Antara Cinta dan Ambisi

Albie Putra Dewangga, yang akrab di sapa dengan sebutan Albie. Ia dikenal sebagai dokter bedah trauma di salah satu pusat rumah sakit kota. Dokter bedah yang menangani cedera berat akibat kecelakaan atau kekerasan, seperti perdarahan masif dan kerusakan organ vital. Ia terbiasa bekerja cepat di IGD dan ruang operasi darurat, memimpin penanganan awal hingga operasi penyelamatan nyawa, serta berkoordinasi dengan berbagai departemen saat kondisi pasien kritis.

Albie memiliki tubuh tinggi dengan bahu tegap. Wajahnya tegas, hidung lurus, dan mata gelap yang selalu tampak fokus. Rambut hitamnya jarang ditata berlebihan, cukup terlihat rapi. Albie bukan tipe pria yang berusaha terlihat tampan–ketenangan dingin dan aura percaya dirinya justru membuat orang sulit mengalihkan pandangan.

Sebagai leader tim, Albie selalu menjadi pemimpin operasi darurat, di tuntut untuk mengambil keputusan cepat, dan semua anggota tim mengikuti ritme kerjanya yang tak kenal lambat.

Kehidupan yang Albie jalani bisa di katakan terlalu mudah. Sejak sekolah, kuliah, sampai karir ia dapatkan tanpa ada kendala kesulitan yang berarti. Di usianya yang sekarang 32 tahun, usia yang matang Albie sudah mendapatkan segalanya. Hanya satu saja yang sedang ia perjuangkan yaitu, menikah.

Bagi Albie menikah adalah suatu keharusan. Di tengah prinsip rekan sejawatnya yang memandang bahwa pernikahan bukanlah suatu prioritas. Sebagian kasus, pernikahan hanya akan mendatangkan masalah. Merenggut kebebasan dan menghambat pekerjaan. Tapi tidak dengan Albie. Ia bertekad untuk mempunyai kehidupan yang normal, sesuai dengan norma dan agama yang di anutnya.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk melamar Alya. Wanita yang selama 3 tahun menjalin hubungan asmara denganya.Alya adalah seorang model, akhir-akhir ini namanya banyak di lirik oleh brand-brand nasional dan internasional karna bakatnya di depan kamera semakin populer.

***

"Kamu serius? Ayolah, tidak harus menikah untuk punya pasangan Albie. Dunia ini luas jika harus terikat dengan satu orang wanita saja."

Kalimat itu terlontar dari sorang dokter anastesi bernama Naufal Adhitama, setelah mereka selesai menjalankan operasi pasien kecelakaan.

Naufal adalah sahabat sekaligus rekan satu tim Albie.

Mereka sudah mengenal satu sama lain sejak di bangku SMA. Di tambah sekarang bekerja di rumah sakit yang sama, hubungan diantaranya semakin akrab.

Meski akrab, Albie dan Naufal memiliki prinsip berbeda. Jika Albie tidak suka bergonta-ganti pasangan, Naufal malah kebalikannya. Ia tidak pernah serius menganggap suatu hubungan dengan wanita.

"Aku serius, dan yakin sama keputusan ku." jawab Abie sambil memijit pelan pelipisnya.

"Tapi sebagai temen, aku sudah peringatkan kamu ya. Kalau sampai kamu menyesal jangan salahkan aku kalau nanti aku akan jadi orang pertama yang menertawakanmu."

"Sudahlah Naufal, tidak usah meragukan kemampuanku. Aku bertindak tidak hanya berdasarkan insting saja. Aku sudah yakin dengan apa yang aku punya, dan aku tahu kualitas diriku."

"Well, kalau begitu aku nggak bisa bilang apa-apa lagi. Seorang Albie Putra, tidak ada yang bisa merubah keputusannya. Oke, aku bantuin cari tempat yang bagus buat kamu melamar Alya. Gimana?"

"Itu lebih membantu, dari pada kamu harus bicara omong kosong seperti tadi."

"Tapi ini bukan berati aku setuju dengan pernikahan ya. Aku hanya melakukan tugas seorang sahabat, tidak lebih."

"Terserah kamu saja." Albie melambaikan tangan, sambil berjalan menjauh.

***

Denting piano mengalun lembut di restoran hotel mewah yang di siapkan oleh Naufal. Albie sudah duduk dengan setelan jas rapi menanti kedatangan Alya. Wajahnya sedikit tegang, karna ini adalah moment spesial yang menjadi cita-cita untuknya. Menikahi Alya–hidup bahagia membangun keluarga.

"Sayang, kamu sudah lama menunggu?"

Albie mendongak, di hadapannya kini sudah berdiri seorang wanita cantik berdandan tidak mencolok namun terkesan mahal– Alya.

"Tidak juga, tidak masalah jika terlambat sedikit saja."

Albie mencoba tersenyum, bagi seorang yang terbiasa bekerja dalam perhitungan waktu sebenarnya dia tidak terlalu suka menunggu.

Alya menghempaskan tubuhnya di kursi berhadapan dengan Albie. "Aku minta maaf, aku selalu telat setiap kita janjian makan malam."

"Nggak apa-apa, kamu juga pasti sibukkan?"

"Iya Mas, jadwal aku sekarang sedang padat-padatnya. Semoga Mas bisa ngertiin."

"Aku akan berusaha ngertiin kamu kok, kamu tenang saja."

"Syukurlah, Mas. Aku berterimakasih kamu ngertiin aku."

"Malam ini aku ingin memberitahumu sesuatu Alya, sesuatu yang tidak hanya butuh satu malam untuk menimbang. Aku sudah memikirkannya bahkan berhari-hari sebelum malam ini. Tapi keputusan ku sudah sangat bulat."

"Mas, kamu mau bilang apa? Kenapa kedengarannya serius sekali?"

"Alya, tiga tahun terakhir ini aku belajar banyak tentang cinta lewat kamu. Terima kasih karena selalu bertahan di sisiku, bahkan saat aku terlalu dingin, keras kepala, dan sering menuntut tanpa sadar." ujar Albie tenang.

"Aku tahu mencintaiku bukan hal yang mudah, tapi kamu tetap memberi dengan ketulusan yang tak pernah setengah-setengah. Sekarang, izinkan aku membalas semuanya." lanjutnya.

"Dengan waktu, dengan kesungguhan, dengan seluruh hidup yang aku miliki. Beri aku kesempatan menjadikan kamu alasanku untuk berhenti ragu, untuk melangkah tanpa batas, sebagai pria yang siap bertanggung jawab dan membahagiakanmu, hari ini dan selamanya." Albie menatap serius, Alya.

"Mas, jangan bilang kalau kamu mau melamar aku."

Albie tersenyum tipis, lalu merogoh saku jas. mengeluarkan kotak kecil berwarna merah. Ia membuka kotak kecil itu. Sebuah cincin berlian berkilau muncul di atasnya.

"Will you marry me, Alya"

Alya membeku, tidak menyangka jika Albie merencanakan ini untuknya. Bahkan ia bingung harus bereaksi apa.

Albie sendiri juga bingung dengan reaksi Alya, ada apa?. Bukankah jika di ukur dari segi hubungan yang sudah berjalan tiga tahun sudah sepantasnya Albie menyatakan keseriusan. Atau Alya belum siap menerima keseriusan. Oh...yang benar saja!

Usia Albie bukan saatnya lagi untuk menjalin hubungan hanya untuk permainan. Terlebih ini soal prinsip Albie yang tidak mau mempermainkan hubungan.

"Mas, ini...terlalu cepat. Aku baru saja menerima tawaran agensi untuk ke Itali. Ini karir ku Mas, aku nggak bisa sia-siakan kesempatan yang sudah aku tunggu-tunggu."

Tangan yang tadi penuh semangat menjulur memegang kotak cincin perlahan turun. Albie, merasakan kekecewaan yang teramat sangat.

Ia bahkan tak percaya dengan apa yang di dengarnya, terasa sangat tiba-tiba.

"Bahkan aku sudah berniat menghubungi rumah sakit milik adik Papa untuk merekrutmu di sana. Jadi kita tidak perlu berjauhan. Kita sama-sama di Itali. Karna Mas kan tahu aku nggak pernah bisa kalau kita berjauhan."

Albie menghela nafas dalam-dalam, "Alya, aku sudah berkorban menolak tawaran rumah sakit di Jepang demi tetap bersama kamu di sini. Tapi, sekarang kamu malah ingin ninggalin aku ke Itali."

"Mas, kita hanya perlu bersabar sampai kontrak aku habis. Cuma butuh satu tahun saja, setelah itu kita akan bahas lagi soal pernikahan kita."

Albie merasa keberadaannya tidak lebih penting dari apapun. Lalu ia harus bagaimana? Menunggu lagi? Bukankah ini keterlaluan?

"Alya, ini bukan soal aku bisa dengan mudah masuk di rumah sakit milik adik Papamu... Tapi ini soal pengabdianku. Dulu aku memilih untuk mengabdi di negri sendiri demi kamu, yang kamu bilang tidak pernah bisa menjalin hubungan jarak jauh. Tapi nyatanya kamu sendiri yang mempersulit hubungan ini."

"Mas, aku nggak mempersulit. Tapi kamu kan tahu kalau pekerjaan aku terikat oleh kontrak. Lagi pula ini juga cita-cita ku. Sudah sangat lama aku menantikan ini."

Albie tersenyum tipis –senyum yang di paksakan. Akhirnya dia tahu apa yang sebenarnya menjadi sumber permasalahan. Semua tentang ambisi seorang wanita yang tak ada tandingannya. Albie berfikir, jika ini soal ambisi maka lawan saja dengan ego setinggi mungkin.

"Aku nggak bisa ikut kamu ke Itali, kalau kamu mau pergi silahkan saja. Aku nggak akan menghalangi. Sudah cukup buat aku mengerti bahwa hubungan ini akan berakhir dengan jalan kita sendiri-sendiri."

"Mas, maksudku bukan begitu. Aku cuma minta kamu ngertiin aku sedikit saja. Aku ingin mengejar mimpiku, dan aku tidak bisa berjauhan denganmu. Aku sudah temukan solusinya, semua akan baik-baik saja Mas."

"Maaf, aku nggak bisa!"

Albie berdiri, kemudian berlalu begitu saja. Melupakan rencana yang sudah ia atur matang-matang. Kalau saja ia tahu bagaimana akhirnya, tentu dia tidak akan mau untuk memulainya–untuk apa?

*

*

*

~Jangan lupa like koment ya, biar aku semangat buat update cerita selanjutnya

~ Salam hangat dari Penulis🤍

Terpopuler

Comments

checangel_

checangel_

Would you like to be my partner in my mission, Doctor Albie?🤣

2025-12-31

0

checangel_

checangel_

Dokter Albie, meeting yuk 🤣

2025-12-31

0

ininellya

ininellya

betul ga bisa salah satu mengalah terus menerus keputusan yang tepat albie, cinta dan ambisi harus dikorban kan salah satu, klo 2 orang mengorbankan ambisi mereka cinta mereka bisa bersatu

2026-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Kesepakatan
2 Antara Cinta dan Ambisi
3 Patah Hati Yang Sama
4 Prasangka
5 Kamu Harus Tes...!
6 Hasil Tes
7 Keputusan Final
8 Tatapan Sinis
9 Status Sarat Makna
10 Trauma Mayor 1
11 Trauma Mayor 2
12 Trauma Mayor 3
13 Pengasuh 1
14 Pengasuh 2
15 Pengasuh 3
16 Perdarahan Subdural
17 Panggilan Mama
18 Afirmasi Positif
19 Mengenal 1
20 Mengenal 2
21 Bonus Satu Bulan
22 Eutanasia
23 Friend Zone 1
24 Friend Zone 2
25 Friend Zone 3
26 Tak lagi takut
27 Bukan tujuan akhir
28 Awal kekacauan
29 Perihal Jodoh
30 Cinta bisa di adjust, apa iya?
31 Perjalanan 1
32 Perjalanan 2
33 Perjalanan 3
34 Perjalanan 4
35 Perjalanan 5
36 Perjalanan 6
37 Perjalanan 7
38 Perjalanan 8
39 Perjalanan 9
40 Perjalanan 10
41 Video berdurasi 35 detik
42 Perjalanan 11
43 Perjalanan 12
44 Perjalanan 13
45 Perjalanan 14
46 Perjalanan 15
47 Perjalanan 16
48 Perjalanan 17
49 Perjalanan 18
50 Perjalanan 19
51 Perjalanan 20
52 Perjalanan 21
53 Perjalanan 22
54 Perjalanan 23
55 Perjalanan 24
56 Perjalanan 25
57 Perjalanan 26
58 Perjalanan 27
59 Perjalanan 28
60 Perjalanan 29
61 Perjalanan 30
62 Perjalanan 31
63 Perjalanan 32
64 Perjalanan 33
65 Perjalanan 34
66 Perjalanan 35
67 Perjalanan 36
68 Perjalanan 37
69 Perjalanan 38
70 Perjalanan 39
71 Perjalanan 40
72 Perjalanan 41
73 Perjalanan 42
74 Perjalanan 43
75 Perjalanan 44
76 Perjalanan 45
77 Perjalanan 46
78 Perjalanan 47
79 Perjalanan 48
80 Perjalanan 49
81 Perjalanan 50
82 Perjalanan 51
83 Perjalanan 52
84 Perjalanan 53
85 Perjalanan 54
86 Perjalanan 55
87 Perjalanan 56
88 Perjalanan 57
89 Perjalanan 58
90 Perjalanan 59
91 Perjalanan 60
92 Perjalanan 61
93 Perjalanan 62
94 Perjalanan 63
95 Perjalanan 64
96 Perjalanan 65
97 Perjalanan 66
98 Perjalanan 67
99 Perjalanan 68
100 Perjalanan 69
101 Perjalanan 70
102 Perjalanan 71
103 Perjalanan 72
104 Perjalanan 73
105 Perjalanan 74
106 Perjalanan 75
107 Perjalan 76
108 Perjalanan 77
109 Rumah Tangga 1
110 Rumah Tangga 2
111 Rumah Tangga 3
112 Rumah Tangga 4
113 Rumah Tangga 5
114 Rumah Tangga 6
115 Rumah Tangga 7
116 Rumah Tangga 8
117 Rumah Tangga 9
118 Rumah Tangga 10
119 Rumah Tangga 11
120 Rumah Tangga 12
121 Rumah Tangga 13
122 Rumah Tangga 14
123 Rumah Tangga 15
124 Rumah Tangga 16
125 Rumah Tangga 17
126 Rumah Tangga 18
127 Rumah Tangga 19
128 Rumah Tangga 20
129 Rumah Tangga 21
130 Rumah Tangga 22
131 Rumah tangga 23
132 Rumah Tangga 24
133 Rumah Tangga 24
134 Rumah Tangga 25
135 Rumah Tangga 26
136 Rumah Tangga 27
137 Rumah Tangga 28
138 Rumah Tangga 29
139 Rumah Tangga 30
140 Rumah Tangga 31
141 Rumah Tangga 32
142 Rumah Tangga 33
143 Rumah Tangga 34
144 Rumah Tangga 35
145 Rumah Tangga 36
146 Rumah Tangga 37
147 Rumah Tangga 38
148 Badai Rumah Tangga 1
149 Badai Rumah Tangga 2
150 Badai Rumah Tangga 3
151 Badai Rumah Tangga 4
152 Badai Rumah Tangga 5
153 Badai Rumah Tangga 6
154 Badai Rumah Tangga 7
155 Badai Rumah Tangga 8
156 Badai Rumah Tangga 10
157 Badai Rumah Tangga 11
158 Badai Rumah Tangga 12
159 Badai Rumah Tangga 13
160 Badai Rumah Tangga 14
161 Badai Rumah Tangga 15
162 Love is Journey
163 Pengumuman Part Lanjutan
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Kesepakatan
2
Antara Cinta dan Ambisi
3
Patah Hati Yang Sama
4
Prasangka
5
Kamu Harus Tes...!
6
Hasil Tes
7
Keputusan Final
8
Tatapan Sinis
9
Status Sarat Makna
10
Trauma Mayor 1
11
Trauma Mayor 2
12
Trauma Mayor 3
13
Pengasuh 1
14
Pengasuh 2
15
Pengasuh 3
16
Perdarahan Subdural
17
Panggilan Mama
18
Afirmasi Positif
19
Mengenal 1
20
Mengenal 2
21
Bonus Satu Bulan
22
Eutanasia
23
Friend Zone 1
24
Friend Zone 2
25
Friend Zone 3
26
Tak lagi takut
27
Bukan tujuan akhir
28
Awal kekacauan
29
Perihal Jodoh
30
Cinta bisa di adjust, apa iya?
31
Perjalanan 1
32
Perjalanan 2
33
Perjalanan 3
34
Perjalanan 4
35
Perjalanan 5
36
Perjalanan 6
37
Perjalanan 7
38
Perjalanan 8
39
Perjalanan 9
40
Perjalanan 10
41
Video berdurasi 35 detik
42
Perjalanan 11
43
Perjalanan 12
44
Perjalanan 13
45
Perjalanan 14
46
Perjalanan 15
47
Perjalanan 16
48
Perjalanan 17
49
Perjalanan 18
50
Perjalanan 19
51
Perjalanan 20
52
Perjalanan 21
53
Perjalanan 22
54
Perjalanan 23
55
Perjalanan 24
56
Perjalanan 25
57
Perjalanan 26
58
Perjalanan 27
59
Perjalanan 28
60
Perjalanan 29
61
Perjalanan 30
62
Perjalanan 31
63
Perjalanan 32
64
Perjalanan 33
65
Perjalanan 34
66
Perjalanan 35
67
Perjalanan 36
68
Perjalanan 37
69
Perjalanan 38
70
Perjalanan 39
71
Perjalanan 40
72
Perjalanan 41
73
Perjalanan 42
74
Perjalanan 43
75
Perjalanan 44
76
Perjalanan 45
77
Perjalanan 46
78
Perjalanan 47
79
Perjalanan 48
80
Perjalanan 49
81
Perjalanan 50
82
Perjalanan 51
83
Perjalanan 52
84
Perjalanan 53
85
Perjalanan 54
86
Perjalanan 55
87
Perjalanan 56
88
Perjalanan 57
89
Perjalanan 58
90
Perjalanan 59
91
Perjalanan 60
92
Perjalanan 61
93
Perjalanan 62
94
Perjalanan 63
95
Perjalanan 64
96
Perjalanan 65
97
Perjalanan 66
98
Perjalanan 67
99
Perjalanan 68
100
Perjalanan 69
101
Perjalanan 70
102
Perjalanan 71
103
Perjalanan 72
104
Perjalanan 73
105
Perjalanan 74
106
Perjalanan 75
107
Perjalan 76
108
Perjalanan 77
109
Rumah Tangga 1
110
Rumah Tangga 2
111
Rumah Tangga 3
112
Rumah Tangga 4
113
Rumah Tangga 5
114
Rumah Tangga 6
115
Rumah Tangga 7
116
Rumah Tangga 8
117
Rumah Tangga 9
118
Rumah Tangga 10
119
Rumah Tangga 11
120
Rumah Tangga 12
121
Rumah Tangga 13
122
Rumah Tangga 14
123
Rumah Tangga 15
124
Rumah Tangga 16
125
Rumah Tangga 17
126
Rumah Tangga 18
127
Rumah Tangga 19
128
Rumah Tangga 20
129
Rumah Tangga 21
130
Rumah Tangga 22
131
Rumah tangga 23
132
Rumah Tangga 24
133
Rumah Tangga 24
134
Rumah Tangga 25
135
Rumah Tangga 26
136
Rumah Tangga 27
137
Rumah Tangga 28
138
Rumah Tangga 29
139
Rumah Tangga 30
140
Rumah Tangga 31
141
Rumah Tangga 32
142
Rumah Tangga 33
143
Rumah Tangga 34
144
Rumah Tangga 35
145
Rumah Tangga 36
146
Rumah Tangga 37
147
Rumah Tangga 38
148
Badai Rumah Tangga 1
149
Badai Rumah Tangga 2
150
Badai Rumah Tangga 3
151
Badai Rumah Tangga 4
152
Badai Rumah Tangga 5
153
Badai Rumah Tangga 6
154
Badai Rumah Tangga 7
155
Badai Rumah Tangga 8
156
Badai Rumah Tangga 10
157
Badai Rumah Tangga 11
158
Badai Rumah Tangga 12
159
Badai Rumah Tangga 13
160
Badai Rumah Tangga 14
161
Badai Rumah Tangga 15
162
Love is Journey
163
Pengumuman Part Lanjutan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!