Puncak Altar Keabadian berdiri tegak di atas segalanya, sebuah platform batu giok etereal yang melayang tepat di titik perpotongan sepuluh rasi bintang utama.
Di sini, selaput antara realitas dan kehampaan terasa begitu tipis, seolah-olah satu tarikan napas yang terlalu keras dapat merobek tatanan semesta.
Jian Feng berdiri di pusat altar. Napasnya pendek dan gemetar, namun bukan karena kelelahan fisik setelah menempuh jutaan mil.
Dadanya sesak oleh harapan yang begitu masif hingga terasa mencekik. Dengan gerakan perlahan yang penuh takzim, ia memanggil peti kristal dari dimensi portabelnya.
Logam dan kristal itu berdenting pelan saat menyentuh permukaan giok.
Tutup peti terbuka, mengeluarkan uap dingin yang membeku.
Di bawah kendali Kehendak Jian Feng, tubuh Lin Xue terangkat perlahan, melayang di udara bagaikan helai bulu yang jatuh.
Wajah istrinya tetap sama—cantik, tenang, namun sepucat rembulan yang tertutup awan.
Ia tampak seperti sedang bermimpi indah, sama sekali tidak menyadari badai darah yang telah dilewati suaminya demi momen ini.
Namun, di tengah kesunyian yang sakral itu, sebuah bisikan keraguan muncul di relung terdalam pikiran Jian Feng.
"Racun dunia fana..." gumam Jian Feng, suaranya parau. "Bagaimana mungkin racun dari alam bawah yang begitu rendah sanggup membelenggu jiwa hingga ke tingkat ini? Bagaimana mungkin aku harus melintasi ribuan galaksi dan membantai dewa hanya untuk mencari penawarnya?"
Pertanyaan itu logis, namun rasa rindu yang telah berkarat di hatinya segera membungkam logika tersebut.
Jian Feng mengangkat tangan. Sepuluh Pecahan Kehidupan keluar dari tubuhnya, berputar hebat membentuk mahkota keilahian yang memancarkan spektrum cahaya yang belum pernah terlihat oleh mata manusia.
"Bangunlah, Lin Xue! Aku telah membayar setiap detik tidurmu dengan darah musuh dan air mata kesedihan. Kembalilah padaku!"
Dengan satu sentakan kehendak yang menghancurkan, Jian Feng menghantamkan sepuluh pecahan itu langsung ke jantung Lin Xue.
…
Kultivator Pengembara
Bab 148: Tragedi di Altar Keabadian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 156 Episodes
Comments