Hari Terakhir

Keesokan paginya, suara alarm dari ponsel Arthur membangunkan Kayla, Kayla pun perlahan-lahan bangun dan begitu ia sudah membuka matanya. ia melihat Arthur yang sudah rapi.

​"Kamu mau ke mana?" tanya Kayla dengan suara serak khas orang bangun tidur.

​Arthur sedang mengancingkan lengan kemejanya pun menoleh pada Kayla, "Aku harus kembali ke Negara A pagi ini, ada operasi darurat yang tidak bisa ditinggalkan dan ada urusan rumah sakit yang mendesak," ucap Arthur.

​Kayla mengubah posisinya menjadi duduk, merasa sedikit linglung karena belum sadar sepenuhnya. "Sekarang? Tapi ini baru sehari setelah kita...," ucapan kayla terhenti lantaran Arthur yang menyelanya.

​"Kamu tahu kan kalau jadwal Dokter bedah tidak bisa ditebak, aku sudah meninggalkan uang bulanan di meja makan. Gunakan dengan bijak, selesaikan urusan administrasimu di sini secepat mungkin lalu susul aku ke Negara A. Mengerti?" ucap Arthur yang bermakna perintah untuk Kayla.

Tanpa sadar ​Kayla pun mengangguk pelan, ada rasa lega karena ia tidak harus menghadapi kecanggungan ini setiap hari untuk sementara waktu, namun ada juga rasa sesak karena merasa ditinggalkan begitu saja.

​Arthur terdiam sejenak, menatap wajah Kayla yang tampak pucat. Secara mengejutkan, ia mengulurkan tangan dan mengusap puncak kepala Kayla sekilas, sebuah gestur yang sangat cepat bahkan hampir seperti tidak terjadi.

​"Jaga dirimu baik-baik di sini, jangan lupa hubungi aku kalau ada apa-apa," ucap Arthur.

​Sebelum Kayla sempat menjawab, Arthur sudah menyambar kopernya yang entah sejak kapan sudah rapi, lalu Arthur berjalan keluar kamar meninggalkan Kayla.

Suara pintu apartemen yang tertutup menandakan bahwa kini Kayla benar-benar sendirian lagi, sama seperti sebelum-sebelumnya.

​Kayla menghela napas panjang, menatap sisi tempat tidur yang kini kosong. Statusnya sudah berubah menjadi seorang istri, namun rasanya ia tetaplah Kayla yang kesepian, kini ditambah dengan beban rahasia dan ketakutan pada sosok suaminya sendiri.

"Semangat Kayla, harusnya kamu senang karena kamu gak akan ketemu suami kamu yang kaku itu," gumam Kayla.

Kayla pun bersiap untuk mengurus apa saja yang ia butuhkan untuk mendaftar koas ke kampusnya, ketika Kayla pergi ke dapur, metranya meliha sesuatu di atas meja makan kayu yang minimalis miliknya, di mana terdapat sebuah amplop cokelat tebal dan sebuah kartu kredit tambahan berwarna hitam. Di sampingnya, terselip secarik kertas dengan tulisan tangan yang sangat rapi khas tulisan dokter, namun masih bisa terbaca.

​Pin kartu adalah tanggal lahirmu, gunakan untuk kebutuhan kuliah dan keberangkatanmu ke Negara A, jangan sampai sakit!!!

-Arthur

​Kayla memandangi kertas itu cukup lama, "Dingin sekali, bahkan tulisannya pun terasa kaku," gumamnya.

Namun, Kayla tak bisa memungkiri ada sedikit rasa hangat yang menyelinap saat menyadari Arthur sudah menyiapkan kartu atas namanya bahkan sebelum mereka resmi menikah.

"Haduh, ngapain juga sih aku malah mikirin dia," ucap Kayla.

Baru saja Kayla hendak menyeduh kopi, ponselnya bergetar, nama Bunda Anya muncul di layar.

[​Halo, Sayang? Sudah bangun?]

^^^[​Sudah, Bun. Ini aku baru bangun, tapi udah siap-siap mau ke kampus]^^^

[​Arthur sudah berangkat?]

^^^[Iya, sudah Bu. Ibu kok tahu?]^^^

[Tadi dia sempat pamit lewat telepon ke Ayah, Bunda merasa tidak enak, kamu baru menikah sehari sudah ditinggal tugas]

^^^[Tidak apa-apa, Kayla mengerti kok, profesi Dokter memang begitu kan?]^^^

[Syukurlah kalau kamu tidak marah. Oh iya, Kayla, tadi Tante Emma eh Mama mertuamu menelepon. Dia bilang kalau kamu butuh bantuan untuk urusan administrasi atau tiket ke Negara A langsung hubungi dia saja, jangan sungkan]

^^^[Iya, Bun. Nanti Kayla kabari Mama Emma]^^^

Ya sudah, istirahatlah. Gunakan waktu sebulan ini untuk bersantai sebelum kamu sibuk koas di sana ya]

^^^[Iya, Bun. Oh iya, Ayah sama Bunda sudah pulang?]^^^

[Iya, Ayah sama Bunda sudah dalam perjalanan ke rumah ini, kita gak tahu kalau Arthur bakal pulang ke negara A, maaf ya sayang]

^^^[Gapapa, Bun. Kayla paham kok, lagipula kan Kayla disini cuma sebentar soalnya habis ini Kayla juga bakal kos di sana]^^^

[Bunda tunggu ya kamu pulang]

^^^[Iya, Bun]^^^

Setelah itu sambungan telepon tersebut pun berakhir, "Kayaknya Ayah sama Bunda suka banget sama Arthur, eh aku panggilnya apa ya? masa Arthur. Kayak gimana gitu, kalau panggil sayang, kok ya geli, panggil Mas aja kali ya. Aduh pusing, aku harus diskusikan sama dia sih. maunya dipanggil apa," gumam Kayla.

Minggu-minggu berikutnya di Negara C dihabiskan Kayla dengan kesibukan mengurus pendaftaran koasnya di negara A, anehnya Arthur tidak pernah meneleponnya, komunikasi mereka hanya sebatas pesan singkat yang tidak mencerminkan hubungan suami istri, di mana Arthur hanya bertanya tentang pendaftaran koas Kayla atau menanyakan tentang uang Kayla yang sudah habis atau belum.

​Tidak ada tanya kabar, tidak ada ucapan rindu, Kayla merasa mereka lebih seperti rekan bisnis daripada pasangan suami istri. Namun, hal ini justru membuat Kayla merasa aman di zona nyamannya sendiri.

​Hari ini adalah hari terakhir Kayla di negara C, besok ia akan kembali ke negara A untuk menjalankan tugasnya yaitu koas. Kayla hanya perlu menyiapkan keperluannya sendiri, karena semua keperluan kepulangannya sudah disiapkan Arthur.

Bukannya merasa senang karena harus kembali ke tempat kelahirannya dan bertemu sang suami, Kayla justru sedih karena kebebasannya sudah akan berakhir dan ia harus memulai babak baru kehidupannya di Negara A bersama suami yang ditakutinya akan segera dimulai.

Malam terakhir ini terasa begitu sunyi bagi Kayla, ia duduk di tengah kamar yang kini dipenuhi koper-koper besar, memandangi sekeliling apartemen yang telah memberinya rasa tenang selama ini.

​Besok, Kayla tidak hanya kembali ke Negara A sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang akan menjalani koas, tapi juga sebagai seorang istri dari pria kaku bernama Arthur yang sampai sekarang Kayla belum kenal lebih jauh tentang siapa itu Arthur.

Perkenalkan yang begitu singkat dan pernikahan yang begitu mendadak serta sikap Arthur yang begitu kaku pada Kayla membuat Kayla tidak berani bertanya lebih jauh tentang pria itu, Kayla pun malu jika bertanya pada kedua orangtuanya dan juga mertuanya.

"Aku tahunya Arthur itu Dokter, tapi aku gak tahu dia Dokter di rumah sakit mana, kalau ternyata dia Dokter di rumah sakit tempatku koas kan enak aku bisa minta bantuan dia, kalau ada apa-apa yang aku gak ngerti aku bisa suruh dia biat gantiin aku. Semoga aja Arthur satu rumah sakit denganku, fix sih kalau sampai aku sama Arthur satu rumah sakit, itu artinya aku emang jodohnya dia hehehe," gumam Kayla.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

ya kalau kamu ga bisa bukan berarti Arthur harus gantiin kamu juga Kay, harus profesional bukan malan manfaatin suami.

2026-04-21

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

ALASAN NIKAH BIAR ADA YG JAGAIN KAYLA,LHA INI DITINGGAL,SAMA AJA BOONG 🤣🤣

2026-02-15

0

Febby fadila

Febby fadila

hmmm baru nikah udah ditinggal kek suami anggota TNI aja hadeee,

2026-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Sudah Siap?
2 Perjodohan
3 Jangan Kasar-kasar
4 Hari Terakhir
5 Kok Dikunci?
6 Terlalu Jahat
7 Kebetulan Sekali
8 Jangan Pulang Terlambat
9 Jalur Khusus
10 Siapa Yang Jahat?
11 Keluar!
12 Aku Gak Mau!
13 Kayla!
14 Terima Kasih
15 Galak Banget
16 Api Cemburu
17 Mas, Kamu Lihat?
18 Kaku dan Galak
19 Tiga Hari, Dok?
20 Jangan Memalukanku
21 Bohong!
22 Kamu Pingsan
23 Kamu Bisa Kayla!
24 Hari Libur
25 Dokter Karin
26 Menghindar
27 Jawaban Jujur
28 Dokter Muda Kayla!
29 Mengganggu
30 Selamat Ya!
31 Saya Tidak Menginginkannya
32 Aku Harus Diam
33 Kekasih
34 Pintarnya Istriku Ini
35 Membuktikan
36 Sayang
37 Bayangkan Kayla!
38 Laporkan Saja!
39 Mendisiplinkan?
40 Fakta Baru
41 Pahlawan
42 Aku Takut
43 Jahat Banget!
44 Kamu Lupa?
45 Jangan Lupa Dihabiskan
46 Teman Dekat?
47 Mas! Dingin!
48 Mas! Jangan Dibahas!
49 Mas! Gawat!
50 Masak Bareng
51 Aksi Balas Dendam
52 Sepuluh Halaman?
53 Aku Cuma Kaget
54 Inisial A
55 Kamu Jahat Banget!
56 Jangan Begitu
57 Dokter Revan
58 Halangi Dia!
59 Caranya Melindungimu
60 Sentuhan Arthur
61 Harus Profesional
62 Tanda Merah
63 Setiap Kata
64 Pesan Ayah
65 Dokter Arthur Itu Pacarku
66 Mengurus Keberangkatan?
67 Kenapa Harus Suamiku?
68 Kasihannya Menantuku
69 Hari Pertama
70 Kayla, Ini Aku
71 Sangat Memalukan
72 Sedih
73 Kita Tidak Punya Pilihan
74 Mas, Aku Berhasil
75 Mereka Belum Gugur
76 Mengikuti Aturan Saya
77 Selingkuh
78 Hal Pertama
79 Tidak Ada Yang Sakit?
80 Arthur! Anakku!
81 Diagnosis Saya Keliru?
82 Dokter Citra Mempersulitnya?
83 Arthur Tetap Tenang
84 Aku Merindukanmu, Sayang
85 Lihat Aku, Sayang
86 Memancing Kemarahanku
87 Tekanan?
88 Rahasia
89 Lihat Apa?
90 Aku Di Sini
91 Tegakkan Kepalamu
92 Teguran Terbuka
93 Kamu Setuju?
94 Kenapa Minta Maaf?
95 Membuatmu Bahagia
96 Aku Akan Ikut
97 Ini Terlalu Indah
98 Kamu Begitu Indah
99 Ini Wilayahmu
100 Tenang!
101 Kenapa Lari? Takut?
102 Kami Terpaksa
103 Harapan Arthur
104 Saya Dokternya!
105 Kamu Baru Sampai?
106 Jawabannya Cuma Satu
107 Memeriksakan Diri
108 Kunci Utama
109 Cuti
110 Mas! Kaget Tahu!
111 Hasilnya Masih sama
112 Aneh Bagaimana?
113 Sangat Sehat
114 Ngidam
115 Mimpi Yang Paling Indah
116 Aku Bosan
117 Ingat Pesan Dokter Arthur!
118 Aku Tahu
119 Joshua
120 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121 Panggil Arthur!
122 Tolong Nenekku
123 Kondisinya Sudah Stabil
124 Jangan Berani Mendekat
125 Mual
126 Kemana?
127 Maunya Peluk Aja
128 Aku Jadi Iri!
129 Aku Bosan Mendengarnya
130 Atas Keinginan Joshua
131 Cucu Pertama
132 Lama Tidak Bertemu
133 Siapa Kalian?
134 Terima Kasih, Tuhan.
135 Pergi
136 Lihat Ini!
137 Bahagia Dan Sehat
138 Kenapa? Ada Yang Sakit?
139 Papa Merasa Kasihan
140 Mas!
141 Mas Masih Marah?
142 Aku Rindu Kamu
143 Saran Dokter Anita
144 Ayah? Bunda?
145 Anak Kita
146 Daniel Elard Alexander
147 Sakitnya?
148 Akhirnya!
149 Mana Adik Bayi?
150 Istirahat
151 SELESAI
152 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154 Cerita Baru - My Possessive Husband
155 Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158 Cerita Baru - Cintai Aku
159 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 159 Episodes

1
Sudah Siap?
2
Perjodohan
3
Jangan Kasar-kasar
4
Hari Terakhir
5
Kok Dikunci?
6
Terlalu Jahat
7
Kebetulan Sekali
8
Jangan Pulang Terlambat
9
Jalur Khusus
10
Siapa Yang Jahat?
11
Keluar!
12
Aku Gak Mau!
13
Kayla!
14
Terima Kasih
15
Galak Banget
16
Api Cemburu
17
Mas, Kamu Lihat?
18
Kaku dan Galak
19
Tiga Hari, Dok?
20
Jangan Memalukanku
21
Bohong!
22
Kamu Pingsan
23
Kamu Bisa Kayla!
24
Hari Libur
25
Dokter Karin
26
Menghindar
27
Jawaban Jujur
28
Dokter Muda Kayla!
29
Mengganggu
30
Selamat Ya!
31
Saya Tidak Menginginkannya
32
Aku Harus Diam
33
Kekasih
34
Pintarnya Istriku Ini
35
Membuktikan
36
Sayang
37
Bayangkan Kayla!
38
Laporkan Saja!
39
Mendisiplinkan?
40
Fakta Baru
41
Pahlawan
42
Aku Takut
43
Jahat Banget!
44
Kamu Lupa?
45
Jangan Lupa Dihabiskan
46
Teman Dekat?
47
Mas! Dingin!
48
Mas! Jangan Dibahas!
49
Mas! Gawat!
50
Masak Bareng
51
Aksi Balas Dendam
52
Sepuluh Halaman?
53
Aku Cuma Kaget
54
Inisial A
55
Kamu Jahat Banget!
56
Jangan Begitu
57
Dokter Revan
58
Halangi Dia!
59
Caranya Melindungimu
60
Sentuhan Arthur
61
Harus Profesional
62
Tanda Merah
63
Setiap Kata
64
Pesan Ayah
65
Dokter Arthur Itu Pacarku
66
Mengurus Keberangkatan?
67
Kenapa Harus Suamiku?
68
Kasihannya Menantuku
69
Hari Pertama
70
Kayla, Ini Aku
71
Sangat Memalukan
72
Sedih
73
Kita Tidak Punya Pilihan
74
Mas, Aku Berhasil
75
Mereka Belum Gugur
76
Mengikuti Aturan Saya
77
Selingkuh
78
Hal Pertama
79
Tidak Ada Yang Sakit?
80
Arthur! Anakku!
81
Diagnosis Saya Keliru?
82
Dokter Citra Mempersulitnya?
83
Arthur Tetap Tenang
84
Aku Merindukanmu, Sayang
85
Lihat Aku, Sayang
86
Memancing Kemarahanku
87
Tekanan?
88
Rahasia
89
Lihat Apa?
90
Aku Di Sini
91
Tegakkan Kepalamu
92
Teguran Terbuka
93
Kamu Setuju?
94
Kenapa Minta Maaf?
95
Membuatmu Bahagia
96
Aku Akan Ikut
97
Ini Terlalu Indah
98
Kamu Begitu Indah
99
Ini Wilayahmu
100
Tenang!
101
Kenapa Lari? Takut?
102
Kami Terpaksa
103
Harapan Arthur
104
Saya Dokternya!
105
Kamu Baru Sampai?
106
Jawabannya Cuma Satu
107
Memeriksakan Diri
108
Kunci Utama
109
Cuti
110
Mas! Kaget Tahu!
111
Hasilnya Masih sama
112
Aneh Bagaimana?
113
Sangat Sehat
114
Ngidam
115
Mimpi Yang Paling Indah
116
Aku Bosan
117
Ingat Pesan Dokter Arthur!
118
Aku Tahu
119
Joshua
120
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121
Panggil Arthur!
122
Tolong Nenekku
123
Kondisinya Sudah Stabil
124
Jangan Berani Mendekat
125
Mual
126
Kemana?
127
Maunya Peluk Aja
128
Aku Jadi Iri!
129
Aku Bosan Mendengarnya
130
Atas Keinginan Joshua
131
Cucu Pertama
132
Lama Tidak Bertemu
133
Siapa Kalian?
134
Terima Kasih, Tuhan.
135
Pergi
136
Lihat Ini!
137
Bahagia Dan Sehat
138
Kenapa? Ada Yang Sakit?
139
Papa Merasa Kasihan
140
Mas!
141
Mas Masih Marah?
142
Aku Rindu Kamu
143
Saran Dokter Anita
144
Ayah? Bunda?
145
Anak Kita
146
Daniel Elard Alexander
147
Sakitnya?
148
Akhirnya!
149
Mana Adik Bayi?
150
Istirahat
151
SELESAI
152
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154
Cerita Baru - My Possessive Husband
155
Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
157
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
158
Cerita Baru - Cintai Aku
159
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!