Bab 3. Mendapatkan Mayat

Baru saja masuk kedalam air tapi Nolan sudah merasakan sesuatu yang tidak beres di Tanjung sembilan ini namun dia tidak mengatakan kepada yang lain karena mereka semua sudah fokus untuk menyelam, sebenarnya Nolan tidak membutuhkan oksigen atau peralatan menyelam ini karena dia memiliki kekuatan tersendiri agar tetap bisa bernafas di dalam air.

Namun Nolan tidak ingin pamer kepada semua warga sehingga dia tetap memakai walaupun barang itu sama sekali tidak ada fungsi di tubuh dia, para penyelam lain tentu saja mereka hanya bisa merasakan kengerian yang cukup besar di Tanjung sembilan ini karena memang tempat itu terasa sangat angker dan juga menyeramkan.

Tapi mereka sama sekali tidak tahu iblis jenis apa dan juga apa mungkin bahwa penunggu Tanjung sembilan ini yang sudah memakan banyak korban sehingga mereka semua di temukan pada Tanjung sembilan, tidak tahu dengan Maya karena sampai sekarang masih belum bisa untuk ditemukan keberadaan gadis itu setelah lama menghilang.

Entah nanti akan berhasil ditemukan di tempat ini atau bahkan bisa juga sudah hanyut ke sungai yang lebih jauh karena memang arus begitu deras, bila nasib memang baik maka pasti akan tersangkut di Tanjung sembilan ini karena memang Tanjung tersebut menjadi tempat persimpangan para balok atau bahkan bangkai yang sedang hanyut di sungai tersebut.

"Kau merasakan aura di sini?" Nolan bertanya kepada Andini yang ikut serta.

"Benar, tapi aku tidak bisa merasakan bahwa dia terlibat." jawab arwah wanita yang mati beranak ini.

"Sama, aku hanya bisa merasakan kalau tanjung ini ada penghuni nya." ujar Nolan.

"Jangan langsung menuduh, belum tentu dia menjadi pelaku kan." ucap Andini.

"Benar juga karena Maya tenggelam di dekat rumah, jadi belum tentu penghuni ini yang membuat masalah." angguk Nolan setuju dengan ucapan Andini.

"Banyak sekali akar di sini sehingga pantas saja banyak yang tersangkut, walau tidak ada iblis maka aku tetap yakin kalau banyak yang tersangkut di sini." ujar Andini.

Nolan tidak menjawab karena sekarang dia sedang fokus untuk menatap sekitar Tanjung karena mayat gadis itu belum juga bisa ketemu, bila dilihat dari luar hanya pohon biasa yang tumbuh di sekitaran pinggir sungai itu tapi ketika sudah masuk ke dalam maka mereka bisa menemukan akar yang sangat banyak.

Ini bila tidak berhati-hati maka mereka saja bisa tersangkut dengan akar tersebut karena yang melambai di dalam sungai memiliki serat begitu halus seperti rambut, mata Nolan bergerak liar karena dia ingin memastikan apa penghuni Tanjung ini akan datang untuk ikut campur Karena sekarang para manusia mengganggu tempat tersebut untuk mencari keberadaan Maya.

Tapi ternyata tidak ada tanda dari penghuni itu sehingga Nolan agak ragu juga apakah penghuni tersebut yang sudah membunuh banyak manusia belakangan ini, sebab sampai sekarang tidak ada tanda dari penghuni itu sehingga Nolan berpikir bahwa mungkin saja ini semua memang murni dari kesalahan manusia.

"Bergerak kesana karena aku tadi melihat ada tangan." Andini menyuruh Nolan.

"Padahal kan kau juga bisa bergerak untuk mencari tahu." Nolan kesal sendiri.

"Berapa kali harus aku bilang kalau aku ini adalah arwah, tidak ada yang bisa melihat aku di sini kecuali mata mu itu!" sengit Andini kesal bukan.

"Ih begitu saja kau sudah emosi dan marah, gitu Hendra kok sangat mencintai wanita seperti kau ini." Nolan merutuk kesal.

"Kau juga kalau punya istri maka pasti akan mencintai istri dengan sepenuh hati, sebab bila tidak maka bisa saja kau sudah selingkuh dengan orang lain." geram Andini pada Nolan.

"Benar apa kata mu, ini mayat anak itu." Nolan berteriak ketika berhasil menemukan Maya yang tersangkut pada akar seperti rambut.

"Cepat ambil dan bawa ke permukaan agar semua warga mengetahui kalau Maya sudah berhasil di temukan." Andini sudah tidak sabar.

"Wah ini mayat dia sudah tidak utuh karena mungkin saja di makan oleh para ikan yang ada di sini." ucap Nolan sambil memperhatikan mayat Maya.

"Tiga hari dia di dalam air sehingga wajar saja kalau membengkak seperti ini, pasti ikan atau bahkan bisa saja buaya akan memakan bangkai." sahut Andini.

Nolan segera mengambil mayat-mayat yang tersangkut pada akar itu dan dia muncul ke permukaan sambil membawa mayat si gadis agar semua warga yang ada di speed boat segera menolong Maya, benar dugaan para warga kalau gadis itu ada di sekitar Tanjung sembilan karena memang selama ini banyak yang tersangkut di sana saat ada orang yang tercebur di sungai ini.

"Alhamdulilah Mas Nolan berhasil menemukan mayat Maya!" Pak RT sangat girang dan segera membantu.

"Ya Allah bau nya." Tamrin menutup hidung karena tidak sanggup mencium bau tersebut.

"Tiga hari di dalam air sehingga wajar saja sudah membusuk seperti ini." ucap Nolan sambil memperhatikan tubuh Maya yang menggelembung.

"Ya Allah semoga di jauhkan balak seperti ini, kasihan sekali kamu." Pak RT mengambil jarik dan menutup tubuh Maya.

"Kasihan sekali dia, pasti menjelang sakaratul maut begitu menyakitkan karena tidak bisa bernapas di dalam air." Tamrin antara takut dan juga merasa iba.

"Tolong beritahu yang lain agar segera muncul ke permukaan dan kita akan segera pulang membawa mayat Maya." Pak RT meminta tolong kepada Nolan.

Nolan masuk kembali ke dalam air dan dia mencari keberadaan para penyelam lain untuk diajak naik ke permukaan, sebab mayat gadis itu sudah ketemu sehingga mereka bisa segera pulang saja ke rumah karena menyelam terlalu lama juga menimbulkan resiko yang cukup besar.

Namun setelah memberitahu mereka semua malah mata Nolan menemukan sesuatu yang berkilau di balik akar pohon itu, makan olahan segera mengambil batu tersebut karena dia juga penasaran dengan batu yang memancarkan cahaya putih seolah memang dia begitu istimewa di bandingkan dengan batu lain yang ada di sana.

"Ayo naik, Lan." Pak RT mengulurkan tangan.

"Saya bisa sendiri kok, Pak." Nolan memang sangat mandiri.

"Mari kita pulang sekarang ya, biar bisa mengurus mayat Maya." sopir speed boat segera menghidupkan kendaraan untuk kembali ke kampung.

"Ya Allah bau sekali sudah ya, ini tidak perlu di mandikan lagi kan ya?" penyelam tadi bertanya kepada Pak RT.

Pak RT menggeleng karena memang mayat yang meninggal karena tenggelam maka mereka tidak perlu untuk di mandikan lagi, sebab keadaan mereka sudah begitu remuk dan juga hancur sehingga bila tersentuh dengan tidak hati-hati maka bisa saja semakin hancur sehingga lebih baik untuk tidak di mandikan saja.

Selamat pagi sayaaaaaaaang, jangan lupa like dan komen nya.

Terpopuler

Comments

V3

V3

Nolan menemukan batu berkilau putih ,,, smg bisa menambah kekuatan Nolan 🤗
akhirnya mayat nya Maya bisa ketemu jg

2026-01-03

1

Raffaza Direzky87

Raffaza Direzky87

nolan nemu apa itu,jangan sampai nolan kembali jahat lagi

2026-01-01

2

ismi

ismi

wah nolan dapet batu mustika itu kalau bolan giat verlatih pasti tambah hebat nanti

2026-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Tanjung sembilan
2 Bab 2. mencari mayat
3 Bab 3. Mendapatkan Mayat
4 Bab 4. Nolan yang licik
5 Bab 5. Hilang lagi
6 Bab 6. Mencari Reza
7 Bab 7. Rambut misterius
8 Bab 8. Mendatangi Purnama
9 Bab 9. Masuk dalam air
10 Bab 10. Digo kewalahan
11 Bab 11. Tidak berani muncul
12 Bab 12. Lantai yang basah
13 Bab 13. Penampakan Ridwan
14 Bab 14. Ketakutan Alan
15 Bab 15. Purnama berkelana
16 Bab 16. Andini di goda
17 Bab 17. Korban lagi kah?
18 Bab 18. Menolong Alan
19 Bab 19. Kecebur sungai
20 Bab 20. Mengintip orang kencing
21 Bab 21. Berjuang dalam air
22 Bab 22. Bertemu hantu air
23 Bab 23. Pedang es hancur
24 Bab 24. Lirikan mata
25 Bab 25. Terluka
26 Bab 26. Mimpi buruk
27 Bab 27. Purnama tumbang
28 Bab 28. Mencari lagi
29 Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30 Bab 30. Meminta tolong
31 Bab 31. Agak panas
32 Bab 32. Bergosip pria tampan
33 Bab 33. Punya Ratu
34 Bab 34. Kontak batin
35 Bab 35. Brutal nya Arini
36 Bab 36. Membantai hantu air
37 Bab 37. Emosi yang menurun
38 Bab 38. Sinta menggatal
39 Bab 39. Menemukan akar aneh
40 Bab 40. Tubuh hantu air
41 Bab 41. Memberikan tinju
42 Bab 42. Saran Nolan
43 Bab 43. Menemui gadis sebelah
44 Bab 44. Melihat Ratu
45 Bab 45. kehabisan kelapa gading
46 Bab 46. Menemui Damera
47 Bab 47. Tiga saudara
48 Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49 Bab 49. Refleknya Nolan
50 Bab 50. Menebas leher
51 Bab 51. Andini vs hantu air
52 Bab 52. Julid pada Nolan
53 Bab 53. Menemani tiga saudara
54 Bab 54. Tiga ular
55 Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56 Bab 56. Hendra stres
57 Bab 57. Dapat satu lagi
58 Bab 58. Tipu daya Nolan
59 Bab 59. agak emosi
60 Bab 60. Dewa iblis hilang
61 Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62 Bab 62. Takut di perkosa
63 Bab 63. Sawah dua hektar
64 Bab 64. Melawan Andini
65 Bab 65. Protes nya Arya
66 Bab 66. Lobang jebakan
67 Bab 67. Akan bertarung
68 Bab 68. Suketi datang
69 Bab 69. Sesama kembang desa
70 Bab 70. Bertarung lagi
71 Bab 71. Arya vs Ratu
72 Bab 72. Menemukan Sinta
73 Bab 73. Keluar dari air
74 Bab 74. Masih ragu
75 Bab 75. Pemakaman Sofia
76 Bab 76. Penolakan Damera
77 Bab 77. Menemukan mayat Reza
78 Bab 78. Salah sangka
79 Bab 79. Saiyara maju
80 Bab 80. Amir lagi
81 Bab 81. Masuk rumah janda
82 Bab 82. Melempar kepada Arka
83 Bab 83. Membantai lagi
84 Bab 84. Tidak mau mengaku
85 Bab 85. Lembah kematian
86 Bab 86. Purnama kaget
87 Bab 87. Siksaan lagi
88 Bab 88. Membuka kerambah
89 Bab 89. Yoto hilang
90 Bab 90. Mencari Yoto
91 Bab 91. Semua turun tangan
92 Bab 92. Banyak mayat
93 Bab 93. Belum ketemu
94 Bab 94. Pohon gaharu
95 Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96 Bab 96. Burung yang mati
97 Bab 97. Masuk semua
98 Bab 98. Mulai terasa aneh.
99 Bab 99. Pertolongan Cakra
100 Bab 100. Cakra vs hantu air
101 Bab 101. Membawa kedalam lembah
102 Bab 102. Membawa mayat
103 Bab 103. menemukan Ratu
104 Bab 104. Bertempur
105 Bab 105. Laporan Arya
106 Bab 106. Pendekatan Nolan
107 Bab 107. Ratu vs Ratu
108 Bab 108. Racun otak
109 Bab 109. Mendapatkan
110 Bab 110. Masuk lembah
111 Bab 111. Hendra di ikat
112 Bab 112. Pendekatan Nolan
113 Bab 113. Perjuangan Rehan
114 Bab 114. Duo pendekar
115 Bab 115. Jatuh
116 Bab 116. Rundingan
117 Bab 117. Ujung desa
118 Bab 118. Hanya tipuan
119 Bab 119. Di tampar kucing hitam
120 Bab 120. Emosi Arifin
121 Bab 121. Menemukan Budi
122 Bab 122. Perpisahan
123 Bab 123. Menyiksa
124 Bab 124. Siksaan sadis
125 Bab 125. Bisa garang
126 Bab 126. Kopsah
127 Bab 127. Siksaan lagi
128 Bab 128. Obrolan santai
129 Bab 129. Member edan
130 Bab 130. Selesai
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1.Tanjung sembilan
2
Bab 2. mencari mayat
3
Bab 3. Mendapatkan Mayat
4
Bab 4. Nolan yang licik
5
Bab 5. Hilang lagi
6
Bab 6. Mencari Reza
7
Bab 7. Rambut misterius
8
Bab 8. Mendatangi Purnama
9
Bab 9. Masuk dalam air
10
Bab 10. Digo kewalahan
11
Bab 11. Tidak berani muncul
12
Bab 12. Lantai yang basah
13
Bab 13. Penampakan Ridwan
14
Bab 14. Ketakutan Alan
15
Bab 15. Purnama berkelana
16
Bab 16. Andini di goda
17
Bab 17. Korban lagi kah?
18
Bab 18. Menolong Alan
19
Bab 19. Kecebur sungai
20
Bab 20. Mengintip orang kencing
21
Bab 21. Berjuang dalam air
22
Bab 22. Bertemu hantu air
23
Bab 23. Pedang es hancur
24
Bab 24. Lirikan mata
25
Bab 25. Terluka
26
Bab 26. Mimpi buruk
27
Bab 27. Purnama tumbang
28
Bab 28. Mencari lagi
29
Bab 29. Perjuangan Ratu ular
30
Bab 30. Meminta tolong
31
Bab 31. Agak panas
32
Bab 32. Bergosip pria tampan
33
Bab 33. Punya Ratu
34
Bab 34. Kontak batin
35
Bab 35. Brutal nya Arini
36
Bab 36. Membantai hantu air
37
Bab 37. Emosi yang menurun
38
Bab 38. Sinta menggatal
39
Bab 39. Menemukan akar aneh
40
Bab 40. Tubuh hantu air
41
Bab 41. Memberikan tinju
42
Bab 42. Saran Nolan
43
Bab 43. Menemui gadis sebelah
44
Bab 44. Melihat Ratu
45
Bab 45. kehabisan kelapa gading
46
Bab 46. Menemui Damera
47
Bab 47. Tiga saudara
48
Bab 48. Berjuang dengan Aksara
49
Bab 49. Refleknya Nolan
50
Bab 50. Menebas leher
51
Bab 51. Andini vs hantu air
52
Bab 52. Julid pada Nolan
53
Bab 53. Menemani tiga saudara
54
Bab 54. Tiga ular
55
Bab 55. Berkutat dengan hantu air
56
Bab 56. Hendra stres
57
Bab 57. Dapat satu lagi
58
Bab 58. Tipu daya Nolan
59
Bab 59. agak emosi
60
Bab 60. Dewa iblis hilang
61
Bab 61. Debat Arya dan Xavier
62
Bab 62. Takut di perkosa
63
Bab 63. Sawah dua hektar
64
Bab 64. Melawan Andini
65
Bab 65. Protes nya Arya
66
Bab 66. Lobang jebakan
67
Bab 67. Akan bertarung
68
Bab 68. Suketi datang
69
Bab 69. Sesama kembang desa
70
Bab 70. Bertarung lagi
71
Bab 71. Arya vs Ratu
72
Bab 72. Menemukan Sinta
73
Bab 73. Keluar dari air
74
Bab 74. Masih ragu
75
Bab 75. Pemakaman Sofia
76
Bab 76. Penolakan Damera
77
Bab 77. Menemukan mayat Reza
78
Bab 78. Salah sangka
79
Bab 79. Saiyara maju
80
Bab 80. Amir lagi
81
Bab 81. Masuk rumah janda
82
Bab 82. Melempar kepada Arka
83
Bab 83. Membantai lagi
84
Bab 84. Tidak mau mengaku
85
Bab 85. Lembah kematian
86
Bab 86. Purnama kaget
87
Bab 87. Siksaan lagi
88
Bab 88. Membuka kerambah
89
Bab 89. Yoto hilang
90
Bab 90. Mencari Yoto
91
Bab 91. Semua turun tangan
92
Bab 92. Banyak mayat
93
Bab 93. Belum ketemu
94
Bab 94. Pohon gaharu
95
Bab 95. Menyelamatkan Yoto
96
Bab 96. Burung yang mati
97
Bab 97. Masuk semua
98
Bab 98. Mulai terasa aneh.
99
Bab 99. Pertolongan Cakra
100
Bab 100. Cakra vs hantu air
101
Bab 101. Membawa kedalam lembah
102
Bab 102. Membawa mayat
103
Bab 103. menemukan Ratu
104
Bab 104. Bertempur
105
Bab 105. Laporan Arya
106
Bab 106. Pendekatan Nolan
107
Bab 107. Ratu vs Ratu
108
Bab 108. Racun otak
109
Bab 109. Mendapatkan
110
Bab 110. Masuk lembah
111
Bab 111. Hendra di ikat
112
Bab 112. Pendekatan Nolan
113
Bab 113. Perjuangan Rehan
114
Bab 114. Duo pendekar
115
Bab 115. Jatuh
116
Bab 116. Rundingan
117
Bab 117. Ujung desa
118
Bab 118. Hanya tipuan
119
Bab 119. Di tampar kucing hitam
120
Bab 120. Emosi Arifin
121
Bab 121. Menemukan Budi
122
Bab 122. Perpisahan
123
Bab 123. Menyiksa
124
Bab 124. Siksaan sadis
125
Bab 125. Bisa garang
126
Bab 126. Kopsah
127
Bab 127. Siksaan lagi
128
Bab 128. Obrolan santai
129
Bab 129. Member edan
130
Bab 130. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!