Tetap Benci

Terlihat Hanin sempat melirik Adrian dari kejauhan, Adrian sedang bercanda dengan calon istrinya yang baru..

"Kenapa mbak Hanin?" tanya Amel. "Mel, yang di meja sebelah sana itu, kamu lihat.. itu mantan suami aku yang menghina aku mandul, aku istri nggak berguna, dan di sebelahnya itu mantan mertuaku dan juga mantan kakak iparku, semuanya menghina aku" ujar Hanin dengan mata yang mengembun.

"Sudah mbak, jangan sedih.. Mbak sekarang keadaannya sudah jauh lebih baik, jadi lupakan aja mbak, mbak juga masih cantik kulit mulus terawat, mudah-mudahan mbak dapat jodoh lagi yang lebih baik dari mantan mbak itu" ujar Amel menyemangati Hanin.

"Ya sudah Mel, ayo kita pergi aku nggak nyaman disini, makanan tadi sudah dibungkuskan" ujar Hanin, Amel mengangguk. Mereka pun lalu berjalan keluar resto itu.

Baru saja keluar, belum terlalu jauh.. Adrian melihat Hanin yang penampilannya jauh berbeda dari dulu.. Adrian tampak ingin menghampiri Hanin, "mau kemana Adrian?" tanya ibunya.

"itu.. itu ada Hanin bu, di sana" ujar Adrian seolah gugup. "Mana?, emang bisa orang kayak dia makan di tempat mahal gini?, paling juga bisanya morotin laki-laki, duit dsrimana dia?" ujar ibu Hemas, ibu Adrian.

"Dasar perempuan nggak ada guna" ujar Astrid. "Siapa bu?" tanya Sita pacar baru Adrian.

"itu lho, mantan istri Adrian, masa iya dia bisa makan disini, orang dia kere kok.. beda sama kita" ujar bu Hemas sombong. Adrian hanya terdiam.

"Sudah bu, aku sudah menuruti kata ibu dan surat akte cerai juga sudah aku kirim ke dia jadi tolong stop menghina dia" ujar Adrian sedikit kesal. "Ya kamu sih yang mulai Adrian, ya ibu jadi keluar uneg-unegnya kamu tahu ibu nggak suka dia" ujar bu Hemas tidak mau kalah.

Hanin dan Amel sekarang ini sedang belanja bulanan di supermarket besar di dalam Mall itu, "Mel, kamu lagi butuh apa.. biar sekalian aja bayarnya" ujar Hanin.

"Aku cuma beli pembalut, mie instant aja mbak" ujar Amel. "iya, sok aja ambil.. "ujar Hanin sambil memilih beberapa buah-buahan.

Setelah selesai Hanin dan Amel pun menuju kasir untuk membayar belanjaannya, "berapa totalnya mbak?" tanya Hanin. "98800.. "ujar kasir, "oke mbak saya bayar pakai debit aja" ujar Hanin.

Setelah selesai membayar, Amel mendorong troli sampai keluar area Mall lalu menata belanjaannya di motor, setelah itu mereka berdua pun meninggalkan Mall menuju kosan mereka.

Tiba di kos menjelang magrib, Hanin bergegas ke kamar dan segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat magrib, Hanin pun tidak lupa untuk bersholawat dan berzikir.

"Mm, nanti setelah isya aku harus nge-print resi e-Commerce si orange dan si hitam, di cicil aja pekerjaanku" gumam Hanin.

Terdengar suara ketukan di pintu, 'tok tok tok ..' "assalamualaikum.. "sapa seorang laki-laki, "waalaikumsalam.." ujar Rima sambil membuka pintu kamarnya.

Tampak ada seorang laki-laki paruh baya dan seorang pemuda tampan, bertamu ke kos Hanin, "Mbak, kenalkan saya RT di sini dan ini ketua DKM masjid Al Furqon" ujar pak RT ramah.

"Oh iya pak, gimana .. ada yang saya bisa bantu?" tanya Hanin sopan.

"ini ada surat pengadaan wakaf masjid dan surat edaran pembangunan masjid Al furqon, kita mau buat sarana air bersih juga madrasah kecil untuk anak-anak mengaji mbak.. "ujar pak RT.

"iya mbak, betul.. sekiranya berkenan kalau mbak ada rejeki dan berniat wakaf bisa di kondisikan" ujar Rizky pemuda ketua DKM masjid.

"Oh begitu, ya.. sebentar ya pak, mas, saya ke dalam dulu" ujar Hanin ramah. Tidak lama kemudian Hanin pun keluar, sambil membawa uang 500 ribu ditangannya.

"Punten pak, mas.. ini saya ada sedikit cash 500 ribu, tapi kalau butuh lebih besok bisa di kondisikan, mohon diterima" ujar Hanin sambil tersenyum.

"Alhamdulillah, makasih lho mbak Hanin semoga mbak sehat berkah lancar usahanya" ujar Rizky dan pak RT. "Aamiin ya rabb.. "ujar Hanin. "Besok kalau dananya masih kurang bisa kesini lagi saya tunggu" ujar Hanin sambil menangkupkan dua tangan di dadanya.

"Siap, siap mbak terima kasih.. kami pamit ya mbak" ujar mereka berdua. Hanin pun mengangguk dan tersenyum.

Amel tampak keluar dari kamar sebelah, "mbak tadi pak RT sama ketua Dkm mau ngapain?" tanya Amel. "itu Mel, mereka menawarkan wakaf utk pembangunan masjid.." ujar Hanin santai. "Ooh, iya, iya mbak.. "ujar Amel. Lalu Amel pamit masuk kembali ke kamarnya.

Hanin pun juga kembali masuk ke kamarnya mengerjakan sisa pekerjaannya yang belum selesai, lalu mengaji dan beristirahat.

Pagi-pagi sekali, terlihat kang Bagas membantu Hanin untuk packing beberapa barang yang harus di kirim, dan Hanin juga mencetak beberapa resi pesanan dari platform si biru dan si hijau.

"Total pesanan hari ini berapa mbak?" tanya bang Bagas sambil mengemasi barang dengan teliti. "ada sekitar 3700 paket kang, nanti setelah cetak resi semuanya saya mau live tiktok dulu" ujar Hanin sambil mengumpulkan resinya.

"Tolong yang teliti ya, jangan sampai salah packing" ujar Hanin pada karyawannya. "Siap mbak.. "ujar karyawannya.

Hanin kemudian berjalan keluar area kamar yang dijadikannya gudang, lalu masuk ke kamar lainnya yang khusus untuk shooting atau live produk kosmetiknya, tampak Hanin sudah tampil cantik di bawah lighting lampu dan kamera kecil di depannya..

"Oke mbak, agak kebelakang sedikit supaya anglenya pas.. " ujar Amel yang mengatur posisi Hanin untuk siaran 'live', setelah benar-benar siap Amel pun memberi aba-aba, dan Hanin pun memulai opening 'live' produknya.

Saat 'live' berlangsung ada ratusan chat yang juga masuk ke admin Hanin, dan baru 1 jam Hanin shooting live sudah masuk 1200 pesanan barang yang di pesan..

Selesai 'live' produknya tampak Hanin juga menghubungi beberapa endors atau youtuber untuk mempromosikan produknya,

"iya, selamat siang mbak" sapa Hanin di ponselnya, "siang juga mbak Hanin, saya dari manajemen 'XTX' ingin mengajukan endors untuk produk mbak, kita free kok untuk promo tapi kalau ada profit kita bisa share, dan ini disalurkan langsung untuk dhuafa mbak, " ujar Riri dari manajemen artis XTX Ariel.

"Oh, siap mbak Riri.. saya akan kirim sampeknya nanti, kirim aja alamatnya" ujar Hanin, yang disetujui oleh manajemen artis tersebut.

Hanin sangat sibuk mengatur manajemennya, termasuk mengontrol gudang, pembelian dan juga karyawannya yang bertambah banyak, begitu juga dengan Amel yang selalu bisa diandalkan.

Di tempat lain, tampak Astrid sedang asik berselancar di ponselnya.. ia juga melihat akun Tiktoknya dan tidak sengaja melihat Hanin yang sedang 'Live'..

"Bu, ibu.. ibu sini deh, "teriak Astrid memanggil ibu Hemas. "Lihat nih bu, ada si Hanin.. dia kayak live gitu untuk produk kosmetik, jadi tukang promosi doang, mana mungkin dia ownernya, wong dia cuma perempuan bodoh, nggak guna" ujar Astrid yang selalu menghina Hanin.

Ibu Hemas tampak memperhatikan, "iya bener ini si Hanin.. perempuan nggak bisa apa-apa, bodoh, mandul lagi" ujar bu Hemas yang sebelas duabelas dengan Astrid.

"Mm, tapi ada yang beda Trid.. wajahnya, kok dia tambah putih, cantik, glowing begitu ya?" ujar bu Hemas terheran melihat penampilan Hanin.

"Ahh ibu ini, ya jelaslah namanya juga tukang promosi.. ya di tebalin mukanya sama make up, atau pakai aplikasi kamera jahanam, udah nggak aneh itu mah" ujar Astrid menggebu-gebu.

Ibu Hemas pun mengangguk paham.

Astrid terus memperhatikan 'Live Hanin' sambil melihat viewersnya yang semakin bertambah dan jumlah barang yang di order,

"Ah, sok sok an jadi tukang promosi.. lama-lama promosiin badannya juga kali ke laki-laki, dasar si Hanin!" ujar Astrid selalu sinis melihat Hanin, selalu dengan hinaan.

****

Terpopuler

Comments

Yuliati Soemarlina

Yuliati Soemarlina

orang julid bawaannya sirik aja..

2026-07-08

0

Salmah Salmah

Salmah Salmah

bagus sekali novelnya

2026-05-28

0

lihat semua
Episodes
1 Pengaruh Orang Terdekat
2 Adrian Menggugat Cerai
3 Melihat Mantan Suami
4 Tetap Benci
5 Sita
6 Rencana Sita
7 Ruko Baru Hanin, Birahi Sita.
8 Cinta yang Ruwet.
9 Jujur
10 Sop Buntut
11 Menipu
12 POV ADRIAN
13 Korea Selatan
14 Kembali Pulang
15 Penolakan Adrian
16 Kejujuran Adrian
17 Davina Bertemu Dengan Hanin
18 Membeli Rumah Mantan Suami
19 Jadian
20 Mobil Impian
21 Sita Ngamuk
22 Berkenalan
23 Makan Siang
24 Pengusaha Wanita Terbaik
25 Melibatkan Polisi
26 Penjara
27 Lamaran Untuk Davina
28 Sita oh .. Sita
29 Melindungi
30 Pengantin Baru
31 Syukuran
32 Menahan Amarah
33 Jadian
34 Berkenalan
35 Pengajian
36 Melepas Status Janda
37 Arti Kebersamaan
38 Hati yang Keras
39 Sita dan Bimo
40 Sama Sama Hamil
41 Hari yang Menegangkan
42 Baby Boy
43 Insyaf
44 Sita Melahirkan
45 Ke Dokter Kandungan
46 Cek Laboratorium
47 Hati Seluas Samudra
48 Kejujuran
49 Hanin Melahirkan
50 Menjadi Ibu
51 Muhammad Rayyan
52 Mie Goreng Aceh
53 Sikap Adrian
54 Stroke
55 Permintaan Maaf
56 Ngeyel
57 Masjidil Haraam
58 Doha Qatar
59 Oleh Oleh Buat ART
60 Mencekam
61 Sakaratul Maut
62 Duka
63 Puber
64 Manula Genit
65 Singapore Trip
66 Menemani Rayyan
67 Jogjakarta
68 Saling Menyemangati
69 Persiapan Syukuran
70 Ulang Tahun Rayyan
71 Cemburu
72 Mengunjungi Astrid
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Pengaruh Orang Terdekat
2
Adrian Menggugat Cerai
3
Melihat Mantan Suami
4
Tetap Benci
5
Sita
6
Rencana Sita
7
Ruko Baru Hanin, Birahi Sita.
8
Cinta yang Ruwet.
9
Jujur
10
Sop Buntut
11
Menipu
12
POV ADRIAN
13
Korea Selatan
14
Kembali Pulang
15
Penolakan Adrian
16
Kejujuran Adrian
17
Davina Bertemu Dengan Hanin
18
Membeli Rumah Mantan Suami
19
Jadian
20
Mobil Impian
21
Sita Ngamuk
22
Berkenalan
23
Makan Siang
24
Pengusaha Wanita Terbaik
25
Melibatkan Polisi
26
Penjara
27
Lamaran Untuk Davina
28
Sita oh .. Sita
29
Melindungi
30
Pengantin Baru
31
Syukuran
32
Menahan Amarah
33
Jadian
34
Berkenalan
35
Pengajian
36
Melepas Status Janda
37
Arti Kebersamaan
38
Hati yang Keras
39
Sita dan Bimo
40
Sama Sama Hamil
41
Hari yang Menegangkan
42
Baby Boy
43
Insyaf
44
Sita Melahirkan
45
Ke Dokter Kandungan
46
Cek Laboratorium
47
Hati Seluas Samudra
48
Kejujuran
49
Hanin Melahirkan
50
Menjadi Ibu
51
Muhammad Rayyan
52
Mie Goreng Aceh
53
Sikap Adrian
54
Stroke
55
Permintaan Maaf
56
Ngeyel
57
Masjidil Haraam
58
Doha Qatar
59
Oleh Oleh Buat ART
60
Mencekam
61
Sakaratul Maut
62
Duka
63
Puber
64
Manula Genit
65
Singapore Trip
66
Menemani Rayyan
67
Jogjakarta
68
Saling Menyemangati
69
Persiapan Syukuran
70
Ulang Tahun Rayyan
71
Cemburu
72
Mengunjungi Astrid

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!