Bab 2: Audit Kehidupan

​"Ini... ini kopinya, Nyonya."

​Cangkir porselen berdenting di meja kaca. Tangan Mina gemetar, menumpahkan sedikit cairan hitam pekat itu. Dia mundur cepat, seolah takut diterkam.

​Elena mengabaikan ketakutan itu. Dia menyambar cangkir, menyesapnya. Panas. Pahit. Tanpa gula. Sempurna.

​"Lumayan," gumam Elena. Kafein menghajar sistem sarafnya, membakar kabut di otak. Dia menatap Mina tajam. "Mana laptopnya?"

​Mina menyodorkan MacBook rose gold tipis. "Baterainya tinggal sedikit, Nyonya. Charger-nya entah di mana."

​Elena mendengus. Sora pasti menganggap laptop cuma aksesoris meja rias.

​"Keluar."

​"Tapi Tuan Kairo sudah di lobi..."

​"Biarkan. Kalau dia tanya, bilang aku sedang menangis darah. Terserah imajinasimu."

​Mina kabur, menutup pintu rapat-rapat.

​Elena membuka laptop. Layar menyala meminta password.

​"Mari berpikir seperti wanita obsesif," gumamnya.

​Tanggal pernikahan? Akses Ditolak.

Ulang tahun Kairo? Akses Ditolak.

​Elena memutar bola mata, mengetik kombinasi paling narsis yang mungkin dipikirkan otak bucin Sora.

​KairoSayangSelamanya.

​Klik. Terbuka.

​"Ya ampun," desis Elena. "Keamanan siber nol besar. Kalau aku musuh bisnisnya, Kairo sudah hancur. Bodoh."

​Mengabaikan wallpaper wajah close-up Kairo, jari-jari Elena menari lincah di trackpad. Browser terbuka. Internet banking, email, tagihan kartu kredit. Dalam lima menit, "Hiu Betina" itu masuk mode audit penuh.

​"Mari kita lihat neraca keuangannya."

​Dia membuka mutasi rekening. Masuk: 500 juta rupiah per bulan.

​"Cukup royal," komentar Elena. Tapi matanya menyipit melihat kolom pengeluaran.

​Debit: 150 juta (Tas edisi terbatas).

Debit: 50 juta (Klinik kecantikan).

Debit: 200 juta (Pesta ulang tahun anjing).

​Saldo akhir: Rp 354.000,-

​"Gila," umpatnya kasar. "Pemasukan setengah miliar, sisa tiga ratus ribu? Ini kebangkrutan moral! Manajemen arus kas sampah."

​Dia beralih ke kartu kredit. Tiga kartu platinum, semuanya maxed out. Total hutang satu miliar. Elena bersandar, menatap langit-langit kosong. Dia mengerti kenapa Kairo jijik. Sora adalah aset berisiko tinggi dengan ROI negatif. Jika Kairo menceraikannya besok, wanita ini akan mati tercekik hutang.

​"Oke, kesimpulan audit," Elena bicara sendiri dengan nada dingin. "Posisi sebagai Nyonya Diwantara tidak berkelanjutan. Atasan toksik, lingkungan kerja buruk, tidak ada jaminan masa depan."

​Elena menegakkan tubuh. Matanya berkilat.

​"Aku harus resign. Tapi aku butuh pesangon untuk modal membangun ulang kerajaanku."

​Dia membuka aplikasi pengolah kata. Halaman kosong putih menantang. Elena tidak menulis surat cinta cengeng. Dia mengetik dengan format kontrak bisnis.

​PROPOSAL PENGAKHIRAN KERJASAMA PERNIKAHAN DAN LIKUIDASI ASET

​Pihak Pertama: Kairo Diwantara.

Pihak Kedua: Sora Araminta.

​Pasal 1: Pihak Kedua bersedia melepaskan status istri sah tanpa tuntutan gono-gini rumit, dengan syarat kompensasi Full and Final Settlement:

​Pelunasan seluruh hutang kartu kredit (Pembersihan nama baik di BI Checking adalah prioritas mutlak).

​Satu apartemen studio di pusat kota (Tempat tinggal strategis untuk mobilitas kerja).

​Uang tunai 5 miliar rupiah sebagai modal usaha.

​Bagi Kairo yang asetnya triliunan, 5 miliar adalah uang receh. Harga murah untuk membeli kebebasannya dari istri benalu.

​"Win-win solution," gumam Elena.

​Dug. Dug. Dug.

​Langkah kaki berat terdengar dari koridor. Tegas, berirama, dan penuh otoritas. Jantung fisik Sora berdegup kencang karena memori ketakutan. Elena menekan dadanya paksa.

​"Jangan takut. Dia cuma pria yang butuh terapi emosi."

​Baterai laptop 2%. Berkedip merah.

​Elena menekan Print. Printer nirkabel tua di sudut ruangan menyala, menderu lambat. Ngiiing... sret... sret...

​Suara langkah kaki berhenti tepat di depan pintu. Hening. Mencekam. Bahkan debu seolah berhenti bergerak. Elena membayangkan Kairo di balik pintu, mengatur napas karena marah harus pulang mengurus istri drama.

​Printer memuntahkan lembar terakhir.

​Elena menyambar kertas yang masih hangat itu. Surat resign dari posisi istri sudah siap.

​Gagang pintu bergerak turun.

​Klik.

​BRAK!

​Pintu terbanting lebar. Angin dingin dan aura gelap menyeruak masuk.

​Kairo Diwantara berdiri menjulang di ambang pintu. Kemeja putih digulung berantakan, dasi longgar, jas tersampir di tangan. Wajahnya tampan bak dewa, tapi ekspresinya sekeras granit. Matanya yang hitam legam menyala dengan api amarah.

​Tatapan tajam itu menyapu ruangan. Dari bathtub, ke meja rias, dan terkunci pada sofa dekat jendela.

​Di sana, Elena duduk menyilang kaki dengan santai. Secangkir kopi di meja, tumpukan dokumen di tangan.

​Tatapan mereka bertemu. Benturan dua dominasi.

​Kairo mengharapkan tangisan. Dia mengharapkan Sora memeluk kakinya memohon ampun. Tapi tidak ada air mata. Tidak ada drama. Wanita itu menatapnya balik dengan sorot mata jernih, tenang, dan dingin—seolah sedang menilai harga setelan jasnya.

​"Kau..."

​Suara Kairo keluar rendah, berbahaya, seperti geraman hewan buas. Dia melangkah masuk, menendang pintu hingga tertutup di belakangnya tanpa memutus kontak mata.

​"Masih punya nyali untuk menatapku seperti itu setelah kekacauan yang kau buat?"

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒃𝒌𝒏 𝒍𝒈 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒚𝒈 𝒅𝒖𝒍𝒖 𝒋𝒅 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 😏😏

2026-05-22

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Kekacauan nya Khan bukan Elena yg buat... jdi Napa takut...🤪

2026-04-03

0

Wandi Fajar Ekoprasetyo

Wandi Fajar Ekoprasetyo

owh ......tidak......... peliharaan nya ultah SMP habis dana 200 jetong........

2026-03-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kematian Sang Konsultan dan Kebangkitan yang Membingungkan
2 Bab 2: Audit Kehidupan
3 Bab 3: The Confrontation
4 Bab 4: Pembekuan Aset
5 Bab 5: Makan Malam Neraka
6 Bab 6: Parasit di Dapur Mewah
7 Bab 7: Efisiensi Anggaran
8 Bab 8: Batas Teritori
9 Bab 9. Kejutan
10 Bab 10: Tes Kejiwaan
11 ​Bab 11: Pembatalan Jadwal
12 Bab 12: Penangkapan di Depan Gerbang
13 Bab 13: Undangan Perang
14 Bab 14: Kandang Ular
15 ​Bab 15: Data Berbicara (Face-Slapping Moment)
16 Bab 16: Dewi Investasi
17 Bab 17: Audit Tengah Malam
18 Bab 18: Persiapan Perang
19 Bab 19: Mulut Harimau
20 Bab 20: Dansa Interogasi
21 Bab 21: Eksekusi Sang Direktur
22 Bab 22: Tanda Tangan Setengah Hati
23 Bab 23: Gua Persembunyian
24 Bab 24: Klien Pertama
25 Bab 25: Pemasangan Tali kekang
26 Bab 26: Kucing Garong
27 Bab 27: Sarapan Penuh Duri
28 Bab 28. Ultimatum Sang Ratu
29 Bab 29: Senjata Makan Tuan
30 Bab 30: Kemenangan Tanpa Keringat
31 Bab 31: Memburu Hantu
32 Bab 32: Kontrak Kosong & Aturan Main
33 Bab 33: Tes Pertama
34 Bab 34: Curhat Tengah Malam
35 Bab 35: Cemburu Buta Pada Diri Sendiri
36 ​Bab 36: Krisis Keuangan
37 Bab 37: Masuk Kandang Harimau
38 Bab 38: Rapat di Pangkuan Suami
39 Bab 39: Pembersihan Total
40 Bab 40: Gosip Panas & Meja Baru
41 Bab 41: Tamu Tak Diundang
42 Bab 42: Insiden Kopi
43 Bab 43: Investigasi Kilat
44 ​Bab 44: Skakmat Sang Model
45 Bab 45: Catatan Mental Kairo
46 Bab 46: Serangan Fajar
47 Bab 47: Bioskop Dua Orang
48 Bab 49: Ciuman di Saat Hujan
49 Bab 49: Malam yang Panjang
50 Bab 50: Ibu Suri Datang
51 Bab 51: Perang Menantu
52 Bab 53: Jejak Digital
53 Bab 53: Penggerebekan Apartemen
54 Bab 54: Hukuman Suami
55 Bab Terakhir: CEO Pingsan & Tangisan Bahagia
56 ​Bab 56: Cuti Melahirkan yang Membosankan
57 Bab 57: Rapat via Earpiece
58 Bab 58: Persiapan Pesta Aqiqah
59 Bab 59: Tamu yang Tak Diinginkan
60 Bab 60: Istri vs Mantan
61 ​Bab 61: Proposal Merger Beracun
62 Bab 62: Inspeksi Mendadak
63 Bab 63: Bayi di Ruang Rapat
64 Bab 64: Koreksi Sang Ibu
65 Bab 65: Tempat Wanita Bodoh
66 Bab 66: Dendam Viona
67 Bab 67: Investigasi EL
68 Bab 68: Panggung Sandiwara
69 Bab 69: Skandal Terbongkar
70 Bab 70: Labrakan Terakhir
71 Bab 71: Maldives, Here We Come
72 Bab 72: Salah Kostum
73 Bab 73: Babysitter Miliarder
74 Bab 74: Romansa Pantai
75 Bab 75: Kepulangan & Ancaman Baru
76 Bab 76: Pulang Kandang
77 Bab 77: Bersih-Bersih Parasit
78 Bab 78: Elvano Masuk Kantor
79 Bab 79: Benteng Pertahanan
80 Bab 80: Salam Perkenalan
81 Bab 81: Undangan Makan Malam
82 Bab 82: Tatapan Sang Predator
83 Bab 83: Dansa di Atas Bara
84 Bab 84: Kecemburuan Kairo
85 Bab 85: Konfrontasi di Balkon
86 Bab 86: Sabotase Proyek
87 Bab 87: Teror Detak Jantung
88 Bab 88: Hadiah Kenangan & Pernyataan Perang
89 Bab 89: Investigasi Sang Suami
90 Bab 90: Foto di Dompet
91 Bab 91: Kebohongan Putih & Sumpah Kairo
92 Bab 92: Di Ujung Tanduk
93 Bab 93: Akting Terbaik
94 Bab 94: Jebakan Likuiditas
95 Bab 95: Jantung Dibayar Jantung
96 Bab 96: Tuan Muda Elvano
97 Bab 97: Warisan Genetik
98 Bab 98: Makan Malam Bencana
99 Bab 99: Dividen Baru
100 Bab 100: Investasi Masa Depan
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1: Kematian Sang Konsultan dan Kebangkitan yang Membingungkan
2
Bab 2: Audit Kehidupan
3
Bab 3: The Confrontation
4
Bab 4: Pembekuan Aset
5
Bab 5: Makan Malam Neraka
6
Bab 6: Parasit di Dapur Mewah
7
Bab 7: Efisiensi Anggaran
8
Bab 8: Batas Teritori
9
Bab 9. Kejutan
10
Bab 10: Tes Kejiwaan
11
​Bab 11: Pembatalan Jadwal
12
Bab 12: Penangkapan di Depan Gerbang
13
Bab 13: Undangan Perang
14
Bab 14: Kandang Ular
15
​Bab 15: Data Berbicara (Face-Slapping Moment)
16
Bab 16: Dewi Investasi
17
Bab 17: Audit Tengah Malam
18
Bab 18: Persiapan Perang
19
Bab 19: Mulut Harimau
20
Bab 20: Dansa Interogasi
21
Bab 21: Eksekusi Sang Direktur
22
Bab 22: Tanda Tangan Setengah Hati
23
Bab 23: Gua Persembunyian
24
Bab 24: Klien Pertama
25
Bab 25: Pemasangan Tali kekang
26
Bab 26: Kucing Garong
27
Bab 27: Sarapan Penuh Duri
28
Bab 28. Ultimatum Sang Ratu
29
Bab 29: Senjata Makan Tuan
30
Bab 30: Kemenangan Tanpa Keringat
31
Bab 31: Memburu Hantu
32
Bab 32: Kontrak Kosong & Aturan Main
33
Bab 33: Tes Pertama
34
Bab 34: Curhat Tengah Malam
35
Bab 35: Cemburu Buta Pada Diri Sendiri
36
​Bab 36: Krisis Keuangan
37
Bab 37: Masuk Kandang Harimau
38
Bab 38: Rapat di Pangkuan Suami
39
Bab 39: Pembersihan Total
40
Bab 40: Gosip Panas & Meja Baru
41
Bab 41: Tamu Tak Diundang
42
Bab 42: Insiden Kopi
43
Bab 43: Investigasi Kilat
44
​Bab 44: Skakmat Sang Model
45
Bab 45: Catatan Mental Kairo
46
Bab 46: Serangan Fajar
47
Bab 47: Bioskop Dua Orang
48
Bab 49: Ciuman di Saat Hujan
49
Bab 49: Malam yang Panjang
50
Bab 50: Ibu Suri Datang
51
Bab 51: Perang Menantu
52
Bab 53: Jejak Digital
53
Bab 53: Penggerebekan Apartemen
54
Bab 54: Hukuman Suami
55
Bab Terakhir: CEO Pingsan & Tangisan Bahagia
56
​Bab 56: Cuti Melahirkan yang Membosankan
57
Bab 57: Rapat via Earpiece
58
Bab 58: Persiapan Pesta Aqiqah
59
Bab 59: Tamu yang Tak Diinginkan
60
Bab 60: Istri vs Mantan
61
​Bab 61: Proposal Merger Beracun
62
Bab 62: Inspeksi Mendadak
63
Bab 63: Bayi di Ruang Rapat
64
Bab 64: Koreksi Sang Ibu
65
Bab 65: Tempat Wanita Bodoh
66
Bab 66: Dendam Viona
67
Bab 67: Investigasi EL
68
Bab 68: Panggung Sandiwara
69
Bab 69: Skandal Terbongkar
70
Bab 70: Labrakan Terakhir
71
Bab 71: Maldives, Here We Come
72
Bab 72: Salah Kostum
73
Bab 73: Babysitter Miliarder
74
Bab 74: Romansa Pantai
75
Bab 75: Kepulangan & Ancaman Baru
76
Bab 76: Pulang Kandang
77
Bab 77: Bersih-Bersih Parasit
78
Bab 78: Elvano Masuk Kantor
79
Bab 79: Benteng Pertahanan
80
Bab 80: Salam Perkenalan
81
Bab 81: Undangan Makan Malam
82
Bab 82: Tatapan Sang Predator
83
Bab 83: Dansa di Atas Bara
84
Bab 84: Kecemburuan Kairo
85
Bab 85: Konfrontasi di Balkon
86
Bab 86: Sabotase Proyek
87
Bab 87: Teror Detak Jantung
88
Bab 88: Hadiah Kenangan & Pernyataan Perang
89
Bab 89: Investigasi Sang Suami
90
Bab 90: Foto di Dompet
91
Bab 91: Kebohongan Putih & Sumpah Kairo
92
Bab 92: Di Ujung Tanduk
93
Bab 93: Akting Terbaik
94
Bab 94: Jebakan Likuiditas
95
Bab 95: Jantung Dibayar Jantung
96
Bab 96: Tuan Muda Elvano
97
Bab 97: Warisan Genetik
98
Bab 98: Makan Malam Bencana
99
Bab 99: Dividen Baru
100
Bab 100: Investasi Masa Depan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!