3. Jantung Gue

Bab 3

“Boleh saya aminkan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh.”

“Eh -- " Lisa menggaruk kepalanya, padahal dia Cuma bercanda dan ditanggapi Asoka seolah serius. Mana dijawab dengan kebetulan pula. “Jodoh ‘kan rahasia Tuhan. Ya Aminkan aja.”

Asoka terkekeh setelah Lisa dengan wajah polos agak melongo kayak orang beg0 mendengar penuturan Asoka. “Aamiin, semoga doa kita dikabulkan.” Asoka kembali tertawa melihat raut wajah Lisa.

“Mbak.”

“Lisa,” panggil Asoka menunjuk ke arah penjual dengan dagunya.

“Eh, makasih ya bang,” ujar Lisa menerima cup berisi minuman miliknya. Sempat terpesona melihat Asoka yang tertawa menunjukan deret giginya yang rapi dan putih mirip iklan pasta gigi. Sejak pertemuan persiapan keberangkatan termasuk tadi pagi, tidak pernah melihat Asoka bercakap-cakap apalagi bercanda, terlihat dingin dan cuek, tapi ini … wow. Gantengnya makin komplit, semakin dilihat semakin ada manis-manisnya gitu.

Berbeda dengan Yuli yang sudah bergabung dengan trio semprul bahkan sempat menjerit dan memukul Rama entah apa yang dikatakan pria itu, Lisa masih di sana sambil menikmati minuman.

Asoka memanggil Rama menunjuk stand minuman itu.

“Nggak dok, udah ngopi saya,” ujar Rama, sama dengan Beni yang menolak secara halus. Sapri mendekat lalu ikut memesan.

“Mau beli yang lain?” tanya Asoka setelah membayar dan es kopi miliknya sudah habis setengah. “Tapi di kota sebelum sampai supir bilang mau berhenti, khawatir kita butuh beli sesuatu.”

“Oh, ya di sana aja kali ya.”

“Sa, ayo, Mau jalan lagi,” ajak Yuli.

“Iya. Makasih ya dok, traktirannya.”

“Hm.”

Pemandangan menuju lokasi lumayan menarik penglihatan. Keluar tol dan sudah berada di daerah Garut Jawa Barat, tiga puluh menit mereka sudah memasuki jalan kecamatan. Dimana jalan raya digunakan untuk dua jalur. Suasana lebih hening karena Rama ternyata tidur. Biang rusuh memang dia dan menjadi lengkap karena ditimpali Beni.

“Sampe mana ini? Masih Indonesia ya, gue kira udah nyampe surga.”

Rama mulai lagi, padahal tadi cukup adem. Bukan hanya karena AC, tapi telinga terasa adem dari suara bac0t pria itu.

“Sinting lo,” ejek Yuli.

“Eh, mulutnya. Sentil nih. Sapri, ini Jule coba dididik dulu, apa kurang dikok0p semalam.”

“Rama,” pekik Yuli kesal karena seenaknya mengganti Yuli dengan Jule, mirip yang lagi viral.

Lisa tidak tahan untuk tidak mengikik, Oka tersenyum menoleh ke arahnya.

“Kok0p itu apa mas?” tanya Sapri dari kursi belakang.

“Itu loh Pri, alas kaki perempuan dipake kalau undangan atau pesta. Masa kau nggak tahu.” Beni menimpali.

“Itu selop, ngaco.” Yuli masih greget dengan kedua pria itu.

“Oh, sudah ganti kah? Salah Pri, kamu cari aja di google ya.”

“Mbak Lisa, kok0p apa gitu?” Sapri masih penasaran.

“Astaga, nggak usah dianggap Mas Pri. Rama emang aneh, udah abaikan aja,” sahut Lisa dari kursi depan.

“Sapri butuh demo Sa, biar nggak gagal paham. Jule ayo kita demo kok0p biar Sapri cepet gede.”

“Emang minta dijahit mulut lo ya.” Yuli beranjak dari kursi alu memukuli Rama dengan bantal lehernya.

“Bah, agresif kali si Yuli. Sudah-lah Pri, kamu tanya mbah aja. Nggak usah lagi memperkeruh suasana, takutnya Rama keenakan sama Yuli.”

“Ya udah, nggak jadi tanya saya.”

Perdebatan absurd itu terhenti karena jalanan yang membuat mobil agak bergoyang dan melaju pelan.

“Jalannya gak rata ya?”

“Iya, kayak muka lo yang jerawatan,” ejek Rama pada Yuli dan tatapannya tertuju ke luar jendela.

“Becek ya mas.” Kali ini Sapri ikut bicara dan pemandangannya pun sama keluar jendela menatap suasana pedesaan.

“Iya, mana nggak ada ojek. Belagu lo Pri, emang di kampung lo kagak becek.”

Jalanan berikutnya melewati persawahan dan perkebunan, jalanan mulai lebih baik dibandingkan yang tadi. Semakin jauh dari hiruk pikuk kota. Bahkan jalanan mulai menanjak dan berkelok karena berada di wilayah pegunungan.

“Ini kantor kecamatan Cisewu,” ujar pak supir. “Pusat kesehatan ada di Desa Singajaya, kira-kira 1 kilo lagi.”

Tidak ada yang menyahut, sebagian ada mengangguk dan berdehem saja karena fokus menikmati jalanan dan pemandangan yang mereka lewati.  Apalagi saat mobil memasuki area tempat bertugas mereka, tidak jauh dari kantor desa. Melewati pagar dengan tulisan besar. “Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Singajaya.”

“Ini … tempatnya?” tanya Yuli.

“Bukan, tempat lo mah di Mars. Bantuin alien beranak,” sahut Rama. “Ya ini, tadi nggak baca plangnya yang segede gaban.”

“Sudah sampai ya, mas,mbak,” ujar supir.

Mereka tiba hampir maghrib, lepas dari Jakarta hampir pukul 1 siang. Tempat mereka bertugas terlihat sudah sepi dan terkunci ada ruang dengan tulisan IGD, tampak sepi juga.

“Ini kita langsung nugas?” Yuli mulai cerewet macam Rama.

Lisa menatap sekitar, area parkir yang masih tanah bahkan ada pohon besar begitu rindang. Kalau malam pasti berkesan horror.

“LO aja kali,” sahut Rama.

Supir yang mengantarkan mereka menjelaskan kalau hunian yang akan mereka tempati selama bertugas berada tidak jauh dari sana.

“Saya antar ke sana, bawaannya diturunin dulu. Koper aja, yang lain bisa besok diambil lagi. Yang penting kebutuhan untuk malam ini aja. Saya balik ke Jakarta besok sore, bawa tim yang mau pulang.”

“Loh maksudnya bapak nggak nganter kita sampai rumah tinggal?”

“Nggak mbak. Jalannya kecil, jalan setapak. Paling motor aja yang bisa lewat.”

“Ya ampun mimpi gue semalem,” keluh Yuli

“Semalam aku mimpi, mimpi buruk sekali.” Rama malah berdendang.

Rama, Deni dan Sapri sudah duluan begitu juga dengan Yuli yang terus mengoceh mengeluhkan situasi apalagi jalanan becek membuat sepatu dan celananya kotor.

Lisa berjalan agak lambat bahkan sempat terhenti untuk mengeratkan cardigan, dan Asoka mengekor langkahnya.

“Mau saya bantu?”

Asoka bertanya, bahkan Lisa belum menjawab tapi pegangan koper sudah diambil alih dan tanpa sungkan berjalan mensejajarinya.

“Dok, saya bisa sendiri.” Merasa tidak enak dengan sikap Asoka, jangan sampai trio semprul juga Yuli melihat dokter Asoka menyeret dua koper yang mana salah satu adalah miliknya.

“Ayo, cepat. Udah mau maghrib.”

Lisa mengulum senyum karena perhatian dari Asoka. Tidak mau kepedean apalagi kegeeran, merasa Asoka berbeda dengan kesan yang terlihat. Bisa jadi dia baik pada semua orang, khususnya perempuan. Mungkin kali ini Lisa tampak memprihatinkan, makanya Asoka tidak tega melihatnya menyeret koper seperti tereliminasi dari kehidupan.

Mau ambil foto, tapi nggak enak. Bisa heboh Manda kalau tahu dokter Asoka sebaik dan se-sweet ini.

“Lisa, kenapa lo. Kesambet ya, senyum-senyum nggak jelas.”

Suara jelek Rama mengenyahkan momen lucu yang dia bayangkan dan langsung berdecak. Beni, Rama, Sapri juga Yuli sudah berada di beranda sebuah rumah. Asoka terlihat membuka sepatunya dan mengangkat koper menaiki undakan tangga menuju beranda.

“Ganggu aja, orang mau nge-halu,” ujarnya sambil menghentakan kaki. Namun, wajah Oka yang menoleh dan menatapnya tidak bisa dipungkiri kembali membuatnya mengu-lum senyum.

“Jantung gue,” batin Lisa saat ia kembali beradu tatap dengan si ganteng dokter Asoka Harsa.

Terpopuler

Comments

🌸ReeN🌸

🌸ReeN🌸

astaga..kocak bgt itu petugas medis, bikin gak bosen bacanya

2026-04-07

2

novel destiny

novel destiny

Rama kaleng rombeng berarti yaa

2026-05-26

0

Kezter Sharlota

Kezter Sharlota

sumpah d3ch..ini novel terlucu terenak dan terdantai..bagi sy..kocak parah hbs..sy sampai ketawa2..perut sakit banget..hehe🤣🤣🤣🤣

2026-05-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. Tim Pengganti
2 2. Berharap Jodoh
3 3. Jantung Gue
4 4. Mau jadi pacar saya ?
5 5. Gawat ....
6 6. Bersama Asoka
7 7. Foto Kita
8 8. Kamu Cantik
9 9. Pak Kades
10 10. Targetnya ... Lisa
11 11. Makan Siang Denganku (Lagi)
12 12. Gagal Lagi
13 13. Panggil Aku ... Sayang
14 14. I Love You
15 15. Kangen
16 16. Waktu Yang (Tidak) Tepat
17 17. Drama Rumah Tangga
18 18. Asoka Harsa
19 19. Aku Datang, Sayang
20 20. Emang Pernah?
21 21. Perasaan Asoka
22 22. Bukan Level
23 23. Sakitnya Lisa
24 24. Sebelas dan dua belas
25 25. Jangan Tunggu Lama-lama
26 26. Murahan vs pemain
27 27. Bukan Urusanmu
28 28. Ternyata ....
29 29. Ternyata .... (2)
30 30. Nikah, Yuk!
31 31. Jangan Ganggu
32 32. Pacar Saya
33 33. Diam Atau Aku ....
34 34. Rencana
35 35. Yang ketiga ... setan
36 36. Keluarga Mandala
37 37. Pacarmu?
38 38. Aksa Mandala
39 39. Aku Pulang
40 40. Bencana
41 41. Peluk, Lisa
42 42. Belum Ada Judul
43 43. Mungkinkah ... cemburu
44 44. Cemburu (1)
45 45. Cemburu (2)
46 46. Badai Sudah Berlalu
47 47. Kunjungan
48 48. Siapa mau menikah?
49 49. Putra Aksa Mandala
50 50. Berita Yang Sedang H0t
51 51. Kemesraan Ini, Semoga Cepat Berlalu
52 52. Keputusan ....
53 53. Terjebak
54 54. Aku Disini ....
55 55. Aku Sayang Kamu
56 56. Mirip Kamu
57 57. Good News or Bad News
58 58. Keputusan
59 59. Akhir Tugas
60 60. Restui Aku
61 61. Restu Keluarga
62 62. Kembali Ke Habitat
63 63. Hadiahku
64 64. Mengejar Restu
65 65. Identitas
66 66. Anak Kita
67 67. Kamu Satu-satunya Cinta
68 68. Janji Asoka
69 69. Lamaran
70 70. Ancaman Asoka
71 71. Kolaps
72 72. Kondisi Aksa
73 73. Keputusan
74 74. Otw Halal
75 75. Belum Ada Judul
76 76. Tim Pencari Kitab Suci Vs Geng Pria Terkutuk
77 77. Otw Halal (2)
78 78. Akhirnya ....
79 79. Keluarga Kedua
80 80. Calon Orangtua
81 81. Belah Duren
82 82. Jomblo
83 83. I Love You To The Moon And Back
84 Emergency Love
85 84. Yuli Vs Rendi Oye
86 85. Akhir Kisah (1)
87 86. Akhir Kisah (2) ~ End
88 Resep Cinta Om Dokter
89 Duka Sebelum Cinta
Episodes

Updated 89 Episodes

1
1. Tim Pengganti
2
2. Berharap Jodoh
3
3. Jantung Gue
4
4. Mau jadi pacar saya ?
5
5. Gawat ....
6
6. Bersama Asoka
7
7. Foto Kita
8
8. Kamu Cantik
9
9. Pak Kades
10
10. Targetnya ... Lisa
11
11. Makan Siang Denganku (Lagi)
12
12. Gagal Lagi
13
13. Panggil Aku ... Sayang
14
14. I Love You
15
15. Kangen
16
16. Waktu Yang (Tidak) Tepat
17
17. Drama Rumah Tangga
18
18. Asoka Harsa
19
19. Aku Datang, Sayang
20
20. Emang Pernah?
21
21. Perasaan Asoka
22
22. Bukan Level
23
23. Sakitnya Lisa
24
24. Sebelas dan dua belas
25
25. Jangan Tunggu Lama-lama
26
26. Murahan vs pemain
27
27. Bukan Urusanmu
28
28. Ternyata ....
29
29. Ternyata .... (2)
30
30. Nikah, Yuk!
31
31. Jangan Ganggu
32
32. Pacar Saya
33
33. Diam Atau Aku ....
34
34. Rencana
35
35. Yang ketiga ... setan
36
36. Keluarga Mandala
37
37. Pacarmu?
38
38. Aksa Mandala
39
39. Aku Pulang
40
40. Bencana
41
41. Peluk, Lisa
42
42. Belum Ada Judul
43
43. Mungkinkah ... cemburu
44
44. Cemburu (1)
45
45. Cemburu (2)
46
46. Badai Sudah Berlalu
47
47. Kunjungan
48
48. Siapa mau menikah?
49
49. Putra Aksa Mandala
50
50. Berita Yang Sedang H0t
51
51. Kemesraan Ini, Semoga Cepat Berlalu
52
52. Keputusan ....
53
53. Terjebak
54
54. Aku Disini ....
55
55. Aku Sayang Kamu
56
56. Mirip Kamu
57
57. Good News or Bad News
58
58. Keputusan
59
59. Akhir Tugas
60
60. Restui Aku
61
61. Restu Keluarga
62
62. Kembali Ke Habitat
63
63. Hadiahku
64
64. Mengejar Restu
65
65. Identitas
66
66. Anak Kita
67
67. Kamu Satu-satunya Cinta
68
68. Janji Asoka
69
69. Lamaran
70
70. Ancaman Asoka
71
71. Kolaps
72
72. Kondisi Aksa
73
73. Keputusan
74
74. Otw Halal
75
75. Belum Ada Judul
76
76. Tim Pencari Kitab Suci Vs Geng Pria Terkutuk
77
77. Otw Halal (2)
78
78. Akhirnya ....
79
79. Keluarga Kedua
80
80. Calon Orangtua
81
81. Belah Duren
82
82. Jomblo
83
83. I Love You To The Moon And Back
84
Emergency Love
85
84. Yuli Vs Rendi Oye
86
85. Akhir Kisah (1)
87
86. Akhir Kisah (2) ~ End
88
Resep Cinta Om Dokter
89
Duka Sebelum Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!