Bab 4: Hoki Satu Malam dan Data 32C

Atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno malam itu bukan lagi sekadar konser musik. Itu adalah sebuah ritual massal. Sebuah katarsis kolektif bagi puluhan ribu jiwa yang lelah dengan kerasnya Jakarta.

Di bawah langit malam yang pekat, lautan manusia itu bergelombang, mengikuti irama yang dikendalikan oleh sang dewi panggung, Vania Winata.

Ketika Vania membawakan lagu hitsnya yang bernuansa rock-ballad, "Terbakar Sepi", stadion seolah meledak. Puluhan ribu lightstick ungu bergerak serempak, menciptakan gelombang cahaya yang memukau. Suara bass yang menggelegar dari sistem tata suara ribuan watt menghantam dada setiap penonton, memacu adrenalin hingga ke titik didih.

Raka, yang duduk di kursi VVIP paling depan, mau tak mau ikut terseret arus energi gila ini.

Awalnya dia hanya duduk santai dengan gaya "Sultan", tapi pesona Vania terlalu kuat untuk ditolak. Raka kini berdiri, menggoyangkan lightstick yang diberikan panitia, dan ikut bernyanyi bersama ribuan orang lainnya. Keringat membasahi kemeja flanelnya, tapi dia tidak peduli. Rasa sakit hatinya pada Tiara seolah menguap bersama keringat itu, digantikan oleh dopamin murni.

Bukan hanya di stadion, demam Vania juga membakar jagat maya.

Di TikTok Live, jumlah penonton streaming resmi konser ini sudah menembus angka 5 juta viewers serentak. Di Twitter (X), tagar #VaniaLiveinJakarta dan #KonserBidadari sudah bertengger di posisi Trending Topic nomor 1 dan 2 Indonesia selama tiga jam berturut-turut. Kolom komentar bergerak begitu cepat sampai tak terbaca, dipenuhi emoji menangis, hati ungu, dan saweran virtual yang nilainya mungkin bisa melunasi hutang negara.

"Gila..." Raka menyeka keringat di dahinya saat lagu berakhir. Napasnya terengah, tapi senyum puas terukir di wajahnya. "Seru juga ternyata jadi fanboy."

Lampu panggung perlahan meredup, menyisakan satu sorot lampu utama yang membingkai Vania di tengah panggung. Gadis itu tampak sedikit terengah, dada dan bahunya naik turun mengatur napas. Butir-butir keringat berkilauan di leher jenjangnya seperti berlian cair, membuatnya justru terlihat semakin mempesona manusiawi, namun tetap divine.

Vania menyeka keningnya dengan punggung tangan, lalu tersenyum manis ke arah kamera yang menayangkan wajahnya di layar raksasa LED.

"Hah... Kalian luar biasa banget malam ini! Jakarta, are you happy?!" teriak Vania dengan suara yang masih terdengar jernih dan bertenaga.

"HAPPPPPYYYYY!!!!" balasan puluhan ribu suara menggema, membuat tanah bergetar.

Vania tertawa renyah. "Aku juga happy banget. Tapi, kayaknya kurang lengkap kalau kita nggak bagi-bagi hadiah, setuju?"

"SETUJUUUUU!!!"

"Oke!" Vania berjalan ke tepi panggung, mendekat ke arah tribun VVIP tempat Raka berada. "Seperti janji promotor, malam ini kita bakal ngadain Lucky Draw spesial buat kalian yang udah dateng."

Suasana mendadak senyap penuh antisipasi. Semua orang menahan napas, memegang erat potongan tiket di tangan masing-masing.

"Hadiahnya macem-macem," lanjut Vania sambil mengedipkan mata jenaka. "Ada 10 paket eksklusif. Isinya ada foto polaroid tanda tangan aku, poster limited edition, terus ada Headphone Sony WH-1000XM5 buat kalian dengerin lagu aku..."

Sorakan penonton terdengar riuh. Headphone itu saja harganya sudah 5 jutaan.

"Dan..." Vania memberi jeda dramatis. Musik drum roll berbunyi tegang.

"Grand Prize malam ini adalah satu unit mobil Honda Civic Turbo RS terbaru seharga enam ratus juta rupiah! Siap buat dibawa pulang?!"

WUUUAAARHHH!!!

Stadion pecah. Siapa yang nggak mau mobil gratis? Apalagi mobil idaman anak muda.

Raka hanya terkekeh pelan. "Civic Turbo? Lumayan sih. Tapi di garasi gue udah ada McLaren." Sombong? Mungkin. Tapi fakta adalah fakta. Raka merasa geli sendiri dengan perubahan pola pikirnya yang begitu drastis dalam hitungan jam.

"Oke, kita nggak usah lama-lama. Kita undi dari hadiah hiburan dulu ya," kata Vania. Sebuah kotak undian digital muncul di layar besar. Angka-angka berputar cepat.

"Hadiah pertama... Foto polaroid tanda tangan aku + kesempatan naik ke panggung buat foto bareng!"

Vania menekan tombol di tablet yang dipegangnya. "Stop!"

Di layar raksasa, angka berputar melambat, lalu berhenti di sebuah kombinasi.

[ ROW A - SEAT 12 ]

Hening sejenak. Semua orang sibuk mengecek tiket mereka.

Vania menyipitkan mata, melihat ke arah penonton baris depan. "Row A... Seat 12? Wah, ini VVIP nih. Siapa yang duduk di sana? Mana orangnya?"

Raka tertegun. Dia menunduk melihat sandaran kursinya. Ada stiker perak bertuliskan: A-12.

"Anjir..." gumam Raka. "Gue?"

Skill [Aura Keberuntungan Absolut] miliknya ternyata bukan kaleng-kaleng. Baru diaktifkan, langsung dapet jackpot, meskipun cuma hadiah hiburan. Tapi tunggu... hadiahnya foto bareng di panggung? Itu lebih mahal daripada mobil buat para fans fanatik!

Raka berdiri perlahan, lalu mengangkat tangannya dengan canggung.

Lampu sorot (follow spot) langsung menghajarnya. Wajah Raka seketika terpampang jelas di layar raksasa LED, disaksikan oleh 80.000 orang di stadion dan jutaan orang di internet.

"Itu dia!" seru Vania ceria. "Mas yang pake kemeja flanel! Ayo naik ke panggung!"

Raka menarik napas panjang. Oke, Raka. Jangan malu-maluin. Lo sekarang Sultan. Jalan yang tegap.

Dia melangkah keluar dari barisan kursi, menaiki tangga kecil menuju panggung utama. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, tapi karena sensasi aneh menjadi pusat perhatian.

Saat dia sampai di atas panggung, cahaya lampu terasa menyilaukan dan panas. Namun, yang lebih "panas" adalah sosok yang berdiri dua meter di depannya.

Jarak dekat. Close up.

Raka menelan ludah. Jika dari jauh Vania terlihat cantik, dari jarak sedekat ini, dia terlihat unreal. Kulitnya benar-benar mulus tanpa pori-pori, seputih susu. Riasan wajahnya ternyata sangat tipis, natural, memperlihatkan kecantikan aslinya. Aroma parfumnya tercium samar, lembut namun memabukkan, mengalahkan bau keringat dan asap panggung.

Tiba-tiba, pandangan Raka terganggu oleh sebuah panel holografik biru yang muncul otomatis di depan wajah Vania.

[DING!] [Skill Aktif: Deteksi Bidadari (Enhanced Mode)]

Sebuah jendela data yang lebih detail dari sebelumnya muncul:

[TARGET ANALISIS] Nama: Vania Winata Usia: 18 Tahun Tinggi: 170 cm (Tanpa Heels) Berat: 48 kg Skor Wajah: 98/100 Ukuran Atribut: 32C (Bentuk: Sempurna/Alami) Kondisi Fisik: Sedikit dehidrasi, otot kaki tegang. Status Emosional: Penasaran, Ramah.

Raka: "???"

Mata Raka melotot membaca baris "Ukuran Atribut". 32C? Woy, Sistem! Lo mesum banget anjir! Ngapain data beginian ditampilin?!

Raka berusaha keras menjaga ekspresi wajahnya agar tidak terlihat seperti om-om mesum yang sedang sange. Dia batuk kecil untuk menutupi rasa kagetnya. "Ehem."

Meskipun sistemnya agak kurang ajar, Raka harus mengakui... proporsi tubuh Vania memang gila. Pinggangnya ramping, kakinya jenjang, dan kurva tubuhnya pas. Tidak berlebihan, tapi sangat... sedap dipandang.

Vania menatap pemuda di hadapannya dengan rasa ingin tahu. Biasanya, fans yang naik ke panggung akan gemetar, menangis histeris, atau mencoba memeluknya secara agresif sampai harus ditahan sekuriti. Tapi cowok ini... beda.

Dia tenang. Tatapannya jernih, tidak ada nafsu menjijikkan, hanya kekaguman yang sopan. Wajahnya juga lumayan. Bukan tipe model majalah, tapi tipe "Mas-mas Ganteng" yang bersih dan enak dilihat. Ada aura percaya diri yang unik darinya.

"Halo," sapa Vania ramah, menyodorkan mikrofon. "Siapa namanya, Mas Beruntung?"

Raka menerima mikrofon itu. Tangannya bersentuhan sedikit dengan jari Vania yang dingin. Ada sengatan listrik statis kecil.

"Halo semua," suara Raka terdengar stabil dan berat, diperkuat oleh sound system stadion. "Nama saya Raka."

Dia melambai santai ke arah kamera.

"Raka," ulang Vania sambil tersenyum manis. "Namanya bagus. Singkat, padat, jelas. Selamat ya, Raka! Kamu dapet paket merchandise spesial dari aku."

Seorang kru panggung berlari membawakan goodie bag besar dan sebuah foto polaroid. Vania mengambilnya, lalu menyerahkannya pada Raka.

"Ini buat kamu. Makasih udah dateng dan dukung aku ya," ucap Vania tulus.

Raka menerima hadiah itu. "Sama-sama. Konser lo keren banget. Pecah."

Vania tertawa mendengar pujian singkat itu. Lalu, tanpa aba-aba, dia merentangkan kedua tangannya.

"Peluk dulu dong biar sah!" candanya.

Sebelum Raka sempat bereaksi, Vania sudah maju selangkah dan memeluknya.

Deg!

Tubuh mungil dan hangat itu menempel pada tubuh tegap Raka. Aroma vanilla itu menyerbu indra penciumannya. Raka bisa merasakan kelembutan tubuh Vania, dan... well, data "32C" dari sistem tadi terverifikasi secara fisik saat dada gadis itu menyentuh dada bidangnya sekilas.

Hanya dua detik. Pelukan persahabatan yang sopan.

Tapi efeknya bagi penonton? Bencana.

"WOOOYYY!!!!" "MENANG BANYAK LO BANGSAT!!!" "LEPASIN DEWI GUE!!!" "IRI BOS!!! IRI!!!"

Teriakan cemburu membahana dari seluruh penjuru stadion. Jika tatapan mata bisa membunuh, tubuh Raka pasti sudah tercabik-cabik menjadi ribuan butir debu saat itu juga. Ribuan cowok jomblo di area festival menatap Raka dengan mata merah menyala penuh dendam kesumat.

Raka melepaskan pelukan itu dengan sopan, mundur selangkah. Dia melihat lautan manusia yang sedang mengamuk cemburu itu.

Alih-alih takut, Raka justru menyeringai tipis ke arah kamera.

Maaf ya, Mblo. Hoki orang ganteng emang beda.

Terpopuler

Comments

Eza Bae

Eza Bae

tes

2026-08-01

0

On fire

On fire

💓💓💙💙💛

2026-05-11

0

On fire

On fire

💗💞💞❣️❣️

2026-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Menjadi Badut dan Sistem Sultan
2 Bab 2: Jackpot Sepuluh Kali Lipat
3 Bab 3: Kursi Sultan dan Bidadari Panggung
4 Bab 4: Hoki Satu Malam dan Data 32C
5 Bab 5: Bug Semesta dan Pelukan Kesembilan
6 Bab 6: Plot Twist Kursi Kosong dan Donasi Sultan
7 Bab 7: Duet Maut dan Sultan Asrama
8 Bab 8: Manajer Cantik dan Analisis 36B
9 Bab 9: Drama Pelat Nomor
10 Bab 10: Duel Sengit di Samsat dan Makan Siang Bintang Lima
11 Bab 11: Makan Siang 60 Juta dan Cashback Brutal
12 Bab 12: Istana Pondok Indah dan Misi Ayah Dadakan
13 Bab 13: Misi Daddy dan Streamer Polos
14 Bab 14: Harga Diri vs Paus Sultan
15 Bab 15: Hujan Universe dan Janji Kencan Buta
16 Bab 16: iPhone Sultan dan Kue Sus Gagal
17 Bab 17: Zoom 5x dan Black Card Sakti
18 Bab 18: Lidah Sultan dan Skandal Salah Panggil
19 Bab 19: Misteri Push-Up Bra dan Serangan Ani-Ani
20 Bab 20: Kartu Sultan dan Tas Seharga Ginjal
21 Bab 21: Pesta Tas Mewah dan Tamparan 5 Miliar
22 Bab 22: Abs Reveal dan Kaburnya Sang Gadun
23 Bab 23: Diary Adik Laknat dan Folder 100GB
24 Bab 24: Modus Pagi Buta dan Voucher Taksi Hangus
25 Bab 25: Bidadari Bandara dan Predator Jaguar
26 Bab 26: Skakmat Jaguar dan Pangeran McLaren
27 Bab 27: Penolakan Dingin dan Nasib Penumpang Koper
28 Bab 28: Rekrutmen BEM dan Senior Penggoda
29 Bab 29: Tur Kampus dan Jalur Orang Dalem
30 Bab 30: Ferrari 812 dan Tantangan Sang Maestro
31 Bab 31: Sihir Lonceng Kecil dan Senior yang Posesif
32 Bab 31 Bagian 2: Verifikasi Data Fisik
33 Bab 32: Raungan V12 dan Penumpang Pertama
34 Bab 33: Ferrari Masuk Pasar dan Teman SMP Sultan
35 Bab 34: Prank Kakek dan Trik Marketing Dukun
36 Bab 35: Misi Push-Up dan Monster Filter
37 Bab 36: Tantangan 100 Juta dan Streamer Matre
38 Bab 37: Hujan Roket dan Bidadari di Depan Pintu
39 Bab 38: Snack Keramat dan Misi Penyelamatan Sahabat
40 Bab 39: Jeep Masuk Desa dan Patung Pusaka
41 Bab 40: Gudang Harta Karun dan Tameng Hidup
42 Bab 41: Kejutan di Dalam Batu dan Diplomasi Tingkat Dewa
43 Bab 42: Konvoi Mercy Hitam Masuk Desa
44 Bab 43: Saudara Seperjuangan dan Bungkusan Kain Lusuh
45 Bab 44: Harta Karun dan Parkiran Hotel Mulia
46 Bab 45: Parkir VVIP dan Anjing Sultan
47 Bab 46: Pamer Harta dan Tamparan Realita
48 Bab 47: Definisi Teman Sultan
49 Bab 48: Sopir Cantik dan Fantasi Liar
50 Bab 49: Adik yang Hyperaktif dan Begal GTO
51 Bab 50: Monster Putih dan Ferrari Hari Minggu
52 Bab 51: Modus Operandi dan Akting Kelas Teri
53 Bab 52: Harga Sebuah Tamparan dan Kalkulator Sultan
54 Bab 53: Malam Seni dan Kancing yang Berjuang
55 Bab 54: Bintang Tamu Kabur dan Sponsor Menikam
56 Bab 55: Taruhan Kancing Kemeja dan Misteri Bintang Tamu
57 Bab 56: Kesombongan Si Kacang Lupa Kulit
58 Bab 57: Di Balik Masker Sang Dewi
59 Bab 58: Panggung yang Berubah Menjadi Lautan Emosi
60 Bab 59: Histeria Massal dan Penyesalan Para Haters
61 Bab 60: Panen Raya Sultan dan Tragedi Salah Langkah
62 Bab 61: Bencana Karir dan Jebakan Ambigu di Ruang VIP
63 Bab 62: Terapi Pijat "Plus" (Plus Keahlian Dewa)
64 Bab 63: Detektif Asisten dan Koleksi Mobil Sultan
65 Bab 64: Tetangga Masa Gitu?
66 Bab 65: Hormat Senjata dan Maling Mangga Sultan
67 Bab 66: Selamat Datang di Istana, Nyonya Tetangga
68 Bab 67 : Melodi "Liebestraum" di Ruang Musik Sultan
69 Bab 67: Adik yang Halu dan Panggilan Sang Raja Samudra
70 Bab 68: Kebohongan Kecil dan Bencana di Atas Laut
71 Bab 69: Unboxing di Tengah Laut dan Kartu Sultan
72 Bab 70: Grup Kelas "Julid" dan Fitnah Sang Ketua Kelas
73 Bab 71: Bisikan Beracun dan Panggilan Telepon di Ujung Dermaga
74 Bab 72: Sang Sultan Palsu dan Tawaran Hotel Gratis
75 Bab 73: Singa Betina yang Bangun dan Runtuhnya Wibawa Sultan Palsu
76 Bab 74: Mentalitas Gratisan dan Serangan Para Penjilat
77 Bab 76: Teori Sok Tahu Sang Sultan Palsu
78 Bab 77: Jebakan Macet dan Raungan Monster V12
79 Bab 78: Pangeran Ferrari dan Satu Kata yang Menghentikan Dunia
80 Bab 79: Pukulan Telak Bagi Sang Pembual dan Pelukan di Bawah Terik Matahari
81 Bab 80: Definisi "Urusan Kecil" dan Tanda Tangan Sang Raja Laut
82 Bab 81: Kartu ATM Bernilai Miliaran dan Balas Dendam yang Elegan
83 Bab 82: Topeng Persahabatan Palsu dan Logika Para Parasit
84 Bab 83: Penyesalan Tak Berujung dan Kedatangan Sang Diva
85 Bab 84: Reuni Tak Terduga dan Pesta Makanan Laut di Atas Samudra
86 Bab 85: Master Suite, Kebenaran Sang Diva.
87 Bab 86: Pesta Sultan, Steak Wagyu, dan Detak Jantung Sang Diva
88 Bab 88: Ciuman Sang Diva dan Iklan Game Web
89 Bab 89-90: Definisi "Uang Hanyalah Angka" dan Mental Breakdance MadDog
90 Bab 91: Kemenangan Telak dan Shareloc Kapal Pesiar
91 Bab 92: Pijatan Maut Senior BEM dan Kamar Sang Putri
92 Bab 92.5: Tarian Kelinci Nakal dan Hukuman Sang Sultan
93 Bab 93: Kemeja Kebesaran dan Kurir yang Nyasar
94 Bab 94: Misi Sit-Up Ratusan Juta dan Kekecewaan di Restoran Bintang Lima
95 Bab 95: Fitur Baru Terbuka: 'DEEP SCAN & SEAL CHECK'
96 Bab 96: Bertemu Bella Anindya
97 Bab 97: MacBooks Gratis, Musuh Baru, dan Anomali Sang Ratu Pesta
98 Bab 98: Godaan di Tengah Malam
99 Bab 99: Gema Pertama Palu Lelang
100 Bab 100: Ritual Pecah Guci dan Perang Harga Ronde Pertama
101 Bab 100: Jebakan Yang Sukses dan Tuan Tanah Baru
102 Bab 101: Misi Menghabiskan Uang dan Lelang Solo yang Gila
103 Bab 102: Makan Siang dengan Legenda dan Kartu Nama Polos
104 Bab 103: Wanita Besi, Misi 10 Triliun, dan Iklan Cringe Sang Diva
105 Bab 104: Naskah Masterpiece dan Ambisi Sepuluh Triliun
106 Bab 105: Penyamaran Ninja Sang Diva
107 Bab 106: Seleksi Pemeran dan Kerendahan Hati Sang Diva
108 Bab 107: Parsel Mewah dan Rencana Gila Melipatgandakan Uang
109 Bab 108: Papi Raka Beraksi dan Pesta Hadiah di PandaLive
110 Bab 109: Hujan Uang dan Titah Mendadak Sang Sultan
111 Bab 110: "Luka Lecet" Belanja dan Truk Properti Sultan
112 Bab 111: Gagalnya Jebakan Batman dan Investasi Brutal
113 Bab 111,5: Tidak ada rotan, Akar pun jadi
114 Bab 112: Teh Rasa Air Cucian Piring
115 Bab 113: Ambisi Film
116 Bab 114: Deadline Gila dan Rumah Orang Tua yang Hilang
117 Bab 115: Utang Delapan Juta dan Pengusiran Preman Kampung
118 Bab 116: Masakan Ibu, Kecurigaan Bapak, dan Uang Jajan 300 Juta
119 Bab 117: Sisi Lain Sang Diva dan Toko Mainan yang Pindah Tempat
120 Bab 118: Lamaran Gadis Kecil dan Atap yang Menangis
121 Bab 119: Logika Sultan Menolak Gratisan dan Helikopter Penyelamat
122 Bab 120: Kamu Juga Mau Jadi Artis? Horror di Balik Layar
123 Bab 121: Membeli Rumah Demi Garasi dan Tercapainya Misi Mustahil
124 Bab 122: Gacha Tanpa Batas dan Pertanyaan Fatal Bella
125 Bab 123: Gosip Pagi Hari dan Sinetron Rasa Netflix
126 Bab 124: Nasi Kotak Rasa Hotel Bintang Lima dan Pancingan Cinta
127 Bab 125: Ferrari di Jalan Gelap dan Pancasila Pengusir Setan
128 Bab 126: Gua Persembunyian Sultan dan Fajar Pertama di Puncak
129 Bab 127: Ferrari Off-Road, Ladang Milik Sendiri, dan Cara Membuang Sampah Mewah
130 Bab 128: Menteri Keuangan Pribadi dan Cokelat Satu Rak
131 Bab 129: Janji di Tepi Pantai dan Senja yang Menjadi Saksi
132 Bab 130: Ancaman di Parkiran dan Rahasia Sang Putri
133 Bab 131: Jebakan Foto Paparazzi dan Hantaman Batu Bata
134 Bab 132: Saham Runtuh dan Penculikan di Pabrik Tua
135 Strategi Sunyi dan Pertemuan di Bar Elite
136 Adu Gengsi Alkohol
137 Tagihan 13 Miliar
138 Sirkus Pangeran Jaksel
139 Drama Queen di Jok Belakang
140 Membeli Restoran Demi Traktiran
141 Pasukan Buzzer Bayaran, Totalitas Sang Putri
142 Metode Akting Jalur Galau
143 Murka Sang Patriark
144 Makan Siang Properti Syuting dan Penjemputan Paksa
145 Tamu Tak Diundang dan Filosofi "Seni" Sang Sultan Gabut
146 Macan Turun Gunung dan Akting Terbaik Sang Putri
147 Drama Keluarga Selesai
148 Dilema Angka 80 Juta dan Pasukan Hater Bayaran
149 Quantum Physics di Depan Sekawanan Sapi.
150 Momen Mendebarkan dan menanfaatkan Bug
151 Hadiah Porsche untuk Teman Biasa
152 Misi 1 Miliar Views telah Berhasil, Kembalinya Sang Kaisar
153 Dana Cair dan Gacha Sultan Sepuluh Kali.
154 Misi Detektif Dadakan
155 Uang Saweran yang Salah Alamat
156 Password Wi-Fi dan Tagihan UK
157 Surat Somasi dan Teror Belanja
158 Kehancuran Agensi
159 Insiden Perampokan!
160 Dilabrak Bella.
161 "Pria Otot Macho"
162 Mengalihkan Hype, Konten FYP
163 Gengsi Para Sutradara
164 Penyamaran Ninja Sultan
165 Filosofi Sang Maestro
166 Chemistry Menakjubkan, Kecelakaan Kecil
167 Cemburu Buta Sang Ratu
168 Operasi Medis di Jok Belakang dan Perkumpulan Anak Jaksel
169 Godaan Jamet Elit, Bos Loli, dan Pindah Tongkrongan
170 Prinsip Sang Sultan, dan Asisten Tumbal
171 Sogokan Rolls-Royce untuk Anak Motor
172 Rahasia Busuk Musuh
173 Amukan Ormas Pengemis
174 Uang Tutup Mulut 2 Miliar
175 Pemeras Berdasi dan Prediksi Kampanye Hitam
176 Fitnah Buzzer dan Mulut Manis
177 Surat Somasi Bag.1
178 Surat Somasi Bag.2
179 Batas Akhir Toleransi
180 Perpisahan Sang Sultan
181 Masa Lalu Asisten, Teori Konspirasi Absurd
182 Perdebatan
183 Bukti CCTV
184 Hancurnya Ego Sang Sultan
185 Menunggu dalam Gelap
186 Jejak Sang Diva
187 Manipulator Tingkat Dewa dan Rahasia Gelap Sang Diva
188 Tragedi Pohon Palsu
189 Lenyapnya Dana Triliunan
190 Honor Fantastis
191 Ratu Kecil di Lokasi Syuting
192 Kebohongan Sekretaris dan Petunjuk Rekening Sang Diva
193 Asumsi Keliru
194 Tuduhan Pencucian Uang, Malam Amal Keluarga Kusuma
195 Tatapan Sang Tuan Muda
196 Tamparan Donasi 150 Miliar dan Runtuhnya Grup Surya
197 Saudara Angkat, Kedok Sang Diva
198 Membeli Rumah Sakit
199 Kakak Sepupu Konglomerat
200 Tagihan Makan Ratusan Juta, Fitnah Sang Diva
201 Kesempatan Terakir
202 Mastermind Sesungguhnya dan Skenario Fitnah Triliunan
203 Hukuman Nasib Buruk
Episodes

Updated 203 Episodes

1
Bab 1: Menjadi Badut dan Sistem Sultan
2
Bab 2: Jackpot Sepuluh Kali Lipat
3
Bab 3: Kursi Sultan dan Bidadari Panggung
4
Bab 4: Hoki Satu Malam dan Data 32C
5
Bab 5: Bug Semesta dan Pelukan Kesembilan
6
Bab 6: Plot Twist Kursi Kosong dan Donasi Sultan
7
Bab 7: Duet Maut dan Sultan Asrama
8
Bab 8: Manajer Cantik dan Analisis 36B
9
Bab 9: Drama Pelat Nomor
10
Bab 10: Duel Sengit di Samsat dan Makan Siang Bintang Lima
11
Bab 11: Makan Siang 60 Juta dan Cashback Brutal
12
Bab 12: Istana Pondok Indah dan Misi Ayah Dadakan
13
Bab 13: Misi Daddy dan Streamer Polos
14
Bab 14: Harga Diri vs Paus Sultan
15
Bab 15: Hujan Universe dan Janji Kencan Buta
16
Bab 16: iPhone Sultan dan Kue Sus Gagal
17
Bab 17: Zoom 5x dan Black Card Sakti
18
Bab 18: Lidah Sultan dan Skandal Salah Panggil
19
Bab 19: Misteri Push-Up Bra dan Serangan Ani-Ani
20
Bab 20: Kartu Sultan dan Tas Seharga Ginjal
21
Bab 21: Pesta Tas Mewah dan Tamparan 5 Miliar
22
Bab 22: Abs Reveal dan Kaburnya Sang Gadun
23
Bab 23: Diary Adik Laknat dan Folder 100GB
24
Bab 24: Modus Pagi Buta dan Voucher Taksi Hangus
25
Bab 25: Bidadari Bandara dan Predator Jaguar
26
Bab 26: Skakmat Jaguar dan Pangeran McLaren
27
Bab 27: Penolakan Dingin dan Nasib Penumpang Koper
28
Bab 28: Rekrutmen BEM dan Senior Penggoda
29
Bab 29: Tur Kampus dan Jalur Orang Dalem
30
Bab 30: Ferrari 812 dan Tantangan Sang Maestro
31
Bab 31: Sihir Lonceng Kecil dan Senior yang Posesif
32
Bab 31 Bagian 2: Verifikasi Data Fisik
33
Bab 32: Raungan V12 dan Penumpang Pertama
34
Bab 33: Ferrari Masuk Pasar dan Teman SMP Sultan
35
Bab 34: Prank Kakek dan Trik Marketing Dukun
36
Bab 35: Misi Push-Up dan Monster Filter
37
Bab 36: Tantangan 100 Juta dan Streamer Matre
38
Bab 37: Hujan Roket dan Bidadari di Depan Pintu
39
Bab 38: Snack Keramat dan Misi Penyelamatan Sahabat
40
Bab 39: Jeep Masuk Desa dan Patung Pusaka
41
Bab 40: Gudang Harta Karun dan Tameng Hidup
42
Bab 41: Kejutan di Dalam Batu dan Diplomasi Tingkat Dewa
43
Bab 42: Konvoi Mercy Hitam Masuk Desa
44
Bab 43: Saudara Seperjuangan dan Bungkusan Kain Lusuh
45
Bab 44: Harta Karun dan Parkiran Hotel Mulia
46
Bab 45: Parkir VVIP dan Anjing Sultan
47
Bab 46: Pamer Harta dan Tamparan Realita
48
Bab 47: Definisi Teman Sultan
49
Bab 48: Sopir Cantik dan Fantasi Liar
50
Bab 49: Adik yang Hyperaktif dan Begal GTO
51
Bab 50: Monster Putih dan Ferrari Hari Minggu
52
Bab 51: Modus Operandi dan Akting Kelas Teri
53
Bab 52: Harga Sebuah Tamparan dan Kalkulator Sultan
54
Bab 53: Malam Seni dan Kancing yang Berjuang
55
Bab 54: Bintang Tamu Kabur dan Sponsor Menikam
56
Bab 55: Taruhan Kancing Kemeja dan Misteri Bintang Tamu
57
Bab 56: Kesombongan Si Kacang Lupa Kulit
58
Bab 57: Di Balik Masker Sang Dewi
59
Bab 58: Panggung yang Berubah Menjadi Lautan Emosi
60
Bab 59: Histeria Massal dan Penyesalan Para Haters
61
Bab 60: Panen Raya Sultan dan Tragedi Salah Langkah
62
Bab 61: Bencana Karir dan Jebakan Ambigu di Ruang VIP
63
Bab 62: Terapi Pijat "Plus" (Plus Keahlian Dewa)
64
Bab 63: Detektif Asisten dan Koleksi Mobil Sultan
65
Bab 64: Tetangga Masa Gitu?
66
Bab 65: Hormat Senjata dan Maling Mangga Sultan
67
Bab 66: Selamat Datang di Istana, Nyonya Tetangga
68
Bab 67 : Melodi "Liebestraum" di Ruang Musik Sultan
69
Bab 67: Adik yang Halu dan Panggilan Sang Raja Samudra
70
Bab 68: Kebohongan Kecil dan Bencana di Atas Laut
71
Bab 69: Unboxing di Tengah Laut dan Kartu Sultan
72
Bab 70: Grup Kelas "Julid" dan Fitnah Sang Ketua Kelas
73
Bab 71: Bisikan Beracun dan Panggilan Telepon di Ujung Dermaga
74
Bab 72: Sang Sultan Palsu dan Tawaran Hotel Gratis
75
Bab 73: Singa Betina yang Bangun dan Runtuhnya Wibawa Sultan Palsu
76
Bab 74: Mentalitas Gratisan dan Serangan Para Penjilat
77
Bab 76: Teori Sok Tahu Sang Sultan Palsu
78
Bab 77: Jebakan Macet dan Raungan Monster V12
79
Bab 78: Pangeran Ferrari dan Satu Kata yang Menghentikan Dunia
80
Bab 79: Pukulan Telak Bagi Sang Pembual dan Pelukan di Bawah Terik Matahari
81
Bab 80: Definisi "Urusan Kecil" dan Tanda Tangan Sang Raja Laut
82
Bab 81: Kartu ATM Bernilai Miliaran dan Balas Dendam yang Elegan
83
Bab 82: Topeng Persahabatan Palsu dan Logika Para Parasit
84
Bab 83: Penyesalan Tak Berujung dan Kedatangan Sang Diva
85
Bab 84: Reuni Tak Terduga dan Pesta Makanan Laut di Atas Samudra
86
Bab 85: Master Suite, Kebenaran Sang Diva.
87
Bab 86: Pesta Sultan, Steak Wagyu, dan Detak Jantung Sang Diva
88
Bab 88: Ciuman Sang Diva dan Iklan Game Web
89
Bab 89-90: Definisi "Uang Hanyalah Angka" dan Mental Breakdance MadDog
90
Bab 91: Kemenangan Telak dan Shareloc Kapal Pesiar
91
Bab 92: Pijatan Maut Senior BEM dan Kamar Sang Putri
92
Bab 92.5: Tarian Kelinci Nakal dan Hukuman Sang Sultan
93
Bab 93: Kemeja Kebesaran dan Kurir yang Nyasar
94
Bab 94: Misi Sit-Up Ratusan Juta dan Kekecewaan di Restoran Bintang Lima
95
Bab 95: Fitur Baru Terbuka: 'DEEP SCAN & SEAL CHECK'
96
Bab 96: Bertemu Bella Anindya
97
Bab 97: MacBooks Gratis, Musuh Baru, dan Anomali Sang Ratu Pesta
98
Bab 98: Godaan di Tengah Malam
99
Bab 99: Gema Pertama Palu Lelang
100
Bab 100: Ritual Pecah Guci dan Perang Harga Ronde Pertama
101
Bab 100: Jebakan Yang Sukses dan Tuan Tanah Baru
102
Bab 101: Misi Menghabiskan Uang dan Lelang Solo yang Gila
103
Bab 102: Makan Siang dengan Legenda dan Kartu Nama Polos
104
Bab 103: Wanita Besi, Misi 10 Triliun, dan Iklan Cringe Sang Diva
105
Bab 104: Naskah Masterpiece dan Ambisi Sepuluh Triliun
106
Bab 105: Penyamaran Ninja Sang Diva
107
Bab 106: Seleksi Pemeran dan Kerendahan Hati Sang Diva
108
Bab 107: Parsel Mewah dan Rencana Gila Melipatgandakan Uang
109
Bab 108: Papi Raka Beraksi dan Pesta Hadiah di PandaLive
110
Bab 109: Hujan Uang dan Titah Mendadak Sang Sultan
111
Bab 110: "Luka Lecet" Belanja dan Truk Properti Sultan
112
Bab 111: Gagalnya Jebakan Batman dan Investasi Brutal
113
Bab 111,5: Tidak ada rotan, Akar pun jadi
114
Bab 112: Teh Rasa Air Cucian Piring
115
Bab 113: Ambisi Film
116
Bab 114: Deadline Gila dan Rumah Orang Tua yang Hilang
117
Bab 115: Utang Delapan Juta dan Pengusiran Preman Kampung
118
Bab 116: Masakan Ibu, Kecurigaan Bapak, dan Uang Jajan 300 Juta
119
Bab 117: Sisi Lain Sang Diva dan Toko Mainan yang Pindah Tempat
120
Bab 118: Lamaran Gadis Kecil dan Atap yang Menangis
121
Bab 119: Logika Sultan Menolak Gratisan dan Helikopter Penyelamat
122
Bab 120: Kamu Juga Mau Jadi Artis? Horror di Balik Layar
123
Bab 121: Membeli Rumah Demi Garasi dan Tercapainya Misi Mustahil
124
Bab 122: Gacha Tanpa Batas dan Pertanyaan Fatal Bella
125
Bab 123: Gosip Pagi Hari dan Sinetron Rasa Netflix
126
Bab 124: Nasi Kotak Rasa Hotel Bintang Lima dan Pancingan Cinta
127
Bab 125: Ferrari di Jalan Gelap dan Pancasila Pengusir Setan
128
Bab 126: Gua Persembunyian Sultan dan Fajar Pertama di Puncak
129
Bab 127: Ferrari Off-Road, Ladang Milik Sendiri, dan Cara Membuang Sampah Mewah
130
Bab 128: Menteri Keuangan Pribadi dan Cokelat Satu Rak
131
Bab 129: Janji di Tepi Pantai dan Senja yang Menjadi Saksi
132
Bab 130: Ancaman di Parkiran dan Rahasia Sang Putri
133
Bab 131: Jebakan Foto Paparazzi dan Hantaman Batu Bata
134
Bab 132: Saham Runtuh dan Penculikan di Pabrik Tua
135
Strategi Sunyi dan Pertemuan di Bar Elite
136
Adu Gengsi Alkohol
137
Tagihan 13 Miliar
138
Sirkus Pangeran Jaksel
139
Drama Queen di Jok Belakang
140
Membeli Restoran Demi Traktiran
141
Pasukan Buzzer Bayaran, Totalitas Sang Putri
142
Metode Akting Jalur Galau
143
Murka Sang Patriark
144
Makan Siang Properti Syuting dan Penjemputan Paksa
145
Tamu Tak Diundang dan Filosofi "Seni" Sang Sultan Gabut
146
Macan Turun Gunung dan Akting Terbaik Sang Putri
147
Drama Keluarga Selesai
148
Dilema Angka 80 Juta dan Pasukan Hater Bayaran
149
Quantum Physics di Depan Sekawanan Sapi.
150
Momen Mendebarkan dan menanfaatkan Bug
151
Hadiah Porsche untuk Teman Biasa
152
Misi 1 Miliar Views telah Berhasil, Kembalinya Sang Kaisar
153
Dana Cair dan Gacha Sultan Sepuluh Kali.
154
Misi Detektif Dadakan
155
Uang Saweran yang Salah Alamat
156
Password Wi-Fi dan Tagihan UK
157
Surat Somasi dan Teror Belanja
158
Kehancuran Agensi
159
Insiden Perampokan!
160
Dilabrak Bella.
161
"Pria Otot Macho"
162
Mengalihkan Hype, Konten FYP
163
Gengsi Para Sutradara
164
Penyamaran Ninja Sultan
165
Filosofi Sang Maestro
166
Chemistry Menakjubkan, Kecelakaan Kecil
167
Cemburu Buta Sang Ratu
168
Operasi Medis di Jok Belakang dan Perkumpulan Anak Jaksel
169
Godaan Jamet Elit, Bos Loli, dan Pindah Tongkrongan
170
Prinsip Sang Sultan, dan Asisten Tumbal
171
Sogokan Rolls-Royce untuk Anak Motor
172
Rahasia Busuk Musuh
173
Amukan Ormas Pengemis
174
Uang Tutup Mulut 2 Miliar
175
Pemeras Berdasi dan Prediksi Kampanye Hitam
176
Fitnah Buzzer dan Mulut Manis
177
Surat Somasi Bag.1
178
Surat Somasi Bag.2
179
Batas Akhir Toleransi
180
Perpisahan Sang Sultan
181
Masa Lalu Asisten, Teori Konspirasi Absurd
182
Perdebatan
183
Bukti CCTV
184
Hancurnya Ego Sang Sultan
185
Menunggu dalam Gelap
186
Jejak Sang Diva
187
Manipulator Tingkat Dewa dan Rahasia Gelap Sang Diva
188
Tragedi Pohon Palsu
189
Lenyapnya Dana Triliunan
190
Honor Fantastis
191
Ratu Kecil di Lokasi Syuting
192
Kebohongan Sekretaris dan Petunjuk Rekening Sang Diva
193
Asumsi Keliru
194
Tuduhan Pencucian Uang, Malam Amal Keluarga Kusuma
195
Tatapan Sang Tuan Muda
196
Tamparan Donasi 150 Miliar dan Runtuhnya Grup Surya
197
Saudara Angkat, Kedok Sang Diva
198
Membeli Rumah Sakit
199
Kakak Sepupu Konglomerat
200
Tagihan Makan Ratusan Juta, Fitnah Sang Diva
201
Kesempatan Terakir
202
Mastermind Sesungguhnya dan Skenario Fitnah Triliunan
203
Hukuman Nasib Buruk

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!