Jangan Kasar-kasar

Hari terus berlalu, akhirnya hari yang tidak ditunggu Kayla pun tiba, hari ini ia akan menikah dengan pria yang baru ia kenal satu bulan lalu. Pernikahan yang begitu mendadak dan terburu-buru, padahal Kayla tengah fokus pda pendidikannya.

Pernikahan Kayla dan Arthur dilaksanakan di gereja yang tak jauh dari apartemen Kayla, tidak ada resepsi, tidak ada acara besar, hanya makan-makan sederhana yang dilakukan kedua keluarga di apartemen Kayla, di mana apartemen Kayla memang terbilang cukup besar.

Skip...

Janji suci antara Kayla dan Arthur pun berjalan lancar, saat ini keduanya sudah sah menjadi suami istri. Setelah pemberkatan Arthur hanya diam, tidak ada obrolan diantara keduanya, Arthur hanya akan bicara jika Papa Bastian dan Mama Emma mengajakanya bicara, selebihnya ia hanya diam.

Saat ini, Arthur, Kayla dan seluruh keluarga keduanya sudah berada di apartemen Kayla. "Apartemennya bagus ya, luas juga," ucap Mama Emma.

"Aku suruh Kayla cari apartemen yang besar biar dia enak tinggalnya disini," ucap Ayah Demian.

Acara pun terus berlanjut, Arthur dan Kayla duduk berdampingan di sofa ruang tamu, mereka hanya diam ketika orang-orang asik mengobrol hingga Mama Emma pun menghampiri mereka.

"Arthur, jangan diam aja. itu Kayla diajak ngobrol," ucap Mama Emma.

"Iya," jawab Arthur.

Setelah itu, Arthur menoleh Kayla. "A-ada apa?" tanya Kayla yang begitu gugup karena Arthur menatapnya dengan tatapan tajam seolah ingin menguliti Kayla.

"Mau makan?" tanya Arthur.

"Gak, a-aku kenyang," jawab Kayla.

"Kenyang? Kapan makannya?" tanya Arthur.

"Tadi pagi sebelum ke gereja," jawab Kayla asal.

"Yasudah," ucap Arthur lalu berdiri dan pergi ke meja makan.

Di meja makan, Mama Emma melihat Arthur yang menghampirinya dan mengambil makanan yang disediakan di meja tersebut.

"Mana Kayla?" tanya Mama Emma.

"Di ruang tamu, gak amu makan katanya udah kenyang," jawab Arthur.

"Harusnya kamu paksa lagi, perempuan itu mainya di paksa," ucap Mama Emma dan pergi ke runag tamu untuk menemani Kayla.

Disisi lain, Kayla melihat Arthur yang berjalan menjauh menuju meja makan hanya bisa menghela napas panjang. Rasanya oksigen di sekitarnya baru saja kembali setelah pria itu beranjak. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama karena Mama Emma justru mendekat dan duduk di samping Kayla, menggantikan posisi anaknya tadi.

​"Kayla sayang, Arthur memang begitu. Dia kaku dan tidak pandai berbasa-basi, tapi dia perhatian dengan caranya sendiri," ucap Mama Emma sambil mengelus tangan Kayla lembut.

​Kayla hanya tersenyum tipis, tidak berani menyanggah. 'Perhatian? Dia bahkan tidak bertanya kenapa aku takut padanya,' batin Kayla.

"Iya, Ma," jawab Kayla.

​Sedangkan, di meja makan Arthur terlihat tenang menyantap makanannya. Gerakannya sangat rapi dan efisien, mencerminkan kedisiplinannya sebagai seorang Dokter. Meskipun sedang makan, auranya tetap mendominasi ruangan dan sesekali ia menjawab pertanyaan Ayah Demian dengan anggukan dan memberikan jawaban singkat satu atau dua kata.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam dan semua keluarga pun memutuskan untuk menginap di hotel, mereka ingin memberikan waktu untuk Kayla dan Arthur saling mengenal, karena itu tidak ada yang menginap di apartemen Kayla.

"Ingat Arthur, jangan kasar-kasar, kasihan Kayla," ucap Mama Emma.

Kayla yang mendengarnya pun wajahnya terasa panas, sedangkan Arthur tampak biasa saja bahkan Arthur membalas perkataan Mama Emma. "Iya, nanti Arthur pelan-pelan," jawab Arthur.

"Bunda gak sabar pengen punya cucu," ucap Bunda Anya.

"Iya, sama ya Jeng," ucap mama Emma.

"Pa, bawa Mama pergi," ucap Arthur pada Papa Bastian.

"Hahaha, iya. Kita pergi dulu ya," pamit Papa Bastian.

"Ingat, yang nurut sama suami ya," ucap Ayah Demian.

"Iya, Yah. Ayah sehat-sehat ya, jangan lupain Kayla," ucap Kayla.

"Gak akan, mana bisa Ayah lupain putri kesayangan Ayah ini, Ayah pergi dulu ya. Arthur, jagain anak Ayah, awas kalau sampai anak Ayah terluka," ucap Ayah demian.

"Iya, Yah. Arthur gak akan pernah lukai Kayla," ucap Arthur.

"Bagus, Ayah pegang janji kamu," ucap ayah Demian lalu pergi dari apartemen Kayla.

Apartemen yang tadi ramai kini mendadak sunyi senyap, hanya ada Kayla dan Arthur yang berdiri di ruang tengah.

​"A-aku mau bersih-bersih dulu," ucap Kayla yang memecah keheningan.

Kayla segera masuk ke kamarnya, yang kini juga menjadi kamar Arthur. ​Di dalam kamar, Kayla melihat koper Arthur yang sudah diletakkan di sudut ruangan. Rasanya aneh melihat barang milik pria asing di ruang pribadinya, setelah mandi dan berganti pakaian dengan piyama panjang yang tertutup rapat, Kayla keluar dan mendapati Arthur sedang duduk di tepi ranjang, baru saja selesai melepas kemejanya.

​Kayla mematung di ambang pintu kamar mandi, punggung tegak Arthur dengan otot yang kokoh terlihat sangat jelas dan Kayla refleks membuang muka.

​"Sudah selesai?" tanya Arthur tanpa menoleh.

​"Sudah," jawab Kayla pelan.

​Arthur berdiri dan mengambil handuk lalu berjalan melewati Kayla untuk masuk ke kamar mandi. Saat pria itu lewat, aroma parfum woody bercampur aroma maskulin yang kuat tercium oleh Kayla, membuat jantungnya berdegup tak karuan.

​Tak lama kemudian, Arthur keluar hanya dengan mengenakan celana panjang kaos, ia naik ke atas ranjang dan bersandar pada kepala tempat tidur. Kayla masih berdiri kaku di sisi lain tempat tidur.

"Tidurlah, aku tidak akan memintanya. Aku terlalu capek hari ini," ucap Arthur.

Kayla pun naik ke ranjang dengan sangat hati-hati, ia tidur di posisi paling pinggir, bahkan hampir jatuh dari ranjang karena terlalu takut bersentuhan dengan Arthur.

​"Jangan tidur terlalu pinggir, nanti kamu jatuh," suara bariton Arthur tiba-tiba terdengar di kegelapan dan membuat Kayla tersentak.

​"I-iya," jawab Kayla singkat, namun ia tetap tidak bergeser.

Melihat Kayla yang masih berada di posisinya Arthur pun kesal, "Geser kesini, aku tidak akan meminta apa-apa darimu," ucap Arthur.

"Iya, ini sudah pas kok," ucap Kayla.

'Pas apanya, udah mau jatuh gitu,' batin Arthur.

Karena merasa gemas dengan Kayla, Arthur mendekati Kayla dan memeluk Kayla dari belakang lalu menariknya hingga posisi mereka saat ini berada di tengah kasur.

Kayla yang terkejut pun masih mencerna apa yang baru saja terjadi, ketika ia sadar dan ingin menjauh dari Arthur, Arthur sudah menahan pinggangnya.

"Sudah jangan bergerak, hari ini adalah hari yang melelahkan, jadi cepat tidur," ucap Arthur yang masih memeluk Kayla dari belakang.

Kayla yang tidak bisa menjauh dari Arthur pun hanya pasrah dan memejamkan matanya hingga ia terlelap di pelukan sang suami yang baru saja ia nikahi hari ini.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Afika Aprilia

Afika Aprilia

kok ini jadi naura???

2026-02-03

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

pulak dah,Bukannya waktu sebulan ya,katanya Orang kaya,Biasanya orang kaya waktu sebulan itu udah cukup persiapan resepsi nya lho..Kasian Kayla bukan mendapatkan pernikahan impian..🥹🥹

2026-02-15

1

say't

say't

awal yg bagus arthur🤭

2026-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Sudah Siap?
2 Perjodohan
3 Jangan Kasar-kasar
4 Hari Terakhir
5 Kok Dikunci?
6 Terlalu Jahat
7 Kebetulan Sekali
8 Jangan Pulang Terlambat
9 Jalur Khusus
10 Siapa Yang Jahat?
11 Keluar!
12 Aku Gak Mau!
13 Kayla!
14 Terima Kasih
15 Galak Banget
16 Api Cemburu
17 Mas, Kamu Lihat?
18 Kaku dan Galak
19 Tiga Hari, Dok?
20 Jangan Memalukanku
21 Bohong!
22 Kamu Pingsan
23 Kamu Bisa Kayla!
24 Hari Libur
25 Dokter Karin
26 Menghindar
27 Jawaban Jujur
28 Dokter Muda Kayla!
29 Mengganggu
30 Selamat Ya!
31 Saya Tidak Menginginkannya
32 Aku Harus Diam
33 Kekasih
34 Pintarnya Istriku Ini
35 Membuktikan
36 Sayang
37 Bayangkan Kayla!
38 Laporkan Saja!
39 Mendisiplinkan?
40 Fakta Baru
41 Pahlawan
42 Aku Takut
43 Jahat Banget!
44 Kamu Lupa?
45 Jangan Lupa Dihabiskan
46 Teman Dekat?
47 Mas! Dingin!
48 Mas! Jangan Dibahas!
49 Mas! Gawat!
50 Masak Bareng
51 Aksi Balas Dendam
52 Sepuluh Halaman?
53 Aku Cuma Kaget
54 Inisial A
55 Kamu Jahat Banget!
56 Jangan Begitu
57 Dokter Revan
58 Halangi Dia!
59 Caranya Melindungimu
60 Sentuhan Arthur
61 Harus Profesional
62 Tanda Merah
63 Setiap Kata
64 Pesan Ayah
65 Dokter Arthur Itu Pacarku
66 Mengurus Keberangkatan?
67 Kenapa Harus Suamiku?
68 Kasihannya Menantuku
69 Hari Pertama
70 Kayla, Ini Aku
71 Sangat Memalukan
72 Sedih
73 Kita Tidak Punya Pilihan
74 Mas, Aku Berhasil
75 Mereka Belum Gugur
76 Mengikuti Aturan Saya
77 Selingkuh
78 Hal Pertama
79 Tidak Ada Yang Sakit?
80 Arthur! Anakku!
81 Diagnosis Saya Keliru?
82 Dokter Citra Mempersulitnya?
83 Arthur Tetap Tenang
84 Aku Merindukanmu, Sayang
85 Lihat Aku, Sayang
86 Memancing Kemarahanku
87 Tekanan?
88 Rahasia
89 Lihat Apa?
90 Aku Di Sini
91 Tegakkan Kepalamu
92 Teguran Terbuka
93 Kamu Setuju?
94 Kenapa Minta Maaf?
95 Membuatmu Bahagia
96 Aku Akan Ikut
97 Ini Terlalu Indah
98 Kamu Begitu Indah
99 Ini Wilayahmu
100 Tenang!
101 Kenapa Lari? Takut?
102 Kami Terpaksa
103 Harapan Arthur
104 Saya Dokternya!
105 Kamu Baru Sampai?
106 Jawabannya Cuma Satu
107 Memeriksakan Diri
108 Kunci Utama
109 Cuti
110 Mas! Kaget Tahu!
111 Hasilnya Masih sama
112 Aneh Bagaimana?
113 Sangat Sehat
114 Ngidam
115 Mimpi Yang Paling Indah
116 Aku Bosan
117 Ingat Pesan Dokter Arthur!
118 Aku Tahu
119 Joshua
120 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121 Panggil Arthur!
122 Tolong Nenekku
123 Kondisinya Sudah Stabil
124 Jangan Berani Mendekat
125 Mual
126 Kemana?
127 Maunya Peluk Aja
128 Aku Jadi Iri!
129 Aku Bosan Mendengarnya
130 Atas Keinginan Joshua
131 Cucu Pertama
132 Lama Tidak Bertemu
133 Siapa Kalian?
134 Terima Kasih, Tuhan.
135 Pergi
136 Lihat Ini!
137 Bahagia Dan Sehat
138 Kenapa? Ada Yang Sakit?
139 Papa Merasa Kasihan
140 Mas!
141 Mas Masih Marah?
142 Aku Rindu Kamu
143 Saran Dokter Anita
144 Ayah? Bunda?
145 Anak Kita
146 Daniel Elard Alexander
147 Sakitnya?
148 Akhirnya!
149 Mana Adik Bayi?
150 Istirahat
151 SELESAI
152 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154 Cerita Baru - My Possessive Husband
155 Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158 Cerita Baru - Cintai Aku
159 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 159 Episodes

1
Sudah Siap?
2
Perjodohan
3
Jangan Kasar-kasar
4
Hari Terakhir
5
Kok Dikunci?
6
Terlalu Jahat
7
Kebetulan Sekali
8
Jangan Pulang Terlambat
9
Jalur Khusus
10
Siapa Yang Jahat?
11
Keluar!
12
Aku Gak Mau!
13
Kayla!
14
Terima Kasih
15
Galak Banget
16
Api Cemburu
17
Mas, Kamu Lihat?
18
Kaku dan Galak
19
Tiga Hari, Dok?
20
Jangan Memalukanku
21
Bohong!
22
Kamu Pingsan
23
Kamu Bisa Kayla!
24
Hari Libur
25
Dokter Karin
26
Menghindar
27
Jawaban Jujur
28
Dokter Muda Kayla!
29
Mengganggu
30
Selamat Ya!
31
Saya Tidak Menginginkannya
32
Aku Harus Diam
33
Kekasih
34
Pintarnya Istriku Ini
35
Membuktikan
36
Sayang
37
Bayangkan Kayla!
38
Laporkan Saja!
39
Mendisiplinkan?
40
Fakta Baru
41
Pahlawan
42
Aku Takut
43
Jahat Banget!
44
Kamu Lupa?
45
Jangan Lupa Dihabiskan
46
Teman Dekat?
47
Mas! Dingin!
48
Mas! Jangan Dibahas!
49
Mas! Gawat!
50
Masak Bareng
51
Aksi Balas Dendam
52
Sepuluh Halaman?
53
Aku Cuma Kaget
54
Inisial A
55
Kamu Jahat Banget!
56
Jangan Begitu
57
Dokter Revan
58
Halangi Dia!
59
Caranya Melindungimu
60
Sentuhan Arthur
61
Harus Profesional
62
Tanda Merah
63
Setiap Kata
64
Pesan Ayah
65
Dokter Arthur Itu Pacarku
66
Mengurus Keberangkatan?
67
Kenapa Harus Suamiku?
68
Kasihannya Menantuku
69
Hari Pertama
70
Kayla, Ini Aku
71
Sangat Memalukan
72
Sedih
73
Kita Tidak Punya Pilihan
74
Mas, Aku Berhasil
75
Mereka Belum Gugur
76
Mengikuti Aturan Saya
77
Selingkuh
78
Hal Pertama
79
Tidak Ada Yang Sakit?
80
Arthur! Anakku!
81
Diagnosis Saya Keliru?
82
Dokter Citra Mempersulitnya?
83
Arthur Tetap Tenang
84
Aku Merindukanmu, Sayang
85
Lihat Aku, Sayang
86
Memancing Kemarahanku
87
Tekanan?
88
Rahasia
89
Lihat Apa?
90
Aku Di Sini
91
Tegakkan Kepalamu
92
Teguran Terbuka
93
Kamu Setuju?
94
Kenapa Minta Maaf?
95
Membuatmu Bahagia
96
Aku Akan Ikut
97
Ini Terlalu Indah
98
Kamu Begitu Indah
99
Ini Wilayahmu
100
Tenang!
101
Kenapa Lari? Takut?
102
Kami Terpaksa
103
Harapan Arthur
104
Saya Dokternya!
105
Kamu Baru Sampai?
106
Jawabannya Cuma Satu
107
Memeriksakan Diri
108
Kunci Utama
109
Cuti
110
Mas! Kaget Tahu!
111
Hasilnya Masih sama
112
Aneh Bagaimana?
113
Sangat Sehat
114
Ngidam
115
Mimpi Yang Paling Indah
116
Aku Bosan
117
Ingat Pesan Dokter Arthur!
118
Aku Tahu
119
Joshua
120
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121
Panggil Arthur!
122
Tolong Nenekku
123
Kondisinya Sudah Stabil
124
Jangan Berani Mendekat
125
Mual
126
Kemana?
127
Maunya Peluk Aja
128
Aku Jadi Iri!
129
Aku Bosan Mendengarnya
130
Atas Keinginan Joshua
131
Cucu Pertama
132
Lama Tidak Bertemu
133
Siapa Kalian?
134
Terima Kasih, Tuhan.
135
Pergi
136
Lihat Ini!
137
Bahagia Dan Sehat
138
Kenapa? Ada Yang Sakit?
139
Papa Merasa Kasihan
140
Mas!
141
Mas Masih Marah?
142
Aku Rindu Kamu
143
Saran Dokter Anita
144
Ayah? Bunda?
145
Anak Kita
146
Daniel Elard Alexander
147
Sakitnya?
148
Akhirnya!
149
Mana Adik Bayi?
150
Istirahat
151
SELESAI
152
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154
Cerita Baru - My Possessive Husband
155
Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158
Cerita Baru - Cintai Aku
159
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!