Bab 5: Makan Malam Neraka

​"Total bersih masuk rekening... satu koma dua miliar rupiah."

​Elena menutup aplikasi mobile banking dengan senyum puas. Angka itu jauh lebih cantik daripada wajah Kairo yang sedang marah. Dalam dua jam, dia mengubah tumpukan barang tak berguna menjadi modal likuid.

​"Kerja bagus, Mina. Kamu berbakat jadi admin," puji Elena sambil melempar ponsel ke kasur.

​Mina masih gemetar memegang ring light, wajahnya pucat pasi. "Nyonya... nekat sekali. Itu jam kesayangan Tuan. Dia bisa..."

​"Bisa apa? Marah? Biarkan saja," potong Elena santai, meregangkan tubuh Sora yang lemah. "Yang penting uang masuk. Transaksi sah. Tuanmu tidak bisa membatalkan hukum jual beli."

​Tok. Tok. Tok.

​Ketukan tegas berirama terdengar. Mina melonjak. "Itu Pak Reza!"

​"Masuk," perintah Elena, sibuk menggulung lengan kemeja putih kebesaran milik Kairo yang dicurinya dari lemari.

​Pintu terbuka. Reza, asisten setia Kairo, masuk dengan setelan rapi. Matanya memancarkan ketidaksetujuan melihat kamar yang berantakan seperti kapal pecah.

​"Selamat malam, Nyonya."

​"Malam, Reza. Mau beli tas? Stok habis," sahut Elena sarkas.

​Reza berdehem. "Tuan Kairo menunggu di ruang makan. Beliau memerintahkan Nyonya turun sekarang juga."

​Elena mengangkat alis. "Kupikir dia kenyang makan gengsi."

​"Tuan bersikeras. Jika Nyonya tidak turun dalam lima menit, beliau akan menyeret Nyonya sendiri," Reza menyampaikan pesan barbar itu dengan nada sopan. "Dan pesan Tuan: pakai pakaian yang pantas."

​Elena mendengus tertawa. Dia menatap pantulannya di cermin: rambut dikuncir asal, tanpa makeup, kemeja pria kedodoran, dan celana pendek rumahan. Jauh dari standar "pakaian pantas" Sora yang biasanya gaun malam lengkap.

​"Baiklah. Bilang aku turun."

​Reza menatap horor. "Memakai baju itu?"

​"Kenapa? Ini Armani. Punya bosmu juga," jawab Elena santai, melangkah keluar. "Orang lapar tidak butuh gaun malam."

​Elena menuruni tangga pualam dengan kaki telanjang. Aroma steak wagyu tercium, membuat perut Sora yang biasa diet ketat berbunyi nyaring.

​Di ujung ruang makan luas, Kairo duduk di kursi utama. Kaos polo hitam mencetak otot, segelas wine di tangan. Suasana dingin mencekam. Pelayan menunduk takut.

​Kairo tidak menoleh. Dia memotong daging dengan gerakan tenang namun mengintimidasi. Pisau perak beradu piring porselen. Ting.

​Elena menarik kursi di ujung meja berlawanan. Sreeet. Bunyi gesekan memecah sunyi.

​Kairo berhenti. Dia mengangkat wajah, tatapannya terkunci pada kemeja yang dipakai Elena. Kemeja favoritnya yang hilang.

​"Kau..." suara Kairo rendah berbahaya. "Tidak punya baju lain? Lemarimu penuh gaun seharga mobil, dan kau turun pakai kemejaku?"

​Elena menuang air sendiri. "Gaun itu ribet, susah napas. Kemeja ini nyaman. Tenang saja, belum kujual di live streaming tadi."

​Rahang Kairo mengetat. Dia membanting pisau pelan.

​"Kau benar-benar menguji kesabaranku, Sora," desisnya. "Kau jual jam tanganku. Kau jadikan rumah ini pasar loak. Kau permalukan aku di depan tujuh puluh ribu orang. Dan sekarang kau duduk santai?"

​"Aku tidak mempermalukanmu. Aku rebranding," koreksi Elena sambil memotong daging presisi. "Tema live-nya 'Istri Mandiri'. Netizen suka narasi bangkit. Citra perusahaanmu terbantu, orang pikir istri CEO merakyat karena mendaur ulang barang bekas."

​"Merakyat?" Kairo tertawa sinis. "Menjual Rolex lima puluh juta itu merakyat?"

​"Itu steal deal. Pembelinya pasti orang kaya pelit butuh status," sindir Elena, menyuap daging. "Enak. Medium rare. Kokinya boleh naik gaji."

​Kairo menatap tak percaya. Wanita ini makan dengan lahap, menganggap kemarahannya angin lalu.

​"Aku yang beli," kata Kairo tiba-tiba.

​Elena berhenti mengunyah. "Apa?"

​"Semua barang sampahmu. Aku suruh orang memborongnya," Kairo menatap tajam, mencari reaksi malu. "Uang yang kau banggakan itu uangku juga. Kau cuma mindahin uang dari kantong kiriku ke kananmu."

​Elena menelan daging, minum pelan, lalu tersenyum miring.

​"Oh, jadi akun 'SultanGabut007' itu kamu?" Elena terkekeh. "Makasih, Pak Bos. Pelanggan setia. Lain kali transfer langsung saja, nggak usah lewat e-commerce, kena potongan admin. Sayang, kan?"

​Wajah Kairo memerah padam. Serangannya berbalik jadi lelucon. Dia seperti meninju kapas.

​Kairo hendak membalas, tapi suara TV berita bisnis mengalihkan perhatiannya.

​"...IHSG melemah. Saham Diwantara Group (DWTR) turun 5,4% menyusul rumor kegagalan akuisisi lahan..."

​Suasana meja makan membeku. Kairo mengepalkan tangan. Berita itu sumber sakit kepalanya seharian.

​Dia melirik Elena, menunggu komentar bodoh soal warna merah di layar. Tapi Elena meletakkan garpu, matanya menyipit tajam membaca data di layar TV.

​"Lima koma empat persen," gumam Elena pelan namun jelas. "Padahal fundamental bagus. Penurunan ini tidak wajar kalau cuma karena rumor."

​Kairo mendengus remeh. "Apa yang kau tahu soal saham, Sora? Habiskan makanmu."

​"Bukan rumor yang bikin jatuh," lanjut Elena, mengabaikan perintahnya. Suaranya penuh otoritas. "Ini sentimen negatif karena cash flow operasional. Investor melihat laporan kuartal lalu. Rasio utang jangka pendekmu terlalu tinggi."

​Gerakan tangan Kairo mati total. Pisau menggantung di udara. Dia menatap Elena dengan kening berkerut dalam.

​"Darimana kau dengar istilah itu?"

​Elena menoleh, tatapannya berubah serius. Aura istri manja lenyap, digantikan aura "Hiu Betina".

​"Kairo, kamu terlalu agresif ekspansi ke properti residensial. Kamu pakai dana jangka pendek untuk proyek jangka panjang. Itu maturity mismatch. Bahaya. Suku bunga naik, beban bunga bengkak, profit tergerus. Investor kabur."

​Kairo terdiam, mulutnya sedikit terbuka. Jantungnya berdegup kencang karena kaget. Itu analisis yang sama persis dengan Direktur Keuangannya di rapat tertutup tadi siang! Analisis rahasia!

​"Sora..." suara Kairo tercekat. "Siapa yang memberitahumu? Reza? Kau menguping teleponku?"

​"Menguping?" Elena tertawa kecil, mengambil brokoli. "Datanya ada di layar, Kairo. Di running text. Debt to Equity Ratio Diwantara naik jadi 2,5 kali. Itu lampu kuning."

​Elena menunjuk layar TV dengan garpu.

​"Dan satu lagi. Berhenti memaksakan proyek 'Green Light City' di Cikarang. Pembebasan lahan macet sengketa warga, tapi kamu buang uang untuk PR stunt seolah lancar. Pasar tahu kamu bohong. Makanya sahammu dihukum."

​Kairo mematung. Dia merasa ditelanjangi. Bagaimana mungkin Sora tahu detail Debt to Equity Ratio dan sengketa Cikarang?

​"Kau..." Kairo menelan ludah kering. Dia menatap Elena seperti melihat makhluk asing. "Kau bukan Sora."

​Elena tersenyum misterius. Dia menyeka mulut, berdiri, dan berjalan pelan mengitari meja panjang itu.

​Kairo tak bergerak, matanya mengikuti setiap langkah Elena.

​Elena berhenti tepat di samping kursi Kairo. Dia membungkuk, mendekatkan wajah ke telinga suaminya. Aroma sampo mawar bercampur feromon dominan menguar.

​"Aku memang bukan Sora yang dulu. Sora yang itu sudah mati di bathtub tadi pagi."

​Bisikan Elena halus namun setajam silet.

​"Kalau mau sahammu hijau besok pagi, jual aset non-produktif di sektor retail yang merugi itu. Cut loss sekarang. Lalu umumkan buyback saham dengan sisa kas. Itu akan mengembalikan kepercayaan pasar."

​Elena menarik wajahnya, menepuk bahu Kairo pelan seolah menepuk anak magang.

​"Selamat makan, Suamiku. Pikirkan saranku. Itu konsultasi gratis. Kalau besok-besok, bayarnya mahal."

​Elena melenggang keluar ruang makan, meninggalkan Kairo yang masih duduk mematung dengan garpu di udara dan mulut terkunci rapat.

Terpopuler

Comments

@$~~~tINy-pOnY~~~$@

@$~~~tINy-pOnY~~~$@

disana singa, si pisau bedah, disini hiu betina. macamlah

2026-03-03

5

Diana Silaen

Diana Silaen

mantap Thor konsultan di lawan

2026-04-18

1

syh 03

syh 03

aku yg buta akan bisnis..nyimak aja 😆

2026-02-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kematian Sang Konsultan dan Kebangkitan yang Membingungkan
2 Bab 2: Audit Kehidupan
3 Bab 3: The Confrontation
4 Bab 4: Pembekuan Aset
5 Bab 5: Makan Malam Neraka
6 Bab 6: Parasit di Dapur Mewah
7 Bab 7: Efisiensi Anggaran
8 Bab 8: Batas Teritori
9 Bab 9. Kejutan
10 Bab 10: Tes Kejiwaan
11 ​Bab 11: Pembatalan Jadwal
12 Bab 12: Penangkapan di Depan Gerbang
13 Bab 13: Undangan Perang
14 Bab 14: Kandang Ular
15 ​Bab 15: Data Berbicara (Face-Slapping Moment)
16 Bab 16: Dewi Investasi
17 Bab 17: Audit Tengah Malam
18 Bab 18: Persiapan Perang
19 Bab 19: Mulut Harimau
20 Bab 20: Dansa Interogasi
21 Bab 21: Eksekusi Sang Direktur
22 Bab 22: Tanda Tangan Setengah Hati
23 Bab 23: Gua Persembunyian
24 Bab 24: Klien Pertama
25 Bab 25: Pemasangan Tali kekang
26 Bab 26: Kucing Garong
27 Bab 27: Sarapan Penuh Duri
28 Bab 28. Ultimatum Sang Ratu
29 Bab 29: Senjata Makan Tuan
30 Bab 30: Kemenangan Tanpa Keringat
31 Bab 31: Memburu Hantu
32 Bab 32: Kontrak Kosong & Aturan Main
33 Bab 33: Tes Pertama
34 Bab 34: Curhat Tengah Malam
35 Bab 35: Cemburu Buta Pada Diri Sendiri
36 ​Bab 36: Krisis Keuangan
37 Bab 37: Masuk Kandang Harimau
38 Bab 38: Rapat di Pangkuan Suami
39 Bab 39: Pembersihan Total
40 Bab 40: Gosip Panas & Meja Baru
41 Bab 41: Tamu Tak Diundang
42 Bab 42: Insiden Kopi
43 Bab 43: Investigasi Kilat
44 ​Bab 44: Skakmat Sang Model
45 Bab 45: Catatan Mental Kairo
46 Bab 46: Serangan Fajar
47 Bab 47: Bioskop Dua Orang
48 Bab 49: Ciuman di Saat Hujan
49 Bab 49: Malam yang Panjang
50 Bab 50: Ibu Suri Datang
51 Bab 51: Perang Menantu
52 Bab 53: Jejak Digital
53 Bab 53: Penggerebekan Apartemen
54 Bab 54: Hukuman Suami
55 Bab Terakhir: CEO Pingsan & Tangisan Bahagia
56 ​Bab 56: Cuti Melahirkan yang Membosankan
57 Bab 57: Rapat via Earpiece
58 Bab 58: Persiapan Pesta Aqiqah
59 Bab 59: Tamu yang Tak Diinginkan
60 Bab 60: Istri vs Mantan
61 ​Bab 61: Proposal Merger Beracun
62 Bab 62: Inspeksi Mendadak
63 Bab 63: Bayi di Ruang Rapat
64 Bab 64: Koreksi Sang Ibu
65 Bab 65: Tempat Wanita Bodoh
66 Bab 66: Dendam Viona
67 Bab 67: Investigasi EL
68 Bab 68: Panggung Sandiwara
69 Bab 69: Skandal Terbongkar
70 Bab 70: Labrakan Terakhir
71 Bab 71: Maldives, Here We Come
72 Bab 72: Salah Kostum
73 Bab 73: Babysitter Miliarder
74 Bab 74: Romansa Pantai
75 Bab 75: Kepulangan & Ancaman Baru
76 Bab 76: Pulang Kandang
77 Bab 77: Bersih-Bersih Parasit
78 Bab 78: Elvano Masuk Kantor
79 Bab 79: Benteng Pertahanan
80 Bab 80: Salam Perkenalan
81 Bab 81: Undangan Makan Malam
82 Bab 82: Tatapan Sang Predator
83 Bab 83: Dansa di Atas Bara
84 Bab 84: Kecemburuan Kairo
85 Bab 85: Konfrontasi di Balkon
86 Bab 86: Sabotase Proyek
87 Bab 87: Teror Detak Jantung
88 Bab 88: Hadiah Kenangan & Pernyataan Perang
89 Bab 89: Investigasi Sang Suami
90 Bab 90: Foto di Dompet
91 Bab 91: Kebohongan Putih & Sumpah Kairo
92 Bab 92: Di Ujung Tanduk
93 Bab 93: Akting Terbaik
94 Bab 94: Jebakan Likuiditas
95 Bab 95: Jantung Dibayar Jantung
96 Bab 96: Tuan Muda Elvano
97 Bab 97: Warisan Genetik
98 Bab 98: Makan Malam Bencana
99 Bab 99: Dividen Baru
100 Bab 100: Investasi Masa Depan
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1: Kematian Sang Konsultan dan Kebangkitan yang Membingungkan
2
Bab 2: Audit Kehidupan
3
Bab 3: The Confrontation
4
Bab 4: Pembekuan Aset
5
Bab 5: Makan Malam Neraka
6
Bab 6: Parasit di Dapur Mewah
7
Bab 7: Efisiensi Anggaran
8
Bab 8: Batas Teritori
9
Bab 9. Kejutan
10
Bab 10: Tes Kejiwaan
11
​Bab 11: Pembatalan Jadwal
12
Bab 12: Penangkapan di Depan Gerbang
13
Bab 13: Undangan Perang
14
Bab 14: Kandang Ular
15
​Bab 15: Data Berbicara (Face-Slapping Moment)
16
Bab 16: Dewi Investasi
17
Bab 17: Audit Tengah Malam
18
Bab 18: Persiapan Perang
19
Bab 19: Mulut Harimau
20
Bab 20: Dansa Interogasi
21
Bab 21: Eksekusi Sang Direktur
22
Bab 22: Tanda Tangan Setengah Hati
23
Bab 23: Gua Persembunyian
24
Bab 24: Klien Pertama
25
Bab 25: Pemasangan Tali kekang
26
Bab 26: Kucing Garong
27
Bab 27: Sarapan Penuh Duri
28
Bab 28. Ultimatum Sang Ratu
29
Bab 29: Senjata Makan Tuan
30
Bab 30: Kemenangan Tanpa Keringat
31
Bab 31: Memburu Hantu
32
Bab 32: Kontrak Kosong & Aturan Main
33
Bab 33: Tes Pertama
34
Bab 34: Curhat Tengah Malam
35
Bab 35: Cemburu Buta Pada Diri Sendiri
36
​Bab 36: Krisis Keuangan
37
Bab 37: Masuk Kandang Harimau
38
Bab 38: Rapat di Pangkuan Suami
39
Bab 39: Pembersihan Total
40
Bab 40: Gosip Panas & Meja Baru
41
Bab 41: Tamu Tak Diundang
42
Bab 42: Insiden Kopi
43
Bab 43: Investigasi Kilat
44
​Bab 44: Skakmat Sang Model
45
Bab 45: Catatan Mental Kairo
46
Bab 46: Serangan Fajar
47
Bab 47: Bioskop Dua Orang
48
Bab 49: Ciuman di Saat Hujan
49
Bab 49: Malam yang Panjang
50
Bab 50: Ibu Suri Datang
51
Bab 51: Perang Menantu
52
Bab 53: Jejak Digital
53
Bab 53: Penggerebekan Apartemen
54
Bab 54: Hukuman Suami
55
Bab Terakhir: CEO Pingsan & Tangisan Bahagia
56
​Bab 56: Cuti Melahirkan yang Membosankan
57
Bab 57: Rapat via Earpiece
58
Bab 58: Persiapan Pesta Aqiqah
59
Bab 59: Tamu yang Tak Diinginkan
60
Bab 60: Istri vs Mantan
61
​Bab 61: Proposal Merger Beracun
62
Bab 62: Inspeksi Mendadak
63
Bab 63: Bayi di Ruang Rapat
64
Bab 64: Koreksi Sang Ibu
65
Bab 65: Tempat Wanita Bodoh
66
Bab 66: Dendam Viona
67
Bab 67: Investigasi EL
68
Bab 68: Panggung Sandiwara
69
Bab 69: Skandal Terbongkar
70
Bab 70: Labrakan Terakhir
71
Bab 71: Maldives, Here We Come
72
Bab 72: Salah Kostum
73
Bab 73: Babysitter Miliarder
74
Bab 74: Romansa Pantai
75
Bab 75: Kepulangan & Ancaman Baru
76
Bab 76: Pulang Kandang
77
Bab 77: Bersih-Bersih Parasit
78
Bab 78: Elvano Masuk Kantor
79
Bab 79: Benteng Pertahanan
80
Bab 80: Salam Perkenalan
81
Bab 81: Undangan Makan Malam
82
Bab 82: Tatapan Sang Predator
83
Bab 83: Dansa di Atas Bara
84
Bab 84: Kecemburuan Kairo
85
Bab 85: Konfrontasi di Balkon
86
Bab 86: Sabotase Proyek
87
Bab 87: Teror Detak Jantung
88
Bab 88: Hadiah Kenangan & Pernyataan Perang
89
Bab 89: Investigasi Sang Suami
90
Bab 90: Foto di Dompet
91
Bab 91: Kebohongan Putih & Sumpah Kairo
92
Bab 92: Di Ujung Tanduk
93
Bab 93: Akting Terbaik
94
Bab 94: Jebakan Likuiditas
95
Bab 95: Jantung Dibayar Jantung
96
Bab 96: Tuan Muda Elvano
97
Bab 97: Warisan Genetik
98
Bab 98: Makan Malam Bencana
99
Bab 99: Dividen Baru
100
Bab 100: Investasi Masa Depan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!