bab 5 percakapan malam yang hangat

Setelah menyelesaikan pembuatan atap dari daun aren , ia kemudian turun untuk mandi .

Karena malam sudah mulai datang merayap , ia hanya bisa berjalan pelan saat naik ke atas , matanya yang tajam hanya bisa melihat kegelapan malam yang intens .

" aku harus membuat penerangan , tapi di sini sangat langka minyak tanah, harganya juga mahal , " gumamnya bersiap untuk masuk ke dalam rumah .

" mas kamu sudah selesai mandi ?" Suara gadis muda terdengar pelan, penuh kehati hatian. Yasir mengenal suara tersebut " Imah kamu ada di mana ?" Tanyanya meraba raba sekitar dinding rumah .

" aku ada di sebelah kamu mas , !" Jawabnya pelan .

" ouh ... " Yasir menangkap badan gadis muda yang tampak dingin itu , ada getaran pelan di tubuhnya saat ia menangkap badan gadis muda yang ada di sebelahnya.

" kenapa tidak ada penerangan ... ?"

" sebentar. .. umi sedang membuat api di dapur .." kata wanita paruh baya dari arah depan.

Dan seketika suasana menjadi sedikit terang, Yasir melihat bahwa kedua gadis tampak sedang duduk di tanah .

" ehh kenapa kalian duduk di tanah , itu basah ..." kata Yasir penasaran .

" umhh kami berdua lupa tidak mengambil pasir di sungai , jadi ya begini " gadis muda itu terlihat tersenyum tipis .

" baiklah , coba berdiri... " Yasir berjalan menuju abu bekas pembakaran yang kering, ia lalu menyebarkannya di tempat basah, seketika tanah menjadi kering dengan pemandangan putih di seluruh tanah yang menjadi tempat mereka berdiri.

" sekarang kita semua bisa duduk .. tapi jangan langsung duduk, aku akan buat bangku kecil dulu.."secara kebetulan ia menyisakan batang aren dan mulai membuat lantai yang terbuat dari batang aren yang sudah tidak ada lagi daunnya.

" sekarang semuanya bisa duduk , bagaimana hangat tidak , "

" ya mas , ini sangat bagus .. !"

" kalau begitu, ayo kita semua makan malam "

" tunggu nak ..!"

Dengan cekatan ketiganya mempersiapkan nasi dan lauk pauk untuk makan, dalam waktu singkat semuanya sudah siap.

Yasir melihat bahwa gorengan yang dibeli dari pasar masih utuh , belum terjamah sedikitpun, matanya menatap ke arah dua gadis yang tampak menunggu dirinya untuk makan.

" kenapa ini belum di makan ?"

" masih menunggu mas selesai bekerja, dan Tari lupa untuk memanaskannya " ucap Lestari menunduk .

" tidak perlu di panaskan , kalau ada makanan yang sudah di masak , sebaiknya langsung saja di makan , tidak baik kalau harus sampai keras dan dingin " ujar Yasir tersenyum mengingatkan.

" baik mas kami mengerti.. "

" sudah jangan sedih. .. ayo Umi segera ambil nasi .." Yasir melihat wanita paruh baya di depannya terlihat diam belum bergerak .

" kamu duluan nak ..!"

" tidak umi... yang lebih tua dahulu , kata ayah ibu ,tidak baik bila yang muda mendahului yang lebih tua , " ucapnya menggali sesendok besar nasi ,lalu meletakannya di piring kayu sang wanita paruh baya .

" lauknya ..!"

Yasir kemudian mengambil ikan goreng yang sudah dingin , lalu ia memberikan dua potong untuk wanita paruh baya yang tampak menahan diri itu.

" umi jangan canggung atau takut, aku sebelumnya memang sangat bajingan , tapi setelah aku menikah dan masuk ke keluarga ini ,rasa tanggung jawab muncul dan membuat aku merasa bersemangat untuk bekerja yang halal " katanya tersenyum.

" nak , kenapa kamu sangat baik pada kami ?"

" karena kita semua sudah menjadi keluarga, aku sebagai pria harus bertanggung jawab dan bekerja keras , juga aku sangat mencintai kedua putri umi ,mereka sangat patuh dan juga baik " kata Yasir menyusun kalimat dengan benar .

" kalau begitu, umi bisa tenang... "

Yasir mulai makan ,ia melihat bahwa nasi kedua gadis di samping kanan kirinya tampak sangat sedikit, ia lalu mengambil tambahan nasi di tempat anyaman bambu yang berbentuk piring besar ( aku tidak tahu kalau bahasa Indonesianya apa ,tapi kalau masyarakat umum mengatakan tampah atau nyiru).

" makan yang banyak, agar tumbuh besar ..!" Kata Yasir memberikan tambahan nasi untuk keduanya .

" terimakasih mas ..!" Keduanya dengan pelan berkata dan mulai merapatkan diri di dekat Yasir .

Suasana makan terlihat sangat harmonis , sesekali ada percakapan hangat , dan juga mulai ada tanda tanda keakraban di masing masing anggota keluarga.

Setelah makan , kedua gadis bersiap untuk membersihkan tempat nasi, namun dihentikan oleh Yasir.

" apakah kalian berdua mau ke bawah ?"

" ya , mas ..!"

" bagus, aku ikut. .. !"

Segera ketiganya keluar dengan membawa piring kayu dan juga tampah yang sudah tidak ada nasinya.

Sampai di sana, Yasir hanya diam , berdiri menatap ke arah kegelapan malam yang mulai cerah.

" mas apakah kamu mau mandi ..?"

" aku sudah mandi tadi ... menangnya kenapa?"

" tidak ada apa apa mas , hanya saja kami merasa bahwa ini semua tidak adil "

" tidak adil bagaimana tari ..?"

" mas yang bekerja keras dan menghasilkan uang , tapi kami semua yang makan tanpa bekerja , kami berdua merasa tidak berguna "

Yasir hanya bisa menghela nafas pelan , matanya seakan bisa melihat ada air mata di pelupuk kedua gadis yang sudah selesai membersihkan tempat makan .

" jangan tertekan , kalian berdua sebagai wanita sudah seharusnya mendapatkan perhatian itu , Tari , Imah , jangan katakan tentang hal ini lagi , bukan mas marah , tapi mas sayang pada kalian berdua " ucapnya memeluk kedua gadis dengan erat .

" aku bahagia memiliki kalian berdua, "

Yasir perlahan menghapus air mata kedua gadis muda itu , lalu ia membimbingnya naik ke atas.

Sampai di halaman, Yasir mengajak keduanya untuk melihat bulan purnama.

" aku sebelumnya meminta maaf pada kalian berdua , yang semua orang ketahui ,bahwa aku adalah preman desa yang terkenal ,tapi sebenarnya aku melakukan hal itu agar aku bisa melihat siapa yang baik dan siapa yang jahat, saat aku jatuh, aku pernah mendengar dua orang gadis berkata kepada yang lain dan mengatakan, sepertinya dia sangat kesepian, andai saja dia berubah, kami berdua rela untuk menjadi pendamping hidupnya "

Kedua gadis muda itu tampak bingung lalu dengan memberanikan diri menatap wajah tangguh pemuda yang ada di tengah tengah mereka berdua .

" tapi sepertinya kami berdua tidak pernah berkata begitu mas ?"

" ya memang ... itu adalah mimpi panjang yang kelam dan sekarang mimpi itu menjadi kenyataan, kalian berdua sekarang sudah menjadi pendamping hidupku .." katanya tersenyum penuh arti .

" umhh ... begitu ya, tapi cerita mas sangat bagus ... kalau jadi guru desa mungkin bisa.. ya kak .." kata Halimah dengan polosnya .

" hahaha ada ada saja ... !"

" hishh kamu Imah jangan sembarangan berkata , itu tidak baik " gerutu Lestari dengan memukul pelan telapak tangan adiknya itu .

" oke jangan berkelahi.. kalau bisa besok kalian berdua akan aku ajak ke pasar , setelah itu melihat ladang yang belum sempat aku kunjungi " ucap Yasir tersenyum.

" baik mas , !"

" kak Tari, apakah di pasar sangat ramai ?"

" tentu , banyak orang berjualan , untung saja ada mas Yasir di dekatku kalau tidak, aku bisa tersesat " kata Lestari dengan mata bangga .

" kalau begitu aku ikut , tapi bagaimana dengan umi..?" Halimah merasa bingung, ia ingin ikut tapi khawatir dengan keadaan ibunya yang sudah tua .

" umi baik baik saja nak , tenang saja !"

Episodes
1 bab 1 bangun dan langsung dinikahkan
2 bab 2 makan bersama di pagi hari
3 bab 3 bekerja di pasar
4 bab 4 memperbaiki atap rumah
5 bab 5 percakapan malam yang hangat
6 bab 6 badai datang, rencana esok pagi
7 bab 7 berjualan langsung habis , Belanja di kios..
8 bab 8 makan siang. berangkat ke ladang
9 bab 9 ladang yang memperihatinkan
10 bab 10 mulai muncul masalah di desa
11 bab 12 permintaan Yasir
12 bab 12 rasa penasaran Halimah
13 bab 13 menjual keong di desa pada siang hari
14 bab 14 berburu keong sawah...dan mengambil kayu bakar
15 bab 15 sore yang sibuk
16 bab 16 pergi ke kota kecamatan Tasikmadu
17 bab 17 belanja kebutuhan rumah tangga yang banyak
18 bab 18 di perjalanan pulang
19 bab 19 sampai di rumah, menjamu tamu
20 bab 20 orang Belanda juga suka keong sawah
21 bab 21 bersama sama berburu keong sawah
22 bab 22 kehangatan di malam hari
23 bab 23 kedatangan tamu yang tak diundang
24 bab 24 ketidaknyamanan Lestari
25 bab 25 pikiran dalam seorang pria
26 bab 26 mengantarkan umi berobat
27 bab 27 datang ke desa pada malam hari
28 bab 28 bentrok di tengah malam
29 bab 29 rencana warga desa Plarangan
30 bab 30 rencana emas pasca pemulihan luka
31 bab 31 kejutan yang luar biasa
32 bab 32 belanja untuk persiapan syukuran rumah
33 bab 33 rasa bersyukur keluarga Yasir
34 bab 34 malam pertama yang ganas
35 bab 35 kerja bakti membangun jalan desa
36 bab 36 perselisihan antar pemuda
37 bab 37 perubahan dunia mulai muncul
38 bab 38 pergi dari desa pada malam hari
39 bab 39 kebenaran kepala kampung
40 bab 40 berkumpul dengan teman satu geng
41 bab 41 menimbulkan kekacauan di markas militer kota
42 bab 42 perjalanan malam yang sunyi
43 bab 43 penghuni hutan lebat
44 bab 44 kembali ke desa Sawahan
45 bab 45 untung tidak terlambat
46 bab 46 cerita kakek
47 bab 47 menemani sang istri di rumah sakit
48 bab 48 kembali pulang ke rumah
49 bab 49 hari siang yang begitu dingin
50 bab 50 berita tentang desa Plarangan
51 bab 51 para pria yang bersemangat
52 bab 52 malam akan di mulai
53 bab 53 menggunakan tangan orang lain
54 bab 54 penyelidikan pada malam itu juga
55 bab 55 kehamilan yang sama
56 bab 56 langsung di bawa tanpa sadar
57 bab 57 bencana datang di malam hari
58 bab 58 kakek yang sangat sakti
59 bab 59 membuat kerajinan saat banjir
60 bab 60 perjalanan ke kota kecamatan Tanjunghejo
61 bab 61 sebelum sampai kota , barang sudah terjual
62 bab 62 bertemu dengan teman lama
63 bab 63 kehidupan sederhana di kampung Cicadas
64 bab 64 bandit hutan datang dengan ganas
Episodes

Updated 64 Episodes

1
bab 1 bangun dan langsung dinikahkan
2
bab 2 makan bersama di pagi hari
3
bab 3 bekerja di pasar
4
bab 4 memperbaiki atap rumah
5
bab 5 percakapan malam yang hangat
6
bab 6 badai datang, rencana esok pagi
7
bab 7 berjualan langsung habis , Belanja di kios..
8
bab 8 makan siang. berangkat ke ladang
9
bab 9 ladang yang memperihatinkan
10
bab 10 mulai muncul masalah di desa
11
bab 12 permintaan Yasir
12
bab 12 rasa penasaran Halimah
13
bab 13 menjual keong di desa pada siang hari
14
bab 14 berburu keong sawah...dan mengambil kayu bakar
15
bab 15 sore yang sibuk
16
bab 16 pergi ke kota kecamatan Tasikmadu
17
bab 17 belanja kebutuhan rumah tangga yang banyak
18
bab 18 di perjalanan pulang
19
bab 19 sampai di rumah, menjamu tamu
20
bab 20 orang Belanda juga suka keong sawah
21
bab 21 bersama sama berburu keong sawah
22
bab 22 kehangatan di malam hari
23
bab 23 kedatangan tamu yang tak diundang
24
bab 24 ketidaknyamanan Lestari
25
bab 25 pikiran dalam seorang pria
26
bab 26 mengantarkan umi berobat
27
bab 27 datang ke desa pada malam hari
28
bab 28 bentrok di tengah malam
29
bab 29 rencana warga desa Plarangan
30
bab 30 rencana emas pasca pemulihan luka
31
bab 31 kejutan yang luar biasa
32
bab 32 belanja untuk persiapan syukuran rumah
33
bab 33 rasa bersyukur keluarga Yasir
34
bab 34 malam pertama yang ganas
35
bab 35 kerja bakti membangun jalan desa
36
bab 36 perselisihan antar pemuda
37
bab 37 perubahan dunia mulai muncul
38
bab 38 pergi dari desa pada malam hari
39
bab 39 kebenaran kepala kampung
40
bab 40 berkumpul dengan teman satu geng
41
bab 41 menimbulkan kekacauan di markas militer kota
42
bab 42 perjalanan malam yang sunyi
43
bab 43 penghuni hutan lebat
44
bab 44 kembali ke desa Sawahan
45
bab 45 untung tidak terlambat
46
bab 46 cerita kakek
47
bab 47 menemani sang istri di rumah sakit
48
bab 48 kembali pulang ke rumah
49
bab 49 hari siang yang begitu dingin
50
bab 50 berita tentang desa Plarangan
51
bab 51 para pria yang bersemangat
52
bab 52 malam akan di mulai
53
bab 53 menggunakan tangan orang lain
54
bab 54 penyelidikan pada malam itu juga
55
bab 55 kehamilan yang sama
56
bab 56 langsung di bawa tanpa sadar
57
bab 57 bencana datang di malam hari
58
bab 58 kakek yang sangat sakti
59
bab 59 membuat kerajinan saat banjir
60
bab 60 perjalanan ke kota kecamatan Tanjunghejo
61
bab 61 sebelum sampai kota , barang sudah terjual
62
bab 62 bertemu dengan teman lama
63
bab 63 kehidupan sederhana di kampung Cicadas
64
bab 64 bandit hutan datang dengan ganas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!