Jian Feng mendarat di Pulau Karang Abadi. Pulau ini bukanlah daratan biasa, melainkan tumpukan kerangka karang purba yang mengkristal, membentuk labirin tajam yang berkilau di bawah cahaya nebula Asteria. Di tengah pulau, sebuah kuil terbuka yang terendam air perak hingga mata kaki berdiri megah.
Di depan pintu kuil, sosok raksasa setinggi lima meter bangkit dari tumpukan karang. Inilah Wali Samudera Perisai Karang (Shou Hu Zhe). Tubuhnya dilapisi oleh cangkang karang berlapis-lapis yang mengandung esensi air perak pelupa.
"Manusia... tinggalkan tempat ini. Ingatanmu adalah beban, dan di sini, beban itu akan kami hapus." suara sang Wali bergema berat, getarannya membuat air perak di bawah kaki Jian Feng berdesis.
Jian Feng tidak membuang waktu. Ia melesat maju, pedang Plasma Merah miliknya menebas dengan kecepatan suara.
TRANG!
Bilah pedangnya memercikkan api, namun tidak ada goresan sedikit pun pada cangkang sang Wali. Sebaliknya, lengan Jian Feng terasa mati rasa. Energi pelupa yang terserap dalam karang itu mencoba merambat masuk ke sarafnya melalui benturan senjata.
"Cangkang ini... ia menyerap energi kinetik dan membalikkannya dengan efek penghapus memori." gumam Jian Feng sambil melompat mundur.
Sang Wali mengayunkan gada karang raksasanya. BOOM! Lantai kristal hancur berantakan. Jian Feng mencoba menembakkan Petir Bintang, namun serangan jarak jauh itu hanya diserap oleh perisai transparan yang menyelimuti tubuh sang penjaga. Serangan frontal benar-benar sia-sia.
Jian Feng berdiri diam, memejamkan matanya di tengah hujan serangan sang Wali. Ia menggunakan Transformasi Esensi Tingkat 3 untuk memperluas jangkauan persepsinya. Ia menyadari sesuatu: sang Wali tidak sepenuhnya padat. Bagian persendian karangnya membutuhkan aliran air perak yang konstan agar bisa bergerak dengan kekuatan sebesar itu.
"Jika aku tidak bisa menghancurkan cangkangnya, aku akan menghancurkan sistem penggeraknya." batin Jian Feng.
Jian Feng mulai berlari mengelilingi sang Wali…
Kultivator Pengembara
Bab 94: Strategi di Balik Kehampaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 156 Episodes
Comments