( Ilustrasi pasukan bayangan yang muncul tiba-tiba)
Pertandingan berikutnya diumumkan dengan suara lantang yang menggema di seluruh arena.
“Peserta selanjutnya...Johan!”
Sorak sorai kembali memenuhi udara. Johan melangkah masuk ke arena dengan langkah santai, bahunya sedikit terangkat, wajahnya dihiasi seringai khas yang penuh kepercayaan diri. Pedang di tangannya berayun ringan seolah bukan beban.
Di hadapannya berdiri lawan yang bertubuh kurus, tinggi semampai, dengan sorot mata tajam dan postur ringan bak angin yang siap menerjang.
Johan menyipitkan mata, lalu terkekeh pelan.
“Ini akan cepat. Bahkan satu babak pun terlalu lama,” gumamnya.
Ia sama sekali tak tahu atau tak peduli bahwa pria kurus di depannya adalah juara bertahan tahun lalu, dikenal karena kelincahannya yang nyaris tak tertangkap mata.
Dentang besi pun terdengar, menandakan pertempuran dimulai.
Baru beberapa detik berlalu, Johan menyadari satu hal yang membuat senyumnya memudar jika lawannya nyaris tak bisa disentuh. Setiap ayunan pedangnya hanya menyapu udara kosong. Tubuh kurus itu bergerak cepat, berputar, menghindar, lalu menyerang balik dengan presisi yang menyakitkan.
"Sial…” Johan mendesis saat bahunya tersayat ringan.
Serangan demi serangan menghujani. Johan mulai terdesak. Langkahnya berat, napasnya memburu, sementara lawannya tetap gesit, seolah arena adalah rumahnya sendiri.
Pedang Johan terhempas ke tanah untuk sesaat. Ia terpaksa menghindar dengan tubuh, berguling di atas pasir arena yang kini mulai ternodai darah dan keringat.
Sorak penonton berubah.
“Payah!” “Jatuhkan saja!” “Dasar lemah!”
Kata-kata itu menusuk lebih tajam dari pedang.
Pandangan Johan tanpa sadar terangkat ke bangku kehormatan. Di sana, Elisa duduk bersama ayah dan kedua kakaknya. Ia melihat senyum kecil di wajah Elisa, entah mengejek atau geli dan itu cukup membuat dadanya terasa sesak.
“Tidak… ini tak boleh terjadi,” batinnya.
“Reputasiku hancur. Aku akan jadi bahan tertawaan seumur hidup.”
Semen…
PUTRI MAHKOTA TANPA SINGGASANA
BAB 15. BAYANGAN YANG SAMA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments
checangel_
Dengan Bismillah semua beres🤝😇
2026-01-13
1
🍊⃟𝐒𝐓𝐉🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
bisa²nya ada pisang 😅
2026-01-22
1
Oma yeni*🦋
itu yg lempar kulit pisang kudu di cari pelakunya. Dia udah nolongin si Johan menang 🙃🤭🤣
2026-01-23
1