Bab 5. Hilang lagi

"Jadi kau membantu mereka mencari mayat Maya?" Purnama menatap adik bungsu nya.

"Ya, aku membantu karena mereka semua sudah sibuk." angguk Nolan sambil memakan nasi.

"Kau membantu karena mereka sibuk atau karena naksir seseorang?" tanya Arya pula.

"Aku punya belas kasih ya, yang harus kalian tau adalah tanjung sembilan itu punya aura yang sangat kuat." tegas Nolan pula.

"Ada penunggu Tanjung itu?" Purnama bertanya penasaran.

"Ya, tapi aku tidak tau secara pasti karena dia tidak mau menampakan diri." jelas Nolan pula.

"Tapi bukankah bisa di bilang baik bila dia memang penunggu tempat itu, sebab selama ini orang yang tenggelam maka selalu di temukan pada Tanjung sembilan." ujar Arya pula.

Nolan tampak berpikir mendengar ucapan Arya karena memang selama ini orang yang mati tenggelam maka mereka akan di temukan pada Tanjung sembilan itu, sehingga bisa diartikan bahwa Tanjung sembilan sedikit memberi bantuan kepada manusia karena mayat ketemu di sana tanpa harus terbawa arus yang lebih jauh lagi.

Sebab bila sudah melewati Tanjung sembilan maka pasti nanti akan sampai di laut lepas karena itu adalah perbatasan antara sungai dan juga laut, sudah sampai laut maka dapat dipastikan mayat tidak akan pernah bisa untuk ditemukan lagi secara utuh karena banyak ikan yang ada di laut itu.

Jadi kesimpulan Arya ada benarnya juga bahwa penunggu yang ada di Tanjung sembilan mungkin saja memiliki sedikit kebaikan sehingga dia menahan para mayat yang akan segera hanyut, tapi tidak bisa mereka juga langsung mengatakan bahwa itu benar karena takut nanti ternyata penunggu itu memiliki maksud yang lain di dalam hati.

Yang jelas Nolan memang merasakan ada penunggu kuat di Tanjung itu, tapi dia tidak bisa menebak itu iblis jenis apa dan bagaimana bentuk nya, yang dia rasakan saat itu hanya aura nya saja dan bentuk masih belom bisa di pastikan dengan benar karena dia tidak mau menampakan diri.

"Aku curiga sih kalau dia bisa saja penunggu yang jahat." Maharani datang menyambung.

"Ah sok tau, kau saja belum pernah kok ketemu sama iblis itu." Nolan langsung tidak terima.

"Heh sialan, aku ini menebak karena tidak mungkin juga iblis baik yang mau menampung mayat!" bentak Maharani langsung naik darah.

Nolan seketika terdiam karena memang jarang ada iblis yang mau menampung mayat manusia, kecuali dia punya maksud tertentu maka pasti dia akan mau menerima karena dia punya tujuan sendiri, Maharani sudah hapal dengan tabiat iblis yang seperti itu karena dia juga adalah mantan iblis jahat ketika masih jadi kuntilanak kemarin.

"Sudah lah tidak usah debat masalah itu karena kita juga tidak ada urusan." cegah Purnama.

"Kakak tidak mau menyelidiki soal tanjung sembilan?" tanya Nolan lagi.

"Tidak dulu, aku sudah tidak ada niat untuk mencari masalah yang tidak jelas." tolak Purnama langsung.

"Aku ingin istirahat dan tidak mau cari masalah, sudah istirahat saja dulu aku lelah ini." Arya juga menolak.

Nolan hanya bisa menarik nafas berat karena memang teman pun sudah tidak ada yang mau untuk diajak kerjasama untuk menyelidiki tentang Tanjung sembilan itu, dia juga tidak akan pernah mau bila hanya bekerja sendiri karena nanti yang ada hanya akan sengsara dan Purnama pasti akan lepas tangan.

"Sudah lah tidak usah kau pikirkan soal itu karena belum tentu juga penunggu Tanjung sembilan yang membuat para manusia tenggelam." Purnama berkata sambil melangkah pergi.

"Ya sudah kalau begitu aku tidak akan memikirkan hal itu lagi, aku kira kalian mau menyelidiki tentang Tanjung sembilan itu." angguk Nolan pelan.

"Jangan mencari masalah bila kita sedang senggang seperti ini karena aku juga lelah untuk terus mencari masalah dengan para iblis." Arya berkata serius.

Nolan menganggap paham dengan ucapan mereka berdua, kalau mereka sudah mengatakan tidak maka Nolan juga tidak bisa bersikeras untuk tetap kekeh mencari tahu tentang Tanjung sembilan itu karena apa yang ada di pikiran dia belum pasti juga apa memang ada penghuni atau hanya firasat semata.

Sebab Nolan juga tidak melihat secara langsung tentang penunggu yang ada di Tanjung sembilan sehingga tidak bisa mengatakan kepada Purnama tentang wujud iblis itu, sehingga sekarang sudah pasti Purnama menolak untuk ikut campur dalam urusan yang tidak pasti.

...****************...

"Rezaaaaa, Reza kamu di mana?" teriak Bu Witri ketika tidak menemukan sang anak yang berusia sepuluh tahun.

"Di kandang kambing juga tidak ada, Bu." ujar Rehan anak pertama Bu Witri.

"Ya Allah jadi kemana adik mu ini pergi, Han?!" Bu Witri cemas sekali.

"Aku takut nya dia hilang sudah sejak semalam, kok kita bangun dia sudah tidak ada lagi." ujar Rehan sangat cemas.

"Kemana lagi kita mencari, padahal Ibu tadi malam juga melihat dia tidur kok." Bu Witri sudah menangis.

"Ibu yang tenang dulu ya karena aku akan meminta tolong pada teman agar membantu mencari Reza." ucap Rehan segera pergi.

Bu Witri hanya bisa mengangguk sambil menangis dan dia juga tidak tinggal diam karena harus menemukan keberadaan Reza saat ini, rasa cemas yang begitu besar karena anak yang hilang mendadak saja membuat dia tidak bisa untuk berpikir jernih karena belakangan ini banyak orang yang kehilangan anak.

Kasus penculikan bukan hanya ada di kota saja tapi juga ada beberapa kasus di desa dan sebagai orang tua maka sudah pasti ada rasa cemas di dalam hati mereka semua, tapi sejauh ini di desa belum ada yang namanya penculikan secara nyata sehingga hanya gosip belaka.

"Kenapa kok buru buru begitu, Mbak?" tegur Kinan.

"Reza hilang, Nan! apa kamu melihat dia?" tanya Witri.

"Enggak ada, masih shubuh begini loh." Kinan juga kaget.

"Tadi aku mencoba untuk membangunkan dia tapi ternyata dia sudah tidak ada di dalam kamar, padahal tadi malam ada dan dia tertidur." jelas Witri.

"Ayo aku bantu mencari Reza sekarang!" Kinan juga kasihan melihat Witri yang terus menangis seperti itu.

"Aku takut kalau dia emang ngigau dan berjalan keluar dari dalam rumah, sebab Reza sangat suka mengigau bila sedang tidur terlalu lelah." ujar Witri.

"Tenang dulu, kita cari perlahan saja dan kamu jangan menangis terus." Kinan berjalan sambil membawa senter.

Sebab sekarang masih pukul lima pagi dan cuaca juga tidak seberapa bagus karena sejak tadi malam hujan turun begitu deras, sampai subuh pun masih ada juga rintik yang membasahi bumi sehingga mereka harus berhati-hati karena bisa saja terpeleset akibat genangan air yang menumpuk di jalanan.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen kalian ya.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

astaga hilang lagi ..dan anak2 ya bes yang selalu hilang

2026-01-03

0

Betri Betmawati

Betri Betmawati

udh pasti lh tu sungai ada iblis jahat nya dalam rmh pun bisa hilang.
purnama cari tau lh apa penyebab nya jgn tunggu makin bnyk korban baru bergerak ini dah nmbh satu lg

2026-01-02

1

neni nuraeni

neni nuraeni

semoga bukan Zahra ya atau skutunya... aduuuh deg.. deg .. serrr euy... 😁

2026-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Tanjung sembilan
2 Bab 2. mencari mayat
3 Bab 3. Mendapatkan Mayat
4 Bab 4. Nolan yang licik
5 Bab 5. Hilang lagi
6 Bab 6. Mencari Reza
7 Bab 7. Rambut misterius
8 Bab 8. Mendatangi Purnama
9 Bab 9. Masuk dalam air
10 Bab 10. Digo kewalahan
11 Bab 11. Tidak berani muncul
12 Bab 12. Lantai yang basah
13 Bab 13. Penampakan Ridwan
14 Bab 14. Ketakutan Alan
15 Bab 15. Purnama berkelana
16 Bab 16. Andini di goda
17 Bab 17. Korban lagi kah?
18 Bab 18. Menolong Alan
19 Bab 19. Kecebur sungai
20 Bab 20. Mengintip orang kencing
21 Bab 21. Berjuang dalam air
22 Bab 22. Bertemu hantu air
23 Bab 23. Pedang es hancur
24 Bab 24. Lirikan mata
25 Bab 25. Terluka
26 Bab 26. Mimpi buruk
27 Bab 27. Purnama tumbang
28 Bab 28. Mencari lagi
29 Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30 Bab 30. Meminta tolong
31 Bab 31. Agak panas
32 Bab 32. Bergosip pria tampan
33 Bab 33. Punya Ratu
34 Bab 34. Kontak batin
35 Bab 35. Brutal nya Arini
36 Bab 36. Membantai hantu air
37 Bab 37. Emosi yang menurun
38 Bab 38. Sinta menggatal
39 Bab 39. Menemukan akar aneh
40 Bab 40. Tubuh hantu air
41 Bab 41. Memberikan tinju
42 Bab 42. Saran Nolan
43 Bab 43. Menemui gadis sebelah
44 Bab 44. Melihat Ratu
45 Bab 45. kehabisan kelapa gading
46 Bab 46. Menemui Damera
47 Bab 47. Tiga saudara
48 Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49 Bab 49. Refleknya Nolan
50 Bab 50. Menebas leher
51 Bab 51. Andini vs hantu air
52 Bab 52. Julid pada Nolan
53 Bab 53. Menemani tiga saudara
54 Bab 54. Tiga ular
55 Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56 Bab 56. Hendra stres
57 Bab 57. Dapat satu lagi
58 Bab 58. Tipu daya Nolan
59 Bab 59. agak emosi
60 Bab 60. Dewa iblis hilang
61 Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62 Bab 62. Takut di perkosa
63 Bab 63. Sawah dua hektar
64 Bab 64. Melawan Andini
65 Bab 65. Protes nya Arya
66 Bab 66. Lobang jebakan
67 Bab 67. Akan bertarung
68 Bab 68. Suketi datang
69 Bab 69. Sesama kembang desa
70 Bab 70. Bertarung lagi
71 Bab 71. Arya vs Ratu
72 Bab 72. Menemukan Sinta
73 Bab 73. Keluar dari air
74 Bab 74. Masih ragu
75 Bab 75. Pemakaman Sofia
76 Bab 76. Penolakan Damera
77 Bab 77. Menemukan mayat Reza
78 Bab 78. Salah sangka
79 Bab 79. Saiyara maju
80 Bab 80. Amir lagi
81 Bab 81. Masuk rumah janda
82 Bab 82. Melempar kepada Arka
83 Bab 83. Membantai lagi
84 Bab 84. Tidak mau mengaku
85 Bab 85. Lembah kematian
86 Bab 86. Purnama kaget
87 Bab 87. Siksaan lagi
88 Bab 88. Membuka kerambah
89 Bab 89. Yoto hilang
90 Bab 90. Mencari Yoto
91 Bab 91. Semua turun tangan
92 Bab 92. Banyak mayat
93 Bab 93. Belum ketemu
94 Bab 94. Pohon gaharu
95 Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96 Bab 96. Burung yang mati
97 Bab 97. Masuk semua
98 Bab 98. Mulai terasa aneh.
99 Bab 99. Pertolongan Cakra
100 Bab 100. Cakra vs hantu air
101 Bab 101. Membawa kedalam lembah
102 Bab 102. Membawa mayat
103 Bab 103. menemukan Ratu
104 Bab 104. Bertempur
105 Bab 105. Laporan Arya
106 Bab 106. Pendekatan Nolan
107 Bab 107. Ratu vs Ratu
108 Bab 108. Racun otak
109 Bab 109. Mendapatkan
110 Bab 110. Masuk lembah
111 Bab 111. Hendra di ikat
112 Bab 112. Pendekatan Nolan
113 Bab 113. Perjuangan Rehan
114 Bab 114. Duo pendekar
115 Bab 115. Jatuh
116 Bab 116. Rundingan
117 Bab 117. Ujung desa
118 Bab 118. Hanya tipuan
119 Bab 119. Di tampar kucing hitam
120 Bab 120. Emosi Arifin
121 Bab 121. Menemukan Budi
122 Bab 122. Perpisahan
123 Bab 123. Menyiksa
124 Bab 124. Siksaan sadis
125 Bab 125. Bisa garang
126 Bab 126. Kopsah
127 Bab 127. Siksaan lagi
128 Bab 128. Obrolan santai
129 Bab 129. Member edan
130 Bab 130. Selesai
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1.Tanjung sembilan
2
Bab 2. mencari mayat
3
Bab 3. Mendapatkan Mayat
4
Bab 4. Nolan yang licik
5
Bab 5. Hilang lagi
6
Bab 6. Mencari Reza
7
Bab 7. Rambut misterius
8
Bab 8. Mendatangi Purnama
9
Bab 9. Masuk dalam air
10
Bab 10. Digo kewalahan
11
Bab 11. Tidak berani muncul
12
Bab 12. Lantai yang basah
13
Bab 13. Penampakan Ridwan
14
Bab 14. Ketakutan Alan
15
Bab 15. Purnama berkelana
16
Bab 16. Andini di goda
17
Bab 17. Korban lagi kah?
18
Bab 18. Menolong Alan
19
Bab 19. Kecebur sungai
20
Bab 20. Mengintip orang kencing
21
Bab 21. Berjuang dalam air
22
Bab 22. Bertemu hantu air
23
Bab 23. Pedang es hancur
24
Bab 24. Lirikan mata
25
Bab 25. Terluka
26
Bab 26. Mimpi buruk
27
Bab 27. Purnama tumbang
28
Bab 28. Mencari lagi
29
Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30
Bab 30. Meminta tolong
31
Bab 31. Agak panas
32
Bab 32. Bergosip pria tampan
33
Bab 33. Punya Ratu
34
Bab 34. Kontak batin
35
Bab 35. Brutal nya Arini
36
Bab 36. Membantai hantu air
37
Bab 37. Emosi yang menurun
38
Bab 38. Sinta menggatal
39
Bab 39. Menemukan akar aneh
40
Bab 40. Tubuh hantu air
41
Bab 41. Memberikan tinju
42
Bab 42. Saran Nolan
43
Bab 43. Menemui gadis sebelah
44
Bab 44. Melihat Ratu
45
Bab 45. kehabisan kelapa gading
46
Bab 46. Menemui Damera
47
Bab 47. Tiga saudara
48
Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49
Bab 49. Refleknya Nolan
50
Bab 50. Menebas leher
51
Bab 51. Andini vs hantu air
52
Bab 52. Julid pada Nolan
53
Bab 53. Menemani tiga saudara
54
Bab 54. Tiga ular
55
Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56
Bab 56. Hendra stres
57
Bab 57. Dapat satu lagi
58
Bab 58. Tipu daya Nolan
59
Bab 59. agak emosi
60
Bab 60. Dewa iblis hilang
61
Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62
Bab 62. Takut di perkosa
63
Bab 63. Sawah dua hektar
64
Bab 64. Melawan Andini
65
Bab 65. Protes nya Arya
66
Bab 66. Lobang jebakan
67
Bab 67. Akan bertarung
68
Bab 68. Suketi datang
69
Bab 69. Sesama kembang desa
70
Bab 70. Bertarung lagi
71
Bab 71. Arya vs Ratu
72
Bab 72. Menemukan Sinta
73
Bab 73. Keluar dari air
74
Bab 74. Masih ragu
75
Bab 75. Pemakaman Sofia
76
Bab 76. Penolakan Damera
77
Bab 77. Menemukan mayat Reza
78
Bab 78. Salah sangka
79
Bab 79. Saiyara maju
80
Bab 80. Amir lagi
81
Bab 81. Masuk rumah janda
82
Bab 82. Melempar kepada Arka
83
Bab 83. Membantai lagi
84
Bab 84. Tidak mau mengaku
85
Bab 85. Lembah kematian
86
Bab 86. Purnama kaget
87
Bab 87. Siksaan lagi
88
Bab 88. Membuka kerambah
89
Bab 89. Yoto hilang
90
Bab 90. Mencari Yoto
91
Bab 91. Semua turun tangan
92
Bab 92. Banyak mayat
93
Bab 93. Belum ketemu
94
Bab 94. Pohon gaharu
95
Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96
Bab 96. Burung yang mati
97
Bab 97. Masuk semua
98
Bab 98. Mulai terasa aneh.
99
Bab 99. Pertolongan Cakra
100
Bab 100. Cakra vs hantu air
101
Bab 101. Membawa kedalam lembah
102
Bab 102. Membawa mayat
103
Bab 103. menemukan Ratu
104
Bab 104. Bertempur
105
Bab 105. Laporan Arya
106
Bab 106. Pendekatan Nolan
107
Bab 107. Ratu vs Ratu
108
Bab 108. Racun otak
109
Bab 109. Mendapatkan
110
Bab 110. Masuk lembah
111
Bab 111. Hendra di ikat
112
Bab 112. Pendekatan Nolan
113
Bab 113. Perjuangan Rehan
114
Bab 114. Duo pendekar
115
Bab 115. Jatuh
116
Bab 116. Rundingan
117
Bab 117. Ujung desa
118
Bab 118. Hanya tipuan
119
Bab 119. Di tampar kucing hitam
120
Bab 120. Emosi Arifin
121
Bab 121. Menemukan Budi
122
Bab 122. Perpisahan
123
Bab 123. Menyiksa
124
Bab 124. Siksaan sadis
125
Bab 125. Bisa garang
126
Bab 126. Kopsah
127
Bab 127. Siksaan lagi
128
Bab 128. Obrolan santai
129
Bab 129. Member edan
130
Bab 130. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!