BAB 3. ABORSI?

“Alexa, kau kenapa? Sakit?” Mona menghampiri Alexa yang kelihatan pucat pasi.

“Hanya sedikit mual saja, Mon,” jawab Alexa pelan. Ia menyapu sisa air di pinggir bibirnya setelah berkumur. Rasanya seluruh isi perutnya baru saja diaduk-aduk.

“Kalau lagi nggak enak badan, istirahat saja dulu di kamar. Nyonya Evelyn, biar aku yang tangani,” ucap Mona dengan nada khawatir.

Alexa hanya bisa mengangguk lemah. Kepalanya terasa berputar dan aroma pengharum ruangan di lorong itu terasa seperti racun bagi penciumannya.

“Sini, aku bantu kamu ke kamar,” ajak Mona sambil merangkul pundak Alexa yang limbung.

Namun, tepat saat mereka baru mencapai kaki tangga di lantai satu, langkah mereka seketika terhenti. Suara lengkingan tinggi yang sudah sangat akrab di telinga memecah keheningan mansion itu. Siapa lagi kalau bukan pertengkaran antara Kattie dan Jessy.

“Diam kau, Jessy!” bentak Kattie murka. Wajahnya merah padam, menunjuk Jessy yang terbahak-bahak.

Alexa mendesah dalam hati.

Duh, mereka kenapa? Rebutan cowok lagi?

“Haha… pantas saja nggak ada laki-laki yang mau sama kau, Kat. Mulutmu bau sih. Kau pasti lupa sikat gigi gara-gara keseringan mabuk, kan?” cecar Jessy tanpa ampun.

“Cih, mending kamu ngaca, Jessy! Memangnya ada laki-laki yang mau sama lemak sapi sepertimu?” balas Kattie dengan senyum sinis yang menyakitkan.

“Kerjaanmu hanya makan dan tidur. Lama-lama badanmu nggak ada bedanya sama gentong. Kalau aku jadi kamu, aku pasti malu keluar rumah.”

Alexa yang menyandarkan tubuhnya pada Mona hanya bisa menggelengkan kepala. Di saat rahimnya sedang berjuang membawa beban keluarga Robertho, kedua wanita ini justru sibuk saling menghina fisik dan saling menjambak rambut sama lain. Dari luar, mereka keluarga yang dihormati, tapi aslinya toxic parah.

Tak berselang lama, Evelyn membuka perlahan kelopak matanya. Ia ingin buang air besar. Lalu mendengar seseorang merapikan meja di sampingnya, Evelyn pun memanggilnya tanpa menoleh.

“Alexa, bantu saya ke kamar mandi.”

Ia kira itu perawat pribadinya, namun itu adalah Mona.

“Mari, Nyonya saya bawa ke kamar mandi.”

“Lho, Mona? Kenapa kamu yang ada di sini? Mana Alexa?” Evelyn kaget lalu mencari-cari keberadaan perawatnya.

“Alexa lagi istirahat di kamarnya, dia kelihatan pucat, mual-mual juga, Nyonya,” jawab Mona jujur.

“Mual-mual?”

“Mona, bawa saya ke Alexa,” titah Evelyn beranjak duduk.

Tanpa bertanya lagi, Mona membantu Evelyn pindah ke kursi roda. Sebelum pergi ke Alexa, ia menghubungi Dokter pribadinya untuk segera datang.

Kedatangan Dokter pun membuat dua bersaudara yang masih berselisih itu merasa heran. “Siapa yang sakit?” Penasaran, Kattie dan Jessy cepat-cepat mengikuti sang Dokter.

“Selamat, Nyonya. Dia berhasil mengandung cucu Anda. Ibu dan Anak sehat. Dia hanya kelelahan, hal yang sangat wajar bagi Ibu hamil,” kata Dokter wanita itu setelah Alexa diperiksa.

Evelyn merasa bersyukur, sedangkan Alexa tampak seakan tak percaya bibit Nicholas kini telah tumbuh di dalam perutnya. Berbanding terbalik dengan Kattie dan Jessy yang melongo di ambang pintu.

“Nenek, siapa cucu yang Dokter maksud barusan?” tanya mereka masuk setelah Dokter pergi.

“Cicit kandung saya, anak dari adik kalian, Nicholas.”

Jedaar!

Bagaikan sambaran petir di siang bolong.

“Apaa? Babu ini hamil anak Nicholas?” ucap mereka menunjuk Alexa yang merasa gugup.

“Kattie, Jessy, jaga mulut kalian. Dari awal, Alexa kerja di sini sebagai perawat, bukan pembantu kalian. Dia telaten, rajin, baik dan juga cekatan. Nenek tidak masalah dia hamil keturunan Robertho,” tutur Evelyn panjang lebar.

“Tapi, Nek… bagaimana bisa dia hamil anak Nicholas? Nicholas saja masih koma sampai sekarang. Anak itu pasti milik orang lain. Nenek jangan sampai ditipu olehnya,” pungkas Kattie dan Jessy mengangguk setuju.

Tanpa harus membalas ucapan mereka, Evelyn menyodorkan surat Nicholas yang masih ia simpan dalam saku roknya.

“Apa ini, Nek?” tanya mereka membolak-balikkan amplop itu.

“Jangan-jangan surat warisan untuk kita?” gumam mereka berdebar-debar.

Warisan? Kalian berdua hanya anak tiri Robertho, anak dari istri keduanya. Memangnya kalian berhak mendapatkan warisan putra saya? Mimpi! batin Evelyn.

“Buka dan baca saja baik-baik,” kata Evelyn dingin.

Setelah dibuka, raut wajah Kattie dan Jessy yang tadi ceria, berubah seketika. Mereka baru tahu Nicholas rupanya sudah menyiapkan sang penerus.

“Nenek sendiri yang membawa Alexa melakukan proses bayi tabung, jadi… Nenek tegaskan sekarang, mulai hari ini kalian berdua harus perlakukan Alexa dengan baik karena dia telah menjadi bagian keluarga ini. Paham?”

“Tapi… Nek—”

“Sudah, nggak ada tapi-tapian, kalian berdua keluar dan jangan pernah ganggu Alexa lagi!” usir Evelyn menunjuk pintu kamar Alexa.

Kattie dan Jessy memandangi Alexa yang tersenyum sumringah.

“Kak Ipar, tolong kerjasamanya ya,” ucap Alexa.

“Ck, meskipun kau hamil anak Nicholas, bagi kami kau tetap saja hanyalah seorang babu,” caci maki mereka kompak dengan tatapan sinis.

“Kattie, Jessy!” bentak Evelyn marah. Tapi dua wanita itu bukannya minta maaf, malah melenggang pergi dengan angkuh.

Kattie dan Jessy duduk di sofa ruang tamu. Kedua tangannya bersedekap di dada dan sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Kattie, kita nggak bisa diam saja. Kita harus lakukan sesuatu pada gadis itu. Jika dia berhasil melahirkan anak Nicholas maka otomatis, kekayaan keluarga ini semuanya jatuh pada anak itu. Kau nggak mau kan ditendang keluar dari rumah ini?” ucap Jessy gelisah.

“Ya sudah, kita paksa saja dia gugurkan kandungannya sekarang juga,” usul Kattie menjentikkan jari jempol dan telunjuknya.

“Caranya?” tanya Jessy bingung sebab Evelyn selalu di sisi Alexa. Ia merasa akan sulit mendekati Alexa karena Evelyn begitu ketat menjaga dan melindungi perawat itu.

Kattie hanya tersenyum miring, ia punya rencana sendiri.

Sore harinya, saat Alexa sedang memetik bunga di taman, sebuah bayangan panjang menutupi langkahnya. Kattie datang dengan tatapan penuh kebencian.

“Hai, kutu jelek!”

Alexa hanya menoleh sekilas, tetap tenang memotong tangkai mawar. Hal itu membuat Kattie semakin geram. Ia mengeluarkan selembar kertas dan melemparkannya ke dalam keranjang bunga Alexa.

“Ambil itu. Cek senilai 500 juta. Gratis untukmu,” ucap Kattie tersenyum tipis. “Tapi syaratnya gugurkan janin itu!”

Alexa tertegun sejenak. Ia mengambil cek itu, menatap angka yang tertera di sana, lalu beralih menatap Kattie yang tampak sombong.

Katanya gratis, tapi kok ada syaratnya?

“Anda menyuruh saya aborsi?” tanya Alexa datar.

“Ya, bodoh! Kau nggak pantas melahirkan keponakan kami. Darah Robertho nggak boleh tercampur dengan darah rakyat jelata sepertimu. Tahu diri sedikit dong!”

Alexa mencengkram ujung gaunnya. Dengan gerakan pelan namun tegas, ia merobek cek itu menjadi potongan-potongan kecil di depan mata Kattie.

“Nona Kattie,” ucap Alexa dengan nada dingin yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. “Saya hanya patuh pada perintah Nyonya Evelyn. Bukan pada Anda. Permisi.”

Alexa berlalu pergi, meninggalkan Kattie yang berteriak histeris karena harga dirinya baru saja diinjak-injak oleh wanita yang ia anggap “babu”.

Sialan, dari mana sih dia dapat keberanian itu?

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dari yang kau selalu buli

2026-05-12

0

C2nunik987

C2nunik987

Alexa kerennnn😍😍😍

2026-05-27

0

Rusmini Mini

Rusmini Mini

good job Alexa /Good//Good//Good/

2026-04-09

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Tawaran Gila
2 BAB 2. Mau Muntah
3 BAB 3. ABORSI?
4 BAB 4. Jual Mahal
5 BAB 5. Suami Idaman
6 BAB 6. Kepergian Evelyn
7 BAB 7. Akhirnya Sadar
8 BAB 8. Cari Siapa?
9 BAB 9. Kelahiran si Kembar
10 BAB 10. LEXAQUINA + Visual
11 BAB 11. Daddy?
12 BAB 12. Istri Khayalan
13 BAB 13. Tempat Daddy
14 BAB 14. Anak Nicholas
15 BAB 15. Anakku??
16 BAB 16. Daddy Konslet
17 BAB 17. Gosong
18 BAB 18. Siapa Takut??
19 BAB 19. Jahat Sekali
20 BAB 20. Nenek?
21 BAB 21. Sudah Gila
22 BAB 22. Jengkel
23 BAB 23. Jadi Sumala
24 BAB 24. Tolooongg...
25 BAB 25. Pura-Pura
26 BAB 26. Wewek-Wewek
27 BAB 27. Tanggung Jawab!
28 BAB 28. Jangan Coba-Coba!
29 BAB 29. Berdaraah
30 BAB 30. Balas Dendam
31 BAB 31. Mulai Aneh
32 BAB 32. Semua Pingsan
33 BAB 33. Tidak Suka
34 BAB 34. Bertemu Lizzy
35 BAB 35. Belita Hottt!
36 BAB 36. Tidak Sudi
37 BAB 37. Misi Penculikan
38 BAB 38. Nenek Gayung
39 BAB 39. Misi Berhasil
40 BAB 40. PANIK
41 BAB 41. Drama Anggina
42 BAB 42. Pernah Diculik
43 BAB 43. Ancaman Nicholas
44 BAB 44. Mokondo
45 BAB 45. Jangan Marah
46 BAB 46. Tunggu! Berhenti!
47 BAB 47. Pelgi Ke Mana?
48 BAB 48. Tungguin Mama!
49 BAB 49. Jangan Mendekat!!
50 BAB 50. Hilang
51 BAB 51. Jadi Rebutan
52 BAB 52. Jangan Banyak Gerak
53 BAB 53. Kantor Polisi
54 BAB 54. Kantor Polisi 2
55 BAB 55. Kynara Kingsley
56 BAB 56. Kingsley Vs Nicholas
57 BAB 57. Masih Hidup
58 BAB 58. Aaahhh Daddy!
59 BAB 59. Hentikan!
60 BAB 60. Kebenaran
61 BAB 61. Ini Foto Aku
62 BAB 62. Melawan
63 BAB 63. Kebesalan
64 BAB 64. Menangis
65 BAB 65. Takut Kehilangan
66 BAB 66. Putriku....
67 BAB 67. Berkumpul
68 BAB 68. Jadi Kau Orangnya?
69 BAB 69. Menikahi Kynara
70 BAB 70. Ikatan Darah
71 BAB 71. Sangat Marah
72 BAB 72. Demi Adik Iparku
73 BAB 73. Cali Isteli Balu
74 BAB 74. Cucu Nenek Gayung
75 BAB 75. Selamat Dari Maut
76 BAB 76. Rencana Jessy
77 BAB 77. Ditangkap Polisi
78 BAB 78. Keluar Sekarang
79 BAB 79. Jangan Main-Main!
80 BAB 80. Kesempatan Terakhir
81 BAB 81. Tak Ada Harapan?
82 BAB 82. Ada Yang Aneh
83 BAB 83. Cecilia Ketinggalan
84 BAB 84. Menangis
85 BAB 85. Bau Matahari
86 BAB 86. Minggat
87 BAB 87. Kecurigaan Nicholas
88 BAB 88. Pelabuhan Terakhir
89 BAB 89. Dijual Di Pasal Malam
90 BAB 90. Tidak Puas
91 BAB 91. Sudah Ternodai
92 BAB 92. Banyak Bakterinya
93 BAB 93. Disunat Massal
94 BAB 94. Memabukkan
95 BAB 95. Dalam Bahaya
96 BAB 96. Dalam Bahaya (2)
97 BAB 97. MELEDAK
98 BAB 98. Mommy! Daddy!
99 BAB 99. Belitaaaaa Panassss!
100 BAB 100. Tamat
101 101. Boncap 1
102 102. Boncap 2
103 103. Boncap 3
104 104. Boncap 4
105 105. Boncap 5
106 106. Boncap 6
107 107. Boncap 7
108 108. Boncap 8
109 109. Boncap 9
110 110. Boncap Terakhir
111 Cerita Baru
112 Info Novel Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
BAB 1. Tawaran Gila
2
BAB 2. Mau Muntah
3
BAB 3. ABORSI?
4
BAB 4. Jual Mahal
5
BAB 5. Suami Idaman
6
BAB 6. Kepergian Evelyn
7
BAB 7. Akhirnya Sadar
8
BAB 8. Cari Siapa?
9
BAB 9. Kelahiran si Kembar
10
BAB 10. LEXAQUINA + Visual
11
BAB 11. Daddy?
12
BAB 12. Istri Khayalan
13
BAB 13. Tempat Daddy
14
BAB 14. Anak Nicholas
15
BAB 15. Anakku??
16
BAB 16. Daddy Konslet
17
BAB 17. Gosong
18
BAB 18. Siapa Takut??
19
BAB 19. Jahat Sekali
20
BAB 20. Nenek?
21
BAB 21. Sudah Gila
22
BAB 22. Jengkel
23
BAB 23. Jadi Sumala
24
BAB 24. Tolooongg...
25
BAB 25. Pura-Pura
26
BAB 26. Wewek-Wewek
27
BAB 27. Tanggung Jawab!
28
BAB 28. Jangan Coba-Coba!
29
BAB 29. Berdaraah
30
BAB 30. Balas Dendam
31
BAB 31. Mulai Aneh
32
BAB 32. Semua Pingsan
33
BAB 33. Tidak Suka
34
BAB 34. Bertemu Lizzy
35
BAB 35. Belita Hottt!
36
BAB 36. Tidak Sudi
37
BAB 37. Misi Penculikan
38
BAB 38. Nenek Gayung
39
BAB 39. Misi Berhasil
40
BAB 40. PANIK
41
BAB 41. Drama Anggina
42
BAB 42. Pernah Diculik
43
BAB 43. Ancaman Nicholas
44
BAB 44. Mokondo
45
BAB 45. Jangan Marah
46
BAB 46. Tunggu! Berhenti!
47
BAB 47. Pelgi Ke Mana?
48
BAB 48. Tungguin Mama!
49
BAB 49. Jangan Mendekat!!
50
BAB 50. Hilang
51
BAB 51. Jadi Rebutan
52
BAB 52. Jangan Banyak Gerak
53
BAB 53. Kantor Polisi
54
BAB 54. Kantor Polisi 2
55
BAB 55. Kynara Kingsley
56
BAB 56. Kingsley Vs Nicholas
57
BAB 57. Masih Hidup
58
BAB 58. Aaahhh Daddy!
59
BAB 59. Hentikan!
60
BAB 60. Kebenaran
61
BAB 61. Ini Foto Aku
62
BAB 62. Melawan
63
BAB 63. Kebesalan
64
BAB 64. Menangis
65
BAB 65. Takut Kehilangan
66
BAB 66. Putriku....
67
BAB 67. Berkumpul
68
BAB 68. Jadi Kau Orangnya?
69
BAB 69. Menikahi Kynara
70
BAB 70. Ikatan Darah
71
BAB 71. Sangat Marah
72
BAB 72. Demi Adik Iparku
73
BAB 73. Cali Isteli Balu
74
BAB 74. Cucu Nenek Gayung
75
BAB 75. Selamat Dari Maut
76
BAB 76. Rencana Jessy
77
BAB 77. Ditangkap Polisi
78
BAB 78. Keluar Sekarang
79
BAB 79. Jangan Main-Main!
80
BAB 80. Kesempatan Terakhir
81
BAB 81. Tak Ada Harapan?
82
BAB 82. Ada Yang Aneh
83
BAB 83. Cecilia Ketinggalan
84
BAB 84. Menangis
85
BAB 85. Bau Matahari
86
BAB 86. Minggat
87
BAB 87. Kecurigaan Nicholas
88
BAB 88. Pelabuhan Terakhir
89
BAB 89. Dijual Di Pasal Malam
90
BAB 90. Tidak Puas
91
BAB 91. Sudah Ternodai
92
BAB 92. Banyak Bakterinya
93
BAB 93. Disunat Massal
94
BAB 94. Memabukkan
95
BAB 95. Dalam Bahaya
96
BAB 96. Dalam Bahaya (2)
97
BAB 97. MELEDAK
98
BAB 98. Mommy! Daddy!
99
BAB 99. Belitaaaaa Panassss!
100
BAB 100. Tamat
101
101. Boncap 1
102
102. Boncap 2
103
103. Boncap 3
104
104. Boncap 4
105
105. Boncap 5
106
106. Boncap 6
107
107. Boncap 7
108
108. Boncap 8
109
109. Boncap 9
110
110. Boncap Terakhir
111
Cerita Baru
112
Info Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!