Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Episode 1

Usianya 24 tahun, baru lulus dari universitas ternama sebagai ahli farmasi. Seharusnya ini jadi awal hidup baru. Tapi setelah ayahnya, Tuan Arun, meninggal setahun lalu, hidupnya berubah drastis. Ibu tiri yang dulu tersenyum manis mendadak mengusirnya, melemparkan semua barangnya keluar rumah tanpa rasa kasihan.

Dan kini, panti asuhan tempatnya tinggal sat diusir dari rumah pun tak bisa lagi menampungnya.

“Panti hanya untuk anak-anak, Nak … bukan untuk wanita dewasa,” ucap Ibu Panti sendu. Tidak ada yang salah, tapi tetap terasa menyakitkan.

Sore itu, Kinara menyusuri perumahan elit di pusat kota, mencoba mencari kontrakan murah, sesuatu yang mustahil di daerah semahal itu. Tapi harapan sering kali muncul di tempat yang salah.

Langkahnya terhenti ketika melihat tiga anak laki-laki mengerubungi seorang bocah kecil. Mereka mendorongnya, menertawakan kelemahannya.

Refleks, Kinara maju, “hei, Kalian ngapain?!”

Anak-anak itu terkejut dan mundur. Bocah yang dibully berkulit putih pucat, mata besar yang basah, rambut rapi menatap Kinara seperti baru melihat penyelamat.

Lalu suara itu menggema, “Mommy!”

Kinara membeku. “A-apa?”

Tapi bocah itu langsung menangis histeris.

“Mommy nggak mau Aska lagi, ya? Mommy mau buang Aska!” Suaranya memecah ketenangan sore.

Penduduk sekitar berhenti. Tatapan menghakimi mulai datang bertubi-tubi.

“Astaga … mau buang anak?”

“Kejam banget ibunya…”

“Cantik-cantik tapi begitu…”

Kinara hampir roboh. “Bukan! Aku bukan...”

Namun tangis Aska makin keras sampai telinganya berdenging. Kinara panik luar biasa.

“Hey, hey … jangan nangis, nanti orang-orang salah paham…”

Tiba-tiba bocah itu merapat dan berbisik cepat, “Kalau kakak cantik mau ngaku Mommy Aska … Aska diem.”

Kinara hampir melolong. “A-apa?!”

Tangisnya makin melengking. Akhirnya Kinara mengangkat tangan seperti menyerah pada takdir.

“Baik! Baik! Aku Mommy kamu! Sekarang diem, ya!”

Sekejap, tangis itu hilang. Aska mengedip manis, menyeka pipinya sendiri, lalu menggenggam tangan Kinara.

“Ayo pulang.”

“Pulang?! Pulang kemana?!”

Aska menoleh, pura-pura mau menangis lagi. Kinara menutup mulutnya buru-buru.

“Jangan nangis! Astaga … kamu itu ngerjain aku, ya?!”

Aska cekikikan, lalu dengan lantang menakut-nakuti anak-anak yang membullynya.

“Awas ya! Ini Mommy aku! Ibu tiri paling jahat, monster pemakan anak nakal!”

Tiga bocah itu langsung kabur ketakutan. Kinara memegangi pinggangnya, frustasi.

“Astaga … kamu itu kenapa sih?!”

Aska langsung memeluk pahanya.

“Mommy ikut Aska pulang … please…”

Sebentar saja, sesaat saja dan tapi tatapan polos itu merontokkan seluruh benteng pertahanan Kinara. Ia akhirnya mengangguk pasrah. Rumah yang mereka datangi bukan rumah tetapi itu seperti istana.

Gerbang besar terbuka otomatis, taman hijau terawat, dinding kaca tinggi, mobil-mobil mewah berderet. Pelayan berbaris menyambut kedatangan Aska.

“Tuan muda Aska!” seru seorang pelayan. “Kami sudah menghubungi Tuan Arman. Kami sangat khawatir...” Ucapan pelayan itu menggantung saat melihat sosok Kinara berdiri di sebelah Aksa.

Aska menunjuk Kinara.

“Mommy ikut masuk, ya. Kalau Mommy nggak masuk, Aska juga nggak mau masuk!”

Para pelayan serempak menatap Kinara seolah melihat makhluk dari planet lain.

“Mommy…?”

Kinara ingin lenyap dari muka bumi. Ia dibawa masuk ke ruang tamu megah dengan lampu kristal bergemerlap. Para pelayan berdiri mengelilinginya seperti penjaga keamanan mengawasi tahanan kelas A.

Kemudian di luar beberapa saat kemudian terdengar suara mobil. Semua pelayan langsung meluruskan tubuh, berbaris rapi, menunduk.

Pintu utama terbuka, seorang pria memasuki rumah dengan aura yang membuat udara berubah dingin. Rahang tegas, wajah tampan tanpa senyum, mata sedingin baja, namun ia duduk di atas kursi roda. Didampingi oleh asistennya, Rudi.

Dia Tuan Arman Pramudya. CEO muda, dikenal kejam dalam bisnis, dingin dalam kehidupan pribadi. Dan kini, tatapan membedah jiwanya jatuh tepat pada Kinara.

Aska berlari memeluk kaki kursi roda ayahnya. “Daddy! Ini Mommy baru Aska!”

Rudi membeku, para pelayan menahan napas. Kinara ingin kabur dari jendela. Namun Arman menatapnya tanpa kedip, tanpa suara, tanpa ekspresi namun cukup untuk membuat jantung Kinara hampir berhenti.

Keheningan yang menggantung terasa begitu tebal hingga Kinara bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Arman tetap menatapnya seperti sedang menganalisis ancaman, bukan seorang wanita muda yang bahkan tak tahu apa yang sedang terjadi.

Tanpa mengalihkan tatapannya dari Kinara, Arman berkata dingin,

“Rudi.”

Asistennya segera menunduk. “Ya, Tuan.”

“Tanyakan padanya … berapa jumlah uang yang dia butuhkan.”

Kinara membelalak, Rudi menelan ludah, menoleh dengan ragu ke arah Kinara.

“E… Nona. Tuan Arman ingin mengetahui … jumlah uang yang Anda harapkan.”

'Uang?' Kinara merasakan darahnya naik ke kepala. Ia berdiri dari sofa dengan kasar, membuat para pelayan serempak menegang.

“Maksudnya apa Anda tanya begitu?!”

Arman masih diam. Tatapannya tetap dingin, tak tergoyahkan sedikit pun. Kinara menunjuk Aska.

“Anak Bapak ini yang nyeret saya sampai ke sini! Bukan saya yang datang minta-minta uang!”

'Bapak? Apa saya setua itu?' kening Arman berkerut.

Pelayan langsung terkejut. Beberapa menutup mulut, beberapa menunduk, bahkan Rudi sempat memegang dadanya sendiri karena kaget. Kinara melanjutkan, suaranya meninggi tanpa bisa ia kendalikan.

“Saya nggak butuh uang Bapak! Saya bahkan nggak tahu ini rumah siapa sampai saya masuk! Aska yang terus paksa saya ikut! Jadi jangan beraninya nuduh saya seakan saya datang buat minta bayaran!”

Ruangan itu mendadak hening yang luar biasa mematikan. Para pelayan terpaku. Tak ada satu pun yang pernah mendengar seseorang berbicara seperti itu pada Arman Pramudya.

Seorang pelayan senior bahkan berbisik pelan,

“Ya Tuhan … ini pertama kalinya ada yang berani memaki Tuan Arman sejak kecelakaan itu…”

Arman tidak bergerak, tidak berkedip. Tidak menunjukkan keterkejutan sedikit pun. Tatapannya berubah bukan marah, bukan kesal tapi seperti seseorang yang menemukan puzzle baru yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Aska justru tersenyum lebar, bangga luar biasa.

“Daddy, Mommy berani ya? Keren sekali kan?”

Kinara hampir meraih anak itu dan menutup mulutnya.

Rudi menelan ludah. “Tuan … apakah saya harus...”

Arman mengangkat tangan sedikit, menghentikan kalimat itu. Ia akhirnya membuka suara, rendah dan datar.

“Wanita biasanya datang ke rumah ini untuk dua alasan,” ucapnya pelan, namun dinginnya menusuk tulang. “Uang … atau perhatian.”

Kinara mendengus kesal. “Kalau begitu saya bukan wanita biasanya.”

Arman menaikkan sedikit alisnya seolah itu sudah termasuk ekspresi keterkejutan terbesar yang bisa ia tunjukkan.

Ia menatap Rudi lagi.

“Bawa dia ke ruang kerja.”

Rudi membelalak. “Ke … ruang kerja, Tuan?”

Semua pelayan menoleh dengan ekspresi tidak percaya. Tidak ada wanita asing bahkan partner bisnis yang diizinkan masuk ruang kerja Arman sejak kecelakaan itu.

Arman kembali menatap Kinara.

“Kalau kau mengatakan kebenaran,” katanya dingin, “kau akan menjelaskannya langsung padaku. Tanpa drama anak kecil.”

Kinara menggertakkan gigi. Aska langsung memeluk kaki Kinara erat-erat.

“Mommy harus ikut! Daddy jangan marahin Mommy, ya!”

Arman menatap anaknya, untuk sesaat ada kilatan lembut namun hilang secepat embusan napas. Kinara menelan ludah, menatap kursi roda Arman, menatap tatapan dinginnya, pria itu bahkan tak pernah senyum sejak memasuki ruangan itu.

"Rudi,"

"Iya, Tuan."

Terpopuler

Comments

Engkar Sukarsih

Engkar Sukarsih

assalamualaikum,... mampir kak author 🙏🙏🙏

2026-08-14

0

Rahayu Avv

Rahayu Avv

Kinara gadis yg tegas dan pemberani,semoga kedepannya Kinara bisa membalas ke dzoliman ibu tirinya

2026-01-13

1

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2, jangan lupa mampir di karya pertamaku.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏

2026-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!