Aku Bakal Lindungin Kamu

"Maaf? Kamu sudah berusaha menjebakku habis-habisan, dan sekarang kamu minta maaf?" Salma mendekatkan wajahnya. Senyum di bibirnya tidak mencapai matanya yang sedingin es, membuat Melly Gunawan merinding sekujur tubuh.

"Eng-enggak... aku tulus minta maaf! Tolong, Salma, maafin aku. Aku janji nggak akan pernah ngomongin kamu lagi!" Melly tergagap, ketakutan setengah mati.

Saat ini, Melly ingin sekali kabur secepat kilat. Sayangnya, cengkeraman Salma membuatnya terpaku di tempat.

"Aku nggak punya toleransi buat orang yang sengaja mau nyelakain aku, mau cowok atau cewek. Jadi, Melly, simpan saja maafmu. Video ini bakal langsung mendarat di meja Kepala Sekolah. Soal nasibmu nanti, berdoa saja yang kencang!" ancam Salma tanpa ampun.

Ia ingin melihat, kartu as apa yang akan dikeluarkan Melly untuk menukar nasibnya.

"Jangan!" Melly panik luar biasa. Wajahnya memelas. Ia tak bisa membayangkan jika harus dikeluarkan dari Citra Bangsa Global High School; hidupnya di keluarga Gunawan akan tamat.

"Salma, aku tahu aku salah. Aku mohon, lepaskan aku sekali ini saja. Aku bersumpah nggak akan jelek-jelekin kamu lagi, dan video ini bakal aku hapus permanen!"

"Kenapa baru nyesel sekarang? Tiap hari kerjaanmu menghasut Kak Manda, kamu pikir aku buta?" Salma melepaskan cengkeramannya, berpura-pura hendak melangkah menuju gedung guru.

Melly buru-buru menahan lengan Salma. "Gimana kalau aku tukar dengan rahasia? Aku kasih kamu satu rahasia besar, tapi tolong lepaskan aku!"

"Rahasia?" Salma menaikkan alisnya, tampak tertarik sesaat sebelum kembali memasang wajah meremehkan. "Emang rahasiamu semahal apa?"

Melly menarik napas panjang, seolah sedang mempertaruhkan segalanya. "Aku jamin kamu bakal tertarik. Tapi kamu harus janji, setelah ini masalah video kita anggap selesai dan nggak akan dibahas lagi."

Salma sebenarnya cukup penasaran. Kalau Melly sampai seserius ini, pasti ini menyangkut Manda Tanudjaja. Tidak ada ruginya. Menghancurkan musuh itu butuh strategi, dan informasi adalah senjata.

"Tapi aku nggak tertarik tuh," pancing Salma, memasang wajah bosan. "Rahasia bagiku cuma privasi orang. Dan aku diajarkan buat menghargai privasi. Jadi, Melly, sori aja, kamu salah orang."

"Enggak, dengerin dulu! Manda... Manda itu selama ini bisa masuk sepuluh besar karena dia curang!" Dalam kepanikan, Melly akhirnya membocorkan rahasia yang ia simpan rapat-rapat. "Dia selalu nyontek!"

Salma tertegun sejenak. Akhirnya ia paham kenapa di kehidupan sebelumnya, nilai ujian akhir Manda begitu hancur. Ternyata prestasi akademis yang selama ini dibangga-banggakan sang "kakak teladan" hanyalah hasil curian.

Wow, kejutan yang manis, batin Salma.

"Wah... aku beneran nggak nyangka," Salma pura-pura marah besar. "Kakakku sampai berantem sama aku demi belain kamu, tapi di belakangnya kamu malah fitnah dia kayak gini? Aku nyesel pernah dengerin omonganmu!"

"Kalau aku bohong, biar aku disambar petir! Ini rahasia yang aku simpan dari SMP. Kalau nggak percaya, coba cek nilai ujian masuknya dulu, kenapa bisa rendah banget?" Melly semakin panik, berusaha meyakinkan Salma demi menyelamatkan dirinya sendiri.

"Berani-beraninya kamu pakai aib kakakku buat ngancem aku? Oke, Melly, kamu hebat. Kali ini aku anggap masalah video nggak pernah ada. Hapus videonya sekarang! Tapi ingat, kalau ada lain kali, aku nggak akan kasih ampun." Salma berakting seolah-olah ia terpaksa setuju demi nama baik kakaknya.

"Aku janji nggak akan ada lain kali!" Melly nyaris bersujud.

Salma memastikan video itu benar-benar terhapus, lalu mengembalikan ponsel Melly. Melly menghela napas lega, namun saat ia hendak berbalik pergi, suara dingin Salma kembali menahannya.

"Satu lagi. Orang yang bisa ngejual sahabatnya sendiri kayak kamu, jelas nggak bisa dipercaya. Biar kakakku nggak dikhianati lagi sama kamu, aku sudah simpan bukti omongan kita barusan."

Melly menoleh kaget, melihat Salma menggoyangkan ponselnya dengan santai sambil tersenyum penuh kemenangan. Lutut Melly lemas. Ia tadinya berencana mengadu pada Manda kalau Salma menyebar fitnah, tapi sekarang posisinya benar-benar terkunci.

"Pikirkan baik-baik langkahmu," ucap Salma sebelum melenggang pergi.

Tentu saja, Salma tidak benar-benar merekamnya. Itu hanya gertakan. Tapi bagi orang bermental pengecut seperti Melly, gertakan itu sudah cukup untuk membuatnya bungkam seribu bahasa.

Manda, apa yang kamu lakukan padaku di kehidupan lalu, akan kubalas lunas, satu per satu!

Melly kembali ke kelas dengan wajah pucat pasi, bahkan tak berani menatap ke arah bangku Salma. Di barisan belakang, Aksa memperhatikan interaksi itu dengan rasa ingin tahu.

Apa yang dilakukan gadis kecil itu sampai Melly terlihat seperti melihat hantu?

"Melly, kamu sakit? Kok pucat banget?" tanya Manda dengan nada prihatin yang dibuat-buat.

"Eng-enggak, aku nggak apa-apa!" Melly buru-buru menyangkal, rasa bersalah karena baru saja mengkhianati Manda membuatnya gugup.

Manda menatapnya curiga, tapi tak bertanya lebih lanjut karena bel masuk berbunyi.

Pelajaran siang itu adalah Kimia. Di sekolah elit seperti Citra Bangsa Global High School, pelajaran eksakta seringkali jadi obat tidur paling ampuh. Guru Kimia sedang menjelaskan dengan semangat, namun seisi kelas tampak layu.

Sang guru selesai menjelaskan satu konsep rumit dan secara refleks melontarkan pertanyaan. Ia sudah siap untuk menjawab pertanyaannya sendiri, seperti biasa, ketika sebuah suara jernih memecah keheningan.

Salma berdiri, lalu dengan tenang dan runtut menjawab pertanyaan tersebut. Jawabannya sempurna, bahkan mencakup detail yang belum diajarkan.

Guru itu terpaku. Murid-murid yang tadinya sibuk dengan ponsel atau tertidur langsung mendongak, menatap Salma tak percaya. Salma Tanudjaja, si biang onar, menjawab soal kimia tingkat lanjut?

"B-bagus sekali! Salma, bisa kamu ulangi?" Pak Guru tampak sangat terharu.

Salma mengulangi jawabannya dengan lancar. Suaranya bergema di ruang kelas yang sunyi.

Wajah Manda berubah masam. Seharusnya panggung "murid pintar" itu miliknya. Rasa iri mulai membakar hatinya melihat Salma menjadi pusat perhatian.

"Luar biasa! Silakan duduk, Salma." Pak Guru tersenyum lebar.

Bisik-bisik mulai terdengar.

"Paling cuma hoki."

"Atau dia nyontek?"

"Mungkin dia cuma akting rajin biar dilirik Aksa."

"Ah, cuma hapalan buku doang, kita juga bisa kalau mau baca."

Salma masa bodoh. Ia tetap mencatat materi dengan tekun. Namun, Pak Guru yang mendengar bisikan itu merasa perlu meluruskan.

"Anak-anak, jawaban Salma tadi itu materi pengayaan yang belum ada di buku paket kalian. Jadi tolong hargai teman kalian yang belajar lebih."

Bagas tiba-tiba berdiri dengan wajahnya sengak. "Pak, kalau materinya nggak ada di buku, ngapain Bapak tanya ke kami? Mau pamer pinter apa mau bikin kami kelihatan bego?"

Pak Guru langsung menciut. Ia takut pada Bagas, si preman sekolah yang orang tuanya donatur besar.

"Heh..." Salma tertawa kecil, nadanya penuh cemoohan. "Lucu ya, zaman sekarang ada orang yang bangga banget sama kebodohannya sendiri."

Salma berbalik menatap Bagas. "Kalau aku jadi kamu, aku bakal diam daripada malu-maluin. Emangnya salah kalau guru kasih materi lebih? Kamu itu siswa SMA, tapi kelakuan kayak preman pasar yang beraninya nindas guru. Nggak punya malu?"

"Salma! Gue nggak ngomong sama lo ya!" Bagas membentak, wajahnya merah padam.

"Kenapa? Nggak terima? Karena aku menghormati guruku, aku nggak terima kamu perlakukan beliau kayak gitu. Kamu nggak punya hak!" Salma menatap tajam. "Kalau kamu mau main kekuasaan, oke. Aku bisa pakai nama Keluarga Tanudjaja buat bikin kamu nyesel. Mau coba?"

Nama "Tanudjaja" ampuh membungkam Bagas.

"Kamu boleh nggak belajar, nggak ada yang maksa, tapi jangan paksa orang lain buat jadi bodoh kayak kamu. Jangan pakai IQ rendahmu itu buat nurunin standar satu kelas," tutup Salma pedas, lalu kembali duduk.

Wajah Bagas berubah warna-warni menahan amarah. Manda ternganga, tak menyangka Salma bisa sepedas itu.

"Pak, silakan lanjut. Jangan biarkan satu kotoran tikus merusak pelajaran Bapak," ucap Salma manis pada gurunya.

Pak Guru tersenyum lega, matanya berkaca-kaca. Baru kali ini ada murid yang membelanya seberani itu.

Setelah kelas usai, Naya Wardhana, siswi jenius yang terkenal dingin dan anti-sosial, tiba-tiba berdiri di depan meja Salma.

"Boleh aku tanya soal yang ini? Aku agak bingung," ucap Naya sambil menyodorkan buku latihan.

Salma terkejut, tapi langsung tersenyum ramah. "Tentu, ayo kita bahas bareng."

Salma ingat Naya dari kehidupan sebelumnya. Gadis ini cerdas dan punya integritas, musuh alami Manda. Berteman dengan Naya adalah langkah strategis yang bagus.

Salma menjelaskan alur pengerjaan soal itu dengan cepat. Mata Naya berbinar. "Astaga, aku tertipu sama soalnya! Makasih, Salma. Kamu jenius! Boleh nggak kita sering-sering diskusi gini?"

Seluruh kelas melongo. Naya si Putri Es mengajak Salma diskusi?

Manda yang melihat itu merasa panas. Naya yang selama ini mengabaikannya, malah mendekati Salma? Manda tak terima posisinya sebagai pusat perhatian direbut.

"Salma," sela Naya lagi, "Gimana kalau aku minta wali kelas buat pindahin aku jadi teman sebangkumu? Kursi sebelahmu kan kosong."

"Ide bagus!" jawab Salma antusias. "Tapi yakin? Banyak yang nggak suka sama aku lho, nanti kamu kena imbasnya."

Naya melirik sinis ke sekeliling kelas. "Aku nggak takut. Siapa yang berani ganggu, bakal tahu akibatnya."

Dari belakang, Aksa tersenyum tipis dan mengacungkan jempol pada Naya. Mereka sebenarnya teman masa kecil, tapi tak ada yang tahu.

Manda, yang tak mau kehilangan kontrol, segera mendekat dengan senyum manisnya. "Salma, sebenarnya Kakak tadi udah bilang ke wali kelas mau pindah duduk sama kamu. Biar kita bisa saling bantu belajar."

Salma tahu akal bulus Manda. Jika mereka duduk sebangku, prestasi Salma nantinya akan diklaim sebagai hasil "bimbingan" Manda.

"Yah, Kak... Aku sih mau aja," Salma memasang wajah polos. "Tapi kasihan Melly dong. Kalian kan udah sebangku lama. Kalau Kakak pindah, nanti Melly ngerasa dibuang gimana? Melly kan sayang banget sama Kakak. Nanti orang-orang ngira Kakak habis manis sepah dibuang."

Skakmat. Salma menggunakan Melly sebagai tameng. Manda tak bisa membantah tanpa merusak citra "malaikat"-nya, apalagi Melly dan seisi kelas sedang mendengarkan.

"Ah... iya juga sih," Manda tersenyum kaku, menahan geram. "Ya sudah kalau gitu. Semangat belajarnya ya sama Naya."

"Makasih, Kak! Kakak emang paling pengertian!" seru Salma riang. Akting? Siapa takut.

Sebelum kembali ke bangkunya, Manda berbalik. "Salma, nanti pulang sekolah tunggu aku ya. Ada yang mau aku omongin. Jangan pulang duluan."

Bel pulang berbunyi. Manda beralasan ada urusan mendadak dan pergi lebih dulu, tapi ia berpesan agar Salma menunggunya. Salma mengangguk patuh, meski dalam hati ia tertawa sinis. Ia tahu ini jebakan.

Salma membereskan bukunya dengan santai. Saat menoleh ke belakang, tatapannya bertabrakan dengan mata Aksa.

Untuk sesaat, Salma tertegun. Tatapan Aksa begitu dalam, hangat, dan... penuh percaya diri? Sosok culun itu seolah lenyap, digantikan oleh aura seorang pangeran yang mempesona. Jantung Salma berdetak kencang.

Ah, pasti cuma perasaanku saja, batin Salma, buru-buru membuang muka.

"Salma, mau pulang?" suara Aksa terdengar lembut.

"Iya, yuk." Salma berdiri.

"Nggak nunggu kakakmu dulu?" tanya Aksa sambil membetulkan letak kacamatanya.

"Nggak usah. Kita lewat jalan belakang aja, kayaknya ada yang nungguin kita di sana. Nggak enak kalau Kak Manda ikut kena masalah," alasan Salma.

Mereka berjalan beriringan menuju lapangan sepak bola, jalan pintas menuju gerbang samping. Benar saja, dari kejauhan terlihat Bagas dan gerombolannya sudah menunggu dengan wajah sangar.

"Nanti kalau mereka main kasar, kamu sembunyi di belakangku ya. Aku bakal lindungin kamu," bisik Aksa serius.

"Oke," jawab Salma, menahan senyum.

Terpopuler

Comments

Ari Peny

Ari Peny

manda dan salma satu kelas kok kakak

2026-03-08

1

Dokkan Battle

Dokkan Battle

ah begitu ya,osananajimi

2026-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 Belum Terlambat
2 Membalas dengan Cara yang Sama
3 Wajah Penuh Keprihatinan Palsu
4 Aku Bakal Lindungin Kamu
5 Masih Ingat Jalan Pulang
6 Jatuh dengan Telak
7 Kayak Lagi Liat Sirkus
8 Siapa Ratu Drama yang Sebenarnya
9 Kesalahan Terbesar
10 Rencana Lain
11 Gombal tapi Protektif
12 Menampar Keras Harga Diri Banyak Orang
13 Manda Punya Hobi Aneh
14 Manda Mah Lewat
15 Penuh Peringatan Tersirat
16 Menusuk dari Belakang
17 Kamu Sebenarnya siapa?
18 Masih Bisa Senyum
19 Berutang Kebenaran
20 Upacara Penerimaan
21 Asal Kamu Bahagia
22 Lumayan Buat Beli Beras
23 Bucin Sekaligus Licik
24 Maaf, Kita Nggak Akrab
25 Neraka Buatanmu Sendiri
26 Tekanan yang Tak Biasa
27 Musuh yang Sebenarnya
28 Peran Adik Tersakiti
29 Rasanya Seperti Ditelanjangi di Alun-alun Kota
30 Penuh Kejutan yang Manis
31 Parasit yang Menumpang Hidup
32 Ia Tidak Boleh Lemah
33 Malam Ini Panggungnya Milikmu
34 Skandal Besar Sedang Berlangsung
35 Kehilangan Segalanya
36 Jodohmu dengan Keluarga Tanudjaja Sudah Habis
37 Drama Keluarga Konglomerat
38 Kebenaran yang Terungkap
39 Memang Bagian dari Keluarga Ini
40 Nanti Kita Juga Akan Seperti Itu
41 Satu Kata Buat Lo
42 Yang Muda Berkarya
43 Tangan Kotornya Masih Bisa Mengacau
44 Efek Viral Itu Nyata
45 Mereka Butuh Waktu
46 Karena Ada Kamu
47 Selalu Jadi Dirimu yang Asli
48 Akan Ada yang Sial Hari Ini
49 Langsung Mencair
50 Soal Masak Sama Setia
51 Gue Udah Punya Pacar
52 Teman Masa Kecil
53 Siapa yang Pantas Diperjuangkan
54 Drama Murahan
55 Masih Kena Getahnya
56 Mendapat Lampu Hijau
57 Datang dengan Wajah Aslinya
58 Percikan Api Persaingan
59 Merekayasa Kejadian
60 Semuanya Sudah Terlambat
61 Otak Kalian Ketinggalan di Rumah
62 Membuat Mereka Berhenti Berharap
63 Seperti Berjalan di Atas Tali Tipis
64 Teror Psikologis
65 Nggak seindah dongeng
66 Mencari Setitik Saja Rasa Puas
67 Udah Lo Bego-begoin Bertahun-tahun
68 Merusak Rencana Naik Kasta
69 Cuma Numpang Lewat
70 Memegang Kartu AS Sebesar Ini
71 Kamu Binatang
72 Kembali Ke Momen Keputusasaan
73 Pertahanan Salma Runtuh Total
74 Tania Kalah Telak
75 Tania Sanjaya Meninggal
76 Mengubur Identitas Lamanya
77 Dengan Tekad yang Bulat
78 Mengikuti Rencana Aksa
79 Tidak Akan Pernah Mengkhianatimu
80 Pelabuhan Untuk Pulang
81 Dia Bukan Anak SMA Ingusan
82 Ternyata Mulutnya Setajam Silet
83 Aku Bukan Kesemek Lembek
84 Bawel dan Overthinking
85 Benar-benar Tanpa Celah
86 Serangan Terbuka
87 Hari Ini Panggungnya Dia
88 Kartu AS Terakhir
89 Untuk Hari Ini
90 Kita Belum Menang
91 Nyonya Rentenir
92 Tatapan Yang Berbeda
93 Jadilah Sekutu Saya
94 Status Hubungan Diperbarui
95 Dunia Memang Milik Mereka Berdua
96 Untuk Modal Nikah
97 Perjalanan Kita Masih Panjang
98 Melepaskan Beban Terakhir
99 Takdir Telah Ditulis Ulang
100 Aku Tidak Bodoh Lagi - TAMAT
101 PENGUMUMAN NOVEL BARU – SERI 2 KISAH SEKAR
102 NOVEL BARU - Reinkarnasi Dokter Forensik sebagai Putri Terbuang di Era Mataram
103 BARU - Dukun Rongsok Tanah Abang Membuatku Jadi Ibu Tiri Terkutuk di Era Orba
104 BARU - Assasin Reborn: Membunuh Demi Bayi Sang Taipan
105 BARU - Kehidupan Kedua: Kali Ini Aku yang Mengatur Permainan
106 BARU — Sistem Istri Ideal untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek
107 BARU: Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis dengan Sapi Wagyu
108 Baru — Putri Asli yang Tak Pernah Dipilih
109 Baru — Rebirth, Kali Ini Aku Menikahi Adikmu
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Belum Terlambat
2
Membalas dengan Cara yang Sama
3
Wajah Penuh Keprihatinan Palsu
4
Aku Bakal Lindungin Kamu
5
Masih Ingat Jalan Pulang
6
Jatuh dengan Telak
7
Kayak Lagi Liat Sirkus
8
Siapa Ratu Drama yang Sebenarnya
9
Kesalahan Terbesar
10
Rencana Lain
11
Gombal tapi Protektif
12
Menampar Keras Harga Diri Banyak Orang
13
Manda Punya Hobi Aneh
14
Manda Mah Lewat
15
Penuh Peringatan Tersirat
16
Menusuk dari Belakang
17
Kamu Sebenarnya siapa?
18
Masih Bisa Senyum
19
Berutang Kebenaran
20
Upacara Penerimaan
21
Asal Kamu Bahagia
22
Lumayan Buat Beli Beras
23
Bucin Sekaligus Licik
24
Maaf, Kita Nggak Akrab
25
Neraka Buatanmu Sendiri
26
Tekanan yang Tak Biasa
27
Musuh yang Sebenarnya
28
Peran Adik Tersakiti
29
Rasanya Seperti Ditelanjangi di Alun-alun Kota
30
Penuh Kejutan yang Manis
31
Parasit yang Menumpang Hidup
32
Ia Tidak Boleh Lemah
33
Malam Ini Panggungnya Milikmu
34
Skandal Besar Sedang Berlangsung
35
Kehilangan Segalanya
36
Jodohmu dengan Keluarga Tanudjaja Sudah Habis
37
Drama Keluarga Konglomerat
38
Kebenaran yang Terungkap
39
Memang Bagian dari Keluarga Ini
40
Nanti Kita Juga Akan Seperti Itu
41
Satu Kata Buat Lo
42
Yang Muda Berkarya
43
Tangan Kotornya Masih Bisa Mengacau
44
Efek Viral Itu Nyata
45
Mereka Butuh Waktu
46
Karena Ada Kamu
47
Selalu Jadi Dirimu yang Asli
48
Akan Ada yang Sial Hari Ini
49
Langsung Mencair
50
Soal Masak Sama Setia
51
Gue Udah Punya Pacar
52
Teman Masa Kecil
53
Siapa yang Pantas Diperjuangkan
54
Drama Murahan
55
Masih Kena Getahnya
56
Mendapat Lampu Hijau
57
Datang dengan Wajah Aslinya
58
Percikan Api Persaingan
59
Merekayasa Kejadian
60
Semuanya Sudah Terlambat
61
Otak Kalian Ketinggalan di Rumah
62
Membuat Mereka Berhenti Berharap
63
Seperti Berjalan di Atas Tali Tipis
64
Teror Psikologis
65
Nggak seindah dongeng
66
Mencari Setitik Saja Rasa Puas
67
Udah Lo Bego-begoin Bertahun-tahun
68
Merusak Rencana Naik Kasta
69
Cuma Numpang Lewat
70
Memegang Kartu AS Sebesar Ini
71
Kamu Binatang
72
Kembali Ke Momen Keputusasaan
73
Pertahanan Salma Runtuh Total
74
Tania Kalah Telak
75
Tania Sanjaya Meninggal
76
Mengubur Identitas Lamanya
77
Dengan Tekad yang Bulat
78
Mengikuti Rencana Aksa
79
Tidak Akan Pernah Mengkhianatimu
80
Pelabuhan Untuk Pulang
81
Dia Bukan Anak SMA Ingusan
82
Ternyata Mulutnya Setajam Silet
83
Aku Bukan Kesemek Lembek
84
Bawel dan Overthinking
85
Benar-benar Tanpa Celah
86
Serangan Terbuka
87
Hari Ini Panggungnya Dia
88
Kartu AS Terakhir
89
Untuk Hari Ini
90
Kita Belum Menang
91
Nyonya Rentenir
92
Tatapan Yang Berbeda
93
Jadilah Sekutu Saya
94
Status Hubungan Diperbarui
95
Dunia Memang Milik Mereka Berdua
96
Untuk Modal Nikah
97
Perjalanan Kita Masih Panjang
98
Melepaskan Beban Terakhir
99
Takdir Telah Ditulis Ulang
100
Aku Tidak Bodoh Lagi - TAMAT
101
PENGUMUMAN NOVEL BARU – SERI 2 KISAH SEKAR
102
NOVEL BARU - Reinkarnasi Dokter Forensik sebagai Putri Terbuang di Era Mataram
103
BARU - Dukun Rongsok Tanah Abang Membuatku Jadi Ibu Tiri Terkutuk di Era Orba
104
BARU - Assasin Reborn: Membunuh Demi Bayi Sang Taipan
105
BARU - Kehidupan Kedua: Kali Ini Aku yang Mengatur Permainan
106
BARU — Sistem Istri Ideal untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek
107
BARU: Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis dengan Sapi Wagyu
108
Baru — Putri Asli yang Tak Pernah Dipilih
109
Baru — Rebirth, Kali Ini Aku Menikahi Adikmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!