BAB 5. Suami Idaman

Dapur mewah itu kini hanya menyisakan Mona dan Alexa. Hanya terdengar bunyi gesekan kain lap yang digerakkan Mona di atas meja makan. Alexa sendiri sibuk memindahkan tumpukan piring kotor ke arah wastafel.

Mona sontak menoleh saat mendengar gemericik air keran. Matanya membulat melihat Alexa sudah siap membasuh piring.

“Alexa, kamu lagi hamil, lho. Udah, biar aku aja yang selesain. Kamu pergi tidur sana,” protes Mona segera merebut spons dari tangan sahabatnya itu.

Alexa tertawa kecil, ia tak menyerah dan mencoba mengambil kembali spons tersebut. “Nggak apa-apa, Mon. Masa bantuin sahabat sendiri dilarang? Lagian aku bosan kalau cuma duduk.”

“Tapi ini kan kerjaanku, Al,” desis Mona dengan bibir mengerucut karena Alexa yang keras kepala.

Melihat wajah cemberut Mona, Alexa akhirnya mengangkat kedua tangan tanda menyerah.

“Iya, iya. Ya udah, aku tidur duluan ya.”

Sebelum melangkah pergi, Alexa berbalik dan memberikan hormat dengan tegak.

“Good night, Ma'am!” serunya jenaka.

“Eh, sebentar! Jangan pergi dulu,” tahan Mona tiba-tiba.

Langkah Alexa terhenti. Ia menoleh dengan alis terangkat.

“Wah, kenapa? Berubah pikiran?”

Mona menggeleng. Ia mendekat dan membisikkan sesuatu tepat di telinga kiri Alexa. Alexa mengira Mona ingin pinjam uang, namun matanya langsung membelalak mendengar pesan Evelyn, wanita tua itu meminta Alexa pindah ke kamarnya mulai malam ini.

“Lho, kenapa harus pindah? Kamarku nggak angker, Mon. Sejauh ini nggak pernah ada tuh penampakan,” ucap Alexa bingung.

“Bukan soal hantu, Al. Tapi Nyonya Evelyn takut kamu dicelakai sama cucu-cucunya. Kamu tahu sendiri kan, dua wanita itu benci sekali sama kamu?”

Alexa terdiam sejenak lalu mengangguk paham.

“Hm, makasih ya udah cemas padaku. Kamu memang sahabat terbaikku, Mon!” puji Alexa sambil memeluk Mona sebelum benar-benar beranjak.

Krieek…

Suara pintu kamar Evelyn terbuka perlahan. Di atas ranjangnya, wanita tua itu menoleh. Senyum lembut tersungging di wajahnya yang mulai keriput melihat sosok Alexa muncul di balik pintu.

“Alexa, kemari… tidur di sampingku,” ajak Evelyn sambil menepuk-nepuk sisi ranjang yang kosong.

Alexa ragu sejenak.

“Tidak apa-apa nih, Nek? Aku kalau tidur sering kayak helikopter, lho... muter ke mana-mana. Takutnya tidak sengaja nendang kaki Nenek,” canda Alexa mencoba mencairkan suasana.

Evelyn tertawa renyah.

“Mana ada ibu hamil tidurnya kayak helikopter. Bisa-bisa bayi kamu ikut terbang nanti.”

Sambil nyengir, Alexa akhirnya naik ke atas ranjang dan berbaring di sisi kanan Evelyn. Namun, baru saja Alexa hendak memejamkan matanya, ia merasakan pergerakan di sampingnya. Evelyn ternyata bangun dan duduk tegak.

“Alexa, kamu sudah tidur?”

“Belum, Nek." Alexa beranjak duduk dengan hati-hati, tangan kanannya secara refleks menyangga perutnya yang kini terasa kian berat.

Evelyn mengeluarkan kunci laci meja di bawah bantal, membukanya dan mengeluarkan sebuah kotak. Saat tutupnya dibuka, sebuah kalung dengan batu hijau zamrud yang berkilau indah terpampang di sana. Alexa sampai tak berkedip melihatnya.

“Mewah dan cantik sekali, Nek… secantik yang punya,” puji Alexa, tak ketinggalan dengan gombalan khasnya.

“Tapi, kenapa Nenek tunjukkan ini padaku?”

Kalau ini dijual, bisa bangun rumah baru! Buka bisnis kecil-kecil! Terus jadi kaya raya hehe...

Astaga... aku mikirnya kejauhan! Liontin berharga ini tidak seharusnya dijual begitu saja!

“Sini, maju sedikit.” Evelyn memberi isyarat agar Alexa mendekat.

Jantung Alexa berdegup kencang saat tangan renta Evelyn melingkarkan kalung itu di lehernya. Rasa dingin liontin itu menyentuh kulitnya memberi sensasi yang asing namun mewah.

“Cantik. Sangat cocok untukmu,” bisik Evelyn mengusap pipi Alexa dengan kasih sayang.

“Makasih, Nek. Liontinnya memang luar biasa indah,” puji Alexa kembali. Ia ingin melepas kalungnya tetapi Evelyn tiba-tiba menahannya.

“Jangan dilepas. Pakai saja.”

Alexa ternganga. “Maksud Nenek? Ini… un-untukku?”

Ia benar-benar syok. Seumur hidup bekerja sebagai perawat pribadi Evelyn, baru kali ini ia diberi hadiah semewah itu oleh majikannya.

“Maaf, Nek. Ini terlalu mahal, saya jadi merasa tidak enak. Kalau dikasih ke Nona Kattie, mungkin aja lebih cocok,” tolak Alexa dengan halus, namun Evelyn tetap memegang tangannya.

“Kattie hanya akan menjualnya demi sebotol minuman keras. Dia berbeda denganmu, Alexa. Terima saja. Ini hadiah atas pengabdianmu selama lima tahun pada saya.” Evelyn menerawang, teringat saat ia menjemput Alexa dari panti asuhan dulu. Diasuh, diberi pendidikan yang layak dan gaji yang tinggi demi menjadi perawat pribadinya.

Alexa menunduk. Ia meremas jemarinya yang bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca. Bukan karena harga kalung itu, tapi karena merasa dianggap berharga oleh seseorang yang ia hormati.

“Astaga, dikasih hadiah kecil begini saja sampai menangis. Gadis kecilku ternyata cengeng juga, ya?” goda Evelyn sambil menyentil hidung Alexa, lalu menariknya ke dalam pelukan hangat.

“Ma-makasih… Nek,” bisik Alexa parau, berusaha menyembunyikan tangisnya di bahu wanita tua itu.

_______

Keesokan harinya, aroma antiseptik rumah sakit menyambut kedatangan mereka. Evelyn dan Alexa tiba di ruang rawat Nicholas. Di sana, seorang dokter sibuk memeriksa kondisi pria yang masih terbaring koma.

Sembari Evelyn berbincang serius dengan dokter di sudut ruangan, Alexa melangkah mendekati ranjang Nicholas. Ia menatap lekat selang pernapasan dan berbagai kabel yang menempel di tubuh pria itu yang akan menjadi calon suaminya.

“Kasihan juga kalau dilihat-lihat. Dua tahun cuma bisa tidur begini. Ya Allah, kapan hukuman ini selesai buat Tuan Muda?” gumam Alexa merasa kasihan.

“Padahal Tuan itu paket lengkap. Ganteng, kaya, tinggi, masih muda pula. Kriteria suami idaman banget. Tapi kok bisa-bisanya sampai mau bunuh diri? Memangnya secantik apa sih pacarnya dulu?”

Alexa mengetuk-ngetuk dagunya, mencoba menggali memori laman soal Nicholas. Namun nihil, seingatnya Nicholas tidak pernah membawa gadis lain ke rumah.

“Atau jangan-jangan karena hubungan mereka nggak direstui Tuan Robertho? Ah, kenapa juga aku jadi kepo begini!” Alexa menggelengkan kepala kuat, berusaha mengusir pikiran-pikiran liar itu.

“Alexa, kemari. Kita ke poli kandungan sekarang. Kamu juga harus diperiksa,” panggil Evelyn berada di ambang pintu bersama pengawal yang mendorong kursi roda.

“Iya, Nek!” Alexa mengangguk patuh. Namun, sebelum melangkah pergi, matanya menangkap sesuatu. Jari telunjuk Nicholas sempat bergerak sedikit.

Alexa mematung, menatap jari itu dengan jantung berdebar. Tapi setelah ditunggu beberapa detik, tak ada gerakan lagi.

Mungkin cuma halusinasiku saja… batinnya ragu.

Di ruang USG, suasana terasa lebih tegang bagi Evelyn. Ia bersikeras agar dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh. Ia sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam perut Alexa.

Apakah kembar dua? Tiga? Atau hanya satu yang berhasil?

Saat layar monitor menyala menampilkan gambaran hitam-putih yang berdenyut, mata Evelyn yang semula sayu langsung terbuka lebar. Sangat terkejut apa yang tertangkap di layar.

“Kenapa, Nek? Ada yang salah sama bayiku?” tanya Alexa panik. Ia ingin melongok ke arah layar, namun Evelyn dengan cepat menggeser posisi kursi rodanya dan menghalangi pandangan Alexa.

“Tidak ada apa-apa. Semua aman,” jawab Evelyn cepat, kemudian memberi kode ke dokter agar segera mematikan layar.

“Ta-tapi bayiku sehat kan, Nek?” tanya Alexa lagi, merasa ada yang janggal dengan sikap Evelyn yang tiba-tiba tertutup.

Dokter menyela dengan senyum menenangkan.

“Sehat, Bu Alexa. Anda tidak perlu khawatir.”

“Ya udah, ayo kita pulang sekarang,” ajak Evelyn tegas dan menyambar amplop hasil USG dari tangan dokter sebelum Alexa sempat menyentuhnya.

Alexa hanya bisa mengangguk patuh meskipun rasa penasaran kini mulai berkecamuk di dalam dadanya.

Terpopuler

Comments

Rusmini Mini

Rusmini Mini

bayi Alexa kembar ya thor .... tuh di visual sampul dpn kembar😄😄

2026-04-09

0

anita

anita

jgn2 kembar bnyak al...kamu bkal mnyusui bnyak bayi dooong

2026-02-04

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

sepertinya kembar 3 ya thour 😆

2026-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Tawaran Gila
2 BAB 2. Mau Muntah
3 BAB 3. ABORSI?
4 BAB 4. Jual Mahal
5 BAB 5. Suami Idaman
6 BAB 6. Kepergian Evelyn
7 BAB 7. Akhirnya Sadar
8 BAB 8. Cari Siapa?
9 BAB 9. Kelahiran si Kembar
10 BAB 10. LEXAQUINA + Visual
11 BAB 11. Daddy?
12 BAB 12. Istri Khayalan
13 BAB 13. Tempat Daddy
14 BAB 14. Anak Nicholas
15 BAB 15. Anakku??
16 BAB 16. Daddy Konslet
17 BAB 17. Gosong
18 BAB 18. Siapa Takut??
19 BAB 19. Jahat Sekali
20 BAB 20. Nenek?
21 BAB 21. Sudah Gila
22 BAB 22. Jengkel
23 BAB 23. Jadi Sumala
24 BAB 24. Tolooongg...
25 BAB 25. Pura-Pura
26 BAB 26. Wewek-Wewek
27 BAB 27. Tanggung Jawab!
28 BAB 28. Jangan Coba-Coba!
29 BAB 29. Berdaraah
30 BAB 30. Balas Dendam
31 BAB 31. Mulai Aneh
32 BAB 32. Semua Pingsan
33 BAB 33. Tidak Suka
34 BAB 34. Bertemu Lizzy
35 BAB 35. Belita Hottt!
36 BAB 36. Tidak Sudi
37 BAB 37. Misi Penculikan
38 BAB 38. Nenek Gayung
39 BAB 39. Misi Berhasil
40 BAB 40. PANIK
41 BAB 41. Drama Anggina
42 BAB 42. Pernah Diculik
43 BAB 43. Ancaman Nicholas
44 BAB 44. Mokondo
45 BAB 45. Jangan Marah
46 BAB 46. Tunggu! Berhenti!
47 BAB 47. Pelgi Ke Mana?
48 BAB 48. Tungguin Mama!
49 BAB 49. Jangan Mendekat!!
50 BAB 50. Hilang
51 BAB 51. Jadi Rebutan
52 BAB 52. Jangan Banyak Gerak
53 BAB 53. Kantor Polisi
54 BAB 54. Kantor Polisi 2
55 BAB 55. Kynara Kingsley
56 BAB 56. Kingsley Vs Nicholas
57 BAB 57. Masih Hidup
58 BAB 58. Aaahhh Daddy!
59 BAB 59. Hentikan!
60 BAB 60. Kebenaran
61 BAB 61. Ini Foto Aku
62 BAB 62. Melawan
63 BAB 63. Kebesalan
64 BAB 64. Menangis
65 BAB 65. Takut Kehilangan
66 BAB 66. Putriku....
67 BAB 67. Berkumpul
68 BAB 68. Jadi Kau Orangnya?
69 BAB 69. Menikahi Kynara
70 BAB 70. Ikatan Darah
71 BAB 71. Sangat Marah
72 BAB 72. Demi Adik Iparku
73 BAB 73. Cali Isteli Balu
74 BAB 74. Cucu Nenek Gayung
75 BAB 75. Selamat Dari Maut
76 BAB 76. Rencana Jessy
77 BAB 77. Ditangkap Polisi
78 BAB 78. Keluar Sekarang
79 BAB 79. Jangan Main-Main!
80 BAB 80. Kesempatan Terakhir
81 BAB 81. Tak Ada Harapan?
82 BAB 82. Ada Yang Aneh
83 BAB 83. Cecilia Ketinggalan
84 BAB 84. Menangis
85 BAB 85. Bau Matahari
86 BAB 86. Minggat
87 BAB 87. Kecurigaan Nicholas
88 BAB 88. Pelabuhan Terakhir
89 BAB 89. Dijual Di Pasal Malam
90 BAB 90. Tidak Puas
91 BAB 91. Sudah Ternodai
92 BAB 92. Banyak Bakterinya
93 BAB 93. Disunat Massal
94 BAB 94. Memabukkan
95 BAB 95. Dalam Bahaya
96 BAB 96. Dalam Bahaya (2)
97 BAB 97. MELEDAK
98 BAB 98. Mommy! Daddy!
99 BAB 99. Belitaaaaa Panassss!
100 BAB 100. Tamat
101 101. Boncap 1
102 102. Boncap 2
103 103. Boncap 3
104 104. Boncap 4
105 105. Boncap 5
106 106. Boncap 6
107 107. Boncap 7
108 108. Boncap 8
109 109. Boncap 9
110 110. Boncap Terakhir
111 Cerita Baru
112 Info Novel Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
BAB 1. Tawaran Gila
2
BAB 2. Mau Muntah
3
BAB 3. ABORSI?
4
BAB 4. Jual Mahal
5
BAB 5. Suami Idaman
6
BAB 6. Kepergian Evelyn
7
BAB 7. Akhirnya Sadar
8
BAB 8. Cari Siapa?
9
BAB 9. Kelahiran si Kembar
10
BAB 10. LEXAQUINA + Visual
11
BAB 11. Daddy?
12
BAB 12. Istri Khayalan
13
BAB 13. Tempat Daddy
14
BAB 14. Anak Nicholas
15
BAB 15. Anakku??
16
BAB 16. Daddy Konslet
17
BAB 17. Gosong
18
BAB 18. Siapa Takut??
19
BAB 19. Jahat Sekali
20
BAB 20. Nenek?
21
BAB 21. Sudah Gila
22
BAB 22. Jengkel
23
BAB 23. Jadi Sumala
24
BAB 24. Tolooongg...
25
BAB 25. Pura-Pura
26
BAB 26. Wewek-Wewek
27
BAB 27. Tanggung Jawab!
28
BAB 28. Jangan Coba-Coba!
29
BAB 29. Berdaraah
30
BAB 30. Balas Dendam
31
BAB 31. Mulai Aneh
32
BAB 32. Semua Pingsan
33
BAB 33. Tidak Suka
34
BAB 34. Bertemu Lizzy
35
BAB 35. Belita Hottt!
36
BAB 36. Tidak Sudi
37
BAB 37. Misi Penculikan
38
BAB 38. Nenek Gayung
39
BAB 39. Misi Berhasil
40
BAB 40. PANIK
41
BAB 41. Drama Anggina
42
BAB 42. Pernah Diculik
43
BAB 43. Ancaman Nicholas
44
BAB 44. Mokondo
45
BAB 45. Jangan Marah
46
BAB 46. Tunggu! Berhenti!
47
BAB 47. Pelgi Ke Mana?
48
BAB 48. Tungguin Mama!
49
BAB 49. Jangan Mendekat!!
50
BAB 50. Hilang
51
BAB 51. Jadi Rebutan
52
BAB 52. Jangan Banyak Gerak
53
BAB 53. Kantor Polisi
54
BAB 54. Kantor Polisi 2
55
BAB 55. Kynara Kingsley
56
BAB 56. Kingsley Vs Nicholas
57
BAB 57. Masih Hidup
58
BAB 58. Aaahhh Daddy!
59
BAB 59. Hentikan!
60
BAB 60. Kebenaran
61
BAB 61. Ini Foto Aku
62
BAB 62. Melawan
63
BAB 63. Kebesalan
64
BAB 64. Menangis
65
BAB 65. Takut Kehilangan
66
BAB 66. Putriku....
67
BAB 67. Berkumpul
68
BAB 68. Jadi Kau Orangnya?
69
BAB 69. Menikahi Kynara
70
BAB 70. Ikatan Darah
71
BAB 71. Sangat Marah
72
BAB 72. Demi Adik Iparku
73
BAB 73. Cali Isteli Balu
74
BAB 74. Cucu Nenek Gayung
75
BAB 75. Selamat Dari Maut
76
BAB 76. Rencana Jessy
77
BAB 77. Ditangkap Polisi
78
BAB 78. Keluar Sekarang
79
BAB 79. Jangan Main-Main!
80
BAB 80. Kesempatan Terakhir
81
BAB 81. Tak Ada Harapan?
82
BAB 82. Ada Yang Aneh
83
BAB 83. Cecilia Ketinggalan
84
BAB 84. Menangis
85
BAB 85. Bau Matahari
86
BAB 86. Minggat
87
BAB 87. Kecurigaan Nicholas
88
BAB 88. Pelabuhan Terakhir
89
BAB 89. Dijual Di Pasal Malam
90
BAB 90. Tidak Puas
91
BAB 91. Sudah Ternodai
92
BAB 92. Banyak Bakterinya
93
BAB 93. Disunat Massal
94
BAB 94. Memabukkan
95
BAB 95. Dalam Bahaya
96
BAB 96. Dalam Bahaya (2)
97
BAB 97. MELEDAK
98
BAB 98. Mommy! Daddy!
99
BAB 99. Belitaaaaa Panassss!
100
BAB 100. Tamat
101
101. Boncap 1
102
102. Boncap 2
103
103. Boncap 3
104
104. Boncap 4
105
105. Boncap 5
106
106. Boncap 6
107
107. Boncap 7
108
108. Boncap 8
109
109. Boncap 9
110
110. Boncap Terakhir
111
Cerita Baru
112
Info Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!