Wajah Penuh Keprihatinan Palsu

Mata Aksa berbinar sesaat, sebuah kilatan emosi yang nyaris tak tertangkap mata sebelum akhirnya kembali ke ekspresi datarnya yang biasa.

"Oke," jawabnya singkat.

Salma memutar tubuhnya, kembali menatap Manda yang masih berdiri di sana dengan wajah penuh keprihatinan palsu.

"Kak, aku cuma berharap Kakak bisa lebih percaya sama aku daripada sekadar dengerin gosip di luar sana. Aku cuma punya Kakak sebagai saudara perempuan di dunia ini. Kalau Kakak sendiri juga salah paham sama aku... rasanya hidupku jadi gelap banget."

Kalimat itu diucapkan dengan nada menggantung, penuh makna tersirat. Orang-orang di sekitar mulai berbisik, mengaitkan kata-katanya dengan status keluarga mereka.

Mereka semakin yakin bahwa Manda hanyalah anak angkat, sementara Salma adalah putri kandung tunggal Keluarga Tanudjaja yang sebenarnya.

Manda merasakan gelombang kemarahan yang meluap di dadanya karena sindiran halus Salma.

Namun, ia hanya bisa menelan kekesalan itu bulat-bulat. Ia tahu betul posisi Salma di mata Papa Seno.

Di rumah itu, sejatinya hanya Salma yang merupakan darah daging Tanudjaja.

Manda merasa setiap hari ia harus berjalan di atas kulit telur demi menyenangkan Salma, sebuah kenyataan yang membuatnya muak.

Karena itulah, ia selalu menggunakan tangan orang lain untuk membuat hidup Salma menderita.

"Salma, kamu salah paham," Manda kembali memasang wajah melow yang sanggup mengundang simpati siapapun yang melihatnya.

"Aku cuma panik karena nggak mau kamu kenapa-napa. Makanya aku buru-buru pengen nyelesain masalah ini, bukan karena dengerin gosip. Kalau kamu nggak suka, ke depannya aku nggak akan ikut campur lagi. Jangan marah ya?"

Lihatlah! Mulai lagi aktingnya, batin Salma mencibir.

Manda benar-benar pantas mendapatkan piala Oscar atas kemampuan aktingnya yang bisa berubah dalam sekejap.

Jika bukan karena sudah pernah mati sekali, Salma tak akan pernah menyangka betapa busuk hati yang tersembunyi di balik wajah malaikat itu.

"Aku nggak marah, Kak. Aku cuma sedih. Aku nggak akan pernah bisa marah sama Kakak karena Kakak saudaraku, tapi pas Kakak nggak percaya sama omonganku, rasanya hatiku kayak diiris-iris. Aku peduli banget sama pendapat Kakak tentang aku," balas Salma. Akting jadi orang tertindas? Siapa takut?

Manda terpaku, tak tahu harus menjawab apa.

Biasanya Salma akan meledak-ledak karena harga dirinya yang tinggi dan tak pernah sudi menjelaskan apa pun.

Namun, sekarang? Salma terasa begitu asing. Sifat manja dan angkuhnya seolah lenyap, berganti dengan sosok yang tenang namun sulit ditebak.

Bel masuk berbunyi nyaring, memutus ketegangan di koridor.

Manda menghela napas lega; entah kenapa ia mulai merasa sedikit ngeri menghadapi Salma yang sekarang. "Ya sudah, yuk masuk kelas. Sisanya kita obrolin lagi pas pulang sekolah nanti, ya?"

Salma mengangguk kecil dan melangkah masuk ke kelas XI-7. Aksa mengikuti dari belakang. Di balik kacamata tebalnya, tatapan Aksa sempat melembut saat menatap punggung Salma.

Namun, seketika berubah menjadi sedingin es saat melirik Manda dan kelompok pemujanya.

Di dalam kelas, Melly Gunawan yang melihat Manda tampak murung segera berbisik menghasut, "Manda, tenang aja. Nanti biar aku yang kasih dia pelajaran. Berani-beraninya dia nyudutin kamu kayak tadi? Padahal dia yang salah, eh malah kamu yang minta maaf. Benar-benar nggak tahu diri."

"Melly, sudahlah. Jangan ganggu dia lagi," sahut Manda dengan senyum dipaksakan. "Sebagai kakak, aku emang harus banyak ngalah. Lagipula tadi aku emang salah karena langsung nuduh dia tanpa nanya dulu."

"Kamu itu terlalu baik! Kalau bukan karena dia tukang cari gara-gara, mana mungkin Bagas dan yang lain mau nyerang dia? Aku baru sadar ternyata Salma punya sisi licik juga ya, pakai nangis segala biar kelihatan lemah. Najis banget lihatnya," gerutu Melly.

Salma yang duduk dua baris dari mereka tiba-tiba tersentak.

Ia bisa mendengar setiap kata, bahkan bisikan paling pelan dari Melly dan Manda, seolah-olah mereka berbicara tepat di telinganya. Kenapa pendengaranku jadi setajam ini? Apakah ini efek samping dari reinkarnasi?

Salma memutuskan untuk tidak ambil pusing dulu.

Kekuatan baru ini justru akan menjadi senjatanya untuk menghancurkan Manda secara perlahan.

Ia ingin Manda kehilangan semuanya, termasuk persahabatan palsu yang ia bangun di sekolah ini.

Jam istirahat siang tiba.

Kelas XI-7 mulai sepi saat para siswa berhamburan menuju kantin sekolah yang mewah.

Salma tetap di bangkunya, fokus menyelesaikan soal matematika sulit yang tadi sempat tertunda.

"Salma, yuk ke kantin. Hari ini ada menu favoritmu, nanti keburu habis lho," suara Manda terdengar.

Salma mendongak, matanya berkilat mengejek namun bibirnya tersenyum tipis.

"Kakak duluan aja, aku mau selesein soal ini dulu."

"Barengan aja yuk, belajarnya kan bisa nanti. Makan itu lebih penting, nanti kamu sakit maag," Manda mencoba menarik tangan Salma.

Ia tak suka melihat Salma rajin; baginya, Salma harus tetap menjadi siswi peringkat bawah agar ia tetap terlihat sebagai si jenius di keluarga Tanudjaja.

"Udahlah Manda, palingan cuma akting biar kelihatan pinter. Padahal IQ-nya kan emang jongkok, mau belajar sampai botak pun nggak akan bisa nandingin kamu," celetuk Melly Gunawan yang berdiri di samping Manda.

Salma menutup bukunya dan berdiri perlahan, menatap Melly tepat di matanya.

"Aku heran, Melly. Kita ini nggak ada masalah apa-apa, kan? Kenapa mulutmu selalu pedas kalau ngomongin aku? Apa karena hidupku terlalu sempurna sampai kamu merasa rendah diri? Atau karena wajahku terlalu cantik sampai kamu iri?"

Salma maju selangkah, menekan tensi. "Ada orang bijak bilang, wajah iri itu adalah wajah paling buruk di dunia. Melly, kamu udah ngaca belum hari ini?"

Wajah Melly merah padam.

"Kurang ajar!" teriaknya sambil mengayunkan tangan hendak menampar Salma.

Manda berpura-pura panik dan mencoba melerai.

Namun ia justru sengaja membiarkan dirinya "terdorong" mundur agar bisa menonton Salma dipukuli.

Namun, kenyataannya justru terbalik. Sebelum telapak tangan Melly mendarat di pipinya, Salma dengan sigap menangkap pergelangan tangan Melly.

Cengkeraman Salma begitu kuat. Melly memekik kesakitan, merasa tulang pergelangan tangannya seperti akan remuk. "Aduh! Sakit! Lepasin, Salma!"

"Sakit? Wah, pinter banget ya kamu fitnah orang. Cewek lemah kayak aku mana mungkin bisa nyakitin kamu?" Salma memasang wajah polos. "Melly, selain jago menghasut, ternyata kamu jago juga ya akting jadi korban."

Salma menoleh ke arah Manda dengan mata berkaca-kaca. "Kak, lihat tuh temen Kakak. Dia yang mau mukul aku duluan, pas aku tangkis malah dia yang teriak-teriak nuding aku."

Manda tercengang.

Ia tahu Melly tidak berbohong soal rasa sakitnya, tapi ia tak mengerti darimana Salma mendapatkan kekuatan sebesar itu.

"Salma, lepasin dulu. Mungkin kamu nggak sengaja nariknya terlalu kencang."

Salma melepaskan tangan Melly dengan santai, lalu cemberut seperti anak kecil.

"Kakak selalu aja belain orang lain. Udahlah, aku males!"

Salma menyambar tempat makannya dan berjalan keluar kelas dengan langkah menghentak, meninggalkan Manda dan Melly yang masih syok.

Salma tidak pergi ke kantin.

Ia tahu di sana pasti penuh dengan pemuja Manda yang siap mencibirnya.

Ia lebih memilih pergi ke taman belakang sekolah yang sepi. Ada satu bagian tembok yang agak rendah di sana, tempat ia biasanya membolos dulu.

Namun, saat sampai di sana, ia justru menemukan sosok yang sangat ia kenali sedang bersandar di bawah pohon rindang.

Aksa Abhimana.

"Lho, Aksa? Kok kamu di sini?" tanya Salma heran.

Aksa tampak agak kikuk.

"A-aku tadi lihat kamu jalan ke sini, jadi aku ikutin... takut kamu kenapa-napa."

Salma curiga. Jalannya tadi benar-benar memutar untuk menghindari orang, bagaimana mungkin Aksa bisa tahu? Namun, ia segera menepis pikiran itu. Ia sangat mempercayai Aksa.

"Ini," Aksa menyodorkan sebuah kotak bekal dengan motif kartun lucu di atasnya.

"K-kamu belum makan siang kan? Aku tadi sempet beli di kantin buat kamu."

Salma tertegun melihat menu di dalamnya, semuanya adalah makanan kesukaannya. "Makasih ya, Aksa."

Mereka duduk berdua di bawah pohon. Salma makan dengan lahap, sementara Aksa memperhatikannya dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh kasih.

Sesuatu yang tak pernah ia tunjukkan pada orang lain.

"Hahaha, oke deh Aksa. Pokoknya kalau ada yang berani ganggu kamu lagi, bilang aku ya."

"Aku yang bakal lindungin kamu!" seru Salma penuh semangat.

"Iya, makasih ya," sahut Aksa.

Dalam hati, ia berjanji sebaliknya. Kamu boleh tetap polos, Salma.

Biar aku yang menjadi pedangmu di kegelapan. Siapapun yang menyakitimu, akan kubalas sepuluh kali lipat.

Saat mereka asyik mengobrol, Salma tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang mengintai.

Benar saja, di balik semak-semak tak jauh dari sana, ia melihat Melly Gunawan sedang merekam mereka dengan ponselnya.

Salma tersenyum dingin.

Ia berpamitan pada Aksa dan sengaja berjalan ke arah tempat persembunyian Melly.

Melly yang panik mencoba melarikan diri, namun Salma sudah lebih dulu muncul di depannya bak hantu.

"Keluarin ponselnya," tuntut Salma tanpa ekspresi.

"Maksudmu apa? Jangan mentang-mentang kamu anak Tanudjaja, kamu bisa seenaknya ya!" Melly mencoba menggertak.

Salma langsung menyambar ponsel Melly dari tangannya.

Dengan kekuatannya yang luar biasa, Melly tak berkutik.

Salma membuka galeri dan memutar video rekamannya dengan Aksa tadi.

"Wah, jadi kamu punya hobi jadi pengintip ya, Melly?"

"Menurutmu, kalau video ini dan laporan tentang kamu yang suka menguntit privasi orang sampai ke meja Kepala Sekolah, apa yang bakal terjadi sama reputasi keluarga Gunawan?"

Melly gemetar hebat.

Ia tahu posisi keluarga Tanudjaja di sekolah ini sangat kuat. "Salma, aku... aku cuma bercanda. Tolong jangan laporin aku, aku mohon!"

Terpopuler

Comments

Dokkan Battle

Dokkan Battle

Yoi kau punya kekuatan, coba bilang "Status windows" nanti ada yang muncul ga

2026-05-30

0

Narti Narti

Narti Narti

mantap 👍👍👍

2026-01-22

0

Lala Kusumah

Lala Kusumah

good job Salma 👍👍👍

2026-01-02

1

lihat semua
Episodes
1 Belum Terlambat
2 Membalas dengan Cara yang Sama
3 Wajah Penuh Keprihatinan Palsu
4 Aku Bakal Lindungin Kamu
5 Masih Ingat Jalan Pulang
6 Jatuh dengan Telak
7 Kayak Lagi Liat Sirkus
8 Siapa Ratu Drama yang Sebenarnya
9 Kesalahan Terbesar
10 Rencana Lain
11 Gombal tapi Protektif
12 Menampar Keras Harga Diri Banyak Orang
13 Manda Punya Hobi Aneh
14 Manda Mah Lewat
15 Penuh Peringatan Tersirat
16 Menusuk dari Belakang
17 Kamu Sebenarnya siapa?
18 Masih Bisa Senyum
19 Berutang Kebenaran
20 Upacara Penerimaan
21 Asal Kamu Bahagia
22 Lumayan Buat Beli Beras
23 Bucin Sekaligus Licik
24 Maaf, Kita Nggak Akrab
25 Neraka Buatanmu Sendiri
26 Tekanan yang Tak Biasa
27 Musuh yang Sebenarnya
28 Peran Adik Tersakiti
29 Rasanya Seperti Ditelanjangi di Alun-alun Kota
30 Penuh Kejutan yang Manis
31 Parasit yang Menumpang Hidup
32 Ia Tidak Boleh Lemah
33 Malam Ini Panggungnya Milikmu
34 Skandal Besar Sedang Berlangsung
35 Kehilangan Segalanya
36 Jodohmu dengan Keluarga Tanudjaja Sudah Habis
37 Drama Keluarga Konglomerat
38 Kebenaran yang Terungkap
39 Memang Bagian dari Keluarga Ini
40 Nanti Kita Juga Akan Seperti Itu
41 Satu Kata Buat Lo
42 Yang Muda Berkarya
43 Tangan Kotornya Masih Bisa Mengacau
44 Efek Viral Itu Nyata
45 Mereka Butuh Waktu
46 Karena Ada Kamu
47 Selalu Jadi Dirimu yang Asli
48 Akan Ada yang Sial Hari Ini
49 Langsung Mencair
50 Soal Masak Sama Setia
51 Gue Udah Punya Pacar
52 Teman Masa Kecil
53 Siapa yang Pantas Diperjuangkan
54 Drama Murahan
55 Masih Kena Getahnya
56 Mendapat Lampu Hijau
57 Datang dengan Wajah Aslinya
58 Percikan Api Persaingan
59 Merekayasa Kejadian
60 Semuanya Sudah Terlambat
61 Otak Kalian Ketinggalan di Rumah
62 Membuat Mereka Berhenti Berharap
63 Seperti Berjalan di Atas Tali Tipis
64 Teror Psikologis
65 Nggak seindah dongeng
66 Mencari Setitik Saja Rasa Puas
67 Udah Lo Bego-begoin Bertahun-tahun
68 Merusak Rencana Naik Kasta
69 Cuma Numpang Lewat
70 Memegang Kartu AS Sebesar Ini
71 Kamu Binatang
72 Kembali Ke Momen Keputusasaan
73 Pertahanan Salma Runtuh Total
74 Tania Kalah Telak
75 Tania Sanjaya Meninggal
76 Mengubur Identitas Lamanya
77 Dengan Tekad yang Bulat
78 Mengikuti Rencana Aksa
79 Tidak Akan Pernah Mengkhianatimu
80 Pelabuhan Untuk Pulang
81 Dia Bukan Anak SMA Ingusan
82 Ternyata Mulutnya Setajam Silet
83 Aku Bukan Kesemek Lembek
84 Bawel dan Overthinking
85 Benar-benar Tanpa Celah
86 Serangan Terbuka
87 Hari Ini Panggungnya Dia
88 Kartu AS Terakhir
89 Untuk Hari Ini
90 Kita Belum Menang
91 Nyonya Rentenir
92 Tatapan Yang Berbeda
93 Jadilah Sekutu Saya
94 Status Hubungan Diperbarui
95 Dunia Memang Milik Mereka Berdua
96 Untuk Modal Nikah
97 Perjalanan Kita Masih Panjang
98 Melepaskan Beban Terakhir
99 Takdir Telah Ditulis Ulang
100 Aku Tidak Bodoh Lagi - TAMAT
101 PENGUMUMAN NOVEL BARU – SERI 2 KISAH SEKAR
102 NOVEL BARU - Reinkarnasi Dokter Forensik sebagai Putri Terbuang di Era Mataram
103 BARU - Dukun Rongsok Tanah Abang Membuatku Jadi Ibu Tiri Terkutuk di Era Orba
104 BARU - Assasin Reborn: Membunuh Demi Bayi Sang Taipan
105 BARU - Kehidupan Kedua: Kali Ini Aku yang Mengatur Permainan
106 BARU — Sistem Istri Ideal untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek
107 BARU: Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis dengan Sapi Wagyu
108 Baru — Putri Asli yang Tak Pernah Dipilih
109 Baru — Rebirth, Kali Ini Aku Menikahi Adikmu
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Belum Terlambat
2
Membalas dengan Cara yang Sama
3
Wajah Penuh Keprihatinan Palsu
4
Aku Bakal Lindungin Kamu
5
Masih Ingat Jalan Pulang
6
Jatuh dengan Telak
7
Kayak Lagi Liat Sirkus
8
Siapa Ratu Drama yang Sebenarnya
9
Kesalahan Terbesar
10
Rencana Lain
11
Gombal tapi Protektif
12
Menampar Keras Harga Diri Banyak Orang
13
Manda Punya Hobi Aneh
14
Manda Mah Lewat
15
Penuh Peringatan Tersirat
16
Menusuk dari Belakang
17
Kamu Sebenarnya siapa?
18
Masih Bisa Senyum
19
Berutang Kebenaran
20
Upacara Penerimaan
21
Asal Kamu Bahagia
22
Lumayan Buat Beli Beras
23
Bucin Sekaligus Licik
24
Maaf, Kita Nggak Akrab
25
Neraka Buatanmu Sendiri
26
Tekanan yang Tak Biasa
27
Musuh yang Sebenarnya
28
Peran Adik Tersakiti
29
Rasanya Seperti Ditelanjangi di Alun-alun Kota
30
Penuh Kejutan yang Manis
31
Parasit yang Menumpang Hidup
32
Ia Tidak Boleh Lemah
33
Malam Ini Panggungnya Milikmu
34
Skandal Besar Sedang Berlangsung
35
Kehilangan Segalanya
36
Jodohmu dengan Keluarga Tanudjaja Sudah Habis
37
Drama Keluarga Konglomerat
38
Kebenaran yang Terungkap
39
Memang Bagian dari Keluarga Ini
40
Nanti Kita Juga Akan Seperti Itu
41
Satu Kata Buat Lo
42
Yang Muda Berkarya
43
Tangan Kotornya Masih Bisa Mengacau
44
Efek Viral Itu Nyata
45
Mereka Butuh Waktu
46
Karena Ada Kamu
47
Selalu Jadi Dirimu yang Asli
48
Akan Ada yang Sial Hari Ini
49
Langsung Mencair
50
Soal Masak Sama Setia
51
Gue Udah Punya Pacar
52
Teman Masa Kecil
53
Siapa yang Pantas Diperjuangkan
54
Drama Murahan
55
Masih Kena Getahnya
56
Mendapat Lampu Hijau
57
Datang dengan Wajah Aslinya
58
Percikan Api Persaingan
59
Merekayasa Kejadian
60
Semuanya Sudah Terlambat
61
Otak Kalian Ketinggalan di Rumah
62
Membuat Mereka Berhenti Berharap
63
Seperti Berjalan di Atas Tali Tipis
64
Teror Psikologis
65
Nggak seindah dongeng
66
Mencari Setitik Saja Rasa Puas
67
Udah Lo Bego-begoin Bertahun-tahun
68
Merusak Rencana Naik Kasta
69
Cuma Numpang Lewat
70
Memegang Kartu AS Sebesar Ini
71
Kamu Binatang
72
Kembali Ke Momen Keputusasaan
73
Pertahanan Salma Runtuh Total
74
Tania Kalah Telak
75
Tania Sanjaya Meninggal
76
Mengubur Identitas Lamanya
77
Dengan Tekad yang Bulat
78
Mengikuti Rencana Aksa
79
Tidak Akan Pernah Mengkhianatimu
80
Pelabuhan Untuk Pulang
81
Dia Bukan Anak SMA Ingusan
82
Ternyata Mulutnya Setajam Silet
83
Aku Bukan Kesemek Lembek
84
Bawel dan Overthinking
85
Benar-benar Tanpa Celah
86
Serangan Terbuka
87
Hari Ini Panggungnya Dia
88
Kartu AS Terakhir
89
Untuk Hari Ini
90
Kita Belum Menang
91
Nyonya Rentenir
92
Tatapan Yang Berbeda
93
Jadilah Sekutu Saya
94
Status Hubungan Diperbarui
95
Dunia Memang Milik Mereka Berdua
96
Untuk Modal Nikah
97
Perjalanan Kita Masih Panjang
98
Melepaskan Beban Terakhir
99
Takdir Telah Ditulis Ulang
100
Aku Tidak Bodoh Lagi - TAMAT
101
PENGUMUMAN NOVEL BARU – SERI 2 KISAH SEKAR
102
NOVEL BARU - Reinkarnasi Dokter Forensik sebagai Putri Terbuang di Era Mataram
103
BARU - Dukun Rongsok Tanah Abang Membuatku Jadi Ibu Tiri Terkutuk di Era Orba
104
BARU - Assasin Reborn: Membunuh Demi Bayi Sang Taipan
105
BARU - Kehidupan Kedua: Kali Ini Aku yang Mengatur Permainan
106
BARU — Sistem Istri Ideal untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek
107
BARU: Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis dengan Sapi Wagyu
108
Baru — Putri Asli yang Tak Pernah Dipilih
109
Baru — Rebirth, Kali Ini Aku Menikahi Adikmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!