Adrian Menggugat Cerai

Tak lama setelah itu, Astrid keluar dari rumah Adrian tanpa berpamitan padahal Hanin berada di dekatnya.. sedangkan Adrian mengikuti Astrid dari belakang,

"Mbak, hati-hati di jalan" ujar Adrian. "iya Adrian, urus itu istri kamu" ujar Astrid sinis, sambil menghidupkan motor maticnya, lalu pergi.

Adrian pun kembali masuk ke dalam rumah, tanpa menghiraukan Hanin sama sekali yang diam mematung memperhatikan suaminya.

"Mas tadi ke rumah ibu?" tanya Hanin. "iya, kenapa? nggak boleh?" ujar Adrian ketus, "aku hanya bertanya aja mas.." ujar Hanin yang lama-lama tidak tahan dengan sikap Adrian.

"Kamu nanya seolah-olah mengintervensi aku aja" ujar Adrian. "Terserahlah .. "ujar Hanin.

"Kamu ya, .. mulai berani sama aku, kamu tahu kalau kamu itu perempuan cacat, hah? ngaca dong, ngaca..!!" ujar Adrian semakin menjadi.

"Aku nggak cacat mas, sudah jelas hasil laboratorium rumah sakit kandunganku normal, tapi terserahlah kalau mas mau bilang apa, nanti siapa yang cacat di antara kita" ujar Hanin.

"Kamu mulai berani ya Nin sekarang, dasar perempuan nggak tahu di untung.. " ujar Adrian. Hanin pun memasang headset di telinganya supaya suara Adrian tidak terdengar.

"Hanin .. Haniiiin.. ,kamu mulai kurang ajar ya, kamu nggak mau dengar suamimu lagi?" ujar Adrian, Hanin pun melepas headsetnya.

"Mas mau ngomong apa lagi?" tanya Hanin dengan suara santai.

"AKU CERAIKAN KAMU.. besok pagi aku akan berikan berkas perceraian ke pengadilan agama, paham?" ujar Adrian setengah berteriak.

Hanin pun terdiam.

Hanin lelah, capek .. dan nggak ingin berdebat lagi dengan suaminya, ada rasa sedih di hati Hanin, masalah keturunan mereka sudah bicarakan baik-baik beberapa hari lalu dan mereka sepakat bersabar.. tapi faktanya berbeda sekarang, Adrian malah menggugatnya bercerai.

"Aku pasrah ya Allah, ya rabb berikanlah aku kekuatan, beri aku jalan keluar, sesungguhnya ENGKAU lebih tahu isi hatiku.. "gumam Hanin dalam hati.

Adrian lalu mendekat,

"Kamu siapkan bercerai.. aku nggak akan kasih bekal sedikitpun untuk kamu supaya kamu tahu kamu mikir cari uang itu susah dan capek!!" ujar Adrian.

"Nggak apa apa, aku terima talak kamu itu mas dengan ikhlas" ujar Hanin sambil membereskan sedikit pakaiannya ke dalam tas travelnya.

"Silahkan kamu pergi dari sini, dan bawa motor butut kamu itu, pergi sana!!" ujar Adrian mengusir Hanin sore itu.

"Baik mas, aku pergi sekarang.. Mas perlu tahu, Allah Maha tahu, Maha melihat siapa yang benar siapa yang salah" ujar Hanin sambil menjinjing travel bagnya dan pergi dengan motor matic tuanya perlahan meninggalkan rumah Adrian.

Dalam perjalanan, Hanin saat ini hanya mempunyai tabungan 2 juta saja,.. dia bingung harus kemana, akhirnya di jalan dia melihat deretan kos-kosan dekat dengan salah satu kampus terkenal di Bandung, Hanin kemudian berhenti dan menanyakan pemilik kos tersebut,

"Teteh, punten pemilik kosnya di mana ya?" tanya Hanin. "Ooh, pemilik kos mah di luar Bandung mbak, mbak mau nge-kos?" ujar seorang penghuni kosan.

"Ya, apa ada kamar yang kosong?" tanya Hanin. "Ada mbak, di sebelah saya kamarnya kosong" ujar penghuni kos tadi, Hanin mengangguk.

"Berapa kos di sini?" tanya Hanin.

"Beda-beda sih mbak, kalau kamar saya sebulan 350 ribu, tapi kamar kosong tadi agak besar mungkin 400 ribuan, "ujar penghuni kos tadi yang diketahui bernama Amel itu.

Akhirnya Hanin dan Amel saling berkenalan.

"Bayarnya ke siapa nanti?" tanya Hanin. "Ada penjaga kosnya kok.. yuk kita kesana" ujar Amel mengajak Hanin menemui penjaga kos.

Kang Bagas sang penjaga kos menghampiri Hanin, "Neng mau nge-kos?" tanya kang Bagas. "iya kang, katanya ada yang kosong ya?" ujar Hanin. "Muhun, ada neng.. ini di sebelah, mangga neng" ujar kang Bagas.

"Bayarnya ke siapa kang, punten?" tanya Hanin. "Biasanya langsung transfer ke pemiliknya neng, " ujar kang Bagas, sambil menghubungi pemiliknya memberitahukan ada penghuni baru.

"Neng, ini nomor rekeningnya.. harga kamarnya perbulan 400 ribu persis sebelah neng Amel," ujar kang Bagas.

"Baik kang, saya transfer sekarang ya.. "ujar Hanin mengeluarkan ponselnya. "Sudah masuk ya kang uangnya" ujar Hanin yang hanya punya dana 475 ribu di M-bankingnya.

"Siap neng, "ujar kang Bagas, sambil membuka kamar kos yang di sewa Hanin bersebelahan dengan kamar Amel.

"Neng, listrik bayar sendiri karena meterannya juga masing-masing, kalau air mah bebas" ujar kang Bagas menjelaskan.

Hanin pun bersyukur, Allah memberinya tempat untuk tidur malam ini, dan Hanin memutar otak supaya bisa mempunyai usaha kecil-kecilan.

"Bismillah .. aku bisa mandiri ya Allah" gumam Hanin dalam hati.

Hanin kemudian membereskan pakaiannya, dan menyusunnya rapi di lemari yang ada di kamar kosnya.

Hanin lalu merebahkan dirinya sesaat, .. teringat masa-masa indah bersama suaminya, Adrian. Masa awal pernikahan, yang menjadi harapan masa depannya.. tapi harapan itu pupus.

"Ya rabb, bantu aku menerima takdirMu ini dengan ikhlas, aku kecewa .. dan bila itu adalah jalanMu menuju kebaikanku maka mudahkan lah aku untuk melewatinya, Aamiin" gumam Hanin dalam hatinya berdoa.

Tak terasa adzan isya berkumandang, Hanin segera menghamparkan sajadahnya.. dan mulai sholat isya. Hanin menumpahkan seluruh rasa, dan menyerahkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT, ada air mata membasahi sedikit pipinya.

Setelah sholat isya, Hanin lalu membuka medsos medsos si orange dan Hanin berhasil menemukan sebuah peluang bisnis kosmetik Korea yang sedang 'IN' dan hanya denga 300 ribu sudah bisa menjadi agen.

Hanin pun tertarik dengan peluang itu, ia bertekad bahwa usaha ini harus maju di tangannya.

Hanin lalu mencoba menghubungi nomor kontak telepon yang tertera di akun tersebut. "Besok saya ke tempat mbaknya ya, shareloc aja ya" ujar Hanin yang langsung disetujui pemilik akun tersebut.

Tarkan diri

Keesokan paginya, tepat jam 7 pagi .. Hanin yang telah yatim piatu ini bersiap untuk pergi ke distributor kosmetik sesuai arahan.

Tiba di tempat distributor, Hanin pun segera mendaftarkan dirinya ikut bergabung bersama brand kosmetik Korea tersebut.

Setelah membayar persyaratannya, Hanin juga mendapat beberapa sampel produk jenis perawatan wajah dan tubuh.. setelah itu ia pun bergegas kembali ke kosannya.

Tiba di kosan, Hanin mencoba memposting, mempromosikan produk yang dijualnya di status aplikasi hijaunya.. dan juga ia tampak membuat foto-foto produk menggunakan aplikasi foto agar terlihat lebih menarik.

Setelah selesai Hanin dan beberapa hasil fotonya ia upload ke dalam aplikasi si hitam, si merah dan aplikasi si biru, Hanin juga menawarkan produknya ke sesama penghuni kosan.

Hanin sama sekali tidak merasa gengsi, malu dengan bisnis yang dilakukannya sekarang ini, karena dari sinilah titik awal dia bangkit, walaupun harus menyandang status janda

 "Amel, amel .. kamu ada di dalam?" ujar Hanin depan kamar Amel, "ada mbak.. bentar" ujar Amel lalu membuka pintu dan mempersilahkan Hanin masuk. Hanin pun masuk,

"Mel, ini aku jualan serum wajah Korea ini bisa buat wajah kamu glowing abadi, bagus loh!" ujar Hanin menawarkan produknya.

"Hehe, iya mba ini wajahku ada bintik hitamnya tapi boleh nggak aku bayar 2x maklumlah anak kos" ujar Amel tertarik dengan produknya sambil memperhatikan.

"Spesial buat kamu boleh bayar 2x, ini harganya 60 ribuan Mel" ujar Hanin. "iya mbak Hanin, aku beli 1 bayarnya 30 ribu dulu ya" ujar Amel, Hanin pun mengangguk.

"Nanti kalau sudah pakai, kamu rasakan hasilnya terus kasih testimoni ya.. nih sok pakai aja" ujar Hanin sambil tersenyum.

Hanin kemudian juga menawarkan jualannya ke beberapa kamar penghuni kos lainnya, "alhamdulillah 4 serum laku, terima kasih ya rabb" gumam Hanin dalam hatinya bersyukur.

****

Terpopuler

Comments

Dwi Agustina

Dwi Agustina

Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰

2025-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Pengaruh Orang Terdekat
2 Adrian Menggugat Cerai
3 Melihat Mantan Suami
4 Tetap Benci
5 Sita
6 Rencana Sita
7 Ruko Baru Hanin, Birahi Sita.
8 Cinta yang Ruwet.
9 Jujur
10 Sop Buntut
11 Menipu
12 POV ADRIAN
13 Korea Selatan
14 Kembali Pulang
15 Penolakan Adrian
16 Kejujuran Adrian
17 Davina Bertemu Dengan Hanin
18 Membeli Rumah Mantan Suami
19 Jadian
20 Mobil Impian
21 Sita Ngamuk
22 Berkenalan
23 Makan Siang
24 Pengusaha Wanita Terbaik
25 Melibatkan Polisi
26 Penjara
27 Lamaran Untuk Davina
28 Sita oh .. Sita
29 Melindungi
30 Pengantin Baru
31 Syukuran
32 Menahan Amarah
33 Jadian
34 Berkenalan
35 Pengajian
36 Melepas Status Janda
37 Arti Kebersamaan
38 Hati yang Keras
39 Sita dan Bimo
40 Sama Sama Hamil
41 Hari yang Menegangkan
42 Baby Boy
43 Insyaf
44 Sita Melahirkan
45 Ke Dokter Kandungan
46 Cek Laboratorium
47 Hati Seluas Samudra
48 Kejujuran
49 Hanin Melahirkan
50 Menjadi Ibu
51 Muhammad Rayyan
52 Mie Goreng Aceh
53 Sikap Adrian
54 Stroke
55 Permintaan Maaf
56 Ngeyel
57 Masjidil Haraam
58 Doha Qatar
59 Oleh Oleh Buat ART
60 Mencekam
61 Sakaratul Maut
62 Duka
63 Puber
64 Manula Genit
65 Singapore Trip
66 Menemani Rayyan
67 Jogjakarta
68 Saling Menyemangati
69 Persiapan Syukuran
70 Ulang Tahun Rayyan
71 Cemburu
72 Mengunjungi Astrid
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Pengaruh Orang Terdekat
2
Adrian Menggugat Cerai
3
Melihat Mantan Suami
4
Tetap Benci
5
Sita
6
Rencana Sita
7
Ruko Baru Hanin, Birahi Sita.
8
Cinta yang Ruwet.
9
Jujur
10
Sop Buntut
11
Menipu
12
POV ADRIAN
13
Korea Selatan
14
Kembali Pulang
15
Penolakan Adrian
16
Kejujuran Adrian
17
Davina Bertemu Dengan Hanin
18
Membeli Rumah Mantan Suami
19
Jadian
20
Mobil Impian
21
Sita Ngamuk
22
Berkenalan
23
Makan Siang
24
Pengusaha Wanita Terbaik
25
Melibatkan Polisi
26
Penjara
27
Lamaran Untuk Davina
28
Sita oh .. Sita
29
Melindungi
30
Pengantin Baru
31
Syukuran
32
Menahan Amarah
33
Jadian
34
Berkenalan
35
Pengajian
36
Melepas Status Janda
37
Arti Kebersamaan
38
Hati yang Keras
39
Sita dan Bimo
40
Sama Sama Hamil
41
Hari yang Menegangkan
42
Baby Boy
43
Insyaf
44
Sita Melahirkan
45
Ke Dokter Kandungan
46
Cek Laboratorium
47
Hati Seluas Samudra
48
Kejujuran
49
Hanin Melahirkan
50
Menjadi Ibu
51
Muhammad Rayyan
52
Mie Goreng Aceh
53
Sikap Adrian
54
Stroke
55
Permintaan Maaf
56
Ngeyel
57
Masjidil Haraam
58
Doha Qatar
59
Oleh Oleh Buat ART
60
Mencekam
61
Sakaratul Maut
62
Duka
63
Puber
64
Manula Genit
65
Singapore Trip
66
Menemani Rayyan
67
Jogjakarta
68
Saling Menyemangati
69
Persiapan Syukuran
70
Ulang Tahun Rayyan
71
Cemburu
72
Mengunjungi Astrid

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!