Hari-hari Raya kini tidak lagi hanya diisi dengan bermain boneka atau mewarnai. Fokus utamanya telah beralih sepenuhnya kepada Cireng, soang kesayangannya yang kini diperlakukan layaknya manusia. Bukan sekadar hewan peliharaan, Cireng kini sudah memiliki lemari pakaian sendiri yang berisi baju-baju mungil dan popok khusus agar tidak mengotori lantai marmer kediaman Lergan.
Xander, sang kakek, hanya bisa menghela napas pasrah melihat pemandangan di ruang tengah. Soang itu kini sudah mendapatkan izin istimewa untuk masuk ke dalam rumah. Bahkan, hewan itu dengan santainya duduk di atas sofa, seolah-olah sedang ikut menonton acara berita di televisi di samping Xander.
"Cileeeng, Laya ketemu ini. Nanti Cileng pake bial nda gelah," gumam Raya riang sambil membawa sebuah topi pantai berukuran kecil di tangannya. Anak itu memanjat sofa dengan susah payah, lalu memakaikan topi itu ke kepala Cireng yang panjang.
Melihat tingkah cucunya, kening Xander berkerut dalam. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran bocah berusia empat tahun itu. "Raya, itu kan topi milikmu? Kenapa malah dipakaikan ke soang? Nanti topinya bau, loh," tanya Xander bingung.
Raya menghentikan kegiatannya. Ia menoleh ke arah Xander, senyumnya yang tadi merekah langsung surut, digantikan oleh tatapan sinis yang sangat tidak asing, sangat mirip dengan cara Xavier menatap lawan bisnisnya.
"Kan cebagai codala itu halus belbagiiii, belbagi itu indaaah kata Glandma. Opa ini kenapa ciliiik aja telus keljanya, macam Capliiii!" pekik Raya kesal. Ia teringat akan Sapri, burung kakak tua milik Xander yang seringkali cerewet jika ada orang asing mendekat.
Xander tertegun, otaknya mencoba memproses kata-kata cucunya. "Saudara? Memangnya Raya punya kembaran? Opa enggak tahu,"
Raya berdiri tegak di atas sofa, matanya membulat sempurna untuk menegaskan poinnya. "Laya kan nda ada kembal-kembalan itu, ini coang anak Glandpa, jadi Coang ... codala Laya!" seru anak itu dengan nada yakin yang tak terbantahkan.
Xander seketika…
Papa Tiri Anti Bakteri
Saran Xavier
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
jumirah slavina
Bunda Raiso ; Sardennnnnnn., d'depan cucu'ku jangan ngomong sembarangnnnn
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-02-07
27
jumirah slavina
terimakasih banyakkkkkk Thorrrrrrr...
sehat selalu 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
2026-02-07
6
Nining Wia
kata anak lelakiku yg saat ini otw 17 th ... mam, aku pengin adek bayi .. biar ada yg dimainin...
eh busyeeet bocah .. dikira adek bayi boneka Upin Ipin apa yak .. 🤣🤣🤣
2026-02-08
1