TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

bab 1 bangun dan langsung dinikahkan

" Yasir segera bangun, jangan berpura-pura pingsan ...!"

" sigh dasar tidak berguna, bodoh dan suka mengganggu masalah desa saja "

" Yasir kalau kamu tidak bangun, akan saya bawa kamu ke penjara Belanda dan biar kamu merasakan kerja keras dengan bayaran kecil "

Perlahan mata terbuka dengan tatapan bingung, ia melihat bahwa di sekitarnya banyak orang yang memakai pakaian yang aneh bagi dirinya ,yaitu kain kasar dan sarung berwarna coklat sebagai pelengkap.

" siapa kalian...?"

" hei Yasir jangan berpura-pura bodoh ya ,ini di desa ,desa Plarangan, apa kamu tidak ingat atau hanya sekedar menghindar pernikahan desa ini "

" aku benar benar tidak ingat...!" Pemuda itu memegang kepalanya dan hanya sekilas sebuah bayangan kenangan muncul, dan juga kecelakaan yang menimpanya menjadi satu hingga membuat ia tak sadarkan diri untuk kedua kalinya.

" sial , dia benar benar bodoh ,sekarang juga ayo kita gotong dia kerumah janda tua anak dua itu, agar dia tahu bagaimana caranya menghidupi sebuah keluarga, "

Semua warga sepakat dan menggotongnya menuju sebuah rumah yang tampak sederhana dengan ukuran yang hanya cukup untuk lima orang.

" janda tua keluar ..!"

Dari dalam rumah seorang wanita tua bungkuk, muncul dan tampak gelisah mendengar teriakan warga tetanggannya itu, " lek ada apa , saya masih belum punya uang untuk membayar hutang tepung singkong, " mata wanita tua itu tampak berkaca kaca dan seakan bisa mati kapan saja .

" janda tua kamu tidak perlu membayar hutang makanan singkong itu , "

" ahh bagaimana bisa ,hutang harus di bayar..saya tidak enak hati ..." janda tua itu menolak dan bersikeras akan membayar hutang yang telah dia ambil dari warga.

" tidak perlu janda tua ,kami datang untuk menikahkan kedua gadis janda tua dengan pemuda ini ,"

Janda tua itu menatap ke arah pemuda yang tidak sadarkan diri itu dan ia akhirnya tahu mengapa warga menolak dirinya untuk membayar hutang.

" apakah anak ini ..." suaranya tercekat ,seakan tidak bisa menerima kenyataan yang ada.

" ya ,kami seluruh warga sepakat untuk memberikan pemuda ini kepada keluarga janda tua ,agar dia tahu bagaimana caranya bekerja dan berumah tangga ,semua hutang tidak perlu di lunasi, juga lahan yang ada di ladang hutan jati bisa janda tua olah ,karena itu adalah warisan terakhir Yasir , "

Tanpa basa basi warga memberikan surat keterangan nikah dan tanpa menunggu pihak lain setuju, langsung setetes darah menetes di surat keterangan nikah ini .

Sang janda hanya bisa pasrah dan perlahan membuka pintu rumahnya yang sangat sederhana, lalu Yasir yang masih tidak sadarkan diri di baringkan di papan kayu yang kering .

Dua gadis yang berusia lima belas tahunan tampak menunduk ,sedih namun tidak berdaya , karena mereka semua takut bilamana pemerintah desa akan menekan mereka sekeluarga bilamana melawan kehendak desa .

" mbok kumaha ,"

" nak umi tidak bisa melawan ,kita rawat dan jalani saja takdir ini ," Sang janda tua sedang memasak air dan tampak uap panas menerpa ke wajah pemuda yang tak sadarkan diri itu.

Perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat suasana di sekitarnya yang tampak sederhana. Ia melihat tiga wanita tua dan muda sedang duduk di tanah dengan pandangan kosong.

" umhh maaf ,ini di mana ya ?"

Suara pemuda yang terdengar itu ,membuyarkan lamunan ibu dan anak itu.

" ahh kamu sudah bangun mas ,apakah kamu mau minum ?"

Ricky Riswan melihat seorang gadis sederhana dengan balutan kain yang kumuh dan tidak layak pakai dan juga di sampingnya gadis yang sama berdiri sejajar ,tampak kurus dan tidak terawat.

" gadis siapa kalian ?"

Wanita tua yang sedang menatap perapian mengambil kertas yang ada atas meja dan memberikannya kepada Ricky Riswan .

" nak Yasir ,ini surat nikah yang diberikan oleh warga desa dan sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini " ucapnya dengan suara parau dan lemah.

" tunggu nikah. .. kenapa aku tidak tahu?"

Ricky memejamkan matanya ,ia mencoba mengingat tentang kejadian sebelumnya dan baru mengetahui bahwa dirinya adalah seorang bajingan desa yang meresahkan warga hingga sampai semua warga menikahkan dirinya dengan paksa .

" yah aku ingat ... maafkan aku ..!"

Ia yang bernama Ricky Riswan seorang pekerja yang baru saja terkena PHK dan yang ia ingat terakhir kali dalam hidupnya adalah suara benturan keras dan juga teriakan warga yang membawanya pergi ,juga ia mengingat bagaimana sikap dan sifat pemilik tubuh sebelumnya yang sangat buruk dan tidak tahu malu ,hal itu kemungkinan karena kedua orang tuanya yang meninggal tanpa memberikan nasihat apapun untuk terakhir kalinya.

" baiklah namaku Yasir Hamdan, ... ya nama islami tapi kelakuan seperti orang yang tidak punya hati " pikirnya dengan nafas pelan yang panjang.

" karena bibi sudah menjadi keluargaku ,aku akan berusaha untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga ini , aku memang dulunya sangat tidak bisa berbuat baik dan sekarang aku sudah memiliki keluarga, jadi aku akan perlahan mengubah sifat dan sikapku ini " yasir turun dari atas tempat tidur kayu dan melihat ke arah panci yang tidak ada apa apapun ,hanya air yang mendidih.

Ia merogoh sakunya dan menemukan lima koin dengan nominal lima sen ,kemudian memberikannya kepada sang janda tua itu. " Entah ini apakah cukup atau tidak , tolong beli untuk makan sehari atau beberapa hari ini " Yasir tidak tahu harus berkata apa lagi ,ia berjalan perlahan menuju luar halaman, di mana pemandangan desa yang asri terlihat jelas.

" ya allah terimakasih telah memberikan aku kesempatan hidup kedua ini ,walaupun aku harus datang ke zaman kolonial Belanda, tapi aku bersyukur...!"

Ia melihat sawah sawah yang baru saja di petik padinya dan tampak dari kejauhan beberapa orang tua sedang asik bekerja membajak sawah menggunakan kerbau .

" aku akan melihat bagaimana kualitas padi yang ditanam oleh warga ,apakah bagus atau tidak , " Yasir berfikir untuk memungut sisa sisa padi yang jatuh di pematang sawah dan ia akan menanamnya di ladang miliknya di hutan jati .

Ia kembali ke dalam gubuk sederhana dan melihat bahwa hanya ada janda tua dan satu gadis yang sedang menyiapkan kayu dan bumbu .

" umi aku akan berjalan jalan, dan melihat ladang di hutan jati ,sudah lama aku tidak ke sana " Yasir berpamitan dan dua wanita tua ,muda itu hanya menganggukan kepala tanda mengerti.

Di perjalanan, ia bertemu dengan beberapa pemuda yang tampak membawa sabit dan tali ,ia tahu bahwa mereka akan mencari rumput untuk makan kerbau dan kambing .

" sebenarnya banyak lowongan pekerjaan di desa ini ,bekerja serabutan sebagai pemetik padi , penggiling padi ,pencari makan hewan ,atau buruh tani di sawah , " gumamnya dengan mata yang jelas menatap ke arah sawah yang belum dikerjakan oleh para petani.

" kang Yasir, kenapa kamu di sini ?"

Episodes
1 bab 1 bangun dan langsung dinikahkan
2 bab 2 makan bersama di pagi hari
3 bab 3 bekerja di pasar
4 bab 4 memperbaiki atap rumah
5 bab 5 percakapan malam yang hangat
6 bab 6 badai datang, rencana esok pagi
7 bab 7 berjualan langsung habis , Belanja di kios..
8 bab 8 makan siang. berangkat ke ladang
9 bab 9 ladang yang memperihatinkan
10 bab 10 mulai muncul masalah di desa
11 bab 12 permintaan Yasir
12 bab 12 rasa penasaran Halimah
13 bab 13 menjual keong di desa pada siang hari
14 bab 14 berburu keong sawah...dan mengambil kayu bakar
15 bab 15 sore yang sibuk
16 bab 16 pergi ke kota kecamatan Tasikmadu
17 bab 17 belanja kebutuhan rumah tangga yang banyak
18 bab 18 di perjalanan pulang
19 bab 19 sampai di rumah, menjamu tamu
20 bab 20 orang Belanda juga suka keong sawah
21 bab 21 bersama sama berburu keong sawah
22 bab 22 kehangatan di malam hari
23 bab 23 kedatangan tamu yang tak diundang
24 bab 24 ketidaknyamanan Lestari
25 bab 25 pikiran dalam seorang pria
26 bab 26 mengantarkan umi berobat
27 bab 27 datang ke desa pada malam hari
28 bab 28 bentrok di tengah malam
29 bab 29 rencana warga desa Plarangan
30 bab 30 rencana emas pasca pemulihan luka
31 bab 31 kejutan yang luar biasa
32 bab 32 belanja untuk persiapan syukuran rumah
33 bab 33 rasa bersyukur keluarga Yasir
34 bab 34 malam pertama yang ganas
35 bab 35 kerja bakti membangun jalan desa
36 bab 36 perselisihan antar pemuda
37 bab 37 perubahan dunia mulai muncul
38 bab 38 pergi dari desa pada malam hari
39 bab 39 kebenaran kepala kampung
40 bab 40 berkumpul dengan teman satu geng
41 bab 41 menimbulkan kekacauan di markas militer kota
42 bab 42 perjalanan malam yang sunyi
43 bab 43 penghuni hutan lebat
44 bab 44 kembali ke desa Sawahan
45 bab 45 untung tidak terlambat
46 bab 46 cerita kakek
47 bab 47 menemani sang istri di rumah sakit
48 bab 48 kembali pulang ke rumah
49 bab 49 hari siang yang begitu dingin
50 bab 50 berita tentang desa Plarangan
51 bab 51 para pria yang bersemangat
52 bab 52 malam akan di mulai
53 bab 53 menggunakan tangan orang lain
54 bab 54 penyelidikan pada malam itu juga
55 bab 55 kehamilan yang sama
56 bab 56 langsung di bawa tanpa sadar
57 bab 57 bencana datang di malam hari
58 bab 58 kakek yang sangat sakti
59 bab 59 membuat kerajinan saat banjir
60 bab 60 perjalanan ke kota kecamatan Tanjunghejo
61 bab 61 sebelum sampai kota , barang sudah terjual
62 bab 62 bertemu dengan teman lama
63 bab 63 kehidupan sederhana di kampung Cicadas
64 bab 64 bandit hutan datang dengan ganas
Episodes

Updated 64 Episodes

1
bab 1 bangun dan langsung dinikahkan
2
bab 2 makan bersama di pagi hari
3
bab 3 bekerja di pasar
4
bab 4 memperbaiki atap rumah
5
bab 5 percakapan malam yang hangat
6
bab 6 badai datang, rencana esok pagi
7
bab 7 berjualan langsung habis , Belanja di kios..
8
bab 8 makan siang. berangkat ke ladang
9
bab 9 ladang yang memperihatinkan
10
bab 10 mulai muncul masalah di desa
11
bab 12 permintaan Yasir
12
bab 12 rasa penasaran Halimah
13
bab 13 menjual keong di desa pada siang hari
14
bab 14 berburu keong sawah...dan mengambil kayu bakar
15
bab 15 sore yang sibuk
16
bab 16 pergi ke kota kecamatan Tasikmadu
17
bab 17 belanja kebutuhan rumah tangga yang banyak
18
bab 18 di perjalanan pulang
19
bab 19 sampai di rumah, menjamu tamu
20
bab 20 orang Belanda juga suka keong sawah
21
bab 21 bersama sama berburu keong sawah
22
bab 22 kehangatan di malam hari
23
bab 23 kedatangan tamu yang tak diundang
24
bab 24 ketidaknyamanan Lestari
25
bab 25 pikiran dalam seorang pria
26
bab 26 mengantarkan umi berobat
27
bab 27 datang ke desa pada malam hari
28
bab 28 bentrok di tengah malam
29
bab 29 rencana warga desa Plarangan
30
bab 30 rencana emas pasca pemulihan luka
31
bab 31 kejutan yang luar biasa
32
bab 32 belanja untuk persiapan syukuran rumah
33
bab 33 rasa bersyukur keluarga Yasir
34
bab 34 malam pertama yang ganas
35
bab 35 kerja bakti membangun jalan desa
36
bab 36 perselisihan antar pemuda
37
bab 37 perubahan dunia mulai muncul
38
bab 38 pergi dari desa pada malam hari
39
bab 39 kebenaran kepala kampung
40
bab 40 berkumpul dengan teman satu geng
41
bab 41 menimbulkan kekacauan di markas militer kota
42
bab 42 perjalanan malam yang sunyi
43
bab 43 penghuni hutan lebat
44
bab 44 kembali ke desa Sawahan
45
bab 45 untung tidak terlambat
46
bab 46 cerita kakek
47
bab 47 menemani sang istri di rumah sakit
48
bab 48 kembali pulang ke rumah
49
bab 49 hari siang yang begitu dingin
50
bab 50 berita tentang desa Plarangan
51
bab 51 para pria yang bersemangat
52
bab 52 malam akan di mulai
53
bab 53 menggunakan tangan orang lain
54
bab 54 penyelidikan pada malam itu juga
55
bab 55 kehamilan yang sama
56
bab 56 langsung di bawa tanpa sadar
57
bab 57 bencana datang di malam hari
58
bab 58 kakek yang sangat sakti
59
bab 59 membuat kerajinan saat banjir
60
bab 60 perjalanan ke kota kecamatan Tanjunghejo
61
bab 61 sebelum sampai kota , barang sudah terjual
62
bab 62 bertemu dengan teman lama
63
bab 63 kehidupan sederhana di kampung Cicadas
64
bab 64 bandit hutan datang dengan ganas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!