(Ini hanya ilustrasi belaka)
Pagi itu, istana tampak berjalan sebagaimana mestinya, tenang, megah, dan teratur. Cahaya matahari menembus celah awan, jatuh lembut di lantai marmer halaman depan yang mengilap. Para prajurit berjaga dengan posisi tegak, tombak mereka berdiri lurus seakan menjadi bagian dari arsitektur istana itu sendiri.
Burung-burung kecil terbang rendah, sesekali hinggap di pagar batu, menciptakan suasana damai yang menipu, seolah tidak ada bahaya yang mengintai di balik hari yang cerah itu.
Namun ketenangan itu retak dalam satu momen ganjil.
Seorang pria tua tiba-tiba telah berdiri di depan gerbang istana. Tak ada yang melihat dari mana ia datang. Seolah ia muncul begitu saja dari udara.
Tubuhnya kurus, pakaiannya lusuh dengan warna yang telah pudar dimakan waktu. Kain itu menggantung longgar, sedikit koyak di bagian ujung, seakan telah menempuh perjalanan panjang tanpa tujuan pasti.
Rambutnya panjang terurai, hampir seluruhnya memutih, kusut tertiup angin. Wajahnya dipenuhi garis-garis usia, namun anehnya tidak memancarkan kelemahan, justru ada ketenangan yang dalam di sana.
Langkahnya pincang, tongkat kayu yang ia gunakan menjadi penopang hidupnya. Tongkat itu tidak biasa, di ujung tongkat seperti berbentuk ukiran naga yang rumit, seolah dibuat oleh tangan yang sangat terampil. Kayunya tampak tua, retak di sana-sini, namun masih kokoh, seperti pemiliknya.
Para prajurit terkejut dengan keberadaan pria tua itu.
“Berhenti! Siapa kau?!” salah satu dari mereka berseru sambil mendekat dengan langkah cepat.
Beberapa prajurit lain ikut mengepung, tangan mereka siap mencabut pedang jika diperlukan. Namun sebelum mereka sempat menyentuh pria tua itu,
“Berhenti.”
Suara itu lembut, namun tegas. Semua prajurit langsung menoleh dan menunduk hormat.
Wanita itu tak lain adalah Elisa.
Ia melangkah maju dengan anggun. Gaun kerajaannya bergerak halus mengikuti langkahnya, jubah Valestra menjuntai di belakang, tersapu cahaya matahari. Rambut cokelat keema…
PUTRI MAHKOTA TANPA SINGGASANA
BAB 54. APEL AJAIB
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments