Kok Dikunci?

Setelah menempuh perjalanan udara, Kayla akhirnya mendarat di bandara internasional Negara A. Saat ia keluar dari pintu kedatangan, matanya langsung menangkap sosok tinggi tegap yang berdiri di antara kerumunan.

​Arthur mengenakan kaus polo hitam yang pas di badannya dan kacamata hitam, ia berdiri bersandar pada pilar sambil melipat tangan di dada. Begitu melihat Kayla, ia melepaskan kacamatanya, menampakkan tatapan mata yang tetap tajam dan intens.

Kayla berjalan mendekat dengan ragu, "Ka-kamu udah dari tadi?" tanya Kayla mencoba basa basi.

Arthur tidak menjawab pertanyaan Kayla, ia langsung mengambil alih koper besar yang ditarik Kayla. "Sudah sampai? Ayo, mobil di depan," ucapnya pendek tanpa basa-basi.

Kayla yang mendapat respon dingin dari Arthur hanya meneguk ludahnya dengan mata berkedip-kedip, ia takut dengan sang suami.

'Gila! aku harus hidup dengan pria sedingin dan se kaku itu, padahal aku cuma tanya dia udah lama atau gak disini dan dia gak jawab pertanyaanku. Tuhan! Gimana nasib pernikahanku nantinya,' batin Kayla.

Kayla pun masuk kedalam mobil dan tentu saja suasana didalam mobil sangat tidak nyaman, suasana yang begitu hening, tidak ada percakapan antara keduanya, Arthur begitu fokus pada perjalanannya hingga akhirnya Kayla mencoba mencairkan suasana yang terasa canggung itu.

"Nanti kita tinggal di rumah Papa atau Ayah?" tanya Kayla.

Arthur menolah sebentar pada Kayla lalu kembali fokus pada jalanan, "Kita tinggal di apartemenku," jawab Arthur.

"Loh kenapa gak tinggal di rumah Papa atau Ayah" tanya Kayla.

"Gak suka," jawab Arthur singkat, padat dan jelas.

Kayla sendiri tidak dapat membalas perkataan Arthur dan akhirnya ia memilih untuk diam dan menikmati perjalanan yang penuh keheningan dan rasa canggung itu.

Tak lama setelah itu, mobil yang dikendarai Arthur pun memasuki apartemen mewah yang menjulang tinggi di tengah kota.

Arthur dan Kayla keluar dari mobil dan masuk kedalam gedung tersebut, ketika masuk ke dalam apartemen milik Arthur itu, Kayla dibuat kagum dengan interior yang begitu sederhana dan tertata rapi.

"Kopermu aku taruh di kamar, aku harus kembali ke rumah sakit. Kalau ada apa-apa, kau bisa kabarin aku," ucap Arthur.

Belum sempat Kayla menjawabnya, Arthur sudah meninggalkannya dan Kayla pun menghela napas panjang, "Padahal aku belum tanya dia kerja di rumah sakit mana, yaudah deh nanti aja pas dia pulang aku tanya," gumam Kayla lalu menata semua barang-barangnya.

"Namun, ketika Kayla sedang menatap pakaiannya, ia baru sadar jika di dalam walk in closet tersebut ada barang-barang Arthur.

"Tunggu, kenapa pakaian dia juga ada disini? apa jangan-jangan aku sama dia bakal tidur bareng, gak mungkin dong," gumam Kayla.

Untuk memastikannya, Kayla pun keluar dari walk in closet dan melihat barang-barang di kamar tersebut yang ternyata memang ada beberapa barang milik Arthur bahkan ketika Kayla melihat rak samping ranjang pun terisi barang-barang Arthur.

"A-aku beneran bakal tidur berdua sama dia? gak sih ini gak mungkin, kayaknya dia salah ngasih kamar deh, harusnya aku sama dia tidurnya pisah kamar kayak di novel-novel, kan kita berdua di jodohin bukan karena suka," gumam Kayla lalu ia kembali menaruh barang-barangnya di koper.

Kayla pun keluar dari kamar dan mencari kamar tidur lain untuk ia tempati, sayangnya tudak ada kamar yang bisa ia tempati, semua ruangan sudah terisi dengan berbagai barang. Ada yang enjadi ruang kerja Arthur, ada juga yang menjadi gudang penyimpanan hingga tibalah Kayla di ruangan dekat dapur, ketika Kayla mencoba membukanya, pintu tersebut terkunci.

"Kok dikunci? didalamnya ada apa ya? apa jangan-jangan suamiku mafia dan dia nyembunyiin mayat didalam, biasanya di novel-novel kayak gitu, apalagi Arthur udah memenuhi kriteria sebagai mafia, dingin, kaku, cuek dan ganteng terus kaya lagi... Ish apaan sih Kayla. kok kayak anak kecil gini, gak mungkin juga kali dia mafia, makanya jangan kebanyakan baca novel, jadi otaknya bermasalah gini kan," gumam Kayla.

Karena tidak menemukan kamar lagi, akhirnya Kayla menaruh kopernya di kamar dan akan bertanya pada Arthur nanti saat Arthur pulang.

Kayla menghabiskan sisa siangnya dengan perasaan gelisah, Kayla pun memilih tidur untuk menghilangkan rasa bosan dan rasa lelahnya karena perjalanan yang panjang.

Malam harinya, Kayla terbangun dan melihat jam. "Gila, aku kalau tidur kenapa kayak orang mati sih, udah jam 7 aja," gumam Kayla dan bangun lalu membersihkan tubuhnya.

Ketika selesai ritual mandinya, Kayla merasakan perutnya mulai keroncongan, namun ia takut menyentuh apa pun di dapur mewah Arthur. Lebih tepatnya ia tidak bisa masak, bisa pun hanya masakan sederhana seperti goreng telur, nasi goreng atau mir rebus.

​Karena tidak tahu harus apa, akhirnya Kayla memilih menunggu Arthur pulang dan sekitar pukul sembilan malam, terdengar suara kunci pintu apartemen terbuka dan Kayla yakin jika itu adalah Arthur.

​Arthur masuk dengan wajah yang tampak lebih lelah, jas dokternya tersampir di lengan dan dua kancing teratas kemejanya sudah terbuka. Begitu melihat Kayla berdiri di dekat ruang tamu, ia berhenti sejenak.

​"Belum tidur?" tanya Arthur singkat sambil meletakkan kunci mobil di atas meja.

​"Belum, a-ku menunggumu," jawab Kayla ragu.

​Arthur hanya mengangguk pelan dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, Kayla memberanikan diri membuntuti dari belakang.

"Kenapa?" tanya Arthur melihat Kayla mengikutinya.

"Aku lapar," ucap Kayla malu.

"Ya makan," jawab Arthur.

"Aku gak bisa masak, aku mau bikin telur goreng, tapi gak ada telurnya, gak ada mie rebus dan gak ada nasi," ucap Kayla.

"Beli, aku lelah ingin istirahat," ucap Arthur.

​"Tunggu, a-aku mau tanya soal kamar, kenapa barang-barangku ditaruh di kamarmu? Apa tidak ada kamar lain? Aku tadi keliling tapi semuanya penuh dan ada satu pintu yang dikunci...," pertanyaan Kayla terhenti lantaran Arthur menyelanya.

​Arthur menghentikan aktivitas minumnya, ia meletakkan gelas lalu berbalik, menatap Kayla dengan tatapan datar yang sulit dibaca.

​"Kita sudah menikah dan kita akan tidur bersama dan soal pintu yang dikunci itu, jangan pernah coba-coba membukanya, itu ruang pribadiku," ucap Arthur.

Kayla menelan ludahnya dengan berat, pikiran liarnya tentang mafia kembali muncul. 'Jangan-jangan beneran ada mayat? Atau ruang rahasia penuh senjata?' batin Kayla

"Jangan mikir aneh-aneh, aku ke kamar. Di sebelah kulkas ada beberapa menu restoran enak dekat sini," ucap Arthur lalu meninggalkan Kayla.

"Gini banget jadi istri, harusnya tuh dijawab 'iya sayangku, sebentar ya aku mandi dulu setelah itu aku masakin menu spesial buat kamu dan kita makan bareng,' Ini malah disuruh pesen makan sendiri," gumam Kayla.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Aku salfok sama kalimat Arthur yang bilang DI SEBELAH KULKAS ADA BEBERAPA MENU RESTORAN ENAK DI DEKAT SINI.. maksudnya gimana Thor.🤔🤔🤔

2026-04-21

0

Marina Tarigan

Marina Tarigan

diamlah Kaila tata hidupmu dgn baik type suamimu jgn bergantung pdnya kalau txk mau sakit hati type Arthur tdk bisa romantis jgn harap pelajari sifatnya gimana bisa kamu beradaptasi dgnnya mandirilah jfn harap apapun pdnya supaya kamu jgn sakit hati sm suamimu yg kaku itu

2026-05-14

0

Diana

Diana

mungkin Arthur menyimpan barang atau kenangan dengan wanita lain sehingga kamar itu dikunci dan istrinya tidak diperbolehkan masuk lagi!

2026-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 Sudah Siap?
2 Perjodohan
3 Jangan Kasar-kasar
4 Hari Terakhir
5 Kok Dikunci?
6 Terlalu Jahat
7 Kebetulan Sekali
8 Jangan Pulang Terlambat
9 Jalur Khusus
10 Siapa Yang Jahat?
11 Keluar!
12 Aku Gak Mau!
13 Kayla!
14 Terima Kasih
15 Galak Banget
16 Api Cemburu
17 Mas, Kamu Lihat?
18 Kaku dan Galak
19 Tiga Hari, Dok?
20 Jangan Memalukanku
21 Bohong!
22 Kamu Pingsan
23 Kamu Bisa Kayla!
24 Hari Libur
25 Dokter Karin
26 Menghindar
27 Jawaban Jujur
28 Dokter Muda Kayla!
29 Mengganggu
30 Selamat Ya!
31 Saya Tidak Menginginkannya
32 Aku Harus Diam
33 Kekasih
34 Pintarnya Istriku Ini
35 Membuktikan
36 Sayang
37 Bayangkan Kayla!
38 Laporkan Saja!
39 Mendisiplinkan?
40 Fakta Baru
41 Pahlawan
42 Aku Takut
43 Jahat Banget!
44 Kamu Lupa?
45 Jangan Lupa Dihabiskan
46 Teman Dekat?
47 Mas! Dingin!
48 Mas! Jangan Dibahas!
49 Mas! Gawat!
50 Masak Bareng
51 Aksi Balas Dendam
52 Sepuluh Halaman?
53 Aku Cuma Kaget
54 Inisial A
55 Kamu Jahat Banget!
56 Jangan Begitu
57 Dokter Revan
58 Halangi Dia!
59 Caranya Melindungimu
60 Sentuhan Arthur
61 Harus Profesional
62 Tanda Merah
63 Setiap Kata
64 Pesan Ayah
65 Dokter Arthur Itu Pacarku
66 Mengurus Keberangkatan?
67 Kenapa Harus Suamiku?
68 Kasihannya Menantuku
69 Hari Pertama
70 Kayla, Ini Aku
71 Sangat Memalukan
72 Sedih
73 Kita Tidak Punya Pilihan
74 Mas, Aku Berhasil
75 Mereka Belum Gugur
76 Mengikuti Aturan Saya
77 Selingkuh
78 Hal Pertama
79 Tidak Ada Yang Sakit?
80 Arthur! Anakku!
81 Diagnosis Saya Keliru?
82 Dokter Citra Mempersulitnya?
83 Arthur Tetap Tenang
84 Aku Merindukanmu, Sayang
85 Lihat Aku, Sayang
86 Memancing Kemarahanku
87 Tekanan?
88 Rahasia
89 Lihat Apa?
90 Aku Di Sini
91 Tegakkan Kepalamu
92 Teguran Terbuka
93 Kamu Setuju?
94 Kenapa Minta Maaf?
95 Membuatmu Bahagia
96 Aku Akan Ikut
97 Ini Terlalu Indah
98 Kamu Begitu Indah
99 Ini Wilayahmu
100 Tenang!
101 Kenapa Lari? Takut?
102 Kami Terpaksa
103 Harapan Arthur
104 Saya Dokternya!
105 Kamu Baru Sampai?
106 Jawabannya Cuma Satu
107 Memeriksakan Diri
108 Kunci Utama
109 Cuti
110 Mas! Kaget Tahu!
111 Hasilnya Masih sama
112 Aneh Bagaimana?
113 Sangat Sehat
114 Ngidam
115 Mimpi Yang Paling Indah
116 Aku Bosan
117 Ingat Pesan Dokter Arthur!
118 Aku Tahu
119 Joshua
120 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121 Panggil Arthur!
122 Tolong Nenekku
123 Kondisinya Sudah Stabil
124 Jangan Berani Mendekat
125 Mual
126 Kemana?
127 Maunya Peluk Aja
128 Aku Jadi Iri!
129 Aku Bosan Mendengarnya
130 Atas Keinginan Joshua
131 Cucu Pertama
132 Lama Tidak Bertemu
133 Siapa Kalian?
134 Terima Kasih, Tuhan.
135 Pergi
136 Lihat Ini!
137 Bahagia Dan Sehat
138 Kenapa? Ada Yang Sakit?
139 Papa Merasa Kasihan
140 Mas!
141 Mas Masih Marah?
142 Aku Rindu Kamu
143 Saran Dokter Anita
144 Ayah? Bunda?
145 Anak Kita
146 Daniel Elard Alexander
147 Sakitnya?
148 Akhirnya!
149 Mana Adik Bayi?
150 Istirahat
151 SELESAI
152 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154 Cerita Baru - My Possessive Husband
155 Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158 Cerita Baru - Cintai Aku
159 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 159 Episodes

1
Sudah Siap?
2
Perjodohan
3
Jangan Kasar-kasar
4
Hari Terakhir
5
Kok Dikunci?
6
Terlalu Jahat
7
Kebetulan Sekali
8
Jangan Pulang Terlambat
9
Jalur Khusus
10
Siapa Yang Jahat?
11
Keluar!
12
Aku Gak Mau!
13
Kayla!
14
Terima Kasih
15
Galak Banget
16
Api Cemburu
17
Mas, Kamu Lihat?
18
Kaku dan Galak
19
Tiga Hari, Dok?
20
Jangan Memalukanku
21
Bohong!
22
Kamu Pingsan
23
Kamu Bisa Kayla!
24
Hari Libur
25
Dokter Karin
26
Menghindar
27
Jawaban Jujur
28
Dokter Muda Kayla!
29
Mengganggu
30
Selamat Ya!
31
Saya Tidak Menginginkannya
32
Aku Harus Diam
33
Kekasih
34
Pintarnya Istriku Ini
35
Membuktikan
36
Sayang
37
Bayangkan Kayla!
38
Laporkan Saja!
39
Mendisiplinkan?
40
Fakta Baru
41
Pahlawan
42
Aku Takut
43
Jahat Banget!
44
Kamu Lupa?
45
Jangan Lupa Dihabiskan
46
Teman Dekat?
47
Mas! Dingin!
48
Mas! Jangan Dibahas!
49
Mas! Gawat!
50
Masak Bareng
51
Aksi Balas Dendam
52
Sepuluh Halaman?
53
Aku Cuma Kaget
54
Inisial A
55
Kamu Jahat Banget!
56
Jangan Begitu
57
Dokter Revan
58
Halangi Dia!
59
Caranya Melindungimu
60
Sentuhan Arthur
61
Harus Profesional
62
Tanda Merah
63
Setiap Kata
64
Pesan Ayah
65
Dokter Arthur Itu Pacarku
66
Mengurus Keberangkatan?
67
Kenapa Harus Suamiku?
68
Kasihannya Menantuku
69
Hari Pertama
70
Kayla, Ini Aku
71
Sangat Memalukan
72
Sedih
73
Kita Tidak Punya Pilihan
74
Mas, Aku Berhasil
75
Mereka Belum Gugur
76
Mengikuti Aturan Saya
77
Selingkuh
78
Hal Pertama
79
Tidak Ada Yang Sakit?
80
Arthur! Anakku!
81
Diagnosis Saya Keliru?
82
Dokter Citra Mempersulitnya?
83
Arthur Tetap Tenang
84
Aku Merindukanmu, Sayang
85
Lihat Aku, Sayang
86
Memancing Kemarahanku
87
Tekanan?
88
Rahasia
89
Lihat Apa?
90
Aku Di Sini
91
Tegakkan Kepalamu
92
Teguran Terbuka
93
Kamu Setuju?
94
Kenapa Minta Maaf?
95
Membuatmu Bahagia
96
Aku Akan Ikut
97
Ini Terlalu Indah
98
Kamu Begitu Indah
99
Ini Wilayahmu
100
Tenang!
101
Kenapa Lari? Takut?
102
Kami Terpaksa
103
Harapan Arthur
104
Saya Dokternya!
105
Kamu Baru Sampai?
106
Jawabannya Cuma Satu
107
Memeriksakan Diri
108
Kunci Utama
109
Cuti
110
Mas! Kaget Tahu!
111
Hasilnya Masih sama
112
Aneh Bagaimana?
113
Sangat Sehat
114
Ngidam
115
Mimpi Yang Paling Indah
116
Aku Bosan
117
Ingat Pesan Dokter Arthur!
118
Aku Tahu
119
Joshua
120
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121
Panggil Arthur!
122
Tolong Nenekku
123
Kondisinya Sudah Stabil
124
Jangan Berani Mendekat
125
Mual
126
Kemana?
127
Maunya Peluk Aja
128
Aku Jadi Iri!
129
Aku Bosan Mendengarnya
130
Atas Keinginan Joshua
131
Cucu Pertama
132
Lama Tidak Bertemu
133
Siapa Kalian?
134
Terima Kasih, Tuhan.
135
Pergi
136
Lihat Ini!
137
Bahagia Dan Sehat
138
Kenapa? Ada Yang Sakit?
139
Papa Merasa Kasihan
140
Mas!
141
Mas Masih Marah?
142
Aku Rindu Kamu
143
Saran Dokter Anita
144
Ayah? Bunda?
145
Anak Kita
146
Daniel Elard Alexander
147
Sakitnya?
148
Akhirnya!
149
Mana Adik Bayi?
150
Istirahat
151
SELESAI
152
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154
Cerita Baru - My Possessive Husband
155
Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158
Cerita Baru - Cintai Aku
159
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!