Membalas dengan Cara yang Sama

Salma melangkah mantap bersama Aksa menuju tengah lantai dansa, mengabaikan tatapan meremehkan dari para tamu yang menunggu tontonan memalukan.

Musik mulai mengalun. Dengan gerakan yang sangat sopan dan elegan, Aksa mengulurkan tangannya, mengundang Salma untuk berdansa.

Salma menyambutnya dengan senyum tipis.

Begitu tangan mereka bertaut, keduanya berputar dengan ritme yang begitu pas, seolah-olah mereka sudah berlatih ribuan kali.

Di antara empat pasangan lainnya, Salma dan Aksa yang awalnya dianggap paling "asing" justru terlihat seperti sepasang angsa di antara kerumunan bebek.

Gerakan mereka begitu mengalir, indah, dan penuh penjiwaan.

Orang-orang yang tadinya berniat mengejek perlahan-lahan terdiam, mata mereka membelalak tidak percaya.

Sosok Aksa yang berpakaian kuno dan Salma yang tampak pucat mendadak terlihat seperti pangeran dan putri yang sedang menari di sebuah pesta kerajaan.

Begitu musik berakhir, tepuk tangan meriah membahana di seluruh taman.

Manda dan Melly Gunawan terpaku. Kepalan tangan Manda mengeras hingga kuku-kukunya memutih.

Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa si pecundang Aksa dan si pemberontak Salma menari seindah itu?

Rasa iri membakar hati Manda saat mendengar bisikan-bisikan pujian dari teman-teman sekolah mereka.

"Gila, chemistry Salma sama Aksa keren banget!"

"Ternyata Aksa kalau lagi dansa kelihatan ganteng ya?"

"Salma cantik banget malam ini, auranya beda."

Salma menangkap ekspresi kesal yang berusaha disembunyikan Manda. Ia merasa sangat puas.

Saat Manda datang mendekat untuk memeluknya dengan sandiwara "kakak yang bangga", Salma berbisik tepat di telinganya dengan nada mengejek.

"Kak, makasih ya sudah kasih aku panggung di acara ulang tahunmu sendiri. Aku senang banget."

Wajah Manda menegang, tapi karena Papa Seno ada di dekat mereka, ia hanya bisa memaksakan senyum manis meski hatinya meradang.

"Ayah, Salma dan Aksa serasi sekali ya? Sepertinya hubungan mereka di sekolah memang sangat dekat," pancing Manda, mencoba menggiring opini ayahnya ke arah isu pacaran di bawah umur.

Salma langsung menggelayut manja di lengan Papa Seno sebelum ayahnya sempat mengerutkan kening.

"Pa, tadi aku takut banget bakal nginjek kakinya Aksa. Makanya aku sempat ragu mau dansa, tapi nggak enak kalau nolak di acara Kak Manda. Untung aja dia jago."

Papa Seno tertawa kecil, rasa curiganya menguap begitu saja melihat tingkah manja putri kandungnya.

"Kamu ini, bisa saja. Sejak kapan kamu belajar dansa sehebat itu? Katanya nggak suka?"

"Hehe, itu kejutan buat ulang tahun Papa nanti, tapi malah ketahuan duluan di sini karena disuruh Kak Manda," jawab Salma berbohong kecil.

Tidak mungkin ia bilang bahwa ia belajar semua itu saat menjadi roh yang gentayangan di kehidupan sebelumnya.

Setelah merasa cukup membuat Manda kepanasan, Salma pamit untuk beristirahat di kamar dengan alasan masih pusing akibat alergi kemarin.

Ia menolak tawaran Manda yang ingin mengantarnya, karena ia ingat betul di kehidupan lalu, Manda sengaja membuatnya terjatuh di tangga dan menyalahkannya di depan semua orang.

Dua hari kemudian, Salma kembali menginjakkan kaki di Citra Bangsa Global High School.

Suasana sekolah masih sama, tapi ada yang berbeda dari penampilannya. Salma kini mengenakan seragam dengan rapi, rambutnya tertata, tak lagi bergaya ala preman sekolah seperti biasanya.

"Eh, itu Salma? Dia pakai seragam beneran?"

"Katanya sih dia beneran jadian sama si kutu buku Aksa, makanya jadi tobat."

Salma hanya tersenyum dingin mendengar gosip itu. Begitu melihat dua siswi yang asyik berbisik-bisik sambil menunjuknya, Salma berhenti tepat di depan mereka.

"Permisi, teman-teman," suara Salma terdengar lembut namun menusuk.

"Aku cuma mau tanya, sejak kapan kalian jadi peramal? Aku sendiri saja belum tahu kalau aku pacaran, kok kalian sudah tahu?"

Tatapan Salma mendadak menjadi tajam dan dingin, membuat kedua siswi itu bergidik ngeri.

"Lain kali, sebelum bicara, pastikan lidah kalian tidak membawa masalah.

Aku tidak segan membuat kalian keluar dari sekolah ini kalau masih hobi menyebar fitnah."

Salma melenggang pergi, meninggalkan mereka yang mematung ketakutan.

Masuk ke kelas XI-7, suasana yang tadinya riuh mendadak sunyi senyap. Salma duduk di bangkunya, membuka buku pelajaran dengan tenang.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Bagas, siswa yang duduk di belakangnya, mulai memprovokasi.

"Wuih, Salma sekarang akting jadi anak rajin? Capek nggak sih pura-pura? Mending jadi anak mami kayak Manda atau tetap jadi preman?" ejek Bagas, disambut tawa teman-temannya.

"Atau memang benar ini karena selera kamu sekarang cuma sekelas Aksa si cupu?"

Aksa, yang duduk tak jauh dari sana, tiba-tiba berdiri. Tubuhnya gemetar, tapi ia menatap Bagas dengan penuh keberanian.

"K-kalian... tidak pantas bicara begitu tentang Salma!"

"Wah, pahlawan kesiangan datang! Berani lo sama gue, cupu?" Bagas berdiri, menantang dengan kepalan tangan terangkat.

Sebelum kepalan tangan Bagas mengenai Aksa, Salma sudah lebih dulu melompat berdiri.

Dengan kecepatan yang mengejutkan, tangannya mencengkeram pergelangan tangan Bagas.

Cengkeramannya begitu kuat hingga Bagas meringis kesakitan.

"Bagas, sepertinya kamu lupa gosok gigi pagi ini. Bau mulutmu... ah tidak, bau sampah dari kata-katamu ini benar-benar bikin mual," sindir Salma pedas.

Seluruh kelas melongo. Bagas yang badannya jauh lebih besar tidak bisa bergerak sedikit pun.

Salma kemudian menyeret Bagas keluar menuju koridor, di mana banyak siswa kelas lain sedang berkumpul sebelum bel masuk.

"Minta maaf," tuntut Salma dingin.

"Nggak mau! Lepasin gue, gila!" teriak Bagas malu karena ditonton banyak orang.

Tepat saat itu, Manda muncul dengan "pasukan pelindungnya".

Ia melangkah mendekat dengan wajah penuh keprihatinan yang dibuat-buat.

"Salma, astaga! Lepasin Bagas. Ini sekolah, jangan bikin keributan lagi. Kalau ada masalah, bicarakan baik-baik," ujar Manda lembut, mencoba mengambil peran sebagai penengah yang bijak.

Salma tidak melepaskan Bagas, melainkan justru membiarkan air matanya jatuh, akting yang sempurna.

"Kak, kenapa Kakak selalu menyalahkanku tanpa tanya dulu? Bagas menghinaku dan Aksa di depan semua orang dengan kata-kata kasar.

Aku cuma minta dia minta maaf karena aku merasa sangat terluka. Apa salah kalau aku membela harga diriku?"

Manda tertegun. Ia tidak menyangka Salma akan membalasnya dengan cara yang sama, bermain peran sebagai korban.

Aksa pun maju memberikan kesaksian, diikuti beberapa siswa lain yang memang tidak suka dengan sifat sombong Bagas.

"B-benar, Bagas yang m-mulai duluan," bela Aksa.

Manda terpojok. Ia harus menjaga citranya di depan umum.

Akhirnya, ia berbalik menatap Bagas dengan tegas yang dipaksakan. "Bagas, kalau memang kamu salah bicara, sebaiknya minta maaf pada adikku."

Bagas yang ketakutan melihat sorot mata Salma yang sebenarnya sangat dingin di balik air mata itu, akhirnya menunduk.

"Oke, gue minta maaf, Sal. Gue tadi cuma bercanda."

"Minta maaf itu harus tulus, bukan karena terpaksa," potong Salma sambil menyeka air mata, suaranya kembali tegar.

Ia menatap kerumunan siswa. "Aku tidak akan mentoleransi siapapun yang mencoba menginjak-injakku lagi.

Dan kalian," ia menunjuk Melly dan pengikut Manda lainnya, "jangan jadi 'anjing penjaga' yang cuma bisa menggonggong tanpa tahu masalah aslinya."

Mendengar itu Melly spontan meradang. "Salma, jaga bicaramu! Manda itu sayang banget sama kamu, jangan kurang ajar!"

Salma tersenyum manis pada Manda. "Aku tahu Kak Manda sayang aku. Makanya, Kakak nggak akan keberatan kan kalau aku bilang ke orang-orang kalau teman-teman Kakak ini justru yang sering mengadu domba kita? Mereka sering bilang Kakak benci aku di belakangku."

Wajah Manda menjadi pucat pasi. Ia terpaksa memeluk Salma dan berkata, "Tentu saja, Sayang. Mereka hanya salah paham."

Dalam hati, Manda ingin sekali mencekik Salma saat itu juga.

Salma kemudian berbalik pada Aksa, "Aksa, nanti pulang sekolah tunggu aku ya. Kita ada janji makan, kan?"

Aksa mengangguk pelan dengan rona merah di pipinya.

Terpopuler

Comments

Dokkan Battle

Dokkan Battle

HALAL UNTUK DIBUNUH

2026-05-30

0

Dokkan Battle

Dokkan Battle

HALAL UNTUU DIBUNUH

2026-05-30

0

kriwil

kriwil

apa manda ini anak punggut

2026-01-02

2

lihat semua
Episodes
1 Belum Terlambat
2 Membalas dengan Cara yang Sama
3 Wajah Penuh Keprihatinan Palsu
4 Aku Bakal Lindungin Kamu
5 Masih Ingat Jalan Pulang
6 Jatuh dengan Telak
7 Kayak Lagi Liat Sirkus
8 Siapa Ratu Drama yang Sebenarnya
9 Kesalahan Terbesar
10 Rencana Lain
11 Gombal tapi Protektif
12 Menampar Keras Harga Diri Banyak Orang
13 Manda Punya Hobi Aneh
14 Manda Mah Lewat
15 Penuh Peringatan Tersirat
16 Menusuk dari Belakang
17 Kamu Sebenarnya siapa?
18 Masih Bisa Senyum
19 Berutang Kebenaran
20 Upacara Penerimaan
21 Asal Kamu Bahagia
22 Lumayan Buat Beli Beras
23 Bucin Sekaligus Licik
24 Maaf, Kita Nggak Akrab
25 Neraka Buatanmu Sendiri
26 Tekanan yang Tak Biasa
27 Musuh yang Sebenarnya
28 Peran Adik Tersakiti
29 Rasanya Seperti Ditelanjangi di Alun-alun Kota
30 Penuh Kejutan yang Manis
31 Parasit yang Menumpang Hidup
32 Ia Tidak Boleh Lemah
33 Malam Ini Panggungnya Milikmu
34 Skandal Besar Sedang Berlangsung
35 Kehilangan Segalanya
36 Jodohmu dengan Keluarga Tanudjaja Sudah Habis
37 Drama Keluarga Konglomerat
38 Kebenaran yang Terungkap
39 Memang Bagian dari Keluarga Ini
40 Nanti Kita Juga Akan Seperti Itu
41 Satu Kata Buat Lo
42 Yang Muda Berkarya
43 Tangan Kotornya Masih Bisa Mengacau
44 Efek Viral Itu Nyata
45 Mereka Butuh Waktu
46 Karena Ada Kamu
47 Selalu Jadi Dirimu yang Asli
48 Akan Ada yang Sial Hari Ini
49 Langsung Mencair
50 Soal Masak Sama Setia
51 Gue Udah Punya Pacar
52 Teman Masa Kecil
53 Siapa yang Pantas Diperjuangkan
54 Drama Murahan
55 Masih Kena Getahnya
56 Mendapat Lampu Hijau
57 Datang dengan Wajah Aslinya
58 Percikan Api Persaingan
59 Merekayasa Kejadian
60 Semuanya Sudah Terlambat
61 Otak Kalian Ketinggalan di Rumah
62 Membuat Mereka Berhenti Berharap
63 Seperti Berjalan di Atas Tali Tipis
64 Teror Psikologis
65 Nggak seindah dongeng
66 Mencari Setitik Saja Rasa Puas
67 Udah Lo Bego-begoin Bertahun-tahun
68 Merusak Rencana Naik Kasta
69 Cuma Numpang Lewat
70 Memegang Kartu AS Sebesar Ini
71 Kamu Binatang
72 Kembali Ke Momen Keputusasaan
73 Pertahanan Salma Runtuh Total
74 Tania Kalah Telak
75 Tania Sanjaya Meninggal
76 Mengubur Identitas Lamanya
77 Dengan Tekad yang Bulat
78 Mengikuti Rencana Aksa
79 Tidak Akan Pernah Mengkhianatimu
80 Pelabuhan Untuk Pulang
81 Dia Bukan Anak SMA Ingusan
82 Ternyata Mulutnya Setajam Silet
83 Aku Bukan Kesemek Lembek
84 Bawel dan Overthinking
85 Benar-benar Tanpa Celah
86 Serangan Terbuka
87 Hari Ini Panggungnya Dia
88 Kartu AS Terakhir
89 Untuk Hari Ini
90 Kita Belum Menang
91 Nyonya Rentenir
92 Tatapan Yang Berbeda
93 Jadilah Sekutu Saya
94 Status Hubungan Diperbarui
95 Dunia Memang Milik Mereka Berdua
96 Untuk Modal Nikah
97 Perjalanan Kita Masih Panjang
98 Melepaskan Beban Terakhir
99 Takdir Telah Ditulis Ulang
100 Aku Tidak Bodoh Lagi - TAMAT
101 PENGUMUMAN NOVEL BARU – SERI 2 KISAH SEKAR
102 NOVEL BARU - Reinkarnasi Dokter Forensik sebagai Putri Terbuang di Era Mataram
103 BARU - Dukun Rongsok Tanah Abang Membuatku Jadi Ibu Tiri Terkutuk di Era Orba
104 BARU - Assasin Reborn: Membunuh Demi Bayi Sang Taipan
105 BARU - Kehidupan Kedua: Kali Ini Aku yang Mengatur Permainan
106 BARU — Sistem Istri Ideal untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek
107 BARU: Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis dengan Sapi Wagyu
108 Baru — Putri Asli yang Tak Pernah Dipilih
109 Baru — Rebirth, Kali Ini Aku Menikahi Adikmu
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Belum Terlambat
2
Membalas dengan Cara yang Sama
3
Wajah Penuh Keprihatinan Palsu
4
Aku Bakal Lindungin Kamu
5
Masih Ingat Jalan Pulang
6
Jatuh dengan Telak
7
Kayak Lagi Liat Sirkus
8
Siapa Ratu Drama yang Sebenarnya
9
Kesalahan Terbesar
10
Rencana Lain
11
Gombal tapi Protektif
12
Menampar Keras Harga Diri Banyak Orang
13
Manda Punya Hobi Aneh
14
Manda Mah Lewat
15
Penuh Peringatan Tersirat
16
Menusuk dari Belakang
17
Kamu Sebenarnya siapa?
18
Masih Bisa Senyum
19
Berutang Kebenaran
20
Upacara Penerimaan
21
Asal Kamu Bahagia
22
Lumayan Buat Beli Beras
23
Bucin Sekaligus Licik
24
Maaf, Kita Nggak Akrab
25
Neraka Buatanmu Sendiri
26
Tekanan yang Tak Biasa
27
Musuh yang Sebenarnya
28
Peran Adik Tersakiti
29
Rasanya Seperti Ditelanjangi di Alun-alun Kota
30
Penuh Kejutan yang Manis
31
Parasit yang Menumpang Hidup
32
Ia Tidak Boleh Lemah
33
Malam Ini Panggungnya Milikmu
34
Skandal Besar Sedang Berlangsung
35
Kehilangan Segalanya
36
Jodohmu dengan Keluarga Tanudjaja Sudah Habis
37
Drama Keluarga Konglomerat
38
Kebenaran yang Terungkap
39
Memang Bagian dari Keluarga Ini
40
Nanti Kita Juga Akan Seperti Itu
41
Satu Kata Buat Lo
42
Yang Muda Berkarya
43
Tangan Kotornya Masih Bisa Mengacau
44
Efek Viral Itu Nyata
45
Mereka Butuh Waktu
46
Karena Ada Kamu
47
Selalu Jadi Dirimu yang Asli
48
Akan Ada yang Sial Hari Ini
49
Langsung Mencair
50
Soal Masak Sama Setia
51
Gue Udah Punya Pacar
52
Teman Masa Kecil
53
Siapa yang Pantas Diperjuangkan
54
Drama Murahan
55
Masih Kena Getahnya
56
Mendapat Lampu Hijau
57
Datang dengan Wajah Aslinya
58
Percikan Api Persaingan
59
Merekayasa Kejadian
60
Semuanya Sudah Terlambat
61
Otak Kalian Ketinggalan di Rumah
62
Membuat Mereka Berhenti Berharap
63
Seperti Berjalan di Atas Tali Tipis
64
Teror Psikologis
65
Nggak seindah dongeng
66
Mencari Setitik Saja Rasa Puas
67
Udah Lo Bego-begoin Bertahun-tahun
68
Merusak Rencana Naik Kasta
69
Cuma Numpang Lewat
70
Memegang Kartu AS Sebesar Ini
71
Kamu Binatang
72
Kembali Ke Momen Keputusasaan
73
Pertahanan Salma Runtuh Total
74
Tania Kalah Telak
75
Tania Sanjaya Meninggal
76
Mengubur Identitas Lamanya
77
Dengan Tekad yang Bulat
78
Mengikuti Rencana Aksa
79
Tidak Akan Pernah Mengkhianatimu
80
Pelabuhan Untuk Pulang
81
Dia Bukan Anak SMA Ingusan
82
Ternyata Mulutnya Setajam Silet
83
Aku Bukan Kesemek Lembek
84
Bawel dan Overthinking
85
Benar-benar Tanpa Celah
86
Serangan Terbuka
87
Hari Ini Panggungnya Dia
88
Kartu AS Terakhir
89
Untuk Hari Ini
90
Kita Belum Menang
91
Nyonya Rentenir
92
Tatapan Yang Berbeda
93
Jadilah Sekutu Saya
94
Status Hubungan Diperbarui
95
Dunia Memang Milik Mereka Berdua
96
Untuk Modal Nikah
97
Perjalanan Kita Masih Panjang
98
Melepaskan Beban Terakhir
99
Takdir Telah Ditulis Ulang
100
Aku Tidak Bodoh Lagi - TAMAT
101
PENGUMUMAN NOVEL BARU – SERI 2 KISAH SEKAR
102
NOVEL BARU - Reinkarnasi Dokter Forensik sebagai Putri Terbuang di Era Mataram
103
BARU - Dukun Rongsok Tanah Abang Membuatku Jadi Ibu Tiri Terkutuk di Era Orba
104
BARU - Assasin Reborn: Membunuh Demi Bayi Sang Taipan
105
BARU - Kehidupan Kedua: Kali Ini Aku yang Mengatur Permainan
106
BARU — Sistem Istri Ideal untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek
107
BARU: Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis dengan Sapi Wagyu
108
Baru — Putri Asli yang Tak Pernah Dipilih
109
Baru — Rebirth, Kali Ini Aku Menikahi Adikmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!