Kamu Harus Tes...!

*

*

Roda mobil berdecit di lantai parkir rumah sakit. Albie mengentikan laju kendaraannya, cepat menoleh pada sosok tubuh perempuan yang masih belum di kenalnya.

Tubuh tegap yang terbiasa bergerak cepat tidak terlalu kesulitan membawa tubuh ramping milik Qistina menunju ruang IGD.

Belum sampai di lobi rumah sakit tubuh Qistina bergerak, kelopak matanya terbuka. Ia cepat menyadari kalau dirinya sedang berada di pelukan seorang laki-laki asing yang tadi satu kamar dengannya. Pikiran buruk akan laki-laki itu kembali menyeruak.

"Lapasin aku, tolong!"

Qistina berteriak meminta tolong. Tentu hal ini menarik perhatian orang-orang yang berada di lobi. Terkejut dengan itu Albie menurunkan tubuh Qistina begitu saja, tanpa hati-hati. Membuat Qistina sedikit terhuyung mencari keseimbangan.

Beberapa perawat yang hilir mudik tentu sudah mengenal siapa laki-laki yang membawa gadis itu.

"Itu kan, dokter Albie."

Semua mata tertuju padanya, 'Ah sial! Kenapa cewek ini bereaksi seperti ini'. Apa yang akan di pikirkan orang-orang bisa-bisa orang akan menganggap Albie melakukan kekerasan, atau tindak asusila lainnya.

"Tenang, aku bukan orang jahat. Kamu tenang dulu ya."

Albie mencoba melunak. Demi martabat dimana tempat ia bekerja.

Bukan orang jahat?, bagaimana bisa Qistina percaya pada laki-laki yang tiba-tiba membuat dirinya berada di kamarnya. Dalam keadaan bertelanjang dada. Itu sudah suatu alasan yang tepat untuk menyebutnya 'Bajingan!'

"Nggak, aku nggak percaya. Aku akan laporin kamu ke polisi, karna kamu sudah nyulik aku dan bikin aku tidur di kamarmu." Qistina bersuara tanpa jeda,dengan suara bergetar menahan tangis.

Albie melihat ke sekeliling, dirinya kini sudah terlihat seperti penjahat yang siap di hakimi hanya lewat tatapan salah paham dari orang-orang.

Albie mencoba mendekap mulut Qistina, bermaksud agar gadis itu tidak berbicara yang tidak-tidak tentang dirinya. "Sudah ya, nanti aku jelasin. Aku tadi malam mabuk berat aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kita. Aku juga akan cari tahu kenapa kamu bisa berada di kamarku."

Orang-orang yang tadi mendengar hanya dari mulut Qistina, yang menganggap gadis itu hanya bicara mengada-ada dan berharap apa yang di katakannya bukan sebenarnya malah menjadi jelas setelah mendengar ucapan dari Albie.

"Jadi, benar dokter Albie tidur sama cewek itu?"

bisik-bisik dari para perawat, serasa tak percaya.

Qistina menunduk, masih merasakan nyeri di perutnya. Tanpa sadar ia melihat bercak darah di celana bagian bawah perutnya. Ia terduduk lemas, merasa marah pada dirinya sendiri. Dan juga laki-laki yang berdiri di depannya.

"Darah? darah itu, jadi aku sudah melakukannya? Ya ... Tuhan aku sudah menjaganya bertahun-tahun. Tapi, kenapa malah aku lakuin sama laki-laki asing itu." Qistina mengira bercak darah itu adalah bercak keperawanannya. Ia mulai menangis.

Albie yang masih mematung, tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Tapi setidaknya, seorang Albie bukanlah laki-laki pengecut yang lari dari masalah.

"Aku, aku akan tanggung jawab. Kamu tidak usah khawatir."

Qistina menangis, menutup wajahnya dengan telapak tangan. Abie tidak tinggal diam, hatinya memahami perasaan hancur dari gadis itu dan parahnya lagi itu di karnakan ulah dirinya. Ia ikut duduk berjongkok, mencoba lagi menenangkan Qistina.

"Maaf, aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi, jika benar aku melakukannya aku pasti akan bertanggung jawab. Aku tidak akan lari."

Qistina mendongak, " Iya, kamu harus bertanggung jawab. Aku akan laporin kamu ke polisi."

"Polisi? Hey, tapi aku bukan orang jahat. Aku tidak pernah memaksa kamu. Kamu sendiri kan yang ada di kamar aku. Lagi pula, ini terjadi karna aku mabuk berat dan entah kenapa aku bisa tidur di kamar dengan mu. Yang aku tahu orang mabuk tidak akan bisa berpindah tempat dengan mudah."

"Aku nggak mau tahu, kamu harus masuk penjara. Karna kamu sudah merusak satu-satunya milikku yang aku jaga sampai nanti kalau aku menikah."

"Kan, aku sudah bilang aku akan tanggung jawab. Aku akan nikahin kamu bila perlu."

Albie pun merasa sama dengan apa yang di rasakan Qistina. Dia juga pria yang menjaga keperjakaannya, prinsip yang sudah sangat lama ia pegang, bahwa sex hanya boleh di lakukan saat ia sudah berstatus menikah. Jadi, tidak mungkin rasanya dia melakukan hal amoral seperti itu.

"Nggak! Aku nggak akan nikah sama cowok brengsek seperti kamu!"

"Lalu aku harus lakuin apa?"

"Pokoknya kamu harus di penjara!"

Albie kehabisan kata-kata, berurusan dengan anak kecil memang sangat merepotkan–terlebih dia perempuan.

Perdebatan Qistina dan Albie di lobi rumah sakit itu menyebar sampai ke setiap ruangan. Beberapa dokter yang bertugas keluar meninggalkan ruangan demi melihat kebenaran kabar itu.

Sedang para perawat tidak ada yang berani mendekat, takut terlalu ikut campur dengan urusan seorang dokter Albie yang di kenal selalu bertindak tepat tanpa banyak omong, membuatnya terlihat karismatik dengan wibawa yang tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata.

Albie merasa frustasi, di tempat di mana ia selalu di segani kini ia sukses di permalukan oleh situasi yang dirinya sendiri tidak sepenuhnya mengerti.

Darah yang tadi hanya bercak sedikit, kini semakin merembes, Qistina semakin gusar. "Darahnya, darahnya mungkin semalam keluar banyak. Bagaimana ini?"

Qistina syok, tubuhnya yang masih lemah itu perlahan luruh. Hampir saja terkulai lemas di lantai, beruntung Albie cepat menangkap tubuhnya.

***

Adrian Wiratama, seorang dokter yang bertugas di IGD cepat menanggapi tubuh Qistina yang di bawa oleh Albie.

Perawat sudah bergerak lebih dulu. Manset melilit lengan Qistina, monitor berbunyi pelan. Adrian menunduk, membuka kelopak mata Qistina dengan ibu jarinya, lalu menyorotkan senter kecil ke arah pupil.

Infus dipasang. Cairan bening mulai menetes, satu per satu. Adrian menekan perut bawah Qistina sekilas, hanya cukup untuk membaca reaksi tubuh. Alisnya sedikit berkerut.

"Kramnya masih terasa?" tanyanya datar.

Qistina mengangguk lemah. Tangannya kembali refleks menekan perut bagian bawah, wajahnya meringis tipis.

Adrian menoleh ke perawat. "Tekanan darah turun ringan. Dehidrasi. Alkohol memperparah."

Ia kembali menatap Qistina. "Siklus datang hari ini?"

Qistina terdiam sesaat, mencoba mengingat-ingat. Lalu mengangguk pelan.

"Hari pertama memang paling berat untuk sebagian orang." Nada suaranya tenang.

"Kita bantu dengan cairan dulu. Nanti nyerinya akan berkurang."

Monitor di samping brankar berbunyi stabil. Warna wajah Qistina perlahan kembali, napasnya tak lagi sependek tadi.

Albie masih berdiri di ujung ruangan. Ia masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi pada dirinya. Bagaimana mungkin seseorang yang terbiasa berhati-hati menjaga diri untuk tidak terlibat masalah kini di hadapkan dengan sesuatu yang sangat rumit.

Adrian menghampiri nya, menepuk lembut pundak laki-laki yang merasa langit sedang runtuh menimpa dirinya. "Tenang, dia hanya kram perut karna siklus menstruasi hari pertama. Tidak ada yang serius.Hanya saja aku masih sangat bingung, kenapa kejadian ini menimpamu. Seorang Albie putra, rasanya tidak mungkin kamu terlibat masalah seperti ini."

"Ck, entahlah aku juga tidak tahu. Aku bangun tidur dan perempuan itu sudah ada di kamarku. Aku tidak ingat apa-apa selain minum-minum di Bar malam itu."

"Jadi kamu mabuk berat?"

"Iya, dan aku masih bingung kenapa aku bisa bangun di kamarku bersama gadis itu."

"Hahaha, akhirnya seorang Albie berada di jalur yang menyimpang juga ya. Bukannya kamu orang yang selalu berhati-hati."

"Tutup mulutmu, aku tidak butuh kalimatmu barusan."

"Oke...Oke aku minta maaf. Aku hanya tidak bisa percaya kalau kejadian seperti ini bisa menimpamu.Ya sudah, kamu bicara lagi sama gadis itu. Jangan sampai dia benar-benar melaporkan mu ke polisi. Aku lebih senang melihatmu berakhir di depan penghulu dari pada di penjara." Andrian terkekeh dan berlalu.

Albie menghela nafas, tapi bukan kelegaan. Ia berjalan mendekat brankar tempat Qistina berbaring. Mata nya menatap tajam pada gadis yang juga tidak mau kalah.

"Biar jelas, kamu harus ikut tes keperawanan!"

*

*

*

~Apa yang akan terjadi selanjutnya?

~Penasaran sama hasil tesnya?

~Ikuti terus cerita ini, jangan lupa like,koment dan Subscribe ya!

~Salam hangat dari Penulis🤍

Terpopuler

Comments

MARDONI

MARDONI

Aku bacanya ikut deg-degan dan campur aduk rasanya 😭 Qistina tuh kasihan banget, dari panik lihat darah sampai hampir ambruk, untung ada Albie yang sigap nangkep dia. Suasana IGD kerasa tegang tapi real, pas Dokter Adrian mulai periksa tuh jantung ikut nunggu hasilnya.

Lega banget waktu tahu Qistina cuma kram menstruasi, tapi tetap aja bikin hati nyesek karena dia jelas lagi nggak baik-baik aja 😢

2026-01-24

1

PrettyDuck

PrettyDuck

kalo selaput daranya robek karena dia suka main sepeda gimanaa? mau tetep kamu nikahin 👀

2026-02-06

0

sleepyhead

sleepyhead

Dont worry babe, Ini efek dr alkohol karena alkohol bs mempengaruhi jumlah darah menstruasi.
konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen, yang bs menyebabkan pertumbuhan lapisan rahim yang lebih tebal, sehingga darah menstruasi menjadi lebih banyak.
selain itu, alkohol juga bisa melebarkan pembuluh darah, membuat darah mengalir lebih bebas dan meningkatkan jumlah darah menstruasi ...
😁😁

2026-01-06

1

lihat semua
Episodes
1 Kesepakatan
2 Antara Cinta dan Ambisi
3 Patah Hati Yang Sama
4 Prasangka
5 Kamu Harus Tes...!
6 Hasil Tes
7 Keputusan Final
8 Tatapan Sinis
9 Status Sarat Makna
10 Trauma Mayor 1
11 Trauma Mayor 2
12 Trauma Mayor 3
13 Pengasuh 1
14 Pengasuh 2
15 Pengasuh 3
16 Perdarahan Subdural
17 Panggilan Mama
18 Afirmasi Positif
19 Mengenal 1
20 Mengenal 2
21 Bonus Satu Bulan
22 Eutanasia
23 Friend Zone 1
24 Friend Zone 2
25 Friend Zone 3
26 Tak lagi takut
27 Bukan tujuan akhir
28 Awal kekacauan
29 Perihal Jodoh
30 Cinta bisa di adjust, apa iya?
31 Perjalanan 1
32 Perjalanan 2
33 Perjalanan 3
34 Perjalanan 4
35 Perjalanan 5
36 Perjalanan 6
37 Perjalanan 7
38 Perjalanan 8
39 Perjalanan 9
40 Perjalanan 10
41 Video berdurasi 35 detik
42 Perjalanan 11
43 Perjalanan 12
44 Perjalanan 13
45 Perjalanan 14
46 Perjalanan 15
47 Perjalanan 16
48 Perjalanan 17
49 Perjalanan 18
50 Perjalanan 19
51 Perjalanan 20
52 Perjalanan 21
53 Perjalanan 22
54 Perjalanan 23
55 Perjalanan 24
56 Perjalanan 25
57 Perjalanan 26
58 Perjalanan 27
59 Perjalanan 28
60 Perjalanan 29
61 Perjalanan 30
62 Perjalanan 31
63 Perjalanan 32
64 Perjalanan 33
65 Perjalanan 34
66 Perjalanan 35
67 Perjalanan 36
68 Perjalanan 37
69 Perjalanan 38
70 Perjalanan 39
71 Perjalanan 40
72 Perjalanan 41
73 Perjalanan 42
74 Perjalanan 43
75 Perjalanan 44
76 Perjalanan 45
77 Perjalanan 46
78 Perjalanan 47
79 Perjalanan 48
80 Perjalanan 49
81 Perjalanan 50
82 Perjalanan 51
83 Perjalanan 52
84 Perjalanan 53
85 Perjalanan 54
86 Perjalanan 55
87 Perjalanan 56
88 Perjalanan 57
89 Perjalanan 58
90 Perjalanan 59
91 Perjalanan 60
92 Perjalanan 61
93 Perjalanan 62
94 Perjalanan 63
95 Perjalanan 64
96 Perjalanan 65
97 Perjalanan 66
98 Perjalanan 67
99 Perjalanan 68
100 Perjalanan 69
101 Perjalanan 70
102 Perjalanan 71
103 Perjalanan 72
104 Perjalanan 73
105 Perjalanan 74
106 Perjalanan 75
107 Perjalan 76
108 Perjalanan 77
109 Rumah Tangga 1
110 Rumah Tangga 2
111 Rumah Tangga 3
112 Rumah Tangga 4
113 Rumah Tangga 5
114 Rumah Tangga 6
115 Rumah Tangga 7
116 Rumah Tangga 8
117 Rumah Tangga 9
118 Rumah Tangga 10
119 Rumah Tangga 11
120 Rumah Tangga 12
121 Rumah Tangga 13
122 Rumah Tangga 14
123 Rumah Tangga 15
124 Rumah Tangga 16
125 Rumah Tangga 17
126 Rumah Tangga 18
127 Rumah Tangga 19
128 Rumah Tangga 20
129 Rumah Tangga 21
130 Rumah Tangga 22
131 Rumah tangga 23
132 Rumah Tangga 24
133 Rumah Tangga 24
134 Rumah Tangga 25
135 Rumah Tangga 26
136 Rumah Tangga 27
137 Rumah Tangga 28
138 Rumah Tangga 29
139 Rumah Tangga 30
140 Rumah Tangga 31
141 Rumah Tangga 32
142 Rumah Tangga 33
143 Rumah Tangga 34
144 Rumah Tangga 35
145 Rumah Tangga 36
146 Rumah Tangga 37
147 Rumah Tangga 38
148 Badai Rumah Tangga 1
149 Badai Rumah Tangga 2
150 Badai Rumah Tangga 3
151 Badai Rumah Tangga 4
152 Badai Rumah Tangga 5
153 Badai Rumah Tangga 6
154 Badai Rumah Tangga 7
155 Badai Rumah Tangga 8
156 Badai Rumah Tangga 10
157 Badai Rumah Tangga 11
158 Badai Rumah Tangga 12
159 Badai Rumah Tangga 13
160 Badai Rumah Tangga 14
161 Badai Rumah Tangga 15
162 Love is Journey
163 Pengumuman Part Lanjutan
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Kesepakatan
2
Antara Cinta dan Ambisi
3
Patah Hati Yang Sama
4
Prasangka
5
Kamu Harus Tes...!
6
Hasil Tes
7
Keputusan Final
8
Tatapan Sinis
9
Status Sarat Makna
10
Trauma Mayor 1
11
Trauma Mayor 2
12
Trauma Mayor 3
13
Pengasuh 1
14
Pengasuh 2
15
Pengasuh 3
16
Perdarahan Subdural
17
Panggilan Mama
18
Afirmasi Positif
19
Mengenal 1
20
Mengenal 2
21
Bonus Satu Bulan
22
Eutanasia
23
Friend Zone 1
24
Friend Zone 2
25
Friend Zone 3
26
Tak lagi takut
27
Bukan tujuan akhir
28
Awal kekacauan
29
Perihal Jodoh
30
Cinta bisa di adjust, apa iya?
31
Perjalanan 1
32
Perjalanan 2
33
Perjalanan 3
34
Perjalanan 4
35
Perjalanan 5
36
Perjalanan 6
37
Perjalanan 7
38
Perjalanan 8
39
Perjalanan 9
40
Perjalanan 10
41
Video berdurasi 35 detik
42
Perjalanan 11
43
Perjalanan 12
44
Perjalanan 13
45
Perjalanan 14
46
Perjalanan 15
47
Perjalanan 16
48
Perjalanan 17
49
Perjalanan 18
50
Perjalanan 19
51
Perjalanan 20
52
Perjalanan 21
53
Perjalanan 22
54
Perjalanan 23
55
Perjalanan 24
56
Perjalanan 25
57
Perjalanan 26
58
Perjalanan 27
59
Perjalanan 28
60
Perjalanan 29
61
Perjalanan 30
62
Perjalanan 31
63
Perjalanan 32
64
Perjalanan 33
65
Perjalanan 34
66
Perjalanan 35
67
Perjalanan 36
68
Perjalanan 37
69
Perjalanan 38
70
Perjalanan 39
71
Perjalanan 40
72
Perjalanan 41
73
Perjalanan 42
74
Perjalanan 43
75
Perjalanan 44
76
Perjalanan 45
77
Perjalanan 46
78
Perjalanan 47
79
Perjalanan 48
80
Perjalanan 49
81
Perjalanan 50
82
Perjalanan 51
83
Perjalanan 52
84
Perjalanan 53
85
Perjalanan 54
86
Perjalanan 55
87
Perjalanan 56
88
Perjalanan 57
89
Perjalanan 58
90
Perjalanan 59
91
Perjalanan 60
92
Perjalanan 61
93
Perjalanan 62
94
Perjalanan 63
95
Perjalanan 64
96
Perjalanan 65
97
Perjalanan 66
98
Perjalanan 67
99
Perjalanan 68
100
Perjalanan 69
101
Perjalanan 70
102
Perjalanan 71
103
Perjalanan 72
104
Perjalanan 73
105
Perjalanan 74
106
Perjalanan 75
107
Perjalan 76
108
Perjalanan 77
109
Rumah Tangga 1
110
Rumah Tangga 2
111
Rumah Tangga 3
112
Rumah Tangga 4
113
Rumah Tangga 5
114
Rumah Tangga 6
115
Rumah Tangga 7
116
Rumah Tangga 8
117
Rumah Tangga 9
118
Rumah Tangga 10
119
Rumah Tangga 11
120
Rumah Tangga 12
121
Rumah Tangga 13
122
Rumah Tangga 14
123
Rumah Tangga 15
124
Rumah Tangga 16
125
Rumah Tangga 17
126
Rumah Tangga 18
127
Rumah Tangga 19
128
Rumah Tangga 20
129
Rumah Tangga 21
130
Rumah Tangga 22
131
Rumah tangga 23
132
Rumah Tangga 24
133
Rumah Tangga 24
134
Rumah Tangga 25
135
Rumah Tangga 26
136
Rumah Tangga 27
137
Rumah Tangga 28
138
Rumah Tangga 29
139
Rumah Tangga 30
140
Rumah Tangga 31
141
Rumah Tangga 32
142
Rumah Tangga 33
143
Rumah Tangga 34
144
Rumah Tangga 35
145
Rumah Tangga 36
146
Rumah Tangga 37
147
Rumah Tangga 38
148
Badai Rumah Tangga 1
149
Badai Rumah Tangga 2
150
Badai Rumah Tangga 3
151
Badai Rumah Tangga 4
152
Badai Rumah Tangga 5
153
Badai Rumah Tangga 6
154
Badai Rumah Tangga 7
155
Badai Rumah Tangga 8
156
Badai Rumah Tangga 10
157
Badai Rumah Tangga 11
158
Badai Rumah Tangga 12
159
Badai Rumah Tangga 13
160
Badai Rumah Tangga 14
161
Badai Rumah Tangga 15
162
Love is Journey
163
Pengumuman Part Lanjutan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!