ke-dua

Tanpa memedulikan teriakan histeris Monica, Afkar mengambil kunci mobilnya yang sudah ia letakkan di dalam kamar,...ia memacu mobilnya menuju pesantren di pinggiran kota, tempat yang ditunjukkan oleh detektif pribadi ayahnya....

Perjalanan yang seharusnya memakan waktu lima sampai enam jam ,kini hanya di tempuh oleh Afkar hanya dalam waktu tiga jam....ia bertekad,kali ini ia tidak akan kalah oleh istrinya.. Monica, Najwa....nama itu kini memenuhi pikirannya, gadis belia yang hadir oleh rasa cinta nya kepada Maryam....wanita di dunia ini yang paling ia cintai dalam diam. Ia harus membawa buah cinta nya itu ke dalam dekapannya.... satu-satunya harta yang paling berharga yang di miliki olehnya dan Maryam.

Setelah sampai di area pesantren.... hatinya mulai gelisah, antara takut dan bahagia melebur menjadi satu, bahagia akan bertemu putrinya,dan takut kalau ternyata putrinya akan menolak....

Di sana, suasana sangat kontras dengan hiruk-pikuk kota. Suara lantunan Al-Qur'an menggema syahdu...

Afkar menghentikan mobilnya di depan rumah kyai Rahman, sesuai alamat yang di berikan oleh kakeknya.

Ia turun dan mengetuk pintu tiga kali...

" Assalamualaikum..." ucap Afkar sopan..., sambil menunggu pintu di buka, ia mengedarkan pandangannya di halaman rumah kyai Rahman yang sangat luas....

Deg.....

" Maryam...." gumamnya pelan.

Hatinya berdenyut nyeri melihat gadis yang mirip sekali dengan mendiang istrinya yang sangat cantik....Di sebuah pendopo kecil, ia melihat seorang gadis remaja mengenakan gamis sederhana berwarna abu-abu. Ia sedang menyimak setoran hafalan santri-santri kecil. Wajahnya... adalah duplikat sempurna dari Maryam, namun dengan sorot mata yang jauh lebih kuat dan tenang. Itulah Najwa.

Kyai Rahman mendekati Afkar yang berdiri mematung melihat Najwa dari kejauhan..."Waalaikumussalam....Akhirnya kau datang juga, Afkar. Aku sudah lama menunggu saat di mana hatimu cukup berani untuk menjemput apa yang kau buang." ucap kyai Rahman menyindir Afkar, sampai Maryam meninggal, Maryam tidak memberitahukan siapa suaminya itu,namun baru beberapa hari belakangan,ada orang suruhan dari kota mencari keberadaan Maryam dan mengatakan kalau Maryam adalah menantu tuannya ,namun sayangnya Maryam sudah meninggal delapan belas tahun yang lalu dan meninggalkan seorang putri yang kini sudah belia.

"Kyai... apakah dia... apakah dia membenciku?" tanya Afkar dengan suara tercekat.

 "Najwa tidak mengenal benci. Dia hanya mengenal rindu yang tidak punya alamat. Mari masuk dulu....kita bicarakan di dalam" ajak kyai Rahman sopan.

setelah berbincang cukup lama, Najwa masuk, karena uminya memanggil dirinya, karena ada seseorang yang ingin menemui dirinya.

" Assalamualaikum....?" ucap Najwa lembut, suaranya terdengar sangat merdu,dan menenangkan .

" Waalaikumussalam" jawab kyai Rahman dan Afkar bersaman.

Najwa mengangguk hormat pada Afkar, sedangkan sedari tadi tatapan dalam Afkar tidak lepas dari putrinya.

" Maaf, Abah, kata umi, Abah memanggil Najwa, " ucap Najwa dengan sopan.

" ada yang ingin bertemu dengan mu nak.... beliau, Tuan Afkar ingin menemuimu" balas kyai Rahman menoleh ke arah Afkar yang saat ini sedang menahan air matanya agar tidak meluncur keluar.

.

Afkar Jatuh berlutut di atas karpet usang ruang tamu kyai Rahman, tepat di depan kaki Najwa "Najwa... maafkan aku... Maafkan laki-laki pengecut yang baru datang setelah sekian lama ini"

Najwa tertegun, bibirnya bergetar, namun ia tetap tenang, Najwa memundurkan langkahnya"Siapa... siapa Anda, Tuan?" tanya Najwa dengan sopan.

 "Aku... aku orang yang seharusnya menjagamu. Aku Ayahmu, Najwa. Aku adalah Afkar , suami ibumu yang membiarkan ibumu pergi menjauh dari ku,tanpa ada keinginan untuk menyusul ibumu.... Hiks hiks hiks" jawab Afkar terisak, air mata yang sedari tadi ia tahan... kini lolos sudah.

Najwa terdiam. Buku di tangannya terjatuh ke lantai ubin. Ia menatap Afkar dengan pandangan yang sulit diartikan, ada rasa sakit, ada kerinduan, namun ada juga kemuliaan seorang hafidzah yang tak tergoyahkan oleh drama dunia.

 "Berdirilah.....Bunda Maryam selalu bilang bahwa Ayah adalah seorang pengelana yang sedang mencari jalan pulang. Ternyata jalan pulangnya menuju pesantren ini sangat panjang ya, Ayah?" jawab Najwa dengan tenang, lagi-lagi ketenangan itu membuat hatinya teramat sangat sakit seperti ditusuk oleh ribuan jarum.

Mendengar kata "Ayah" untuk pertama kalinya, Afkar meraung dalam tangisnya, membenamkan wajah di telapak tangannya. Ia menyadari bahwa harta Suhadi yang diperjuangkannya tidak ada artinya dibandingkan dengan ketenangan yang terpancar dari wajah putrinya yang selama ini ia telantarkan.

" hiks hiks hiks... Najwa... maafkan ayah nak.... maafkan ayah karena baru mengetahui keberadaanmu" tangis Afkar semakin pecah...

" bolehkah ayah memeluk mu nak" ucap Afkar dalam tangisnya.

Najwa mengangguk...

Greppp.....

" putriku.....hiks hiks hiks.... maafkan ayah nak.... maafkan Ayah mu yang pendosa ini.... maafkan Ayah yang pecundang ini " sesal Afkar...ia benar-benar menyesal, kali ini ia berjanji tidak akan pernah kalah lagi oleh istrinya,ia akan mempertahankan putrinya...ia akan menggantikan waktu yang terbuang bersama sang putri, putri yang lahir dari wanita yang paling ia cintai.

Najwa melihat ke arah kyai Rahman, dan kyai Rahman tersenyum mengangguk.... akhirnya Najwa membalas pelukan sang Ayah.

" hiks hiks hiks, aku pantas kau BENCI,tapi tolong jangan menjauh, Ayah ingin selalu berada di dekat mu,... Ayah ingin menebus kesalahan Ayah".

Najwa mengurai pelukannya...." Ayah adalah Ayahku, tanpa Ayah, tidak akan ada Najwa di dunia ini... Dan satu lagi....Najwa tidak berhak membenci Ayah" ucap Najwa dengan lembut,dan lagi-lagi ucapan putrinya itu menghantam hatinya yang berdenyut semakin nyeri,

" ikutlah Ayahmu nak.... Bagaimanapun juga, beliau adalah ayah kandung mu,dan ada kakekmu juga yang menunggu kehadiran mu" ucap kyai Rahman dengan bijak....ia sudah tahu perangai keponakannya itu, tegas, tidak mudah di tindas, otaknya yang jenius seperti Rukayyah bisa di jadikan tameng untuk menjaga dirinya sendiri, itulah mengapa,kyai Rahman dan sang istri merelakan Najwa untuk menikmati kehidupan yang barunya ... kehidupan yang mereka yakini penuh dengan tantangan,tapi mereka percaya pada Najwa.

Afkar menoleh ke arah putrinya... ia menunggu jawaban dari sang Putri, dirinya sangat berharap kalau putrinya itu akan ikut bersamanya ke kota. dan meneruskan pendidikannya di sana,.

Najwa berpikir sesaat, ternyata ucapan Kakak sepupunya Rukayyah ternyata benar... beberapa bulan yang lalu setelah dirinya menemui Kakak sepupunya saat acara aqiqah putranya... kakaknya itu mengatakan akan ada kehidupan baru yang penuh tantangan yang akan ia hadapi... Najwa merupakan gadis yang memiliki otak jenius... tidak ada yang tahu bahwa selama ini, Rukayyah telah mengajari beberapa hal pada Najwa tentang dunia cyber... dan dengan mudah Najwa mengikutinya... namun sampai saat ini, Najwa baru bermain-main saja dengan dunia itu.

" iya Abah ... Najwa akan ikut Ayah, " jawab Najwa membuat bibir Afkar tersenyum...

" tapi berikan Najwa waktu untuk menemui teman-teman Najwa dan saudara Najwa lain nya untuk berpamitan" ucap Najwa menoleh ke arah Ayahnya.

" iya...nak, Ayah akan menunggu selama kau mau" balas Afkar dengan senang hati.

Terpopuler

Comments

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2, jangan lupa mampir di karya pertamaku.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏

2026-08-03

0

Minarni

Minarni

mengahadapi orang licik musti pakai strategi macam Ruqayyah ama mertua nya🤭

2026-02-08

1

Auzora

Auzora

eh Rukayyah ? serasa langsung flashback ke novel Rukayyah sang singa bener gak sih judulnya. ya intinya itu🤭

2026-03-11

2

lihat semua
Episodes
1 ke-satu
2 ke-dua
3 ke-tiga
4 ke-empat.
5 ke-lima
6 ke-enam
7 ke-tujuh
8 ke-delapan
9 ke-sembilan
10 ke-sepuluh
11 ke-sebelas
12 ke-duabelas.
13 ke-tigabelas
14 ke-empat belas
15 ke-lima belas
16 ke-enam belas
17 ke-tujuh belas.
18 ke-delapan belas.
19 ke-sembilan belas.
20 ke-dua puluh
21 ke-dua puluh satu
22 ke-dua puluh dua
23 ke-dua puluh tiga
24 ke-dua puluh empat
25 ke-dua puluh lima.
26 ke-dua puluh enam
27 ke-dua puluh tujuh
28 ke-dua puluh delapan.
29 ke- dua puluh sembilan
30 ke-tiga puluh
31 ke-tiga puluh satu
32 ke-tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 Tiga puluh empat.
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh.
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh Enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 Lima puluh enam
54 lima puluh empat
55 lima puluh Lima.
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan.
60 Enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat.
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 Tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 Delapan puluh Enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan
100 seratus
101 101
102 seratus dua
103 seratus tiga
104 seratus empat
105 seratus lima
106 seratus enam
107 seratus tujuh
108 seratus delapan
109 seratus sembilan
110 seratus sepuluh
111 seratus sebelas
112 seratus dua belas
113 seratus tiga belas
114 seratus empat belas
115 seratus lima belas
116 seratus enam belas
117 seratus tujuh belas
118 seratus delapan belas
119 seratus sembilan belas
120 seratus dua puluh
121 seratus dua puluh satu
122 seratus dua puluh dua
123 seratus dua puluh tiga
124 seratus dua puluh empat
125 seratus dua puluh lima
126 seratus dua puluh enam
127 seratus dua puluh tujuh
128 seratus dua puluh delapan
129 seratus dua puluh sembilan
130 seratus tiga puluh.
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 TAMAT
Episodes

Updated 147 Episodes

1
ke-satu
2
ke-dua
3
ke-tiga
4
ke-empat.
5
ke-lima
6
ke-enam
7
ke-tujuh
8
ke-delapan
9
ke-sembilan
10
ke-sepuluh
11
ke-sebelas
12
ke-duabelas.
13
ke-tigabelas
14
ke-empat belas
15
ke-lima belas
16
ke-enam belas
17
ke-tujuh belas.
18
ke-delapan belas.
19
ke-sembilan belas.
20
ke-dua puluh
21
ke-dua puluh satu
22
ke-dua puluh dua
23
ke-dua puluh tiga
24
ke-dua puluh empat
25
ke-dua puluh lima.
26
ke-dua puluh enam
27
ke-dua puluh tujuh
28
ke-dua puluh delapan.
29
ke- dua puluh sembilan
30
ke-tiga puluh
31
ke-tiga puluh satu
32
ke-tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
Tiga puluh empat.
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh.
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh Enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
Lima puluh enam
54
lima puluh empat
55
lima puluh Lima.
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan.
60
Enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat.
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
Tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
Delapan puluh Enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan
100
seratus
101
101
102
seratus dua
103
seratus tiga
104
seratus empat
105
seratus lima
106
seratus enam
107
seratus tujuh
108
seratus delapan
109
seratus sembilan
110
seratus sepuluh
111
seratus sebelas
112
seratus dua belas
113
seratus tiga belas
114
seratus empat belas
115
seratus lima belas
116
seratus enam belas
117
seratus tujuh belas
118
seratus delapan belas
119
seratus sembilan belas
120
seratus dua puluh
121
seratus dua puluh satu
122
seratus dua puluh dua
123
seratus dua puluh tiga
124
seratus dua puluh empat
125
seratus dua puluh lima
126
seratus dua puluh enam
127
seratus dua puluh tujuh
128
seratus dua puluh delapan
129
seratus dua puluh sembilan
130
seratus tiga puluh.
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!