Perjodohan

​"Tidak masalah, Emma. Kita bisa pesan minuman dulu," ujar Bunda Anya.

​Mereka pun mulai berbincang santai, mulai dari bisnis hingga rencana liburan. Kayla menyimak dengan tenang, sesekali menambahkan komentar jika ditanya. Tepat saat pelayan datang membawa minuman, pintu ruangan terbuka dan masuklah seorang pria tinggi dengan postur tegap.

​Kayla refleks menoleh ke arah pintu, pria itu memiliki wajah yang tegas, rahang yang kuat dan tatapan mata yang tajam. Arthur mengenakan kemeja biru navy yang tergulung hingga siku, menampilkan lengan kekar.

​"Maaf, Pa, Ma. Arthur terlambat," ucap pria itu dengan suara bariton yang dalam.

​"Tidak apa-apa, Arthur. Ayo sini, kenalan," kata Om Bastian sambil menunjuk ke arah meja.

​Pria itu bernama Arthur itu berjalan mendekat, matanya tidak sengaja bersua dengan mata Kayla sejenak dan Kayla tiba-tiba merasa gugup dan takut ketika melihat Arthur.

​"Perkenalkan, ini Arthur. Dan Arthur, ini Om Demian, Tante Anya, dan ini Kayla," ujar Om Bastian.

​Arthur menyalami Ayah Demian dan Bunda Anya dengan hormat, lalu beralih kepada Kayla. Hanya singkat, namun berhasil membuat Kayla ketakutan setengah mati.

Mereka pun menikmati makanan yang disajikan di restoran tersebut, setelah itu dilanjutkan dengan obrolan kedua keluarga hingga suara Om Bastian menghentikan obrolan mereka.

"Jadi, bagaimana tentang pernikahan Kayla dan Arthur?" tanya Om Bastian.

"Kita adakan secepatnya saja, mereka berdua kan juga sudah berkenalan," jawab Ayah Demian.

Kayla yang mendengar hal itupun terkejut karena yang ia tahu jika pertemuan kali ini ia hanya berkenalan dengan Arthur, bukan membahas tentang pernikahan.

"Tunggu, maksudnya apa ya Om?" tanya Kayla.

"Loh Ayah kamu belum bilang ke kamu kalau pertemuan ini kami menjodohkan kamu dengan Arthur dan kalian akan segera menikah?" tanya Om bastian.

"Sudah, aku sudah bilang ke Kayla. Tapi, sepertinya Kayla lupa," jawab Ayah Demian.

Kayla yang mendengar jawaban Ayah Demian pun bingung, ia menatap sang Ayah dan Ayah Demian membalasnya dengan mengangguk serta tersenyum.

"Jadi, bagaimana? Tante gak sabar loh punya menantu secantik Kayla," tanya Tante Emma.

"Kamu gimana Arthur?" tanya Om Bastian.

"Arthur sudah setuju dengan perjodohan ini, jadi Papa tinggal tanya Kayla, dia mau atau gak," jawab Arthur dengan tatapan datar.

"Gimana Kayla?" tanya Om Bastian.

Kayla yang mendapat pertanyaan itu pun bingung, ia belum siap menikah karena masih ada masa depan yang harus ia kejar.

Melihat keraguan pada Kayla, Om Bastian pun tersenyum dan mengerti. "Om tau kamu pasti bingung kan, karena kamu masih harus mengejar pendidikan kamu, tapi kamu tidak perlu khawatir karena Arthur akan mendukung kamu. Kamu tetap bisa melanjutkan impian kamu meskipun kamu sudah menikah, iya kan Arthur?" tanya Om Bastian.

"Iya," jawab Arthur.

"Jadi, gimana sayang?" tanya Tante Emma.

'*Aku harus gimana ini? aku terima atau aku tolak? Tapi, aku belum siap menikah*,' batin Kayla.

Kayla menarik napas dalam-dalam, menatap sejenak pada Om Bastian dan Tante Emma yang penuh harap padanya

“Kayla?” panggil Bunda Anya lembut, seolah memberi dukungan tanpa memaksa.

Kayla tahu, menolak perjodohan di depan dua keluarga besar yang terlihat sangat antusias dan sudah bersepakat ini akan terasa sangat tidak enak, terutama bagi Ayah Demian yang sudah membohonginya. Lalu Kayla melihat senyum Ayah Demian yang terlihat meyakinkan dan penuh harap, Kayla menghela napas pasrah dan memaksakan diri untuk tersenyum.

"Baik, Om, Tante. Kayla setuju," jawab Kayla dengan suara yang nyaris berbisik namun terdengar jelas di ruangan hening itu.

Senyum lebar langsung merekah di wajah Bunda Anya, Om Bastian, dan Tante Emma, suasana yang tadinya tegang tiba-tiba menjadi lebih hangat dan ceria.

Tante Emma beranjak dari kursinya, berjalan mendekati Kayla dan memeluknya erat. "Selamat datang di keluarga kami, Sayang. Tante sudah menganggapmu seperti anak sendiri," bisiknya tulus.

Arthur, yang sedari tadi hanya diam, kini mengangguk tipis ke arah Ayahnya. Reaksi yang sangat minim, namun cukup bagi Om Bastian.

"Baiklah, karena semuanya sudah sepakat, bagaimana kalau kita bicarakan tanggal pernikahan dan persiapannya?" usul Ayah Demian, tampak lega dan bahagia.

Pembicaraan pun berlanjut membahas rencana pernikahan, mereka memutuskan untuk mengadakan pernikahan dalam waktu satu bulan ke depan, dengan alasan agar ketika Kayla koas di negara A, dia ada yang menjaga. Kayla hanya menyimak obrolan tersebut dan ia baru tau jika Arthur adalah seorang Dokter di salah satu rumah sakit di negara A, tapi Kayla tidak bertanya lebih lanjut karena Kayla masih takut pada Arthur.

Tepat sebelum pertemuan berakhir, saat semua orang sibuk membereskan barang, Bunda Anya menarik tangan Kayla sedikit menjauh.

"Kayla, Sayang. Kenapa tadi kamu terlihat takut sekali saat melihat Arthur?" tanya Bunda Anya dengan nada khawatir.

Kayla terdiam, ia bingung untuk menjelaskan rasa takutnya yang datang secata tiba-tiba, seolah ia merasakan aura berbahaya dari Arthur.

"Ti-tidak, Bun. Mungkin hanya gugup karena baru pertama bertemu," jawab Kayla berbohong sambil memaksakan senyumnya.

Bunda Anya mengelus pipi Kayla dengan lembut, "Bunda harap kamu tidak menyembunyikan apa pun, Arthur memang terlihat serius dan tegas, tapi dia anak yang baik. Kamu jangan takut, ya," ucap Bunda Anya dam diangguki Kayla.

Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih, Kayla dan kedua orang tuanya meninggalkan restoran. Di dalam mobil, Bunda Anya dan Ayah Demian tampak sangat bahagia.

"Terima kasih ya Kayla, karema sudah mau menerima perjodohan ini," ucap Ayah Demian.

"Kenapa Ayah gak bilang dari awal kalau ini perjodohan, bukan hanya perkenalan?" tanya Kayla dengan nada kecewa yang tak bisa ia sembunyikan.

Ayah Demian menghela napas. "Maafin Ayah, ya sayang. Ayah tahu kamu akan menolak jika Ayah bilang ini perjodohan, jadi ayah terpaksa bohong sama kamu," ucap Ayah Demian.

"Tapi, kenapa harus buru-buru? apa gak bisa setelah aku jadi Dokter?" tanya Kayla.

"Ayah sama Bunda gak bisa terus menjaga kamu dan satu-satunya cara yang paling tepat adalah menikahkan kamu dengan pria yang Ayah yakin dia adalah pria terbaik buat kamu dan pria itu adalah Arthur. Lagipula kan Arthur juga tinggal di negara A, jadi nanti pas kamu koas di sana, kamu ada yang jagain dan Ayah gak akan khawatir lagi," ucap Ayah Demian.

Kayla terdiam, "Ayah mau kemana? kenapa Ayah gak bisa jagain Kayla?" tanya Kayla.

"Kayla, Ayah pernah bilang sama kamu kan kalau Ayah sama Bunda mau pindah ke daerah pedesaan dan menikmati masa tau di sana. Ayah ingin mewujudkan impian Ayah dan Bunda, kamu dan Kak Adrian sudah bahagia dan sekarang giliran Ayah sama Bunda yang ingin berduaan," ucap Ayah Demian.

Mendengar jawaban Ayah Demian, Kayla pun mengerti dan ikhlas menerima perjodohan ini.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

iy knp aya membohongi kayla spt memperlakukn anak kecil yg mudah dbohongi... drama oh dramaaaa

2026-03-21

0

Tere Tere

Tere Tere

bagus bgt awal ya aku bingung sih cerita ya tapi lama lama paham

2026-07-09

0

Yayu Rulia

Yayu Rulia

awal yg menarik..semangat othor.

2026-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Sudah Siap?
2 Perjodohan
3 Jangan Kasar-kasar
4 Hari Terakhir
5 Kok Dikunci?
6 Terlalu Jahat
7 Kebetulan Sekali
8 Jangan Pulang Terlambat
9 Jalur Khusus
10 Siapa Yang Jahat?
11 Keluar!
12 Aku Gak Mau!
13 Kayla!
14 Terima Kasih
15 Galak Banget
16 Api Cemburu
17 Mas, Kamu Lihat?
18 Kaku dan Galak
19 Tiga Hari, Dok?
20 Jangan Memalukanku
21 Bohong!
22 Kamu Pingsan
23 Kamu Bisa Kayla!
24 Hari Libur
25 Dokter Karin
26 Menghindar
27 Jawaban Jujur
28 Dokter Muda Kayla!
29 Mengganggu
30 Selamat Ya!
31 Saya Tidak Menginginkannya
32 Aku Harus Diam
33 Kekasih
34 Pintarnya Istriku Ini
35 Membuktikan
36 Sayang
37 Bayangkan Kayla!
38 Laporkan Saja!
39 Mendisiplinkan?
40 Fakta Baru
41 Pahlawan
42 Aku Takut
43 Jahat Banget!
44 Kamu Lupa?
45 Jangan Lupa Dihabiskan
46 Teman Dekat?
47 Mas! Dingin!
48 Mas! Jangan Dibahas!
49 Mas! Gawat!
50 Masak Bareng
51 Aksi Balas Dendam
52 Sepuluh Halaman?
53 Aku Cuma Kaget
54 Inisial A
55 Kamu Jahat Banget!
56 Jangan Begitu
57 Dokter Revan
58 Halangi Dia!
59 Caranya Melindungimu
60 Sentuhan Arthur
61 Harus Profesional
62 Tanda Merah
63 Setiap Kata
64 Pesan Ayah
65 Dokter Arthur Itu Pacarku
66 Mengurus Keberangkatan?
67 Kenapa Harus Suamiku?
68 Kasihannya Menantuku
69 Hari Pertama
70 Kayla, Ini Aku
71 Sangat Memalukan
72 Sedih
73 Kita Tidak Punya Pilihan
74 Mas, Aku Berhasil
75 Mereka Belum Gugur
76 Mengikuti Aturan Saya
77 Selingkuh
78 Hal Pertama
79 Tidak Ada Yang Sakit?
80 Arthur! Anakku!
81 Diagnosis Saya Keliru?
82 Dokter Citra Mempersulitnya?
83 Arthur Tetap Tenang
84 Aku Merindukanmu, Sayang
85 Lihat Aku, Sayang
86 Memancing Kemarahanku
87 Tekanan?
88 Rahasia
89 Lihat Apa?
90 Aku Di Sini
91 Tegakkan Kepalamu
92 Teguran Terbuka
93 Kamu Setuju?
94 Kenapa Minta Maaf?
95 Membuatmu Bahagia
96 Aku Akan Ikut
97 Ini Terlalu Indah
98 Kamu Begitu Indah
99 Ini Wilayahmu
100 Tenang!
101 Kenapa Lari? Takut?
102 Kami Terpaksa
103 Harapan Arthur
104 Saya Dokternya!
105 Kamu Baru Sampai?
106 Jawabannya Cuma Satu
107 Memeriksakan Diri
108 Kunci Utama
109 Cuti
110 Mas! Kaget Tahu!
111 Hasilnya Masih sama
112 Aneh Bagaimana?
113 Sangat Sehat
114 Ngidam
115 Mimpi Yang Paling Indah
116 Aku Bosan
117 Ingat Pesan Dokter Arthur!
118 Aku Tahu
119 Joshua
120 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121 Panggil Arthur!
122 Tolong Nenekku
123 Kondisinya Sudah Stabil
124 Jangan Berani Mendekat
125 Mual
126 Kemana?
127 Maunya Peluk Aja
128 Aku Jadi Iri!
129 Aku Bosan Mendengarnya
130 Atas Keinginan Joshua
131 Cucu Pertama
132 Lama Tidak Bertemu
133 Siapa Kalian?
134 Terima Kasih, Tuhan.
135 Pergi
136 Lihat Ini!
137 Bahagia Dan Sehat
138 Kenapa? Ada Yang Sakit?
139 Papa Merasa Kasihan
140 Mas!
141 Mas Masih Marah?
142 Aku Rindu Kamu
143 Saran Dokter Anita
144 Ayah? Bunda?
145 Anak Kita
146 Daniel Elard Alexander
147 Sakitnya?
148 Akhirnya!
149 Mana Adik Bayi?
150 Istirahat
151 SELESAI
152 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154 Cerita Baru - My Possessive Husband
155 Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158 Cerita Baru - Cintai Aku
159 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 159 Episodes

1
Sudah Siap?
2
Perjodohan
3
Jangan Kasar-kasar
4
Hari Terakhir
5
Kok Dikunci?
6
Terlalu Jahat
7
Kebetulan Sekali
8
Jangan Pulang Terlambat
9
Jalur Khusus
10
Siapa Yang Jahat?
11
Keluar!
12
Aku Gak Mau!
13
Kayla!
14
Terima Kasih
15
Galak Banget
16
Api Cemburu
17
Mas, Kamu Lihat?
18
Kaku dan Galak
19
Tiga Hari, Dok?
20
Jangan Memalukanku
21
Bohong!
22
Kamu Pingsan
23
Kamu Bisa Kayla!
24
Hari Libur
25
Dokter Karin
26
Menghindar
27
Jawaban Jujur
28
Dokter Muda Kayla!
29
Mengganggu
30
Selamat Ya!
31
Saya Tidak Menginginkannya
32
Aku Harus Diam
33
Kekasih
34
Pintarnya Istriku Ini
35
Membuktikan
36
Sayang
37
Bayangkan Kayla!
38
Laporkan Saja!
39
Mendisiplinkan?
40
Fakta Baru
41
Pahlawan
42
Aku Takut
43
Jahat Banget!
44
Kamu Lupa?
45
Jangan Lupa Dihabiskan
46
Teman Dekat?
47
Mas! Dingin!
48
Mas! Jangan Dibahas!
49
Mas! Gawat!
50
Masak Bareng
51
Aksi Balas Dendam
52
Sepuluh Halaman?
53
Aku Cuma Kaget
54
Inisial A
55
Kamu Jahat Banget!
56
Jangan Begitu
57
Dokter Revan
58
Halangi Dia!
59
Caranya Melindungimu
60
Sentuhan Arthur
61
Harus Profesional
62
Tanda Merah
63
Setiap Kata
64
Pesan Ayah
65
Dokter Arthur Itu Pacarku
66
Mengurus Keberangkatan?
67
Kenapa Harus Suamiku?
68
Kasihannya Menantuku
69
Hari Pertama
70
Kayla, Ini Aku
71
Sangat Memalukan
72
Sedih
73
Kita Tidak Punya Pilihan
74
Mas, Aku Berhasil
75
Mereka Belum Gugur
76
Mengikuti Aturan Saya
77
Selingkuh
78
Hal Pertama
79
Tidak Ada Yang Sakit?
80
Arthur! Anakku!
81
Diagnosis Saya Keliru?
82
Dokter Citra Mempersulitnya?
83
Arthur Tetap Tenang
84
Aku Merindukanmu, Sayang
85
Lihat Aku, Sayang
86
Memancing Kemarahanku
87
Tekanan?
88
Rahasia
89
Lihat Apa?
90
Aku Di Sini
91
Tegakkan Kepalamu
92
Teguran Terbuka
93
Kamu Setuju?
94
Kenapa Minta Maaf?
95
Membuatmu Bahagia
96
Aku Akan Ikut
97
Ini Terlalu Indah
98
Kamu Begitu Indah
99
Ini Wilayahmu
100
Tenang!
101
Kenapa Lari? Takut?
102
Kami Terpaksa
103
Harapan Arthur
104
Saya Dokternya!
105
Kamu Baru Sampai?
106
Jawabannya Cuma Satu
107
Memeriksakan Diri
108
Kunci Utama
109
Cuti
110
Mas! Kaget Tahu!
111
Hasilnya Masih sama
112
Aneh Bagaimana?
113
Sangat Sehat
114
Ngidam
115
Mimpi Yang Paling Indah
116
Aku Bosan
117
Ingat Pesan Dokter Arthur!
118
Aku Tahu
119
Joshua
120
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121
Panggil Arthur!
122
Tolong Nenekku
123
Kondisinya Sudah Stabil
124
Jangan Berani Mendekat
125
Mual
126
Kemana?
127
Maunya Peluk Aja
128
Aku Jadi Iri!
129
Aku Bosan Mendengarnya
130
Atas Keinginan Joshua
131
Cucu Pertama
132
Lama Tidak Bertemu
133
Siapa Kalian?
134
Terima Kasih, Tuhan.
135
Pergi
136
Lihat Ini!
137
Bahagia Dan Sehat
138
Kenapa? Ada Yang Sakit?
139
Papa Merasa Kasihan
140
Mas!
141
Mas Masih Marah?
142
Aku Rindu Kamu
143
Saran Dokter Anita
144
Ayah? Bunda?
145
Anak Kita
146
Daniel Elard Alexander
147
Sakitnya?
148
Akhirnya!
149
Mana Adik Bayi?
150
Istirahat
151
SELESAI
152
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154
Cerita Baru - My Possessive Husband
155
Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158
Cerita Baru - Cintai Aku
159
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!