Kabar itu datang melalui email yang resmi, dengan kop surat bergambar lambang sekolah bergengsi itu.
Tapi Scarlett tidak terkejut. Tidak sama sekali. Saat dia membaca kalimat pembuka yang memberitahukan bahwa Dashiel "Dash" Quinn, putranya yang berusia dua belas tahun, telah terpilih sebagai penerima beasiswa penuh untuk sekolah berasrama di Oxford yang hanya diberikan kepada lima siswa per tahun dari berbagai negara bagian.
Dan reaksi pertamanya hanyalah anggukan pelan, diikuti oleh senyum kecil yang penuh kebanggaan.
Tentu saja.
Bagaimana mungkin tidak? Sejak Dash bisa berbicara, dunia tampak berkomunikasi dengannya dalam bahasa yang berbeda.
Angka-angka adalah teman bermainnya. Bintang-bintang di langit malam bukan hanya titik cahaya, tetapi teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan dan membuatnya suka ilmu astronomi.
Pada usia lima tahun, Dash telah mengoreksi cara ibunya menghitung bahan kue, dengan sabar menjelaskan perbandingan yang lebih tepat antara tepung dan mentega.
Pada usia delapan, dia membaca ulang ensiklopedia astronomi milik mendiang kakeknya sampai bukunya terlepas.
IQ-nya yang tinggi membuat para psikolog pendidikan berdecak kagum, dan ada konfirmasi bahwa putranya jenius.
*
Scarlett menyimpan email itu di ponselnya, lalu berjalan ke ruang keluarga, atau lebih tepatnya, ruang yang berfungsi sebagai perpustakaan Dash sekaligus laboratorium kecilnya.
Dash sedang duduk bersila di karpet, dikelilingi oleh papan sirkuit, kabel, dan komponen elektronik yang tampak acak-acakan bagi mata orang biasa.
Konsentrasinya sangat fokus sehingga dia tidak mendengar langkah ibunya. Tapi sorot matanya yang hijau, yang sekarang terfokus pada rangkaian di tangannya, itu semua warisan genetik Scarlett.
"Dash," panggil Scarlett, suaranya lembut.
Dash mengangkat kepala. "Mom ... Coba lihat apa yang kubuat. Ah ya, tak perlu kujelaskan karena mommy akan pusing nanti." Dia langsung menunjukkan rangkaiannya, wajahnya bersinar dengan semangat.
Scarlett tertawa kecil lalu duduk di sebelahnya, mengusap sedikit rambut yang jatuh di keningnya. "Itu luar biasa, Dash. Tapi ada sesuatu yang perlu kita bicarakan."
Scarlett menunjukkan ponselnya. Dash membacanya dengan mata yang awalnya biasa saja, lalu melebar, diikuti oleh binar bahagia.
"Beasiswa? Aku mendapatkannya?"
"Ya, kau diterima," kata Scarlett, mengamati setiap perubahan ekspresi di wajah anak laki-laki tampannya itu, seperti Jaxon.
Dash mengangguk perlahan. “Bolehkah, Mom?” tanya Dash meminta persetujuan ibunya.
"Jika kau menerima beasiswa itu, itu artinya kau akan bersekolah Oxford …. Itu sangat jauh." Kata-kata itu terasa berat di mulut Scarlett.
"Mom … apakah mommy keberatan?”
“Akan mommy pikirkan. Tak apa, kan?”
Dash mengangguk, tapi matanya tampak sendu.
*
*
Malam itu, setelah Dash akhirnya tertidur, rasa gelisahmenyergap Scarlett. Bukan karena dia meragukan kemampuan Dash. Tidak pernah.
Tapi bayangan Oxford, kota besar yang asing dan ramai, membuat Scarlett takut.
Dunia Dash selama ini adalah kota kecil mereka yang tenang, kamarnya yang penuh dengan buku, kafe kecil Scarlett di lantai dasar rumah mereka tempat dia sering mengerjakan PR di sudut sambil menikmati kue buatan ibunya, dan studio foto Scarlett di belakang rumah tempat dia kadang membantu mengatur apa pun yang bisa dikerjakannya.
Dunia yang dijalaninya selama 12 tahun lebih di sini begitu kecil, aman, terlindungi. Dunia yang dengan susah payah dibangun Scarlett untuk mereka berdua setelah kepergian ayahnya.
Oxford, berarti dia harus berpisah dari Dash yang akan tinggal di asrama. Dan lorong-lorong panjang itu pasti dipenuhi anak-anak dari seluruh dunia, tekanan kompetisi yang sengit, dan kehidupannya yang akan berjalan tanpa kehadiran Scarlett di sana.
“Apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus melepaskannya ke kota itu? Bagaimana denganku di sini?” bisiknya pada diri sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Una_awa
Dash anak yg jenius, sayang kalau kesempatan itu tidak diambil
2026-01-02
2
d'she wu
looks scarlet seger banget dgn rambut spt cotton candy & bola mata emerald she looks so pretty 😍
2026-01-02
1
V_eRiL
mom n dad nya pintar pasti anaknya pintar juga donk, keturunannya ngga kaleng² nih 👏👏👍
2026-01-02
2