ke-tiga

Tentang Najwa....

Pondok pesantren khusus santriwati Al-Hidayah , yang di pimpin oleh kyai Rahman kini semakin berkembang pesat, bangunan-bangunan baru yang berdiri kokoh menjadikan pesantren itu terlihat lebih modern, meski masih menjujung tinggi kesederhanaan.

Keseharian Najwa dimulai dengan langkah ringan menuju masjid asrama putri. Sebagai santri terbaik dan senior, ia tidak hanya santriwati, tapi juga mentor bagi adik-adik kelasnya.

Najwa membangunkan santriwati kecil dengan tepukan lembut di bahu "Ayo, Dek, bangun. Sebentar lagi waktu Tahajud habis. Allah sedang menunggu curhatan kita di sepertiga malam terakhir, lho."

Senyum Najwa selalu menular. Berbeda dengan ibunya, Bunda Maryam, yang cenderung pasif dan tertutup, Najwa adalah perpaduan antara kelembutan hati dan ketegasan mental. Jika Maryam adalah bunga yang rapuh, maka Najwa adalah bambu runcing; ia bisa melengkung ditiup angin kencang, tapi akarnya sangat kuat dan ia tak pernah patah.

Kyai Rahman dan istrinya, memang mendidik Najwa dengan disiplin baja. Mereka tahu darah siapa yang mengalir di tubuh Najwa, dan mereka tidak ingin Najwa menjadi "korban" kedua dari dunia luar yang kejam.

Pagi hari setelah sarapan sederhana dengan tempe dan sayur lodeh, Najwa biasanya duduk di teras kediaman Kyai Rahman untuk menyimak hafalan atau sekadar berdiskusi.

Kyai Rahman menyesap tehnya, menatap Najwa dengan bangga "Najwa, kau tahu kenapa paman mendidikmu lebih keras daripada yang lain? Abah ingin kau seperti Rukayyah. Lembut saat bicara, namun memiliki pedang di dalam pikiranmu."

Najwa terkekeh sambil merapikan kitabnya. "Abah tenang saja. Najwa ingat pesan Abah: 'Hati boleh selembut sutra, tapi logika harus setajam baja'. Najwa tidak akan membiarkan siapa pun memanipulasi kebaikan hati Najwa hanya untuk kepentingan mereka."

sang bibi menimpali sambil tersenyum. "Ibumu, Maryam, adalah wanita yang sangat suci, Najwa. Saking sucinya, dia tidak bisa melihat warna hitam di dunia ini. Dia menganggap semua orang itu putih. Itulah yang membuatnya terluka. Jangan biarkan orang lain menganggap kebaikanmu sebagai kelemahan."

"Najwa mengerti, Umi. Najwa akan menyayangi semua orang, tapi Najwa akan tetap memegang kunci gerbang hati Najwa sendiri. Kebaikan tanpa kecerdasan adalah mangsa bagi orang jahat, bukan?" sahut Najwa tersenyum menimpali Bibi nya.

Di pesantren,...Najwa dikenal sebagai "Matahari Pagi". Ia ceria, suka bercanda, dan sangat cekatan. Saat jam istirahat, ia sering terlihat di dapur membantu memasak dalam porsi besar, atau di kebun bunga asrama.

"Najwa, nilaimu sempurna, hafalanmu lancar. Apa rahasianya?" tanya teman seangkatannya.

Najwa menjawab sambil memetik sayuran dengan lincah "Rahasianya? Jangan jadikan Al-Qur'an sebagai beban, tapi jadikan dia teman ngobrol. Dan satu lagi, jangan mau kalah dengan rasa malas! Kalau malas datang, bayangkan kita sedang bertarung dengan musuh yang tidak terlihat."

Canda tawa itu selalu mengisi hari-harinya. Namun, di balik keceriaannya, Najwa memiliki kedisiplinan yang luar biasa. Ia mengatur waktunya dalam hitungan menit.

Setiap kali teringat ibunya, Najwa selalu menyelipkan doa panjang. Ia tahu ibunya meninggal dalam kesunyian karena cinta yang salah alamat. Namun, Najwa tidak tumbuh dengan rasa benci. Ia tumbuh dengan rasa ingin tahu yang terukur.

Najwa berbisik pada dirinya sendiri saat melihat foto usang ibunya "Bunda, terima kasih sudah melahirkanku. Aku tidak akan membiarkan air matamu sia-sia. Aku akan menjadi wanita yang kau impikan, pintar, mandiri, dan tidak akan ada yang bisa meremehkanku."

Ketika akhirnya Afkar datang menjemput, Najwa sebenarnya sudah siap secara mental. Pelajaran dari Kyai Rahman tentang "Singa di Padang Pasir" telah mendarah daging. Ia tahu, rumah besar ayahnya bukanlah istana, melainkan medan dakwah dan medan perang mental yang sesungguhnya. Sebelum Ayahnya datang, sebenarnya Najwa sudah tahu, karena kyai Rahman sudah memberitahukan sebelum nya,...

***

Sedangkan dikediaman Afkar... Monica duduk di ruang keluarga pribadinya yang eksklusif, menyesap teh herbal dengan elegan sementara otaknya berputar merancang skenario paling mematikan. Di depannya, Raisa, putri angkat kesayangannya yang baru saja lulus SMA, sedang memoles kukunya dengan warna merah darah yang mencolok.

Monica tersenyum miring, matanya berkilat licik "Raisa, dengarkan Mama. Gadis pesantren itu akan datang hari ini. Jangan tunjukkan wajah aslimu. Kita akan menyambutnya seolah dia adalah putri raja yang hilang." ucap Monica dengan sinis.

Raisa mendengus, melempar botol cat kuku ke meja "Kenapa kita harus pura-pura baik, Ma? Aku benci melihat wajah desa itu di rumah ini. Papa bahkan sudah menyiapkan kamar yang lebih besar dariku untuknya!" sahut Raisa dengan wajah di tekuk.

Monica mendekat, mencengkeram dagu Raisa dengan lembut namun tegas "Gunakan otakmu, Sayang. Jika kita menyerangnya sekarang, Papa-mu akan membela anak itu habis-habisan, dan Kakek Suhadi akan mencoret kita dari warisan. Biarkan dia masuk. Kita jadikan dia 'boneka' di rumah ini. Di depan Papamu, kita adalah ibu dan saudari yang manis. Tapi di belakangnya? Dia akan menjadi budak pribadimu." kata Monica tersenyum licik.

Raisa mulai ikut tersenyum licik, membayangkan bagaimana ia akan menyiksa gadis yang ia anggap kolot itu.

Tak lama kemudian, dua putra kandung Monica masuk ke ruangan. Alendra, si sulung yang dingin dan penuh perhitungan, serta Adriansyah, si bungsu yang temperamental dan sombong. Keduanya baru saja pulang dari kampus elit mereka.

Alendra meletakkan tasnya, duduk dengan gaya angkuh "Jadi, rencana Mama tetap berjalan? Raisa akan kuliah di kampus yang sama denganku dan Adrian?" tanya Adrian melirik lembut adik kesayangannya.... Raisa.

"Benar. Dan aku ingin Najwa juga masuk ke sana. Biarkan dia kuliah di jurusan yang paling sulit, agar dia terlihat bodoh dibandingkan kalian. Alendra, Adrian... tugas kalian adalah memastikan tidak ada satu pun orang di kampus yang tahu dia adalah bagian dari keluarga Suhadi. Perlakukan dia seperti pelayan beasiswa yang numpang hidup." kata Monica berkilat marah.

Adriansyah tertawa meremehkan "Tenang saja, Ma. Aku akan pastikan teman-temanku tahu kalau dia itu cuma 'anak pungut' yang dibawa Papa dari kampung. Aku akan buat dia memohon-mohon untuk pulang ke pesantrennya dalam satu bulan."balas Ardiansyah yang membuat semuanya tertawa

"Dan di rumah, dia yang akan mencuci semua bajuku dan membereskan kamarku. Aku akan bilang pada Papa kalau Najwa 'ingin belajar mandiri' sebagai bentuk pengabdian." sahut Raisa ikut tertawa.

Monica menatap ketiga anaknya dengan bangga "Bagus. Ingat, dia adalah anak dari wanita yang hampir merusak posisiku. Penderitaan Najwa adalah pembalasan dendamku pada ibunya, si Maryam itu. Kita akan menghancurkan mentalnya secara perlahan, sampai dia sendiri yang memohon untuk pergi dari dunia ini." selama ini Monica mendidik anak-anaknya agar patuh kepadanya, dengan cara memberikan apapun yang anaknya minta, bahkan pada Raisa yang anak angkat saja , ia begitu memanjakannya...

Terpopuler

Comments

Kukun Sabarno

Kukun Sabarno

najwa pintar dan berbakat tak akan goyah dia

2026-06-04

1

Siti Aisyah

Siti Aisyah

monica ..kamu akan mendapatkan lawan yg tangguh..kamu salah prediksi...😄

2026-08-07

0

Heny

Heny

Knp gk tinggal di rmh kkk suhadi

2026-07-29

1

lihat semua
Episodes
1 ke-satu
2 ke-dua
3 ke-tiga
4 ke-empat.
5 ke-lima
6 ke-enam
7 ke-tujuh
8 ke-delapan
9 ke-sembilan
10 ke-sepuluh
11 ke-sebelas
12 ke-duabelas.
13 ke-tigabelas
14 ke-empat belas
15 ke-lima belas
16 ke-enam belas
17 ke-tujuh belas.
18 ke-delapan belas.
19 ke-sembilan belas.
20 ke-dua puluh
21 ke-dua puluh satu
22 ke-dua puluh dua
23 ke-dua puluh tiga
24 ke-dua puluh empat
25 ke-dua puluh lima.
26 ke-dua puluh enam
27 ke-dua puluh tujuh
28 ke-dua puluh delapan.
29 ke- dua puluh sembilan
30 ke-tiga puluh
31 ke-tiga puluh satu
32 ke-tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 Tiga puluh empat.
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh.
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh Enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 Lima puluh enam
54 lima puluh empat
55 lima puluh Lima.
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan.
60 Enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat.
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 Tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 Delapan puluh Enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan
100 seratus
101 101
102 seratus dua
103 seratus tiga
104 seratus empat
105 seratus lima
106 seratus enam
107 seratus tujuh
108 seratus delapan
109 seratus sembilan
110 seratus sepuluh
111 seratus sebelas
112 seratus dua belas
113 seratus tiga belas
114 seratus empat belas
115 seratus lima belas
116 seratus enam belas
117 seratus tujuh belas
118 seratus delapan belas
119 seratus sembilan belas
120 seratus dua puluh
121 seratus dua puluh satu
122 seratus dua puluh dua
123 seratus dua puluh tiga
124 seratus dua puluh empat
125 seratus dua puluh lima
126 seratus dua puluh enam
127 seratus dua puluh tujuh
128 seratus dua puluh delapan
129 seratus dua puluh sembilan
130 seratus tiga puluh.
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 TAMAT
Episodes

Updated 147 Episodes

1
ke-satu
2
ke-dua
3
ke-tiga
4
ke-empat.
5
ke-lima
6
ke-enam
7
ke-tujuh
8
ke-delapan
9
ke-sembilan
10
ke-sepuluh
11
ke-sebelas
12
ke-duabelas.
13
ke-tigabelas
14
ke-empat belas
15
ke-lima belas
16
ke-enam belas
17
ke-tujuh belas.
18
ke-delapan belas.
19
ke-sembilan belas.
20
ke-dua puluh
21
ke-dua puluh satu
22
ke-dua puluh dua
23
ke-dua puluh tiga
24
ke-dua puluh empat
25
ke-dua puluh lima.
26
ke-dua puluh enam
27
ke-dua puluh tujuh
28
ke-dua puluh delapan.
29
ke- dua puluh sembilan
30
ke-tiga puluh
31
ke-tiga puluh satu
32
ke-tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
Tiga puluh empat.
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh.
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh Enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
Lima puluh enam
54
lima puluh empat
55
lima puluh Lima.
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan.
60
Enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat.
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
Tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
Delapan puluh Enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan
100
seratus
101
101
102
seratus dua
103
seratus tiga
104
seratus empat
105
seratus lima
106
seratus enam
107
seratus tujuh
108
seratus delapan
109
seratus sembilan
110
seratus sepuluh
111
seratus sebelas
112
seratus dua belas
113
seratus tiga belas
114
seratus empat belas
115
seratus lima belas
116
seratus enam belas
117
seratus tujuh belas
118
seratus delapan belas
119
seratus sembilan belas
120
seratus dua puluh
121
seratus dua puluh satu
122
seratus dua puluh dua
123
seratus dua puluh tiga
124
seratus dua puluh empat
125
seratus dua puluh lima
126
seratus dua puluh enam
127
seratus dua puluh tujuh
128
seratus dua puluh delapan
129
seratus dua puluh sembilan
130
seratus tiga puluh.
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!