 78
80 Episode 80 Memulai
81 Episode 81 Setelah
82 Episode 82 Hampir Saja
83 Episode 83 Tidak Mendapatkan Apa-apa
84 Episode 84 Peringatan
85 Episode 85 Bertemu
86 Episode 85 Tidak Bisa Mengelak.
87 Episode 87 Pembicaraan
88 Episode 88 Mengetahui
89 Episode 89 Penegasan
90 Episode 90 Penegasan.
91 Episode 91 Istri Galak.
92 Episode 92 Keputusan.
93 Episode 93 Tidak Menangani
94 Episode 94 Panik.
95 Episode 95 Menolak
96 Episode 96
97 Episode 97 Ternyata.
98 Episode 98
99 Episode 90
100 Episode 100
101 Episode 101 Tammat
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1 Kekacauan
2
Episode 2 Harus Menjadi Korban
3
Episode 3 Tidak Di Terima
4
Episode 4 Benar-benar Asing.
5
Episode 5 Protes
6
Episode 6 Dia Kembali
7
Episode 7 Tetap Di Salahkan
8
Episode 8 Rencana Poligami
9
Episode 9 Melepas Cadar
10
Episode 10 Memang Harus Melawan.
11
Episode 11 Melawan Zahra
12
Episode 12 Sama-sama Keras
13
Episode 13 Cara Menghadapi Suami
14
Episode 14 Gebrakan Zahra
15
Episode 15 Naldy Merajalela
16
Episode 16 Malam Menyedihkan
17
Episode 17 Sudah Menjadi Takdir
18
Episode 18 Mulai Merasa
19
Episode 19
20
Episode 20 Keputusan
21
Episode 21 Gebrakan Mengejutkan
22
Episode 22 Penegasan
23
Episode 23 Ceramah
24
Episode 24 Apa Ini Cemburu.
25
Episode 25 Sindiran Keras
26
Episode 26 Saling Bertengkar
27
Episode 27 Pembelaan
28
Episode 28 Protes
29
Episode 29 Jawaban Yang Pas.
30
Episode 30 Kekecewaan Seorang Anak
31
Episode 31 Kepanasan.
32
Episode 32 Hati Luluh
33
Episode 33 Banyak Moment
34
Episode 34 Kesepakatan Bersama
35
Episode 35 Pagi Kejutan
36
Episode 36 Merasa Tidak Nyaman.
37
Episode 37 Kebaikan
38
Episode 38 Ranjang Bersama
39
Episode 39 Benar-benar peduli.
40
Episode 40 Canggung.
41
Episode 41 Penegasan Naldy.
42
Episode 42 Memberi Perhatian
43
Episode 43 Pembelaan
44
Episode 44 Candaan
45
Episode 45 Tingkah Suami.
46
Episode Mulai Melawan.
47
Episode 46 Semakin Dekat.
48
Episode 48 Harus Tegas
49
Episode 49 Panik
50
Episode 50 Insiden.
51
Episode 51 Perlakuan Jahat.
52
Episode 52 Penyesalan.
53
Episode 53 Selalu Ada
54
Episode 54 Dia Memberi Pernyataan.
55
Episode 55 Pilihan.
56
Episode 56 Makin Gemes.
57
Episode 57 Suami Panik
58
Episode 58 Apa Memang Mengalah.
59
Episode 59 Pengakuan.
60
Episode 60 Kebahagiaan Pasangan Suami Istri.
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63 Penegasan.
64
Episode 64 Obrolan
65
Episode 65 Rasa Khawatir
66
Episode 66 Romantis
67
Episode 67 Perjuangan Seorang Ibu
68
Episode 68 Cucu Pemberi Kebahagiaan.
69
Episode 69 Menjadi Ibu.
70
Episode 70 Suami Yang Selalu Ada
71
Episode 71 Waktu Bersama.
72
Episode 72 Deg
73
Episode 73 Ini Sulit
74
Episode 74 Rasa Sakit.
75
Episode 75 Keputusan Berat
76
Episode 76 Ancaman
77
Episode 77 Pilihan
78
Episode 78 Penyesalan
79
Episode 78
80
Episode 80 Memulai
81
Episode 81 Setelah
82
Episode 82 Hampir Saja
83
Episode 83 Tidak Mendapatkan Apa-apa
84
Episode 84 Peringatan
85
Episode 85 Bertemu
86
Episode 85 Tidak Bisa Mengelak.
87
Episode 87 Pembicaraan
88
Episode 88 Mengetahui
89
Episode 89 Penegasan
90
Episode 90 Penegasan.
91
Episode 91 Istri Galak.
92
Episode 92 Keputusan.
93
Episode 93 Tidak Menangani
94
Episode 94 Panik.
95
Episode 95 Menolak
96
Episode 96
97
Episode 97 Ternyata.
98
Episode 98
99
Episode 90
100
Episode 100
101
Episode 101 Tammat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!