(Ini adalah Ilustrasi visual Liliput)
Cairan itu membanjiri lantai, ramuan yang asalnya penuh di dalam kuali kini berubah warna dan tak tersisa lagi. Belum sempat menghindar cairan itu akhirnya menyentuh kulit Elisa.
Awalnya tidak terjadi apa-apa.
Tidak ada ledakan, tidak ada cahaya mencolok, hanya ada asap yang menutupi seluruh tubuhnya, sama seperti saat Elisa melihat Liliput meracik ramuan. Hanya dingin yang perlahan merayap dari pergelangan tangannya ke seluruh tubuh, seperti embun malam yang menjalar di atas daun.
Elisa mengerjap, lalu dadanya terasa sesak. Seolah ada sesuatu yang membuka di dalam kepalanya, bukan pintu, melainkan jendela. Jendela yang membuat telinganya bising oleh suara.
"Apa dia baik-baik saja? Aku kesal sekali..dia selalu mengacaukan ramuan ku..dasar ceroboh," ujar Liliput dalam hati.
Elisa menutup mata, mencoba menarik napas. Namun justru saat itulah bisikan itu datang.
"Kenapa aku mendengar suaranya? Tapi dia tidak berbicara? Ini suara Liliput bukan?" gumamnya.
Elisa tersentak, itu bukan suara Liliput yang diucapkan dengan mulut. Bibir makhluk kecil itu bahkan tidak bergerak. Namun kalimat itu terdengar jelas di benaknya, seperti gema yang jatuh langsung ke pikirannya.
“Elisa…?” suara Liliput terdengar gugup. “Kau baik-baik saja?”
Elisa menatapnya perlahan. Matanya yang semula gelap kini memantulkan kilau kebiruan, samar namun nyata, seperti cahaya bulan yang terperangkap di dalam pupilnya.
"Matanya..apa dia berubah menjadi monster?" Liliput menatap wajah Elisa dengan heran.
“Kau… takut,” ucap Elisa tanpa sadar. “Kau berpikir aku akan berubah jadi monster?”
Liliput seketika membeku dengan pertanyaan Elisa. Punggungnya bergetar karena gemetar.
“A-apa yang kau katakan?” bisiknya.
Elisa memegangi kepalanya. “Aku tidak bermaksud… tapi aku mendengarnya. Pikiranmu.”
Ruangan itu mendadak terasa sempit.
Tabung-tabung kaca yang tergantung di dinding seolah ikut menahan napas. Api kecil di tungku menyala lebih redup, seperti takut…
PUTRI MAHKOTA TANPA SINGGASANA
BAB 28. MASA LALU YANG MUNCUL PERLAHAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments