ke-empat.

Pagi itu, kebun di Pesantren Al-Hidayah diselimuti kabut tipis. Najwa berdiri di gerbang utama, sebuah koper kecil dan tas kain berisi mushaf ada di pelukannya. Ratusan santriwati berkumpul, mata mereka merah karena tangis perpisahan. Najwa, yang biasanya paling ceria, kali ini harus berjuang keras menahan air matanya agar tidak jatuh.

Di antara kerumunan itu, muncul Zora. Sebagai mantan sosialita yang dulu hidup penuh kepalsuan dan sandiwara saat di kota, tentu sangat tahu tentang peta kekuasaan di kota. Ia mendekati Najwa, menggenggam jemari gadis itu dengan sangat erat.

Zora menarik Najwa sedikit menjauh dari kerumunan, memastikan suaranya hanya terdengar oleh telinga Najwa.

Zora berbisik dengan suaranya yang terdengar sangat rendah namun penuh penekanan "Najwa, dengarkan aku baik-baik. Kamu akan masuk ke rumah yang dindingnya terbuat dari emas, tapi lantainya penuh dengan duri tak kasat mata. Keluarga Tuan Afkar... mereka bukan seperti keluarga di pesantren ini."

Najwa menatap Zora dengan serius "Apa maksud kak Zora? Bukankah Ayah sudah berjanji akan menjagaku?"

Zora tersenyum getir "Ayahmu memang punya wibawa, tapi dia punya kelemahan besar bernama Monica. Monica itu ular yang sangat cantik, Najwa. Dia tidak akan memukulmu dengan tangan, dia akan memukulmu dengan kata-kata dan situasi. Jangan pernah makan atau minum apa pun yang tidak disiapkan oleh orang yang kamu percayai sepenuhnya di sana...bila perlu,kau menyiapkan keperluan mu sendiri termasuk makan dan minum."

Najwa tertegun, namun ia mengangguk mantap.

 "Tunjukkan pada mereka bahwa lulusan pesantren bukan berarti gadis desa yang dungu. Gunakan otakmu yang cemerlang itu. Ingat, Najwa... ibumu, Bunda Maryam, kalah karena dia hanya menggunakan hati. Kamu... kamu harus menggunakan keduanya. Jadilah mawar yang indah, tapi pastikan durimu cukup tajam untuk siapa pun yang mencoba memetikmu dengan paksa." tutur Zora penuh tekad.

Najwa kemudian berbalik menghadap teman-temannya. Ia tersenyum lebar, senyum matahari pagi yang akan sangat dirindukan oleh seluruh isi pesantren.

 "Teman-teman... jangan menangis. Doakan aku agar hafalan ini tidak hilang tergerus mewah dunia. Aku pergi bukan untuk berubah, tapi untuk membuktikan bahwa pendidikan Kyai Rahman bisa bertahan di mana saja." ucap Najwa dengan mata berkaca-kaca.

 "Jangan lupakan kami, Najwa! Kalau rumah itu terlalu gelap, pulanglah ke sini. Kami selalu punya tempat untukmu!" balas teman-temannya.

Najwa memeluk mereka satu per satu. Saat mobil mewah milik Afkar mendekat, Najwa menarik napas panjang. Ia merapikan jilbabnya, menegakkan punggungnya, dan melangkah dengan dagu terangkat. Ia bukan lagi sekadar gadis yatim piatu, ia adalah seorang pejuang yang sedang menuju medan perang....

" sudah siap nak?" tanya Afkar penuh perhatian.

Najwa tersenyum mengangguk, lalu menaiki mobil mewah Ayahnya, meninggalkan pesantren yang membesarkannya....

Kyai Rahman dan sang istri tak kuasa menahan air matanya...bagi mereka, Najwa sudah seperti putri bungsu mereka.... mereka terus berdiri di depan gerbang pesantren santriwati, melihat mobil mewah yang membawa putri mereka sampai berbelok di persimpangan.

"apakah tidur ayah nyenyak semalam ?" tanya Najwa untuk memecah kecanggungan, ia tahu , saat ini Ayahnya Masi merasa sangat bersalah kepadanya, jadi ia harus lebih dulu memulai percakapannya.

Afkar menoleh sekilas, " Alhamdulillah.... semalam, tidur Ayah sangat nyenyak " balas Afkar tersenyum...semalam , setelah mengunjungi makam istri keduanya yang berada di belakang pesantren , ia merasakan ketenangan hidup yang sesungguhnya..., Afkar tidur di kamar Maryam yang selalu di tempati Najwa saat menginap di rumah kyai Rahman... semalaman ia terus memandangi foto almarhumah istrinya, sampai ia terlelap dengan sendirinya.

Perjalanan menuju kota terasa lebih santai dibandingkan saat ingin menjemput putrinya... apalagi, putri cantik yang ia sayangi duduk di kursi samping dirinya... ia merasa saat-saat seperti ini akan selalu ia rindukan...

beberapa jam kemudian, Afkar dan putrinya sampai di pelataran rumah mewah yang bernuansa Eropa... pilar-pilar menjulang tinggi, menambah kesan klasik dari bangunan megah tersebut....

Ciiiiiiit...

Mobil berhenti tepat di depan teras pintu rumah utama..., para penjaga mendekat,lalu membukakan pintu mobil mewah tersebut.

Afkar menoleh pada putrinya " sudah siap nak?" tanya Afkar tersenyum.

Najwa mengangguk " iya Ayah, insyaaAllah Najwa siap" balasnya mantap.

Afkar masuk dengan wajah penuh harapan, menuntun Najwa yang tampak begitu kecil di tengah kemegahan rumah itu. Najwa menunduk, tangannya memegang tas kain berisi mushaf Al-Qur'an dan koper kecil berisi baju muslim.

Monica langsung berlari keluar setelah melihat suami dan anak tirinya datang.... Ia berlari kecil menghampiri Najwa dengan wajah yang tampak sangat haru, bahkan seolah matanya berkaca-kaca.

Monica memeluk Najwa dengan hangat, namun Najwa bisa merasakan tubuh Monica yang kaku dan dingin..."Ya Allah... jadi ini Najwa? Cantik sekali, persis seperti yang Papa ceritakan. Selamat datang di rumah, Nak. Maafkan Mama ya, kalau selama ini kita terlambat menjemputmu." ucap Monica penuh kepalsuan... dalam hatinya ia merasa sangat benci, apalagi melihat wajah Najwa yang sangat cantik tanpa riasan apapun, itu membuat hatinya panas , ia teringat wajah Maryam yang sudah menjadi madunya.

Raisa pun merasakan hal yang sama, ia merasa iri dengan kecantikan alami Najwa... Raisa Ikut mendekat, memasang senyum palsu paling manis "Hai, Najwa! Aku Raisa. Kita seumuran, lho. Nanti aku tunjukkan kamarmu ya? Kita bisa jadi saudara sekaligus sahabat baik."

Najwa mendongak perlahan. Sebagai seorang hafidzah yang hatinya peka karena sering berinteraksi dengan ayat-ayat suci, ia merasakan sesuatu yang janggal. Ada aura gelap di balik senyum wanita di depannya, namun ia hanya diam dan membalas dengan santun.

 "Terima kasih, Tante... dan..... " Najwa menghentikan ucapannya karena ia tidak tahu gadis di depannya...., Ayahnya hanya mengatakan , kalau ia hanya memiliki dua saudara laki-laki satu ayah tapi beda ibu...

Najwa menoleh pada Ayahnya....mencoba bertanya dengan bahasa matanya...

Namun sebelum Ayahnya menjawab, Monica menyela lebih dulu...

" perkenalkan sayang...dia adalah Raisa, adikmu...anak mama dan papa, kalian saudara sekarang...dan kalian seumuran...dan mulai saat ini , jangan panggil aku Tante, panggil aku mama seperti Raisa" timpal Monica tersenyum canggung.

Najwa tersenyum mengangguk " oh..baik ma..." lalu Najwa menoleh ke arah Raisa." Hai Raisa....Mohon bimbingannya, karena saya orang baru di sini."

Afkar yang melihat itu merasa sangat lega. Ia tidak tahu bahwa ia baru saja menggiring domba kecil yang suci ke dalam sarang serigala yang lapar...., ia kira istrinya tidak akan menerima kehadiran Najwa, tapi dirinya kini merasa sangat tenang, ketika istri dan anak angkat nya menerima Najwa dengan baik.

Terpopuler

Comments

Juli Restiarini

Juli Restiarini

laki laki tolol dan dungu

2026-07-29

1

Eemlaspanohan Ohan

Eemlaspanohan Ohan

laki bego

2026-05-11

2

Kamiem sag

Kamiem sag

Afkar... defenisi ayah botol (bodoh n tolol)

2026-04-17

1

lihat semua
Episodes
1 ke-satu
2 ke-dua
3 ke-tiga
4 ke-empat.
5 ke-lima
6 ke-enam
7 ke-tujuh
8 ke-delapan
9 ke-sembilan
10 ke-sepuluh
11 ke-sebelas
12 ke-duabelas.
13 ke-tigabelas
14 ke-empat belas
15 ke-lima belas
16 ke-enam belas
17 ke-tujuh belas.
18 ke-delapan belas.
19 ke-sembilan belas.
20 ke-dua puluh
21 ke-dua puluh satu
22 ke-dua puluh dua
23 ke-dua puluh tiga
24 ke-dua puluh empat
25 ke-dua puluh lima.
26 ke-dua puluh enam
27 ke-dua puluh tujuh
28 ke-dua puluh delapan.
29 ke- dua puluh sembilan
30 ke-tiga puluh
31 ke-tiga puluh satu
32 ke-tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 Tiga puluh empat.
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh.
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh Enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 Lima puluh enam
54 lima puluh empat
55 lima puluh Lima.
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan.
60 Enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat.
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 Tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 Delapan puluh Enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan
100 seratus
101 101
102 seratus dua
103 seratus tiga
104 seratus empat
105 seratus lima
106 seratus enam
107 seratus tujuh
108 seratus delapan
109 seratus sembilan
110 seratus sepuluh
111 seratus sebelas
112 seratus dua belas
113 seratus tiga belas
114 seratus empat belas
115 seratus lima belas
116 seratus enam belas
117 seratus tujuh belas
118 seratus delapan belas
119 seratus sembilan belas
120 seratus dua puluh
121 seratus dua puluh satu
122 seratus dua puluh dua
123 seratus dua puluh tiga
124 seratus dua puluh empat
125 seratus dua puluh lima
126 seratus dua puluh enam
127 seratus dua puluh tujuh
128 seratus dua puluh delapan
129 seratus dua puluh sembilan
130 seratus tiga puluh.
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 TAMAT
Episodes

Updated 147 Episodes

1
ke-satu
2
ke-dua
3
ke-tiga
4
ke-empat.
5
ke-lima
6
ke-enam
7
ke-tujuh
8
ke-delapan
9
ke-sembilan
10
ke-sepuluh
11
ke-sebelas
12
ke-duabelas.
13
ke-tigabelas
14
ke-empat belas
15
ke-lima belas
16
ke-enam belas
17
ke-tujuh belas.
18
ke-delapan belas.
19
ke-sembilan belas.
20
ke-dua puluh
21
ke-dua puluh satu
22
ke-dua puluh dua
23
ke-dua puluh tiga
24
ke-dua puluh empat
25
ke-dua puluh lima.
26
ke-dua puluh enam
27
ke-dua puluh tujuh
28
ke-dua puluh delapan.
29
ke- dua puluh sembilan
30
ke-tiga puluh
31
ke-tiga puluh satu
32
ke-tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
Tiga puluh empat.
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh.
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh Enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
Lima puluh enam
54
lima puluh empat
55
lima puluh Lima.
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan.
60
Enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat.
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
Tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
Delapan puluh Enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan
100
seratus
101
101
102
seratus dua
103
seratus tiga
104
seratus empat
105
seratus lima
106
seratus enam
107
seratus tujuh
108
seratus delapan
109
seratus sembilan
110
seratus sepuluh
111
seratus sebelas
112
seratus dua belas
113
seratus tiga belas
114
seratus empat belas
115
seratus lima belas
116
seratus enam belas
117
seratus tujuh belas
118
seratus delapan belas
119
seratus sembilan belas
120
seratus dua puluh
121
seratus dua puluh satu
122
seratus dua puluh dua
123
seratus dua puluh tiga
124
seratus dua puluh empat
125
seratus dua puluh lima
126
seratus dua puluh enam
127
seratus dua puluh tujuh
128
seratus dua puluh delapan
129
seratus dua puluh sembilan
130
seratus tiga puluh.
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!