Bab 4. Nolan yang licik

Duka besar menyelimuti rumah Ria setelah mayat Maya di temukan oleh orang orang sini karena mereka memang langsung menuju Tanjung sembilan yang selama ini jadi pangkalan, terbukti Maya memang di temukan di sana dalam keadaan yang sangat memilukan sekali karena seluruh tubuh sudah membengkak dan ada jari tangan yang hilang.

Bagian hidung juga hanya tinggal lobang saja karena pasti para ikan memakan daging dari hidung itu, mau bagaimana pun bentuk nya maka keluarga harus lapang dada menerima ini semua dan isak tangis juga tidak bisa untuk di tahan, terutama Ria ketika melihat jenazah sang adik yang sudah mau rusak seperti itu.

Walau sekarang sudah di kubur tapi Ria masih tidak berhenti menangis karena sesak yang timbul di dalam hati ini, kini dia hanya tinggal seorang diri menjalani hidup nya karena memang mereka dulu tinggal berdua sehingga saling curhat walau Maya bisa di bilang masih kecil dan belum seberapa paham tentang beberapa masalah.

Air mata tidak berhenti turun dan malam ini juga hujan turun dengan sangat deras membasahi bumi, membuat Ria merasa sangat adik sangat kedinginan di dalam kubur, membayangkan juga bila tanah rembes dan jenazah sang adik pasti kebasahan juga sehingga sakit di hati gadis ini semakin menjadi saja sekarang.

"Dia meninggal di dalam air, sesak sekali dada ku membayangkan dia yang tidak bisa bernafas." keluh Ria.

"Maya pasti masuk surga, doakan dia terus ya." Sinta merangkul pundak Ria.

"Aku sekarang sendirian, kenapa Allah harus mengambil satu keluarga ku." isak Ria kian menjadi.

"Takdir Allah pasti selalu bagus walau kadang kita perlu air mata untuk menerima nya, kamu jangan menangis terus." ucap Sinta mengusap air mata Ria.

"Kasihan Maya, Sin." Ria masih tidak bisa menerima ini semua.

"Iya aku tau, semua memang kasihan sama dia kok." angguk Sinta yang menangis juga.

"Apa memang di terpeleset atau karena ada yang mendorong dia? aku masih tidak bisa berpikir jernih." Ria curiga ada yang mendorong sang adik.

"Tapi saat itu dia sendirian kok, Ria." Sinta sebagai saksi mata menjawab pelan.

Ria terdiam dengan air mata berderai karena dia sungguh tidak bisa untuk berpikir jernih sekarang, semua sesak sekali dan dia juga berusaha untuk mencari tau tentang kematian Maya.

Bisa di bilang belakangan ini banyak sekali orang yang mati tenggelam, padahal air tetap seperti biasa seolah tidak ada tambahan atau gelombang besar, tapi entah kenapa malah banyak memakan korban seperti ini dan terutama untuk warga pandan Arum sehingga sekarang semua orang mulai waspada terhadap ana dan keluarga.

Anak anak biasa nya setiap sore akan mandi dan berenang di sungai itu, tapi sekarang malah tidak ada yang berani lagi karena sudah di larang oleh orang tua mereka. tapi tetap saja untuk anak yang bandel maka dia tetap akan berenang, karena ada keseruan tersendiri mandi di sungai itu.

"Malam ini temani aku ya." pinta Ria karena dia tidak mau sendirian.

"Iya, aku pasti menemani kamu kok." angguk Sinta.

"Ya Allah deras sekali hujan nya, padahal sudah sejak tadi tapi tak kunjung berhenti." Ria mengintip dari jendela.

"Mana ada petir juga ya, gelombang laut besar sekali ini." Sinta juga mengintip dari jendela.

"Air sungai ini kalau di perhatikan kok agak seram ya, apa karena aku terbayang Maya?" Ria berkata lirih.

"Entah lah, tapi aku merasa memang air sungai ini mulai berbeda." Sinta juga setuju sambil memperhatikan air hujan yang menimpa sungai.

"Apa mungkin ada sesuatu ya? sebab sudah lima orang juga yang tenggelam." Ria sudah mulai berpikiran kemana mana.

Sinta menggeleng karena dia agak kurang percaya dengan hal mistis, jadi kalau Ria sudah mulai mengatakan hal itu maka pasti ada rasa tidak percaya di dalam hati karena takut nanti mereka malah berdebat akibat beda pendapat satu sama lain.

...****************...

"Vier kau lihat ini." Nolan mendatangi dewa iblis untuk membahas sesuatu.

"Apa yang kau bawa ini, waaaah dapat dari mana kau?!" Dewa iblis sangat semangat ketika melihat batu yang di bawa oleh Nolan.

"Tadi aku membantu warga dan menyelam di dasar sungai, lalu menemukan batu ini." jelas Nolan.

"Bagus sih ini, ya berkekuatan air dan bila siapa saja yang memiliki batu ini maka bisa bertahan di dalam air selama yang dia mau." jelas dewa iblis.

"Tapi kalau tanpa batu itu aku juga bisa bernapas di dalam air karena aku adalah ular." ujar Nolan.

"Ya sudah berarti ini tidak akan ada fungsi untuk kamu, biar untuk aku saja." dewa iblis malah ambil batu itu.

"Eiit tidak bisa!" Nolan cepat merampas batu tersebut karena dia tidak ingin rugi.

Dewa iblis tercengang karena dia tidak menyangka kalau ular satu ini sekarang sudah pintar dan bisa memanfaatkan keadaan dengan baik, mungkin saja masih ada rasa dendam di hati Nolan karena dia ketika akan mengambil batu milik dia dulu harus mencari janur yang tumbuh di malam hari.

Jadi sekarang tentu saja Nolan tidak akan memberikan batu itu secara cuma-cuma kepada Dewa iblis, setidaknya dia harus mendapat keuntungan juga karena selama ini dia sudah belajar dari banyak para member dan juga belajar dari Purnama agar tidak selalu di rugikan.

"Kalau kau mau batu ini maka tidak gratis." Nolan tersenyum licik.

"Ah kau sekarang sangat pintar mencari untung." kesal Xavier.

"Itu aku belajar dari kau karena kau selama ini sangat licik, padahal batu itu kemarin adalah milik aku sendiri tapi malah kau suruh pula aku mencari janur kuning yang sangat sulit." protes Nolan.

Dewa iblis nampak sedikit kesal namun dia tidak berani untuk berbicara banyak karena apa yang di katakan oleh Nolan adalah hal yang benar, salah dia sendiri karena selama ini selalu saja mengambil keuntungan dari para iblis lain karena dia harus mencari untung.

"Tapi kalau di lihat batu ini memang sangat bagus." Nolan memperhatikan batu yang bercahaya putih itu.

"Alah dia tidak sebagus itu jadi kau tidak usah begitu percaya diri." cibir dewa iblis.

"Ya sudah kalau memang tidak mau, nanti akan kuberikan saja kepada Andini karena dia memang memiliki kekuatan dari air." Nolan segera berlalu pergi.

Xavier ingin menahan langkah Nolan tapi dia merasa malu sehingga memutuskan untuk diam saja, nanti bila sudah ada di tangan Andini maka akan lebih mudah untuk di rundingkan karena wanita itu memiliki hati yang lembut dan tidak galak seperti siluman ular satu ini.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

Terpopuler

Comments

Raffaza Direzky87

Raffaza Direzky87

nolan banyak belajar dari iblis lain makanya dia gak mau rugi 😁 pinter kamu nolan

2026-01-01

0

V3

V3

weeeh .... Nolan dh belajar licik jg yaaa ,,, ingat kata Xavier semua nya TDK gratis JD hrs ada mahar nya jg 🤭🤭
Xavier kalau mau batu itu maka hrs ngasih mahar jg ke Nolan yaa 🤭🤭

2026-01-03

0

Marsiyah Minardi

Marsiyah Minardi

Siang Othor ...
Tahun baru enakan buat mageran 😄😄

2026-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Tanjung sembilan
2 Bab 2. mencari mayat
3 Bab 3. Mendapatkan Mayat
4 Bab 4. Nolan yang licik
5 Bab 5. Hilang lagi
6 Bab 6. Mencari Reza
7 Bab 7. Rambut misterius
8 Bab 8. Mendatangi Purnama
9 Bab 9. Masuk dalam air
10 Bab 10. Digo kewalahan
11 Bab 11. Tidak berani muncul
12 Bab 12. Lantai yang basah
13 Bab 13. Penampakan Ridwan
14 Bab 14. Ketakutan Alan
15 Bab 15. Purnama berkelana
16 Bab 16. Andini di goda
17 Bab 17. Korban lagi kah?
18 Bab 18. Menolong Alan
19 Bab 19. Kecebur sungai
20 Bab 20. Mengintip orang kencing
21 Bab 21. Berjuang dalam air
22 Bab 22. Bertemu hantu air
23 Bab 23. Pedang es hancur
24 Bab 24. Lirikan mata
25 Bab 25. Terluka
26 Bab 26. Mimpi buruk
27 Bab 27. Purnama tumbang
28 Bab 28. Mencari lagi
29 Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30 Bab 30. Meminta tolong
31 Bab 31. Agak panas
32 Bab 32. Bergosip pria tampan
33 Bab 33. Punya Ratu
34 Bab 34. Kontak batin
35 Bab 35. Brutal nya Arini
36 Bab 36. Membantai hantu air
37 Bab 37. Emosi yang menurun
38 Bab 38. Sinta menggatal
39 Bab 39. Menemukan akar aneh
40 Bab 40. Tubuh hantu air
41 Bab 41. Memberikan tinju
42 Bab 42. Saran Nolan
43 Bab 43. Menemui gadis sebelah
44 Bab 44. Melihat Ratu
45 Bab 45. kehabisan kelapa gading
46 Bab 46. Menemui Damera
47 Bab 47. Tiga saudara
48 Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49 Bab 49. Refleknya Nolan
50 Bab 50. Menebas leher
51 Bab 51. Andini vs hantu air
52 Bab 52. Julid pada Nolan
53 Bab 53. Menemani tiga saudara
54 Bab 54. Tiga ular
55 Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56 Bab 56. Hendra stres
57 Bab 57. Dapat satu lagi
58 Bab 58. Tipu daya Nolan
59 Bab 59. agak emosi
60 Bab 60. Dewa iblis hilang
61 Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62 Bab 62. Takut di perkosa
63 Bab 63. Sawah dua hektar
64 Bab 64. Melawan Andini
65 Bab 65. Protes nya Arya
66 Bab 66. Lobang jebakan
67 Bab 67. Akan bertarung
68 Bab 68. Suketi datang
69 Bab 69. Sesama kembang desa
70 Bab 70. Bertarung lagi
71 Bab 71. Arya vs Ratu
72 Bab 72. Menemukan Sinta
73 Bab 73. Keluar dari air
74 Bab 74. Masih ragu
75 Bab 75. Pemakaman Sofia
76 Bab 76. Penolakan Damera
77 Bab 77. Menemukan mayat Reza
78 Bab 78. Salah sangka
79 Bab 79. Saiyara maju
80 Bab 80. Amir lagi
81 Bab 81. Masuk rumah janda
82 Bab 82. Melempar kepada Arka
83 Bab 83. Membantai lagi
84 Bab 84. Tidak mau mengaku
85 Bab 85. Lembah kematian
86 Bab 86. Purnama kaget
87 Bab 87. Siksaan lagi
88 Bab 88. Membuka kerambah
89 Bab 89. Yoto hilang
90 Bab 90. Mencari Yoto
91 Bab 91. Semua turun tangan
92 Bab 92. Banyak mayat
93 Bab 93. Belum ketemu
94 Bab 94. Pohon gaharu
95 Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96 Bab 96. Burung yang mati
97 Bab 97. Masuk semua
98 Bab 98. Mulai terasa aneh.
99 Bab 99. Pertolongan Cakra
100 Bab 100. Cakra vs hantu air
101 Bab 101. Membawa kedalam lembah
102 Bab 102. Membawa mayat
103 Bab 103. menemukan Ratu
104 Bab 104. Bertempur
105 Bab 105. Laporan Arya
106 Bab 106. Pendekatan Nolan
107 Bab 107. Ratu vs Ratu
108 Bab 108. Racun otak
109 Bab 109. Mendapatkan
110 Bab 110. Masuk lembah
111 Bab 111. Hendra di ikat
112 Bab 112. Pendekatan Nolan
113 Bab 113. Perjuangan Rehan
114 Bab 114. Duo pendekar
115 Bab 115. Jatuh
116 Bab 116. Rundingan
117 Bab 117. Ujung desa
118 Bab 118. Hanya tipuan
119 Bab 119. Di tampar kucing hitam
120 Bab 120. Emosi Arifin
121 Bab 121. Menemukan Budi
122 Bab 122. Perpisahan
123 Bab 123. Menyiksa
124 Bab 124. Siksaan sadis
125 Bab 125. Bisa garang
126 Bab 126. Kopsah
127 Bab 127. Siksaan lagi
128 Bab 128. Obrolan santai
129 Bab 129. Member edan
130 Bab 130. Selesai
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1.Tanjung sembilan
2
Bab 2. mencari mayat
3
Bab 3. Mendapatkan Mayat
4
Bab 4. Nolan yang licik
5
Bab 5. Hilang lagi
6
Bab 6. Mencari Reza
7
Bab 7. Rambut misterius
8
Bab 8. Mendatangi Purnama
9
Bab 9. Masuk dalam air
10
Bab 10. Digo kewalahan
11
Bab 11. Tidak berani muncul
12
Bab 12. Lantai yang basah
13
Bab 13. Penampakan Ridwan
14
Bab 14. Ketakutan Alan
15
Bab 15. Purnama berkelana
16
Bab 16. Andini di goda
17
Bab 17. Korban lagi kah?
18
Bab 18. Menolong Alan
19
Bab 19. Kecebur sungai
20
Bab 20. Mengintip orang kencing
21
Bab 21. Berjuang dalam air
22
Bab 22. Bertemu hantu air
23
Bab 23. Pedang es hancur
24
Bab 24. Lirikan mata
25
Bab 25. Terluka
26
Bab 26. Mimpi buruk
27
Bab 27. Purnama tumbang
28
Bab 28. Mencari lagi
29
Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30
Bab 30. Meminta tolong
31
Bab 31. Agak panas
32
Bab 32. Bergosip pria tampan
33
Bab 33. Punya Ratu
34
Bab 34. Kontak batin
35
Bab 35. Brutal nya Arini
36
Bab 36. Membantai hantu air
37
Bab 37. Emosi yang menurun
38
Bab 38. Sinta menggatal
39
Bab 39. Menemukan akar aneh
40
Bab 40. Tubuh hantu air
41
Bab 41. Memberikan tinju
42
Bab 42. Saran Nolan
43
Bab 43. Menemui gadis sebelah
44
Bab 44. Melihat Ratu
45
Bab 45. kehabisan kelapa gading
46
Bab 46. Menemui Damera
47
Bab 47. Tiga saudara
48
Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49
Bab 49. Refleknya Nolan
50
Bab 50. Menebas leher
51
Bab 51. Andini vs hantu air
52
Bab 52. Julid pada Nolan
53
Bab 53. Menemani tiga saudara
54
Bab 54. Tiga ular
55
Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56
Bab 56. Hendra stres
57
Bab 57. Dapat satu lagi
58
Bab 58. Tipu daya Nolan
59
Bab 59. agak emosi
60
Bab 60. Dewa iblis hilang
61
Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62
Bab 62. Takut di perkosa
63
Bab 63. Sawah dua hektar
64
Bab 64. Melawan Andini
65
Bab 65. Protes nya Arya
66
Bab 66. Lobang jebakan
67
Bab 67. Akan bertarung
68
Bab 68. Suketi datang
69
Bab 69. Sesama kembang desa
70
Bab 70. Bertarung lagi
71
Bab 71. Arya vs Ratu
72
Bab 72. Menemukan Sinta
73
Bab 73. Keluar dari air
74
Bab 74. Masih ragu
75
Bab 75. Pemakaman Sofia
76
Bab 76. Penolakan Damera
77
Bab 77. Menemukan mayat Reza
78
Bab 78. Salah sangka
79
Bab 79. Saiyara maju
80
Bab 80. Amir lagi
81
Bab 81. Masuk rumah janda
82
Bab 82. Melempar kepada Arka
83
Bab 83. Membantai lagi
84
Bab 84. Tidak mau mengaku
85
Bab 85. Lembah kematian
86
Bab 86. Purnama kaget
87
Bab 87. Siksaan lagi
88
Bab 88. Membuka kerambah
89
Bab 89. Yoto hilang
90
Bab 90. Mencari Yoto
91
Bab 91. Semua turun tangan
92
Bab 92. Banyak mayat
93
Bab 93. Belum ketemu
94
Bab 94. Pohon gaharu
95
Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96
Bab 96. Burung yang mati
97
Bab 97. Masuk semua
98
Bab 98. Mulai terasa aneh.
99
Bab 99. Pertolongan Cakra
100
Bab 100. Cakra vs hantu air
101
Bab 101. Membawa kedalam lembah
102
Bab 102. Membawa mayat
103
Bab 103. menemukan Ratu
104
Bab 104. Bertempur
105
Bab 105. Laporan Arya
106
Bab 106. Pendekatan Nolan
107
Bab 107. Ratu vs Ratu
108
Bab 108. Racun otak
109
Bab 109. Mendapatkan
110
Bab 110. Masuk lembah
111
Bab 111. Hendra di ikat
112
Bab 112. Pendekatan Nolan
113
Bab 113. Perjuangan Rehan
114
Bab 114. Duo pendekar
115
Bab 115. Jatuh
116
Bab 116. Rundingan
117
Bab 117. Ujung desa
118
Bab 118. Hanya tipuan
119
Bab 119. Di tampar kucing hitam
120
Bab 120. Emosi Arifin
121
Bab 121. Menemukan Budi
122
Bab 122. Perpisahan
123
Bab 123. Menyiksa
124
Bab 124. Siksaan sadis
125
Bab 125. Bisa garang
126
Bab 126. Kopsah
127
Bab 127. Siksaan lagi
128
Bab 128. Obrolan santai
129
Bab 129. Member edan
130
Bab 130. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!