Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Tragedi di tangga darurat

Lorong hotel bintang lima yang mewah itu terasa mencekam. Jantung Kamila berdegup kencang, bukan karena lelah, melainkan karena hancur. Bayangan suaminya, Danu, keluar dari kamar nomor 502 bersama dengan Maya, tetangga yang selama ini ia anggap teman baik kini terus berputar di kepalanya.

"Kamila, berhenti! Jangan lari!" teriakan Danu menggema di koridor.

Dalam kondisi hamil delapan bulan, Kamila tidak punya pilihan selain menghindar. Ia tidak sanggup berdebat, apalagi melihat wajah pengkhianat itu. Dengan sisa tenaga, ia membuka pintu besi tangga darurat. Napasnya tersengal, tangannya mencengkeram erat pegangan tangga sambil melindungi perutnya yang besar.

Lantai lima... lantai empat... lantai tiga...

"Kamila, aku bilang berhenti! Kita perlu bicara!" Suara langkah kaki Danu semakin mendekat. Pria itu tampak murka karena rahasia busuknya terbongkar.

Tepat saat menginjak anak tangga di lantai dua, kaki Kamila yang gemetar kehilangan tumpuan.

"Astagfirullah...!"

Tubuhnya kehilangan keseimbangan. Kamila terguling, menghantam anak tangga yang keras satu per satu hingga mencapai bordes lantai dasar. Keheningan seketika pecah oleh suara benturan tubuh yang jatuh. Di atas sana, di antara lantai dua dan satu, Danu terpaku. Amarahnya seketika luruh, berganti dengan rasa ngeri yang luar biasa.

Di bawah sana, Kamila tergeletak tak berdaya. Gamis putihnya perlahan mulai ternoda. Cairan merah pekat keluar dari arah jalan lahir, mengalir membasahi lantai semen yang dingin.

Danu berlari menuruni tangga dengan panik.

 "Kamila! Kamila, bangun!"

Suara Kamila nyaris hilang, hanya rintihan kecil yang terdengar.

"S... sakit, Mas... Anak... anak kita..."

Danu melihat genangan darah yang semakin lebar, tangannya gemetar hebat.

 "Ya Tuhan... Darah... Banyak sekali darahnya. Kamila, bertahanlah! Aku mohon, jangan tutup matamu!"

Kamila menatap Danu dengan tatapan nanar dan penuh luka.

"Kenapa... kenapa tega, Mas? Kenapa harus Maya..."

"Maafkan aku, Sayang. Maaf... Jangan bicara dulu. Kita ke rumah sakit sekarang! Bertahanlah demi bayi kita!"ucap Danu sambil mengangkat tubuh Kamila yang terasa berat dan lemas

Danu mengemudi seperti orang kesetanan, satu tangannya memegang kemudi, sementara tangan lainnya menggenggam tangan Kamila yang mulai mendingin.

"Tolong jangan tinggalkan aku, Mila! Aku salah, aku bajingan, tapi tolong tetaplah hidup!"

Napasnya Kamila mulai pendek-pendek, pandangannya mulai mengabur.

 "Sakit sekali, Mas... Perutku... Aku sudah tidak kuat..."

 "Tinggal sedikit lagi! Lihat aku, Mila! Jangan menyerah! Pikirkan anak kita, dia sebentar lagi akan lahir!"

Kamila berbisik lirih sebelum tak sadarkan diri.

"Kalau aku pergi... sampaikan maafku... pada dia..."

"Mila? Mila! Bangun! Jangan pingsan sekarang! Kamila!!!"

Sesampainya di depan IGD, Danu berteriak histeris memanggil perawat. Ia sadar, pengkhianatan nya hari ini mungkin akan dibayar dengan harga yang paling mahal dalam hidupnya yakni nyawa istri dan juga anaknya.

.

.

Lampu merah di atas pintu ruang operasi akhirnya padam. Danu, yang sejak tadi duduk dengan kepala tertunduk di kursi tunggu, segera berdiri saat seorang dokter keluar dengan raut wajah yang sangat berat. Kabar yang dibawa dokter itu bagaikan petir di siang bolong. Karena benturan keras dan pendarahan hebat (abruptio placentae), bayi dalam kandungan Kamila tidak dapat diselamatkan. Lebih dari itu, untuk menghentikan infeksi yang mulai menyebar dan menyelamatkan nyawa Kamila, tim medis terpaksa melakukan pengangkatan rahim (histerektomi).

Dunia Danu serasa runtuh. Ia kehilangan calon penerusnya, dan istrinya kini tak lagi bisa memberikan keturunan. Di tengah kehancuran itu, Maya datang dengan langkah tergesa, berpura-pura cemas namun dengan kilat mata yang sulit diartikan.

 "Mas Danu! Bagaimana keadaan Mila? Bagaimana bayinya?"

Suaranya Danu terdengar serak, matanya memerah "Habis, May... Semuanya habis. Anakku meninggal... dan dokter harus mengangkat rahim Kamila. Dia tidak akan pernah bisa hamil lagi."

Maya terdiam sejenak. Namun, di dalam hatinya, sebuah sorak sorai kemenangan membuncah. Baginya, ini adalah jalan tol untuk memiliki Danu sepenuhnya tanpa hambatan seorang anak atau masa depan Kamila sebagai seorang ibu.

Maya mendekat dan memegang lengan Danu dengan lembut.

 "Ya ampun, Mas... Aku turut berduka. Tapi... coba pikirkan lagi. Mas Danu, apakah kau masih mau hidup dengan wanita yang sudah cacat? Kamila tidak akan bisa memiliki seorang anak lagi selamanya."

Danu terdiam, mulai terpengaruh oleh kata-kata Maya.

 "Tapi dia istriku, May..."

"Ingat, Mas. Bukankah Tante Inggit sangat mendambakan seorang cucu? Ibumu tidak akan pernah menerima kenyataan bahwa menantunya sudah tidak sempurna. Sebaiknya kau segera ceraikan Kamila! Aku bisa memberikan kamu banyak anak, Mas. Aku masih muda, aku sehat. Ceraikan dia sekarang sebelum dia menjadi beban hidupmu selamanya!"

Danu menatap pintu ruang operasi yang tertutup rapat. Bayangan Kamila yang dulu cantik kini berganti dengan sosok wanita yang ia anggap "rusak". Rasa bosan yang selama ini ia pendam karena melihat perubahan fisik Kamila saat hamil kini memuncak menjadi rasa jijik dan penyesalan.

Danu menghela napasnya panjang, wajahnya mengeras.

"Kamu betul, Maya...Untuk apa aku mempertahankan wanita cacat dan tidak sempurna itu? Dia hanya akan mengingatkanku pada kegagalan ini, Aku lebih baik menceraikannya dan menikah denganmu!"

Maya tersenyum penuh kemenangan, memeluk lengan Danu erat.

"Terima kasih, Mas. Akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya. Kita akan bangun keluarga baru yang jauh lebih bahagia tanpa dia."

Di dalam ruang pemulihan, Kamila perlahan membuka matanya. Ia belum tahu bahwa saat ia berjuang antara hidup dan mati, suaminya telah membuangnya seperti barang yang tidak lagi berharga. Sementara itu, di luar sana, Danu dan Maya sudah mulai merancang masa depan di atas penderitaan wanita yang telah mempertaruhkan nyawa demi cinta yang dikhianati.

Sangat menyedihkan melihat bagaimana Danu begitu mudah terpengaruh oleh Maya.

.

.

Aroma antiseptik yang tajam menyambut kesadaran Kamila. Kelopak matanya terasa berat, namun rasa nyeri yang hebat di bagian perut memaksanya untuk terjaga. Ingatan terakhirnya adalah dinginnya lantai tangga darurat dan rasa sakit yang luar biasa.

Dengan tangan yang gemetar dan masih terpasang jarum infus, Kamila secara naluriah meraba perutnya. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat merasakan perut yang biasanya besar dan penuh kehidupan itu kini telah rata dan terbalut kain kasa.

"Anakku...di mana anakku?" bisiknya parau, air mata mulai mengalir di sudut matanya.

Pintu kamar rawat inap pasien terbuka dengan suara derit yang dingin. Kamila menoleh, berharap melihat wajah khawatir suaminya yang akan memeluk dan menenangkannya. Namun, pemandangan di depannya jauh lebih menyakitkan daripada luka operasinya. Danu masuk, namun tidak sendirian. Di sampingnya, Maya berdiri dengan angkuh, tangannya menggelayut manja di lengan Danu, seolah tanpa rasa bersalah. Maya tersenyum puas melihat kondisi Kamila yang seperti itu, dan ia juga sudah tidak sabar mendengar Danu mengucapkan kata cerai untuk Kamila.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Aghitsna Agis

Aghitsna Agis

semoga mila nerima dgn sabar dan ijhlas dan nanti akan mendapTkan pengganti yg lbh segalanya dati danu yg nau nenerima apa adanya dan buat danu dan maya selanat menikmati hidup nRu dan didepan sydah menanti jurang jehancuran dgn doa istri yg terdzolimi akan menembus langit langsung up lg thor

2025-12-29

1

neny

neny

absen dl ah kak othor untuk cerita baru nya,,semangat terus pokok nya💪😘

2025-12-30

1

𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©

𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©

dasar suami durjana... Maya tetangga yg tega merrosakkan hubungan Danu dan istrinya. apa kata kamu yg ga bisa memberi keturunan kpd Danu

2026-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Tragedi di tangga darurat
2 Diceraikan
3 Rencana busuk ibu tiri
4 Bertemu Tuan Chen
5 Rencana Tuan Chen yang sebenarnya
6 Salah faham
7 Tuduhan yang menyakitkan
8 Akhirnya Evan tahu kebenarannya
9 Mulai memperhatikan
10 Wasiat palsu dari Jingga
11 Rencana licik Siska
12 Pergi ke pemakaman sekaligus jalan-jalan
13 Mulai merasa nyaman
14 Rencana licik tiga ular
15 Fitnah untuk Kamila
16 Masuk dalam perangkap
17 Maafkan aku, Kamila
18 Menjebak Pelaku
19 Berakhir di jeruji besi
20 Keputusan Evan yang mengejutkan
21 Meyakinkan Kamila
22 Siska mulai menggila
23 Akhirnya Menikah
24 Berpura-pura mesra
25 Ditemukannya saksi kunci
26 Mulai merindukan Kamila
27 Tak bisa menahan diri
28 Kecanggungan kembali melanda
29 Meminta restu kepada Jingga
30 Kebenaran yang terungkap
31 Perangkap untuk wanita iblis
32 Salah faham
33 Terror terakhir
34 Badai telah berlalu
35 Menjadi istri yang seutuhnya
36 Suasana hati yang cerah
37 Lelah yang terbayarkan
38 Perjanjian di Rumah Sakit
39 Pertemuan yang tidak di duga
40 Rencana kejutan untuk Kamila
41 Kejutan yang tidak bisa dilupakan
42 Rencana busuk Maya
43 Candaan di pagi hari yang berujung penyesalan
44 Balasan untuk Maya
45 Kepergian Tuan chen dan piknik dadakan
46 Kejutan untuk Evan
47 Menikmati momen indah di kantor
48 Mulai terkuak
49 Rahasia yang terbongkar
50 pelarian yang sia-sia
51 Hari pembalasan
52 Malam penuh penantian
53 Sepupu yang menyebalkan
54 Jenika Oh Jenika
55 Pergi ke Mall dan rencana Jenika
56 Duo serigala beraksi
57 Kamila yang tegar
58 Mempersiapkan mental baja
59 Pertarungan dimulai
60 Dibalas dengan elegan
61 Kejutan yang dirahasiakan
62 Rahasia Jenika
63 Memberi tahu kepada Evan
64 Kecewa yang mendalam
65 Keputusan dan kehancuran
66 Keputusan yang sudah bulat
67 Miranda yang menggila
68 Terserang virus
69 Kondisi Baby Zevan yang membaik
70 Acara ulangtahun Baby Zevan
71 Ulangtahun Zevan, dan pertemuan yang tidak di duga
72 Mengembalikan kebahagiaan yang hilang
73 Kondisi Kamila yang memburuk
74 Kabar bahagia
75 Ngidam pinggir jalan
76 Pijatan Plus imbalan
77 Rencana besar Tuan Chen
78 Hari bahagia
79 Pernikahan Kevin dan Rani
80 Bahagia selamanya (End)
81 Pengumuman karya terbaruku
82 pengumuman karya terbaruku di bulan Maret
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Tragedi di tangga darurat
2
Diceraikan
3
Rencana busuk ibu tiri
4
Bertemu Tuan Chen
5
Rencana Tuan Chen yang sebenarnya
6
Salah faham
7
Tuduhan yang menyakitkan
8
Akhirnya Evan tahu kebenarannya
9
Mulai memperhatikan
10
Wasiat palsu dari Jingga
11
Rencana licik Siska
12
Pergi ke pemakaman sekaligus jalan-jalan
13
Mulai merasa nyaman
14
Rencana licik tiga ular
15
Fitnah untuk Kamila
16
Masuk dalam perangkap
17
Maafkan aku, Kamila
18
Menjebak Pelaku
19
Berakhir di jeruji besi
20
Keputusan Evan yang mengejutkan
21
Meyakinkan Kamila
22
Siska mulai menggila
23
Akhirnya Menikah
24
Berpura-pura mesra
25
Ditemukannya saksi kunci
26
Mulai merindukan Kamila
27
Tak bisa menahan diri
28
Kecanggungan kembali melanda
29
Meminta restu kepada Jingga
30
Kebenaran yang terungkap
31
Perangkap untuk wanita iblis
32
Salah faham
33
Terror terakhir
34
Badai telah berlalu
35
Menjadi istri yang seutuhnya
36
Suasana hati yang cerah
37
Lelah yang terbayarkan
38
Perjanjian di Rumah Sakit
39
Pertemuan yang tidak di duga
40
Rencana kejutan untuk Kamila
41
Kejutan yang tidak bisa dilupakan
42
Rencana busuk Maya
43
Candaan di pagi hari yang berujung penyesalan
44
Balasan untuk Maya
45
Kepergian Tuan chen dan piknik dadakan
46
Kejutan untuk Evan
47
Menikmati momen indah di kantor
48
Mulai terkuak
49
Rahasia yang terbongkar
50
pelarian yang sia-sia
51
Hari pembalasan
52
Malam penuh penantian
53
Sepupu yang menyebalkan
54
Jenika Oh Jenika
55
Pergi ke Mall dan rencana Jenika
56
Duo serigala beraksi
57
Kamila yang tegar
58
Mempersiapkan mental baja
59
Pertarungan dimulai
60
Dibalas dengan elegan
61
Kejutan yang dirahasiakan
62
Rahasia Jenika
63
Memberi tahu kepada Evan
64
Kecewa yang mendalam
65
Keputusan dan kehancuran
66
Keputusan yang sudah bulat
67
Miranda yang menggila
68
Terserang virus
69
Kondisi Baby Zevan yang membaik
70
Acara ulangtahun Baby Zevan
71
Ulangtahun Zevan, dan pertemuan yang tidak di duga
72
Mengembalikan kebahagiaan yang hilang
73
Kondisi Kamila yang memburuk
74
Kabar bahagia
75
Ngidam pinggir jalan
76
Pijatan Plus imbalan
77
Rencana besar Tuan Chen
78
Hari bahagia
79
Pernikahan Kevin dan Rani
80
Bahagia selamanya (End)
81
Pengumuman karya terbaruku
82
pengumuman karya terbaruku di bulan Maret

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!