Prasangka

*

*

Albie menggeser tubuhnya, lalu kembali diam. Posisi itu tetap saja tak membuatnya nyaman. Siapa juga yang akan nyaman jika tidur dengan tubuh masih terbungkus setelan jas yang rapi dan kaku.

Dengan mata setengah terpejam, ia menghela napas pelan. Kantuk menariknya turun, tapi rasa tak nyaman memaksanya bergerak. Perlahan, satu per satu kancing jasnya ia lepaskan, disusul kemeja. Sebelum akhirnya tergeletak sembarang di bawah ranjang.

Ia menarik selimut ke atas, berniat menutup tubuhnya dan memaksa diri tenggelam dalam tidur. Namun gerakannya terhenti. Selimut itu tak bisa bergerak lebih jauh, seolah ada sesuatu yang menahannya.

Albie tetap berusaha menarik selimut itu tanpa berniat melihat apa yang menahannya. Kakinya ikut bergerak, mendorong sesuatu hingga terdengar suara tubuh jatuh dari ranjang.

“Brugh!"

"Awwww!"

Teriakan singkat memecah keheningan kamar.

Albie sama sekali tak membuka mata. Ia hanya menarik selimut lebih rapat, memunggungi suara protes yang datang dari bawah, lalu kembali tenggelam dalam tidurnya—seolah tak terjadi apa pun.

Tubuh yang terjatuh itu adalah tubuh milik Qistina, sama halnya dengan Albie, gadis itu tidak membuka matanya sama sekali. Dia hanya bangkit lalu menjatuhkan lagi tubuhnya di kasur, menarik selimut lalu membalas tendangan yang sama pada tubuh Albie yang terlelap di sampingnya.

"Zifa, geser!!!"

Tubuh Albie hanya bergerak sebentar, lalu kembali larut dalam kantuk tak peduli dengan suara yang salah menyebut namanya.

***

Bunyi alarm memekik tajam, merobek sunyi kamar dan menarik Albie keluar dari tidurnya. Matanya terbuka setengah, rahangnya mengeras, lalu tangannya menyapu meja di samping ranjang hingga suara itu terhenti. Hening kembali, tapi rasa kantuknya sudah keburu tercerabut.

Alarm itu belum sempat berbunyi untuk kedua kalinya ketika tangan Albie sudah bergerak. Satu sapuan keras menghantam meja di samping ranjang, memaksa suara memekik itu mati seketika. Albie bangkit setengah duduk, napasnya pendek, rahangnya mengeras.

"Sejak kapan ada alarm sekeras ini menggangu tidurku!"

Albie benci diganggu, apalagi oleh sesuatu yang merusak waktu tidurnya. Tapi tunggu, sejak kapan ponsel Albie ada setelan Alarm?

Ia menoleh ke samping, tubuh yang terbalut selimut itu hanya terlihat ujung kepalanya saja–dengan posisi wajah terbenam selimut ke samping posisi membelakangi.

"Naufal, bangun!" Abie sedikit berteriak.

Tubuh itu masih tak bergeming, masih lelap dalam tidurnya.

Albie yang merasa kesal karna tidurnya terganggu oleh bunyi alarm sedang pemiliknya tidur dengan tenang tentu tidak terima. Ia menepuk kaki yang terbungkus selimut itu sengaja lebih keras.

"Bangun! Woi!"

Tubuh itu baru bereaksi, menggeliat sedikit. "Berisik, Zifa. Aku masih ngantuk!" lalu kembali mencoba terlelap lagi. 'Tapi, sebentar suara tadi? Suara laki-laki. Ah... mungkin mimpi.'

Menit berikutnya dua orang yang sama-sama sudah tersadar dengan apa yang terjadi, membuka mata mereka lebih lebar lagi. "Apa?"

Tubuh milik Qistina yang tadi masih nyaman di bawah selimut serta merta bangkit. Duduk di ranjang dengan tangan meremas ujung selimut. Demi melihat sosok laki-laki bertelanjang dada di pinggir ranjang, Qistina mengumpulkan tenaga...

"Keluar!!!!" memekik kencang.

Albie yang tak kalah terkejutnya menatap tajam ke arah gadis itu. Siapa?

"Tunggu, kamu siapa? Kenapa kamu ada di kamar ku?"

Mendengar pertanyaan laki-laki di depannya itu, Qistina memutar bola matanya. 'Aku di mana?'

Tapi Qistina memiliki prasangka yang buruk pada laki-laki itu. Cepat ia memperhatikan tubuhnya, masih lengkap. Bajunya tidak ada yang terlepas satu pun. Tapi, tetap saja dia curiga.

"Kamu culik aku ya? Dasar penculik! jangan kira aku takut sama kamu ya!"

Albie yang di tuduh begitu tidak tinggal diam, ia berdiri mengacungkan telunjuknya nya tepat di depan Qistina.

"Kamu diam!"

"Siapa yang mau culik kamu, jangan sembarangan menuduh ya. Lagi pula ini kamarku, kamu yang tiba-tiba ada di sini. Dan malah teriak mengusir aku. Seharusnya aku yang nyuruh kamu pergi!"

Qistina terdiam, mencoba berfikir dan mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Tapi rasa sakit di perutnya membuatnya berhenti. Rasanya sangat menyiksa.

Qistina bergeser pelan di atas ranjang. Dahi­nya berkerut, napasnya tertahan sesaat sebelum ia menghembuskannya perlahan. Tangannya menyelusup ke bawah selimut, menekan perutnya dengan gerakan refleks.

Rasa hangat dari alkohol semalam yang sempat membuat kepalanya ringan kini berubah jadi denyut tumpul, datang berombak. Ia menarik lutut sedikit mendekat ke tubuh, mencoba mencari posisi yang lebih ramah.

Perutnya kembali berkontraksi. Kali ini lebih tajam.

Qistina memejamkan mata, menggigit bibir, lalu menarik napas panjang—menunggu sensasi itu mereda. Di tenggorokannya masih tertinggal rasa pahit, sementara tubuhnya terasa lebih lemah dari biasanya.

Ia diam, menahan, berharap waktu bergerak lebih cepat dari rasa sakit itu.

"Heh! jawab siapa kamu?"

Abie yang sejak tadi tidak terima karna di nilai sebagai penjahat pada situasi yang masih tidak ia mengerti, tidak berniat sama sekali untuk bersikap ramah.

Qistina mencoba bangkit, namun gerakannya terhenti di tengah jalan. Dunia di sekelilingnya terasa miring, seolah lantai tak lagi berada di tempat yang semestinya. Ia menahan napas, telapak tangannya menekan kasur, mencari keseimbangan yang tak kunjung datang.

Pandangan­nya mengabur.

Suara di sekitarnya meredup, berganti dengung rendah yang menusuk telinga. Tubuhnya kehilangan tenaga sedikit demi sedikit. Jari-jarinya melemah, genggamannya terlepas.

Ia sempat mengerjap sekali—lalu tubuhnya ambruk kembali ke kasur.

Diam.

Napasnya masih ada, tipis namun teratur. Hanya wajahnya kini pucat, dan tubuhnya tak lagi memberi respons.

"Hey, jangan pura-pura kamu. Cepat bangun!"

Albie mengira gadis itu mencari-cari cara untuk mengelabuinya. 'Enak saja, dia yang salah malah menuduhku sebagai penjahatnya.'

Albie membeku sepersekian detik, lalu bergerak.'Tapi tidak ada respon, apa dia beneran pingsan?'

Dua jarinya menekan pergelangan tangan gadis itu—ringkas, terlatih. Ia menunduk, mengamati napas yang naik turun tak stabil, warna kulit yang memudar.

Ia memiringkan tubuh itu sedikit, memastikan jalan napas terbuka. Telapak tangannya menepuk pipi.

"Hey."

Sunyi.

"Dia beneran pingsan, ah... merepotkan saja. Siapa sebenarnya cewek ini!"

Meski Albie masih merasa kesal oleh tuduhan yang terlempar padanya tadi, tapi naluri tetap menuntunnya untuk memberi bantuan pada gadis yang sekarang terlihat tidak berdaya itu.

Albie meraih kemejanya yang tergeletak di bawah ranjang sembarangan. Gerakannya cepat tak ada waktu untuk memastikan penampilannya terlihat oke atau tidak.

Albie tidak menunggu lebih lama.

Ia meraih jasnya, menyampirkannya ke bahu gadis itu, lalu mengangkat tubuh Qistina dengan gerakan pasti.Langkahnya panjang dan stabil saat keluar kamar, rahangnya mengeras menunjukkan bahwa situasinya bukan suatu yang main-main.

Pintu mobil tertutup, mesin menyala tanpa jeda. Lampu kota berkelebat di kaca, sementara pikirannya sudah lebih dulu tiba di ruang gawat darurat.

Albie melirik sekilas ke kursi sebelah—napas masih ada, tapi tak sepenuhnya meyakinkan.

Ia menekan pedal gas sedikit lebih dalam.

*

*

*

~Salam hangat dari Penulis🤍

Terpopuler

Comments

-Thiea-

-Thiea-

si Naufal emang rada-rada ya. si albi bakal jadi nikah apa nggak ini. 😅

2026-02-12

0

SarSari_

SarSari_

Bukan pura-pura WOY 😭 kalau pura-pura gak bakal sampe napasnya kacau gitu. gimna sih, Untung cepet ngeh kamu bi...hiih gemes deh🤭

2026-02-07

0

☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴

☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴

Sama, aku juga kalau tidur diganggu, bangun mungkin udah jadi setan. 🤣🤣🤣 jadi mending nunggu bangun aja, daripada kena ulti

2026-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kesepakatan
2 Antara Cinta dan Ambisi
3 Patah Hati Yang Sama
4 Prasangka
5 Kamu Harus Tes...!
6 Hasil Tes
7 Keputusan Final
8 Tatapan Sinis
9 Status Sarat Makna
10 Trauma Mayor 1
11 Trauma Mayor 2
12 Trauma Mayor 3
13 Pengasuh 1
14 Pengasuh 2
15 Pengasuh 3
16 Perdarahan Subdural
17 Panggilan Mama
18 Afirmasi Positif
19 Mengenal 1
20 Mengenal 2
21 Bonus Satu Bulan
22 Eutanasia
23 Friend Zone 1
24 Friend Zone 2
25 Friend Zone 3
26 Tak lagi takut
27 Bukan tujuan akhir
28 Awal kekacauan
29 Perihal Jodoh
30 Cinta bisa di adjust, apa iya?
31 Perjalanan 1
32 Perjalanan 2
33 Perjalanan 3
34 Perjalanan 4
35 Perjalanan 5
36 Perjalanan 6
37 Perjalanan 7
38 Perjalanan 8
39 Perjalanan 9
40 Perjalanan 10
41 Video berdurasi 35 detik
42 Perjalanan 11
43 Perjalanan 12
44 Perjalanan 13
45 Perjalanan 14
46 Perjalanan 15
47 Perjalanan 16
48 Perjalanan 17
49 Perjalanan 18
50 Perjalanan 19
51 Perjalanan 20
52 Perjalanan 21
53 Perjalanan 22
54 Perjalanan 23
55 Perjalanan 24
56 Perjalanan 25
57 Perjalanan 26
58 Perjalanan 27
59 Perjalanan 28
60 Perjalanan 29
61 Perjalanan 30
62 Perjalanan 31
63 Perjalanan 32
64 Perjalanan 33
65 Perjalanan 34
66 Perjalanan 35
67 Perjalanan 36
68 Perjalanan 37
69 Perjalanan 38
70 Perjalanan 39
71 Perjalanan 40
72 Perjalanan 41
73 Perjalanan 42
74 Perjalanan 43
75 Perjalanan 44
76 Perjalanan 45
77 Perjalanan 46
78 Perjalanan 47
79 Perjalanan 48
80 Perjalanan 49
81 Perjalanan 50
82 Perjalanan 51
83 Perjalanan 52
84 Perjalanan 53
85 Perjalanan 54
86 Perjalanan 55
87 Perjalanan 56
88 Perjalanan 57
89 Perjalanan 58
90 Perjalanan 59
91 Perjalanan 60
92 Perjalanan 61
93 Perjalanan 62
94 Perjalanan 63
95 Perjalanan 64
96 Perjalanan 65
97 Perjalanan 66
98 Perjalanan 67
99 Perjalanan 68
100 Perjalanan 69
101 Perjalanan 70
102 Perjalanan 71
103 Perjalanan 72
104 Perjalanan 73
105 Perjalanan 74
106 Perjalanan 75
107 Perjalan 76
108 Perjalanan 77
109 Rumah Tangga 1
110 Rumah Tangga 2
111 Rumah Tangga 3
112 Rumah Tangga 4
113 Rumah Tangga 5
114 Rumah Tangga 6
115 Rumah Tangga 7
116 Rumah Tangga 8
117 Rumah Tangga 9
118 Rumah Tangga 10
119 Rumah Tangga 11
120 Rumah Tangga 12
121 Rumah Tangga 13
122 Rumah Tangga 14
123 Rumah Tangga 15
124 Rumah Tangga 16
125 Rumah Tangga 17
126 Rumah Tangga 18
127 Rumah Tangga 19
128 Rumah Tangga 20
129 Rumah Tangga 21
130 Rumah Tangga 22
131 Rumah tangga 23
132 Rumah Tangga 24
133 Rumah Tangga 24
134 Rumah Tangga 25
135 Rumah Tangga 26
136 Rumah Tangga 27
137 Rumah Tangga 28
138 Rumah Tangga 29
139 Rumah Tangga 30
140 Rumah Tangga 31
141 Rumah Tangga 32
142 Rumah Tangga 33
143 Rumah Tangga 34
144 Rumah Tangga 35
145 Rumah Tangga 36
146 Rumah Tangga 37
147 Rumah Tangga 38
148 Badai Rumah Tangga 1
149 Badai Rumah Tangga 2
150 Badai Rumah Tangga 3
151 Badai Rumah Tangga 4
152 Badai Rumah Tangga 5
153 Badai Rumah Tangga 6
154 Badai Rumah Tangga 7
155 Badai Rumah Tangga 8
156 Badai Rumah Tangga 10
157 Badai Rumah Tangga 11
158 Badai Rumah Tangga 12
159 Badai Rumah Tangga 13
160 Badai Rumah Tangga 14
161 Badai Rumah Tangga 15
162 Love is Journey
163 Pengumuman Part Lanjutan
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Kesepakatan
2
Antara Cinta dan Ambisi
3
Patah Hati Yang Sama
4
Prasangka
5
Kamu Harus Tes...!
6
Hasil Tes
7
Keputusan Final
8
Tatapan Sinis
9
Status Sarat Makna
10
Trauma Mayor 1
11
Trauma Mayor 2
12
Trauma Mayor 3
13
Pengasuh 1
14
Pengasuh 2
15
Pengasuh 3
16
Perdarahan Subdural
17
Panggilan Mama
18
Afirmasi Positif
19
Mengenal 1
20
Mengenal 2
21
Bonus Satu Bulan
22
Eutanasia
23
Friend Zone 1
24
Friend Zone 2
25
Friend Zone 3
26
Tak lagi takut
27
Bukan tujuan akhir
28
Awal kekacauan
29
Perihal Jodoh
30
Cinta bisa di adjust, apa iya?
31
Perjalanan 1
32
Perjalanan 2
33
Perjalanan 3
34
Perjalanan 4
35
Perjalanan 5
36
Perjalanan 6
37
Perjalanan 7
38
Perjalanan 8
39
Perjalanan 9
40
Perjalanan 10
41
Video berdurasi 35 detik
42
Perjalanan 11
43
Perjalanan 12
44
Perjalanan 13
45
Perjalanan 14
46
Perjalanan 15
47
Perjalanan 16
48
Perjalanan 17
49
Perjalanan 18
50
Perjalanan 19
51
Perjalanan 20
52
Perjalanan 21
53
Perjalanan 22
54
Perjalanan 23
55
Perjalanan 24
56
Perjalanan 25
57
Perjalanan 26
58
Perjalanan 27
59
Perjalanan 28
60
Perjalanan 29
61
Perjalanan 30
62
Perjalanan 31
63
Perjalanan 32
64
Perjalanan 33
65
Perjalanan 34
66
Perjalanan 35
67
Perjalanan 36
68
Perjalanan 37
69
Perjalanan 38
70
Perjalanan 39
71
Perjalanan 40
72
Perjalanan 41
73
Perjalanan 42
74
Perjalanan 43
75
Perjalanan 44
76
Perjalanan 45
77
Perjalanan 46
78
Perjalanan 47
79
Perjalanan 48
80
Perjalanan 49
81
Perjalanan 50
82
Perjalanan 51
83
Perjalanan 52
84
Perjalanan 53
85
Perjalanan 54
86
Perjalanan 55
87
Perjalanan 56
88
Perjalanan 57
89
Perjalanan 58
90
Perjalanan 59
91
Perjalanan 60
92
Perjalanan 61
93
Perjalanan 62
94
Perjalanan 63
95
Perjalanan 64
96
Perjalanan 65
97
Perjalanan 66
98
Perjalanan 67
99
Perjalanan 68
100
Perjalanan 69
101
Perjalanan 70
102
Perjalanan 71
103
Perjalanan 72
104
Perjalanan 73
105
Perjalanan 74
106
Perjalanan 75
107
Perjalan 76
108
Perjalanan 77
109
Rumah Tangga 1
110
Rumah Tangga 2
111
Rumah Tangga 3
112
Rumah Tangga 4
113
Rumah Tangga 5
114
Rumah Tangga 6
115
Rumah Tangga 7
116
Rumah Tangga 8
117
Rumah Tangga 9
118
Rumah Tangga 10
119
Rumah Tangga 11
120
Rumah Tangga 12
121
Rumah Tangga 13
122
Rumah Tangga 14
123
Rumah Tangga 15
124
Rumah Tangga 16
125
Rumah Tangga 17
126
Rumah Tangga 18
127
Rumah Tangga 19
128
Rumah Tangga 20
129
Rumah Tangga 21
130
Rumah Tangga 22
131
Rumah tangga 23
132
Rumah Tangga 24
133
Rumah Tangga 24
134
Rumah Tangga 25
135
Rumah Tangga 26
136
Rumah Tangga 27
137
Rumah Tangga 28
138
Rumah Tangga 29
139
Rumah Tangga 30
140
Rumah Tangga 31
141
Rumah Tangga 32
142
Rumah Tangga 33
143
Rumah Tangga 34
144
Rumah Tangga 35
145
Rumah Tangga 36
146
Rumah Tangga 37
147
Rumah Tangga 38
148
Badai Rumah Tangga 1
149
Badai Rumah Tangga 2
150
Badai Rumah Tangga 3
151
Badai Rumah Tangga 4
152
Badai Rumah Tangga 5
153
Badai Rumah Tangga 6
154
Badai Rumah Tangga 7
155
Badai Rumah Tangga 8
156
Badai Rumah Tangga 10
157
Badai Rumah Tangga 11
158
Badai Rumah Tangga 12
159
Badai Rumah Tangga 13
160
Badai Rumah Tangga 14
161
Badai Rumah Tangga 15
162
Love is Journey
163
Pengumuman Part Lanjutan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!