Rencana busuk ibu tiri

Kamila memandangi layar ponselnya yang retak. Jari-jarinya gemetar saat menggulir situs lowongan pekerjaan. Minimal pengalaman 2 tahun, bersedia bekerja di bawah tekanan, sanggup lembur. Ia menghela napas berat, luka operasi di perutnya masih sering berdenyut nyeri jika ia bergerak terlalu mendadak. Jangankan lembur, berjalan ke dapur saja tenaganya sudah terkuras habis.

"Sabar, Nak... Ibu akan cari jalan," bisiknya pada kekosongan di rahimnya. Kamila selalu beranggapan bahwa bayinya masih berada di dalam perutnya.

Tiba-tiba, suara benturan keras dari lantai bawah mengejutkan Kamila.

BRAK!

Suara kayu yang dihantam benda keras bergema hingga ke kamarnya. Jantung Kamila berdegup kencang. Ia bisa mendengar pekikan tertahan dari Mita dan suara gemetar Bu Elma. Dengan langkah tertatih dan tangan yang memegangi perut, Kamila keluar dari kamar dan mengintip dari balik raling tangga.

Di ruang tamu, suasana tampak mencekam. Dua pria berbadan besar, berkulit gelap dengan otot-otot yang menonjol di balik kaos ketatnya, berdiri menjulang seperti raksasa. Salah satunya berambut gondrong dengan bekas luka di pelipis, menatap tajam ke arah Bu Elma dan Mita yang meringkuk di sudut sofa, keduanya sangat ketakutan.

"Mana uangnya?!" bentak pria gondrong itu. Suaranya berat dan serak, membuat gelas-gelas di meja bergetar.

Mita memeluk lengan ibunya dengan sangat erat, wajahnya pucat pasi, sekujur tubuhnya menggigil hebat. "Mam... apakah ini yang dimaksud oleh Pak Darma? Kalau telat seminggu, mereka tidak akan segan bertindak kasar?" bisik Mita dengan suara yang hampir hilang.

Bu Elma tidak bisa menjawab, giginya bergemeletuk karena takut. "Bisa jadi Mita... Mamah sangat takut sekali!"

"Aku juga sama, Mam! Bagaimana ini? Kita harus membayar semua hutang-hutang kita pada Tuan Chen, si pria tua bangka itu!" rengek Mia setengah berbisik, namun matanya terus tertuju pada pria itu yang mulai menendang meja kopi.

Kamila menuruni anak tangga satu per satu dengan perlahan. Kehadirannya tertangkap oleh mata tajam si pria gondrong.

"Oh, ada penghuni lain rupanya," seringai pria itu, memamerkan deretan giginya yang tidak rata.

Kamila berdiri di anak tangga terakhir, wajahnya pucat namun matanya tetap tenang. Ia menatap ibu dan juga kakak tirinya yang tadi begitu sombong padanya, kini tampak seperti tikus yang terpojok.

"Ada apa ini?" tanya Kamila dingin.

"Mila! Masuk ke kamarmu! Ini bukan urusanmu!" bentak Bu Elma, meski suaranya masih bergetar.

"Bukan urusanku? Ini rumah ayahku, jika ada orang asing yang merusak pintu rumah ini, itu menjadi urusanku," sahut Kamila, Ia kemudian beralih ke pria besar itu.

"Berapa hutang yang mereka miliki?" tanyanya seolah tahu masalah apa yang telah terjadi terhadap Ibu dan juga kakak tirinya, karena Kamila begitu hafal akan tabiat mereka.

Pria berambut gondrong itu tertawa meremehkan. "Lima ratus juta, dan Itu termasuk bunga karena dua wanita ini sangat hobi berjudi dan belanja barang bermerek pakai uang Tuan Chen. Jika tidak dibayar hari ini, Tuan Chen minta 'jaminan' lain. Mungkin rumah ini, atau salah satu dari kalian."

Kamila tertegun. Lima ratus juta? Ia menatap Bu Elma dengan pandangan tidak percaya.

"Ibu telah menjaminkan rumah ini?"

Bu Elma memalingkan wajah, tidak berani menatap mata Kamila. Sementara Mita mulai terisak. "Kami hanya butuh modal untuk bisnis, Mila! Tapi semuanya gagal!"

"Bisnis atau meja judi?" sindir Kamila tajam.

Pria itu mulai melangkah maju, mendekati Mita. "Cukup bicaranya. Karena kalian tidak punya uang, kalian ikut kami menemui Tuan Chen sekarang."

"Jangan! Tolong jangan bawa aku!" teriak Mita histeris sambil bersembunyi di belakang punggung ibunya.

Kedua pria itu mencengkeram lengan Bu Elma dan Mita dengan kasar, menyeret mereka menuju mobil hitam yang terparkir di depan rumah. Kamila, meski tubuhnya masih sangat lemah dan nyeri di perutnya semakin menjadi-jadi, ia tetap berusaha menahan pintu.

"Tunggu! Jangan bawa mereka dengan cara seperti ini!" seru Kamila dengan suara parau. "Kita bisa bicarakan semua ini baik-baik, jangan gunakan kekerasan!"

Bu Elma menoleh, menatap Kamila dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara kebencian dan kelicikan yang mengerikan. Ia menyentakkan tangannya dari pegangan pria gondrong itu sejenak, lalu berkacak pinggang di depan Kamila.

"Berhenti berlagak jadi pahlawan, Kamila! Kau pikir kau itu siapa, hah?" bentak Bu Elma, wajahnya yang tadi pucat kini memerah karena amarah yang dipaksakan. "Jangan jadi pahlawan kesiangan! Kami tidak butuh belas kasihanmu. Masuk ke dalam dan urusi saja luka operasimu yang bau amis itu!"

"Tapi, Bu... mereka berbahaya..."

"Diam!" potong Mita sambil mengusap air matanya, kini ia ikut menyeringai tipis melihat penderitaan Kamila. "Simpan bicaramu untuk nanti. Kamu tahu apa yang kami lakukan? Kau tetaplah di sini, siapkan dirimu baik-baik."

Si pria gondrong mendengus tidak sabar. "Sudahlah cukup sandiwaranya! Cepat Jalan!"

Suasana di dalam mobil terasa mencekam. Namun, di kursi belakang, Bu Elma tampak mulai tenang. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Mita, membisikkan rencana busuknya dengan nada yang sangat rendah agar tidak terdengar oleh kedua pria di depannya

"Mita, dengarkan Mamah," bisik Bu Elma, matanya berkilat licik. "Tuan Chen itu memang tua bangka dan bau tanah, tapi gosip yang pernah mamah dengar bahwa dia, si pria tua bangka itu adalah pria yang gila wanita. Daripada kita kehilangan rumah atau kau yang harus melayaninya, kita jadikan si Kamila sebagai alat penebus hutang. Aku yakin dia tidak akan menolak tawaran ini. Kamila memang sudah 'cacat' karena operasinya, tapi wajahnya masih menjual."

Mita tertegun sejenak, lalu senyum jahat perlahan terukir di bibirnya. "Ide bagus, Mah. Dengan begitu, kita bebas dari hutang dan tidak perlu lagi melihat wajah sok sucinya Kamila di rumah itu."

"Tepat sekali," sahut Bu Elma. Ia kemudian sedikit meninggikan suaranya, bicara pada pria gondrong yang mengemudi.

"Heh, kau! Bilang pada bosmu, aku membawa penawaran yang jauh lebih berharga daripada sekadar uang receh lima ratus juta. Aku akan bernegosiasi langsung dengan Tuan Chen, tidak perlu lagi melalui perantara kacangan seperti Darma!"

Pria gondrong itu melirik melalui spion tengah, matanya menyipit kesal.

"Sudahlah, jangan kebanyakan bacot! Sebaiknya kau siapkan mentalmu menghadapi Tuan Chen. Kalau negosiasi mu gagal, siap-siap saja nyawa kalian melayang."

Mendengar kata 'nyawa melayang', Elma dan Mita serentak menelan ludah. Ketakutan itu masih ada, namun ambisi untuk menumbalkan Kamila jauh lebih besar.

Sesampainya di gerbang rumah mewah milik Tuan Chen yang bergaya klasik namun sedikit seram. Bu Elma merapikan rambutnya yang berantakan. Ia bergumam pelan, hampir seperti sebuah mantra kematian bagi putri tirinya.

"Kamila... Oh, Kamila," gumam Bu Elma sambil tertawa kecil yang terdengar sangat menyeramkan. "Bersiaplah menjadi pengantin pria tua bangka itu. Wanita yang sudah cacat dan tidak berguna sepertimu memang sangat pantas bersanding dengan mayat hidup seperti Tuan Chen. Ini adalah bayaran karena kau sudah berani kembali dan menumpang di rumah ayahmu yang seharusnya sudah mutlak menjadi milikku."

Mereka pun turun dari mobil, melangkah masuk ke dalam 'sarang singa' dengan rencana paling keji yang pernah ada di benak seorang ibu tiri.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Juriah Juriah

Juriah Juriah

kayanya udh mulai seru nih crita nya.. lanjut kak author.

2025-12-30

3

Anonim

Anonim

Cuma heran kamila kenapa masih berbaik hati, rumah peninggalan ayah ya di gadaikN di meja judi masih berbaik menolong wkwkkwkw pantes kalau dia di buang sok2 jadi pHlawan hidupnya aja blm jelas kedepannya bagaiman, cerita gk jelas sorry

2026-04-01

0

𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©

𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©

ceritanya bagus Thor, semakin seru. ibu tiri dan sdra tiri yg jahat.

2026-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Tragedi di tangga darurat
2 Diceraikan
3 Rencana busuk ibu tiri
4 Bertemu Tuan Chen
5 Rencana Tuan Chen yang sebenarnya
6 Salah faham
7 Tuduhan yang menyakitkan
8 Akhirnya Evan tahu kebenarannya
9 Mulai memperhatikan
10 Wasiat palsu dari Jingga
11 Rencana licik Siska
12 Pergi ke pemakaman sekaligus jalan-jalan
13 Mulai merasa nyaman
14 Rencana licik tiga ular
15 Fitnah untuk Kamila
16 Masuk dalam perangkap
17 Maafkan aku, Kamila
18 Menjebak Pelaku
19 Berakhir di jeruji besi
20 Keputusan Evan yang mengejutkan
21 Meyakinkan Kamila
22 Siska mulai menggila
23 Akhirnya Menikah
24 Berpura-pura mesra
25 Ditemukannya saksi kunci
26 Mulai merindukan Kamila
27 Tak bisa menahan diri
28 Kecanggungan kembali melanda
29 Meminta restu kepada Jingga
30 Kebenaran yang terungkap
31 Perangkap untuk wanita iblis
32 Salah faham
33 Terror terakhir
34 Badai telah berlalu
35 Menjadi istri yang seutuhnya
36 Suasana hati yang cerah
37 Lelah yang terbayarkan
38 Perjanjian di Rumah Sakit
39 Pertemuan yang tidak di duga
40 Rencana kejutan untuk Kamila
41 Kejutan yang tidak bisa dilupakan
42 Rencana busuk Maya
43 Candaan di pagi hari yang berujung penyesalan
44 Balasan untuk Maya
45 Kepergian Tuan chen dan piknik dadakan
46 Kejutan untuk Evan
47 Menikmati momen indah di kantor
48 Mulai terkuak
49 Rahasia yang terbongkar
50 pelarian yang sia-sia
51 Hari pembalasan
52 Malam penuh penantian
53 Sepupu yang menyebalkan
54 Jenika Oh Jenika
55 Pergi ke Mall dan rencana Jenika
56 Duo serigala beraksi
57 Kamila yang tegar
58 Mempersiapkan mental baja
59 Pertarungan dimulai
60 Dibalas dengan elegan
61 Kejutan yang dirahasiakan
62 Rahasia Jenika
63 Memberi tahu kepada Evan
64 Kecewa yang mendalam
65 Keputusan dan kehancuran
66 Keputusan yang sudah bulat
67 Miranda yang menggila
68 Terserang virus
69 Kondisi Baby Zevan yang membaik
70 Acara ulangtahun Baby Zevan
71 Ulangtahun Zevan, dan pertemuan yang tidak di duga
72 Mengembalikan kebahagiaan yang hilang
73 Kondisi Kamila yang memburuk
74 Kabar bahagia
75 Ngidam pinggir jalan
76 Pijatan Plus imbalan
77 Rencana besar Tuan Chen
78 Hari bahagia
79 Pernikahan Kevin dan Rani
80 Bahagia selamanya (End)
81 Pengumuman karya terbaruku
82 pengumuman karya terbaruku di bulan Maret
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Tragedi di tangga darurat
2
Diceraikan
3
Rencana busuk ibu tiri
4
Bertemu Tuan Chen
5
Rencana Tuan Chen yang sebenarnya
6
Salah faham
7
Tuduhan yang menyakitkan
8
Akhirnya Evan tahu kebenarannya
9
Mulai memperhatikan
10
Wasiat palsu dari Jingga
11
Rencana licik Siska
12
Pergi ke pemakaman sekaligus jalan-jalan
13
Mulai merasa nyaman
14
Rencana licik tiga ular
15
Fitnah untuk Kamila
16
Masuk dalam perangkap
17
Maafkan aku, Kamila
18
Menjebak Pelaku
19
Berakhir di jeruji besi
20
Keputusan Evan yang mengejutkan
21
Meyakinkan Kamila
22
Siska mulai menggila
23
Akhirnya Menikah
24
Berpura-pura mesra
25
Ditemukannya saksi kunci
26
Mulai merindukan Kamila
27
Tak bisa menahan diri
28
Kecanggungan kembali melanda
29
Meminta restu kepada Jingga
30
Kebenaran yang terungkap
31
Perangkap untuk wanita iblis
32
Salah faham
33
Terror terakhir
34
Badai telah berlalu
35
Menjadi istri yang seutuhnya
36
Suasana hati yang cerah
37
Lelah yang terbayarkan
38
Perjanjian di Rumah Sakit
39
Pertemuan yang tidak di duga
40
Rencana kejutan untuk Kamila
41
Kejutan yang tidak bisa dilupakan
42
Rencana busuk Maya
43
Candaan di pagi hari yang berujung penyesalan
44
Balasan untuk Maya
45
Kepergian Tuan chen dan piknik dadakan
46
Kejutan untuk Evan
47
Menikmati momen indah di kantor
48
Mulai terkuak
49
Rahasia yang terbongkar
50
pelarian yang sia-sia
51
Hari pembalasan
52
Malam penuh penantian
53
Sepupu yang menyebalkan
54
Jenika Oh Jenika
55
Pergi ke Mall dan rencana Jenika
56
Duo serigala beraksi
57
Kamila yang tegar
58
Mempersiapkan mental baja
59
Pertarungan dimulai
60
Dibalas dengan elegan
61
Kejutan yang dirahasiakan
62
Rahasia Jenika
63
Memberi tahu kepada Evan
64
Kecewa yang mendalam
65
Keputusan dan kehancuran
66
Keputusan yang sudah bulat
67
Miranda yang menggila
68
Terserang virus
69
Kondisi Baby Zevan yang membaik
70
Acara ulangtahun Baby Zevan
71
Ulangtahun Zevan, dan pertemuan yang tidak di duga
72
Mengembalikan kebahagiaan yang hilang
73
Kondisi Kamila yang memburuk
74
Kabar bahagia
75
Ngidam pinggir jalan
76
Pijatan Plus imbalan
77
Rencana besar Tuan Chen
78
Hari bahagia
79
Pernikahan Kevin dan Rani
80
Bahagia selamanya (End)
81
Pengumuman karya terbaruku
82
pengumuman karya terbaruku di bulan Maret

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!