Bab 2. mencari mayat

Setelah melalui perundingan yang di rancang cukup matang maka mereka memilih untuk memakai para penyelam saja mendatangi Tanjung sembilan, sebab ini juga hari terakhir para tim SAR mencari keberadaan Maya dan bila tidak ketemu hari ini maka tidak akan pernah dicari lagi dan kemungkinan besar jenazah Maya akan habis di makan oleh para ikan.

Orang tua Maya bisa dikatakan adalah orang yang berpunya sehingga mereka tidak keberatan untuk membayar para penyelam yang mencari keberadaan Maya di Tanjung sembilan itu, sebab bila menunggu air surut juga tidak mungkin karena sejak beberapa hari yang lalu Tanjung sembilan tidak menampakkan pesisir sehingga tidak mungkin bisa Mereka melihat jenazah Maya di sana.

Mau tidak mau maka mereka harus memakai penyelam untuk mencari keberadaan Maya di Tanjung sembilan itu karena kecurigaan para warga sudah mengarah pada Tanjung sembilan, sebab selama ini bila ada orang yang hilang maka mereka di temukan di sana dan dalam keadaan sudah mengembung.

Akibat banyak penemuan mayat di tempat itu maka Tanjung sembilan menjadi tempat yang sangat angker dan banyak orang yang tidak berani untuk mendatangi tempat tersebut, ini saja para penyelam harus dibayar mahal karena mereka tahu menyelam di Tanjung sembilan adalah taruhan nyawa bila nasib sedang tidak baik-baik saja.

Ria harus berusaha keras untuk mencari para penyelam yang mau dan menawarkan harga yang cukup lumayan untuk satu orang saja dan kemungkinan sampai membutuhkan lima orang agar segera di temukan keberadaan Maya, kalau nanti pada akhirnya ketemu dan hanya sebuah mayat saja namun tetap Ria harus menemukan mayat sang adik.

Mereka hanya tinggal berdua saja karena orang tua sudah meninggal dan sekarang malah Maya menghilang karena kemungkinan besar tercebur ketika sedang main di pinggir sungai, jadi semua para warga bisa membayangkan bagaimana sedih dan juga hancurnya perasaan Ria karena harus kehilangan keluarga yang selama ini dia punya di kampung ini.

"Gimana, apa sudah cukup orang nya?" Pak RT bertanya kepada Amir yang sibuk mencari orang.

"Cuma ketemu tiga saja dan sebagian sudah menolak karena mereka tidak berani bila harus masuk dalam Tanjung sembilan." Amir menjawab dengan raut wajah bingung.

"Ya Allah mereka semua pasti takut karena Tanjung sembilan memang sangat angker." Pak RT paham dengan perasaan semua orang.

"Saya akan bayar satu orang satu juta, tapi tolong lah bantu saya." Ria menangis pilu.

"Masalah nya bukan hanya di uang itu saja tapi kami juga harus menghadapi resiko bila nanti menyelam di dasar sungai itu." jawab Tamrin.

"Aku akan membantu." Nolan maju karena dia juga kasihan melihat tetangga yang sibuk karena mencari keberadaan sang adik.

"Alhamdulilah ada tambahan tenaga dan semoga Maya memang bisa segera di temukan." harap Pak RT dengan perasaan begitu senang.

"Oh cah ganteng ini pinter menang, semoga bisa ketemu sama Maya." Bu Ita menepuk pundak Nolan.

Nolan hanya tersenyum sekilas karena dia agak malu juga bila di puji secara langsung seperti itu di hadapan orang banyak, adik dari wanita yang sangat kondang di desa ini akhirnya mau turun tangan membantu para warga yang sedang kesusahan karena mayat dari seorang gadis belum juga ditemukan sampai saat ini.

"Hati hati ya Bang Nolan." Sinta menatap Nolan dengan pandangan penuh cinta.

"Ya." Nolan hanya mengangguk sekilas karena dia tidak ingin memberi perhatian kepada para gadis.

"Sebelum nya aku ucapkan terima kasih karena Mas Nolan mau membantu saya untuk mencari Maya, tolong temukan Maya di sana ya." Ria mengusap air mata yang meluncur di pipi.

Nolan hanya mengangguk dan kemudian dia bersama dengan para penyelam lain segera naik speed boat untuk menuju Tanjung sembilan, nanti setelah tiba di sana maka mereka akan langsung terjun ke dalam sungai itu dan mencari keberadaan Maya di dalam sungai itu dan tentu saja harus bertaruh dengan nyawa juga.

...****************...

"Purnama!"

"Apa?" Purnama yang sedang panen jagung jadi menoleh karena di panggil oleh seseorang.

"Kau tau tidak, Nolan membantu para warga yang sedang kesulitan." Samuel datang menyampaikan kabar tersebut.

"Sungguh? wah baguslah bila sekarang dia sudah mau agak terbuka kepada seluruh warga." Purnama juga ikut senang dengan perubahan sang adik.

Mereka sekeluarga bukan manusia biasa dan Nolan adalah anggota baru sehingga dia masih agak kaku bila bertemu dengan para manusia di desa ini, kalau Purnama sudah terbiasa karena memang sejak dulu dia berbaur dengan para manusia walau sempat ada niat untuk memakan para warga itu saat gejolak nafsu naik ke atas kepala.

"Maya anak yang hilang itu kan belum di temukan sampai sekarang dan mereka semua memutuskan untuk menyelam di Tanjung sembilan." Samuel kembali menjelaskan.

"Oh bagus lah kalau dia sudah mau membantu orang, dari pada terus aja sibuk lari ke sana kemari karena di kejar janda." Purnama juga ikut senang.

"Memang nya sampai sekarang mayat Maya belum ketemu juga?" Arya menoleh kepada Samuel.

Samuel menggeleng karena dia memang mengikuti sejak awal kasus yang terjadi di desa ini tentang hilang nya gadis bernama Maya, sebab sudah menjadi perbincangan hangat bagi seluruh warga desa Karena sekarang sudah mulai banyak orang yang menghilang begitu saja ketika ada di pinggir sungai.

"Semua orang curiga kalau Maya sebenarnya saat ini ada di Tanjung sembilan itu." cerita Samuel.

"Tanjung sembilan itu kan agak berbelok dan kemungkinan memang para mayat bisa sangkut di sana karena terbawa arus." Purnama masih berpikir selayaknya manusia.

"Kau tidak ada curiga kalau itu semua ulah dari seorang iblis?" Samuel menatap Purnama yang tetap asyik panen jagung.

"Enggak lah, tidak semua itu berhubungan dengan iblis jadi kau jangan terlalu larut dalam pikiran seperti itu lah." sahut Purnama lagi.

"Iya, kan bisa saja Maya kepleset ketika sedang ada di pinggir sungai dan kemungkinan dia tidak bisa berenang." Arya juga sepemikiran dengan Purnama.

"Oke lah kalau memang begitu, cuma aku takut saja bahwa di dalam air itu ada sesuatu yang menarik para manusia." ucap Samuel.

"Heh sudah lima orang yang tenggelam dan sebagian mereka memang di temukan di Tanjung sembilan itu, jadi wajar saja sih kalau agak curiga." Jalak juga muncul.

Purnama dan Arya hanya diam tidak memberikan reaksi atas ucapan dari siluman ular ungu ini karena mereka merasa itu masih adalah hal yang wajar, terutama Tanjung sembilan karena memang Tanjung itu berbelok sangat tajam sehingga kemungkinan besar para jenazah bisa saja tersangkut di sana karena juga banyak akar.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

ismi

ismi

apakah ria bakal cikal bikal jodohnya nolan😄😄

2025-12-31

3

Betri Betmawati

Betri Betmawati

kata nya orang tua Mayang orang berpunya Thor, TPI kok tba2 mereka cm tinggal berdua 🤔🤔

2026-01-02

1

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

aduh2 Abang Nolan sudah mulai unjuk gigi 🤭...Pur Ade bontot mu mulai beraksi loh 🤣...

2026-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Tanjung sembilan
2 Bab 2. mencari mayat
3 Bab 3. Mendapatkan Mayat
4 Bab 4. Nolan yang licik
5 Bab 5. Hilang lagi
6 Bab 6. Mencari Reza
7 Bab 7. Rambut misterius
8 Bab 8. Mendatangi Purnama
9 Bab 9. Masuk dalam air
10 Bab 10. Digo kewalahan
11 Bab 11. Tidak berani muncul
12 Bab 12. Lantai yang basah
13 Bab 13. Penampakan Ridwan
14 Bab 14. Ketakutan Alan
15 Bab 15. Purnama berkelana
16 Bab 16. Andini di goda
17 Bab 17. Korban lagi kah?
18 Bab 18. Menolong Alan
19 Bab 19. Kecebur sungai
20 Bab 20. Mengintip orang kencing
21 Bab 21. Berjuang dalam air
22 Bab 22. Bertemu hantu air
23 Bab 23. Pedang es hancur
24 Bab 24. Lirikan mata
25 Bab 25. Terluka
26 Bab 26. Mimpi buruk
27 Bab 27. Purnama tumbang
28 Bab 28. Mencari lagi
29 Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30 Bab 30. Meminta tolong
31 Bab 31. Agak panas
32 Bab 32. Bergosip pria tampan
33 Bab 33. Punya Ratu
34 Bab 34. Kontak batin
35 Bab 35. Brutal nya Arini
36 Bab 36. Membantai hantu air
37 Bab 37. Emosi yang menurun
38 Bab 38. Sinta menggatal
39 Bab 39. Menemukan akar aneh
40 Bab 40. Tubuh hantu air
41 Bab 41. Memberikan tinju
42 Bab 42. Saran Nolan
43 Bab 43. Menemui gadis sebelah
44 Bab 44. Melihat Ratu
45 Bab 45. kehabisan kelapa gading
46 Bab 46. Menemui Damera
47 Bab 47. Tiga saudara
48 Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49 Bab 49. Refleknya Nolan
50 Bab 50. Menebas leher
51 Bab 51. Andini vs hantu air
52 Bab 52. Julid pada Nolan
53 Bab 53. Menemani tiga saudara
54 Bab 54. Tiga ular
55 Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56 Bab 56. Hendra stres
57 Bab 57. Dapat satu lagi
58 Bab 58. Tipu daya Nolan
59 Bab 59. agak emosi
60 Bab 60. Dewa iblis hilang
61 Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62 Bab 62. Takut di perkosa
63 Bab 63. Sawah dua hektar
64 Bab 64. Melawan Andini
65 Bab 65. Protes nya Arya
66 Bab 66. Lobang jebakan
67 Bab 67. Akan bertarung
68 Bab 68. Suketi datang
69 Bab 69. Sesama kembang desa
70 Bab 70. Bertarung lagi
71 Bab 71. Arya vs Ratu
72 Bab 72. Menemukan Sinta
73 Bab 73. Keluar dari air
74 Bab 74. Masih ragu
75 Bab 75. Pemakaman Sofia
76 Bab 76. Penolakan Damera
77 Bab 77. Menemukan mayat Reza
78 Bab 78. Salah sangka
79 Bab 79. Saiyara maju
80 Bab 80. Amir lagi
81 Bab 81. Masuk rumah janda
82 Bab 82. Melempar kepada Arka
83 Bab 83. Membantai lagi
84 Bab 84. Tidak mau mengaku
85 Bab 85. Lembah kematian
86 Bab 86. Purnama kaget
87 Bab 87. Siksaan lagi
88 Bab 88. Membuka kerambah
89 Bab 89. Yoto hilang
90 Bab 90. Mencari Yoto
91 Bab 91. Semua turun tangan
92 Bab 92. Banyak mayat
93 Bab 93. Belum ketemu
94 Bab 94. Pohon gaharu
95 Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96 Bab 96. Burung yang mati
97 Bab 97. Masuk semua
98 Bab 98. Mulai terasa aneh.
99 Bab 99. Pertolongan Cakra
100 Bab 100. Cakra vs hantu air
101 Bab 101. Membawa kedalam lembah
102 Bab 102. Membawa mayat
103 Bab 103. menemukan Ratu
104 Bab 104. Bertempur
105 Bab 105. Laporan Arya
106 Bab 106. Pendekatan Nolan
107 Bab 107. Ratu vs Ratu
108 Bab 108. Racun otak
109 Bab 109. Mendapatkan
110 Bab 110. Masuk lembah
111 Bab 111. Hendra di ikat
112 Bab 112. Pendekatan Nolan
113 Bab 113. Perjuangan Rehan
114 Bab 114. Duo pendekar
115 Bab 115. Jatuh
116 Bab 116. Rundingan
117 Bab 117. Ujung desa
118 Bab 118. Hanya tipuan
119 Bab 119. Di tampar kucing hitam
120 Bab 120. Emosi Arifin
121 Bab 121. Menemukan Budi
122 Bab 122. Perpisahan
123 Bab 123. Menyiksa
124 Bab 124. Siksaan sadis
125 Bab 125. Bisa garang
126 Bab 126. Kopsah
127 Bab 127. Siksaan lagi
128 Bab 128. Obrolan santai
129 Bab 129. Member edan
130 Bab 130. Selesai
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1.Tanjung sembilan
2
Bab 2. mencari mayat
3
Bab 3. Mendapatkan Mayat
4
Bab 4. Nolan yang licik
5
Bab 5. Hilang lagi
6
Bab 6. Mencari Reza
7
Bab 7. Rambut misterius
8
Bab 8. Mendatangi Purnama
9
Bab 9. Masuk dalam air
10
Bab 10. Digo kewalahan
11
Bab 11. Tidak berani muncul
12
Bab 12. Lantai yang basah
13
Bab 13. Penampakan Ridwan
14
Bab 14. Ketakutan Alan
15
Bab 15. Purnama berkelana
16
Bab 16. Andini di goda
17
Bab 17. Korban lagi kah?
18
Bab 18. Menolong Alan
19
Bab 19. Kecebur sungai
20
Bab 20. Mengintip orang kencing
21
Bab 21. Berjuang dalam air
22
Bab 22. Bertemu hantu air
23
Bab 23. Pedang es hancur
24
Bab 24. Lirikan mata
25
Bab 25. Terluka
26
Bab 26. Mimpi buruk
27
Bab 27. Purnama tumbang
28
Bab 28. Mencari lagi
29
Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30
Bab 30. Meminta tolong
31
Bab 31. Agak panas
32
Bab 32. Bergosip pria tampan
33
Bab 33. Punya Ratu
34
Bab 34. Kontak batin
35
Bab 35. Brutal nya Arini
36
Bab 36. Membantai hantu air
37
Bab 37. Emosi yang menurun
38
Bab 38. Sinta menggatal
39
Bab 39. Menemukan akar aneh
40
Bab 40. Tubuh hantu air
41
Bab 41. Memberikan tinju
42
Bab 42. Saran Nolan
43
Bab 43. Menemui gadis sebelah
44
Bab 44. Melihat Ratu
45
Bab 45. kehabisan kelapa gading
46
Bab 46. Menemui Damera
47
Bab 47. Tiga saudara
48
Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49
Bab 49. Refleknya Nolan
50
Bab 50. Menebas leher
51
Bab 51. Andini vs hantu air
52
Bab 52. Julid pada Nolan
53
Bab 53. Menemani tiga saudara
54
Bab 54. Tiga ular
55
Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56
Bab 56. Hendra stres
57
Bab 57. Dapat satu lagi
58
Bab 58. Tipu daya Nolan
59
Bab 59. agak emosi
60
Bab 60. Dewa iblis hilang
61
Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62
Bab 62. Takut di perkosa
63
Bab 63. Sawah dua hektar
64
Bab 64. Melawan Andini
65
Bab 65. Protes nya Arya
66
Bab 66. Lobang jebakan
67
Bab 67. Akan bertarung
68
Bab 68. Suketi datang
69
Bab 69. Sesama kembang desa
70
Bab 70. Bertarung lagi
71
Bab 71. Arya vs Ratu
72
Bab 72. Menemukan Sinta
73
Bab 73. Keluar dari air
74
Bab 74. Masih ragu
75
Bab 75. Pemakaman Sofia
76
Bab 76. Penolakan Damera
77
Bab 77. Menemukan mayat Reza
78
Bab 78. Salah sangka
79
Bab 79. Saiyara maju
80
Bab 80. Amir lagi
81
Bab 81. Masuk rumah janda
82
Bab 82. Melempar kepada Arka
83
Bab 83. Membantai lagi
84
Bab 84. Tidak mau mengaku
85
Bab 85. Lembah kematian
86
Bab 86. Purnama kaget
87
Bab 87. Siksaan lagi
88
Bab 88. Membuka kerambah
89
Bab 89. Yoto hilang
90
Bab 90. Mencari Yoto
91
Bab 91. Semua turun tangan
92
Bab 92. Banyak mayat
93
Bab 93. Belum ketemu
94
Bab 94. Pohon gaharu
95
Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96
Bab 96. Burung yang mati
97
Bab 97. Masuk semua
98
Bab 98. Mulai terasa aneh.
99
Bab 99. Pertolongan Cakra
100
Bab 100. Cakra vs hantu air
101
Bab 101. Membawa kedalam lembah
102
Bab 102. Membawa mayat
103
Bab 103. menemukan Ratu
104
Bab 104. Bertempur
105
Bab 105. Laporan Arya
106
Bab 106. Pendekatan Nolan
107
Bab 107. Ratu vs Ratu
108
Bab 108. Racun otak
109
Bab 109. Mendapatkan
110
Bab 110. Masuk lembah
111
Bab 111. Hendra di ikat
112
Bab 112. Pendekatan Nolan
113
Bab 113. Perjuangan Rehan
114
Bab 114. Duo pendekar
115
Bab 115. Jatuh
116
Bab 116. Rundingan
117
Bab 117. Ujung desa
118
Bab 118. Hanya tipuan
119
Bab 119. Di tampar kucing hitam
120
Bab 120. Emosi Arifin
121
Bab 121. Menemukan Budi
122
Bab 122. Perpisahan
123
Bab 123. Menyiksa
124
Bab 124. Siksaan sadis
125
Bab 125. Bisa garang
126
Bab 126. Kopsah
127
Bab 127. Siksaan lagi
128
Bab 128. Obrolan santai
129
Bab 129. Member edan
130
Bab 130. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!