Pertempuran dalam diri Scarlett itu berlangsung selama beberapa hari. Dia mengamati Dash, yang sekarang dengan diam-diam mulai mengemas bukunya, menyusunnya.
Dia melihat ketenangan di wajahnya, tetapi juga terlihat rasa gelisah yang tersembunyi. Dash lebih sering memeluk Scarlett sebelum tidur, seperti ingin merayunya.
Akhirnya, suatu malam di dapur, saat mereka berdua membersihkan sisa makan malam, Scarlett menarik napas dalam-dalam.
"Kau benar-benar ingin pergi ke sana, bukan?" tanyanya, suaranya pelan.
Dash berhenti mengeringkan piring. Dia menatap ibunya dengan serius. Di matanya yang hijau, Scarlett melihat permohonan tulus dari anak laki-lakinya. "Mom …," katanya, suaranya kecil namun jelas. "Aku ... aku ingin pergi. Aku akan sangat merindukan mommy. Aku akan merindukan kue blackforest buatan mommy. Dan semua yang biasa mommy lakukan untukku. Mommy bisa pindah juga ke kota itu agar bisa mengunjungiku setiap hari.”
Kalimat itu, dengan kejujuran yang polos, keraguan Scarlett. Air mata menggenang di matanya, tapi dia tersenyum.
Dia meraih tangan Dash yang masih basah. "Kalau begitu kau harus pergi, Dashiel Quinn. Kau harus pergi dan membaca semua buku baru di dunia yang lebih luas."
Keputusan itu akhirnya dibuat. Dash tersenyum dan memeluk erat sang ibu. “I love you, Mommy.”
Scarlett mengusap punggung sang putra dengan halus. “I love you more, Baby.”
“I’m not a baby, Mom.”
“Kau akan selalu menjadi bayi di mata mommy, Sayang.” Scarlett tersenyum, tapi tak bisa lagi menahan air matanya.
*
*
Tapi kemudian, Scarlett mulai sedikit bingung. Acara serenomy beasiswa dimulai dalam dua minggu.
Mustahil bagi Scarlett untuk pindah secara mendadak. Kehidupan mereka di kota kecil ini sudah sangat terikat, lebih dari sekadar kenangan.
Ada juga The Beau Glass, kafe kecil yang nyaman milik Scarlett yang juga menjadi tulang punggung ekonomi mereka.
Kafe itu dipenuhi oleh pelanggan setia yang datang untuk kopi racikannya, kue-kue buatannya, dan suasana hangatnya.
Menjualnya butuh waktu, mencari pembeli yang tepat, memastikan karyawannya yang sudah seperti keluarga akan baik-baik saja.
Lalu ada studio fotonya, Scarlett's Eye, tempat dia menjalankan pekerjaan sebagai fotografer komersial.
Ada pesanan yang sudah dijadwalkan berbulan-bulan ke depan, dan tentu saja tidak bisa begitu saja dibatalkan.
Dan yang paling menyulitkan adalah rumah mereka. Rumah yang dibeli bersama ayahnya, yang memiliki kenangan di setiap sudutnya.
Taman kecil tempat Dash pertama kali belajar berjalan, dapur tempat mereka berdua memasak bersama. Melepaskannya jelas membutuhkan kekuatan hati yang besar.
*
"Kau akan pergi dulu, Dash," jelas Scarlett pada suatu pagi, ketika mereka makan pagi bersama. "Mommy akan menyusul. Mommy perlu mengatur semua yang ada di sini. Menjual kafe dan studio, mencari rumah baru di dekat Oxford sekaligus tempat yang bisa mommy gunakan untuk kafe dan studio. Butuh waktu beberapa bulan, mungkin sampai semester pertengahan."
Dash mendengarkan, wajahnya serius. "Ya, mommy benar, itu adalah keputusan yang paling tepat," dia mengangguk. “Aku berani sendirian di asrama. Aku akan langsung bisa beradaptasi. Jangan khawatir.”
“Tapi … untuk seremoni pun mommy tak akan bisa datang, Dash. Apa kau tak masalah dengan hal itu?”
Dash menggelengkan kepalanya. “Sama sekali tak masalah. Aku sudah terbiasa mandiri. Aku pemberani, Mom. Setidaknya mommy menyiapkan seseorang yang bisa menemaniku nanti.” Dash tersenyum lebar.
Scarlett tersenyum dan mengacak rambut putranya. “Bagaimana kalau Kakek Graham yang menemanimu di sana untuk sementara waktu sampai kau masuk ke asrama?”
Mata Dash berbinar. “Good idea.”
Kakek Graham. Bukan kerabat Scarlett, tapi dia adalah sahabat karib ayahnya sejak mereka tinggal di kota kecil itu.
Setelah ayahnya meninggal dalam kecelakaan lima tahun yang lalu, Graham-lah yang dengan diam-diam hadir, seperti memperbaiki pagar rumah, mengajak Dash memancing, menjadi pendengar yang sabar saat Scarlett dilanda kesedihan karena merindukan ayahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Una_awa
masih nyimak,, jadi ingat novel jadul nya kak Zarin yg di NT 😁
2026-01-02
1
Alexa Juliana
Tenang Dash kau tdk akan sendirian disana, kau akan bertemu dgn Daddy mu
2026-06-20
0
Nonie Hlm
kenapa up nya nyicil 😄
2026-01-03
0