Semua bukti akan bicara

"Ini semua bukti transaksi-transaksi dari rekening lain, Pak Ares, Nona," ucap Dewa, salah satu asisten pribadi Elina, yang hanya diketahui Elina dan Ayahnya.

Elina menatap lembar demi lembar, bukti yang menunjukkan Ares memiliki rekening lain dan mentransfer sejumlah uang ke Maya serta kedua orang tuanya. Tatapannya tajam, tanpa sepatah kata pun keluar dari bibirnya.

Jarum jam di ruang privat sebuah kafe berdetak pelan, menambah ketegangan yang sudah memenuhi udara.

"Bagus," ucapnya akhirnya, suaranya lembut namun menusuk.

"Simpan semua ini rapi, Dewa. Jangan sampai ada yang tahu. Apa pun yang terjadi, hanya aku yang boleh tahu."

Dewa mengangguk, wajahnya serius.

"Siap, Nona. Semua data sudah tersimpan di server pribadi Anda. Aman seratus persen."

Elina menarik napas panjang, matanya kembali menatap layar laptop yang menampilkan laporan keuangan perusahaan itu. Tangannya bergerak perlahan membuka beberapa file lain—dokumen kontrak, perjanjian pernikahan, dan bukti-bukti lain yang diam-diam ia kumpulkan selama ini.

"Semua ini," gumamnya sambil menatap tumpukan dokumen, "akan jadi bahan permainan yang sempurna. Mereka pikir mereka bisa bermain licik, tapi mereka tidak tahu... aku sudah melihat setiap gerak-gerik mereka."

Dewa menatapnya, sedikit terpesona sekaligus cemas. "Nona, apa rencana Nona selanjutnya?"

Elina tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak ramah—lebih seperti predator yang baru saja mengendus mangsanya. "Biarkan mereka percaya semuanya secara diam-diam... dan ketika saatnya tiba, semua yang mereka lakukan akan kembali kepada mereka sendiri."

Dewa mengangguk, memahami maksud majikannya. "Siap, Nona. Aku akan mengikuti arahan Nona sepenuhnya."

Elina menatap lembar bukti transaksi terakhir. Tangannya perlahan menyentuh layar, seolah merasakan betapa rapuhnya dunia yang dibangun Ares selama ini.

"Sekarang," bisiknya pelan, "permainan baru dimulai."

Di luar sana, dunia Ares dan Maya tampak normal—tertawa, merencanakan masa depan, tanpa sadar bahwa setiap langkah mereka telah direkam dan diperhatikan.

Elina mencondongkan tubuh ke depan, matanya menyipit.

"Mereka mulai berani... tapi sebentar lagi, mereka akan tahu, aku bukan istri yang mudah ditaklukkan."

"Nona, saya juga baru saja mendapat kebusukan lain Pak Ares," ucap Dewa, memperlihatkan tabletnya kepada Elina.

Elina membaca dengan seksama. "Jadi selama ini dia yang berbuat kekacauan dan mengadu domba karyawan lain," gumamnya miris. "Dewa, bagaimana nasib karyawan yang sudah dipecat itu sekarang?"

"Setelah saya selidiki, mereka menganggur, Nona. Tidak ada perusahaan yang menerima mereka," jawab Dewa. "Padahal mereka tulang punggung keluarga Nona."

"Rekrut mereka di kantor cabang untuk sementara. Setelah semua selesai, bawa mereka kembali lagi," jelas Elina tegas.

Dewa tersenyum senang. "Baik, Nona."

"Oh ya, Dewa, kamu lindungi keluarga Bi Wati yang ada di kampungnya. Ternyata selama ini mertua aku telah mengancamnya," perintah Elina.

"Siap, Nona. Saya akan memerintahkan pasukan bayangan ke kampung Bi Wati," jawab Dewa mantap.

Elina mengangguk. Asisten pribadinya ini sangat bisa diandalkan, dan hatinya kini terasa lebih tenang—setiap langkah telah direncanakan dengan rapi.

♡♡

"Elina..."

Elina menghela napas panjang, baru saja sampai di rumah dan langsung disambut wajah suaminya yang kini terasa sangat menjengkelkan baginya.

"Ada apa, Mas?" tanya Elina sambil tetap melangkah, menahan rasa kesal.

"Elina, berhenti. Mas mau ngomong sama kamu," ucap Ares, berusaha mengimbangi langkahnya.

"Ya udah, ngomong saja, Mas..." jawab Elina tanpa memperlambat langkahnya, sikapnya datar namun penuh penolakan.

"Elina, apa begini kamu memperlakukan suami kamu?" sahut Amelia dari ruang tamu.

Di sampingnya, Maya berdiri, menatap mereka dengan senyum yang terlalu percaya diri.

Elina berhenti sejenak, menatap mertuanya dengan mata dingin. Senyum tipisnya menusuk, penuh arti.

“Begini cara aku memperlakukan siapa pun yang mencoba mengatur hidupku, Ma,” ucapnya pelan, tapi setiap kata seperti pisau yang menancap di udara.

Amelia terkejut, wajahnya memerah antara marah dan tak percaya.

“Bagaimana mungkin kamu…? Elina, kamu itu istri Ares! Seharusnya…”

“Seharusnya apa, Ma?” potong Elina, melangkah lebih dekat, tanpa rasa takut sedikit pun.

"Elina, jaga sikap kamu kepada Mama," ucap Ares, suaranya menahan emosi, tidak terima dengan sikap istrinya.

Elina menghela napas kasar. Seharian ini ia lelah mengurus perusahaan yang nyaris jatuh ke tangan Ares.

"Mas, aku tidak mau memperpanjang. Kamu mau cerita apa sebenarnya?"

"Elina, kenapa kamu bicara seperti kepada suami dan mertuamu, El?" sahut Maya mencoba mencari muka.

Elina menatap ketiganya—suami, mertuanya, dan Maya. Matanya menyipit, senyum tipisnya tetap ada tapi dingin menusuk.

“Maaf, tapi aku bicara sesuai kenyataan,” ucap Elina, setiap kata seperti pisau yang merobek kesombongan mereka.

“Kalau kalian merasa terganggu, itu masalah kalian, bukan aku. Aku bukan wanita yang bisa ditekan, diatur, atau dipermainkan. Kalau kalian tidak terima, silahkan pergi dari rumah aku."

"Elina!" teriak Ares penuh tekanan.

"Apa, hah?" jawab Elina dingin, tak takut sama sekali.

"Kamu sudah kelewatan," tunjuk Ares, wajahnya menahan amarah.

"Turunkan tangan kamu, Mas!" ucap Elina menatap tajam, membuat Ares kembali terkejut dengan perubahan drastis istrinya.

"Aku mau istirahat. Jangan ada yang ganggu aku."

Setelah itu, Elina melangkah cepat menuju kamar di lantai atas, menutup pintu dengan tegas.

Amelia menatap pintu itu, wajahnya memerah campur cemas. "Bagaimana ini, Res? Elina sepertinya sudah benar-benar berubah. Semua asetnya belum ada di tangan kita, termasuk rumah ini."

Ares menatap pintu kamar yang baru saja ditutup Elina, rahangnya menegang.

"Dia... dia benar-benar berbeda sekarang," gumamnya, suaranya penuh kekesalan tapi juga sedikit takut.

Amelia melangkah mendekat, masih merah padam karena malu dan kesal.

“Res… kita harus lakukan sesuatu! Semua aset masih di tangannya! Mansion ini, perusahaan… semuanya!”

Ares menegakkan tubuh, matanya menyipit, penuh perhitungan.

“Tenang, Mah… kita bisa atur semuanya nanti. Aku cuma… belum siap menghadapi Elina yang seperti ini. Dua tahun pernikahan, tapi baru sekarang dia mulai menentang aku.”

Amelia menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri.

“Tapi kalau dia tetap begini, Res… kita bisa kehilangan semuanya. Dia sudah tahu cara mengendalikan situasi. Mama bisa merasakan itu.”

Ares menunduk sebentar, matanya kosong, lalu menatap Maya yang ada di samping ibunya.

"Sayang, kamu jangan pikirkan masalah ini. Nanti anak kita kenapa-kenapa."

Maya mengangguk dan tersenyum.

"Iya, Mas. Aku paham kok. Aku percaya kamu bisa mengendalikan Elina."

Ares menepuk pundak Maya dengan lembut, senyum tipis tapi meyakinkan.

“Tenang saja, Sayang, semua ini sudah aku pikirkan. Aku tahu Elina sudah berubah, tapi aku masih punya cara untuk mengendalikan semuanya.”

Maya menatap Ares dengan mata berbinar, sedikit lega.

“Benarkah, Mas? Kamu bisa… bisa mengambil alih semuanya?”

Ares mengangguk, matanya menyipit penuh perhitungan.

“Tentu saja. Mansion ini, perusahaan… semua asetnya… sebentar lagi akan menjadi milikku. Aku cuma perlu waktu sedikit… dan strategi yang tepat.”

Amelia menghela napas panjang, tatapannya penuh kekhawatiran.

“Res… kamu yakin? Elina sekarang… dia bukan wanita yang mudah ditaklukkan. Mama bisa merasakan itu. Kalau kita terlalu terburu-buru, dia bisa menghancurkan rencana kita.”

Ares menepuk tangan Maya dengan lembut, lalu menatap ibunya dengan tenang tapi yakin.

“Mah, percayalah… aku tahu apa yang aku lakukan. Elina mungkin berubah, tapi aku masih bisa mengendalikan semuanya. Tinggal tunggu waktunya, semuanya akan jadi milikku.”

Di lantai atas, pintu kamar Elina tertutup rapat. Namun di balik pintu itu, Elina duduk tenang, menatap layar laptopnya. Senyum tipis menghiasi wajahnya, tapi penuh perhitungan.

“Mereka pikir bisa mengendalikan aku… bodoh sekali. Biarkan mereka meremehkanku sebentar lagi… sebentar lagi, aku yang akan benar-benar memegang kendali,” gumamnya pelan, matanya bersinar penuh tekad.

Terpopuler

Comments

Ani Maryani Naryani

Ani Maryani Naryani

dih itu suaminya di kira istri sah gak tau padahal dia lagi merencanakan balas dendam dan mengusir semua benalu harus kuat elina kamu tangguh dan badas

2026-07-28

0

Sapna Anah

Sapna Anah

jangan bilang sebentar lgi takutnya d keroyok apa lgi kluarga Ares mendukung

2026-05-17

1

Fisee

Fisee

MOKONDOO MOKONDOO MOKONDOO OTAK BA BIIII🖕🖕

2026-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 Benalu dibalik Cinta
2 Rumah yang penuh pengkhianat
3 Istri sah musuh dalam selimut
4 Semua bukti akan bicara
5 Sarapan untuk para benalu
6 Kalian menumpang dirumahku
7 Permainan gelap
8 Kos terakhir
9 Rumah Impian
10 Rencana tersembunyi
11 Siapa yang pantas dimeja ini?
12 Ratu tanpa takhta
13 Istri dan selir
14 Lupa posisi
15 Harga diri yang runtuh
16 Saat Ayah turun tangan
17 Harga sebuah percepatan
18 Perang tanpa suara
19 Dibawah perlindunganku
20 Kilau yang menyakitkan
21 Menunggu jatuh
22 Kesempatan Emas yang salah.
23 Saat kesabaran Elina habis
24 Isu yang disiapkan
25 Di balik meja makan
26 Panggung kemenangan
27 Klaim tanpa hak
28 Di hadapan publik
29 Terbongkar
30 Kita selesai
31 Istirahat
32 Meninggalkan Astera
33 Di kota asing
34 Di tengah kerumunan
35 Hari yang tenang
36 Elvano
37 Tamparan harga diri
38 Api yang sama
39 Langkah pertama
40 Century Park
41 Atas nama Oma
42 Jejak yang terlalu bersih
43 Tempat bernama pulang
44 Runtuh perlahan
45 Perbedaan
46 Keluarga
47 Sinyal
48 Siapa aku?
49 Undangan
50 Terlambat
51 Bukan milik
52 Pantau
53 Tak tersentuh
54 Membela
55 Harga seorang putri
56 Waktu telah habis
57 Surat perintah
58 Balasan yang nyata
59 Giliranmu
60 Jejak di sungai
61 Nama yang terungkap
62 Ilusi
63 Air mata dan balas dendam
64 Masih bernapas
65 Putus dibalik jeruji
66 Yang mandul bukan dia
67 Rumah kedua
68 Hari yang kosong
69 Kembali
70 Giliranku
71 Masih hidup
72 Kebenaran yang menyaksikan
73 Di bawah kendaliku
74 Kendali
75 Sisa hidup
76 Tempat untuk pulang
77 Para tahanan
78 Harga ambisi
79 Kendali
80 Kebangkitan sang pewaria
81 Tempat kembali
82 Seperti ombak
83 Berbeda
84 Pion
85 Sejak lama
86 Momen
87 Iya?
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Benalu dibalik Cinta
2
Rumah yang penuh pengkhianat
3
Istri sah musuh dalam selimut
4
Semua bukti akan bicara
5
Sarapan untuk para benalu
6
Kalian menumpang dirumahku
7
Permainan gelap
8
Kos terakhir
9
Rumah Impian
10
Rencana tersembunyi
11
Siapa yang pantas dimeja ini?
12
Ratu tanpa takhta
13
Istri dan selir
14
Lupa posisi
15
Harga diri yang runtuh
16
Saat Ayah turun tangan
17
Harga sebuah percepatan
18
Perang tanpa suara
19
Dibawah perlindunganku
20
Kilau yang menyakitkan
21
Menunggu jatuh
22
Kesempatan Emas yang salah.
23
Saat kesabaran Elina habis
24
Isu yang disiapkan
25
Di balik meja makan
26
Panggung kemenangan
27
Klaim tanpa hak
28
Di hadapan publik
29
Terbongkar
30
Kita selesai
31
Istirahat
32
Meninggalkan Astera
33
Di kota asing
34
Di tengah kerumunan
35
Hari yang tenang
36
Elvano
37
Tamparan harga diri
38
Api yang sama
39
Langkah pertama
40
Century Park
41
Atas nama Oma
42
Jejak yang terlalu bersih
43
Tempat bernama pulang
44
Runtuh perlahan
45
Perbedaan
46
Keluarga
47
Sinyal
48
Siapa aku?
49
Undangan
50
Terlambat
51
Bukan milik
52
Pantau
53
Tak tersentuh
54
Membela
55
Harga seorang putri
56
Waktu telah habis
57
Surat perintah
58
Balasan yang nyata
59
Giliranmu
60
Jejak di sungai
61
Nama yang terungkap
62
Ilusi
63
Air mata dan balas dendam
64
Masih bernapas
65
Putus dibalik jeruji
66
Yang mandul bukan dia
67
Rumah kedua
68
Hari yang kosong
69
Kembali
70
Giliranku
71
Masih hidup
72
Kebenaran yang menyaksikan
73
Di bawah kendaliku
74
Kendali
75
Sisa hidup
76
Tempat untuk pulang
77
Para tahanan
78
Harga ambisi
79
Kendali
80
Kebangkitan sang pewaria
81
Tempat kembali
82
Seperti ombak
83
Berbeda
84
Pion
85
Sejak lama
86
Momen
87
Iya?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!