Evan sempat ingin mengejar, kakinya sudah melangkah satu tindak, namun ia mendadak terpaku. Ia melihat punggung Kamila yang menjauh dengan bahu yang bergetar. Ia tahu, memaksakan penjelasan di tengah keramaian Mall saat emosi Kamila sedang meledak hanya akan memperkeruh suasana.
"Biarkan dia tenang dulu," gumam Evan lirih pada dirinya sendiri. Matanya menyendu, melihat istrinya masuk ke dalam mobil dengan pengawalan ketat.
Eva mendekat, merapikan blazer mahalnya dengan raut wajah tidak enak hati. "Tuan Evan, saya minta maaf. Kehadiran saya sepertinya menjadi bencana bagi rumah tangga Anda."
Evan menarik napas panjang, mencoba menguasai diri. "Bukan salahmu, Eva. Ini konsekuensi dari rahasia yang aku simpan. Sekarang, pergilah. Waktu kita tidak banyak. Riko akan mendampingi mu untuk mengeksekusi rencana terhadap Siska. Pastikan semua bukti terkumpul malam ini juga."
"Baik, Tuan. Saya mengerti," jawab Eva tegas.
Riko membukukan badan. "Saya akan pastikan Nona Eva aman dan tugas selesai, Tuan." Keduanya pun bergegas meninggalkan restoran melalui pintu samping, memulai misi yang telah dirancang matang untuk menghancurkan musuh dalam selimut mereka.
Evan kini duduk sendirian di kursi belakang mobilnya. Suasana hening di dalam kabin mobil justru membuat ingatannya memutar ulang kejadian tadi seperti kaset rusak. Ia teringat tatapan tajam Kamila, suaranya yang melengking karena marah, dan bagaimana istrinya itu menepis tangannya dengan kasar.
Namun, di tengah rasa bersalahnya, sebuah pemikiran tiba-tiba melintas di benak Evan.
"Tunggu dulu..." Evan bergumam pelan. Matanya melebar. "Tadi itu... Kamila sangat marah. Dia membentak ku, dia menatap Eva dengan penuh kebencian."
Jantung Evan mendadak berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena takut, melainkan karena sebuah kesadaran yang melegakan. Selama ini Kamila cenderung bersikap tenang dan pasif, seolah tidak peduli dengan siapa Evan bergaul. Tapi hari ini?
"Apakah tadi Kamila cemburu? Dia cemburu melihatku dekat dengan E…
Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris
Terror terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
neny
km mau sujud pun evan gk akan maafkan km,,semangat evab,,ayo bicara dr hati ke hati sm kamila,,kalian sdh saling memiliki perasaan yg sm,,lanjut kak othor💪🥰
2026-01-13
3
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
org jahat seperti Siska ga usah diampuni.
2026-01-18
1
Rusmini Mini
kamu mau sujud mau koprol mo salto pun Evan gak akan memaafkan mu apa lg tau kamu jg penyebab Jingga meregang nyawa...
2026-01-30
1