4. Mau jadi pacar saya ?

Bab 4

 

Asoka menghela nafasnya. Lumayan effort untuk mengkondisikan kamar yang ditempati. Memasang sprei baru meski sprei yang sudah terpasang sebenarnya terlihat rapi dan bersih. Membuka koper, menggantungkan jas dokter dan mengeluarkan sebagian isi koper dia pindah ke lemari yang tersedia.

Di rumah itu, ada tiga kamar. Lisa dan Yuli sudah pasti satu kamar. Beni, Sapri dan Rama berebut ke dalam kamar lainnya, padahal dia sudah menawarkan agar salah satu sekamar dengannya. Nyatanya sampai sekarang tidak ada satupun yang menyusul. Terserah saja, toh lebih nyaman. Entah apa jadinya kalau Rama satu kamar dengannya atau Beni.

Udara di tempat ini begitu dingin, dia sudah menggunakan celana training dan kaos lengan panjang. Di Jakarta butuh AC untuk mendinginkan ruangan, di sini tidak perlu. Bahkan dengan pintu dan jendela yang rapat saja masih terasa begitu dingin.

Brak

Terdengar pekikan pelan. Ia menggeleng, pasti ulah Yuli. Sejak memasuki rumah ini, sepertinya belum lelah untuk mengeluh dan mengomentari apapun. Tidak ada shower apalagi air hangat di toilet, sempat berteriak karena melihat kecoa di dapur dan udara yang dingin.

“Rama.”

“Apa sih Juleeee. Harusnya lo panggil Sapri bukan gue.”

Terdengar perdebatan lagi lalu ketukan pintu.

“Dok, makan malam sudah datang.”

Suara itu, suara Lisa. Ia tersenyum lalu beranjak dari ranjang.

“Iya, sebentar.” Memakai sandal jepit menuju pintu, punggung Lisa terlihat menuju area dalam menuju meja makan.

“Yul, bisa nggak mulut kau itu mingkem barang sejam. Penging telingaku dengar kau teriak mulu,” cetus Beni.

“Udah ah, udah malam. Ini kampung orang dan rumah baru. Jangan gaduh.” Lisa menengahi. Semua sudah kebagian nasi goreng dalam styrofoam. Lisa menyerahkan milik Asoka. “Makan dulu dok, ini piringnya kalau mau dipindahkan.

“iya, makasih.”

Beni sudah duduk bersama Rama juga Yuli, mau tidak mau Lisa duduk di samping Asoka. Sapri tidak usah ditanya, sudah keluar dan menikmati makan malam di beranda. Katanya berasa makan di puncak, adem.

“Kalian yakin mau sekamar bertiga?” tanya Oka.

“Nggak yakin dok. Paling nanti Sapri kita tarik ke dapur kalau udah nyenyak.”

“Ngaco kamu Ram, mending kamu tidur di depan tuh sana.”

“Cie Jule, belain Sapri terus,” ejek Rama lagi.

“Nggak usah nggak enakan, saya nggak masalah kita berbagi kamar.”

“Saya aja deh yang pindah ke kamar Dokter.” Yuli bicara lalu cengengesan. Mendengar itu Lisa sampai tersedak.

“Centil, Sapri mau dikemanain.”

Alih-alih merespon Rama dan Yuli, Asoka malah menatap Lisa yang menepuk dad4 setelah meneguk air.

“Pelan-pelan aja,” ujar Oka dan dijawab dengan anggukan oleh Lisa. “Beres makan kita ngobrol dulu. Bagi tugas membersihkan rumah ini,” seru Asoka dan semua setuju. Hanya difasilitasi tempat tinggal, sedangkan untuk kebersihan, makan dan kebutuhan lain selama tinggal di sana tidak dicover siapapun apalagi BPJS.

***

Lisa mendessah pelan lalu beranjak duduk. Tidak bisa memejamkan mata padahal waktu sudah hampir tengah malam. Bukan karena berada di tempat baru saja yang membuat matanya sulit terpejam, bukan juga ocehan Lisa sebelum tidur. Chat yang dikirim Inka adik sambungnya.

Inka Penjaga Neraka

Cih, kabur. Baguslah, biar nggak ada yang ngerecokin gue. Paling pas pulang Ayah udah nggak ngenalin lo.

Andaipun di screenshoot lalu kirim ke ayahnya, tidak akan dipercaya. Inka dan Ibunya memang ratu drama, manis di depan dan busuk di belakang. Paling parah saat insiden Inka terpeleset di tangga. Memang ia sempat berdebat dengan Inka dan dilerai oleh Ibunya tepat saat ayahnya tiba.

Rupanya sudah disetting oleh dua perempuan iblis itu, Inka terjatuh sampai berguling dan si4lnya setelah beradu bahu dengan Lisa. Ayah marah dan menghardik Lisa, Inka melarang ayah dan mengatakan ini semua salahnya seharusnya dia tidak memancing kemarahan Lisa.

“Ayah tidak pernah mengajarkan kamu menjadi kasar begini, seperti bukan anak ayah.”

Kalimat itu terus mengganggu. Bahkan penjelasannya pun tidak digubris, ditambah drama ibu dan anak menghentikan perdebatan bersikap seolah mereka mau mengalah agar tidak ada keributan. Tentu saja hanya untuk mendapatkan perhatian Ayah.

“Hah, dingin.”  Lisa mengeratkan cardigannya. Sepertinya besok akan membeli jaket online dan dikirim ke sini, juga bed cover. Turun dari ranjang setelah mengantongi ponsel dan sempat menoleh karena Yuli mengigau meneriakan nama Rama.

“Baek-baek kalian berjodoh.”

Ia membuka pintu kamar dengan pelan agar deritnya tidak mengganggu ketenangan tidur yang lain. Tujuannya ke toilet karena panggilan alam, menatap dua pintu kamar di hadapannya yang tertutup rapat. Dengkuran terdengar bersahutan, sepertinya dari kamar trio semprul.

Mungkin minum air jahe atau bandrek bisa menghangatkan, besok ia akan beli untuk persediaan. Bukan kamar tujuannya, melainkan ruang depan di mana ada sofa tamu. Duduk sambil memainkan ponselnya. Selain pesan dari Inka, ayah juga sempat mengirim pesan lagi. Menanyakan lokasinya berada juga keadaan di sini.

“Setahun ini Ayah akan lebih tenang karena aku si pengacau tidak ada di rumah,” gumamnya lalu menyandarkan kepala di sandaran sofa. Dua hari yang lalu ia kembali bertengkar dengan Ayah, lagi-lagi karena Inka. Wanita itu merengek ingin melanjutkan pendidikan, tidak tanggung-tanggung mintanya di luar negri. Dari mana ayahnya punya modal sebanyak itu, usahanya beberapa pintu kontrakan juga rumah kost dan sederet ruko sepertinya tidak bisa memenuhi keinginan Inka.

Lisa geram. Dia saja hanya kuliah di Jakarta dan sebagian biaya pendidikannya karena beasiswa. Lo jangan kuliah, jadi baby sugar aja, ejeknya. Inka menangis sudah pasti pura-pura, dan ibunya meminta cerai dari ayah. Ia pun bersorak agar ayah memenuhi permintaan itu dan ayah memberikan hadiah tamparan.

Mengingat lagi masalah itu, membuat Lisa geram. Tangannya mencengkram ponsel dengan rahang mengeras.

“Lisa. Belum tidur?”

Posisi duduk Lisa menyerong miring memunggungi arah dalam rumah, ia pun menoleh.

“Eh, belum dok,” sahutnya lalu merubah duduk menatap Oka yang mengambil tepat di kursi tunggal. Asoka dengan setelan training dan kaos lengan panjang membawa ponsel dan tablet di tangannya.

“Nggak bisa tidur?”

Lisa mengangguk lalu menunduk.

“Nggak betah atau menyesal datang kemari.”

“Hm, nggak juga sih.”

“Oh iya, kamu sekalian cari jodoh di sini ya,” sahut Oka lalu tersenyum.

“Siapa tahu dok. Sambil menyelam eh malah tenggelam.”

Oka tersenyum. “Saya juga ngarep gitu deh. Mana tahu lepas dari sini nggak jomblo lagi.”

“Dokter Oka jomblo? Masa sih? Nggak percaya saya.” Lisa menatap lawan bicaranya dengan dahi agak mengernyit tidak percaya dengan yang disampaikan pria itu.

“Kenapa, mau jadi pacar saya?”

“Eh.” 

\=\=\=\=\=\=\=

Sampai bab ini belum ada hubungan para tokoh dengan tokoh di novel sebelumnya ya dan sepertinya tidak ada.

Rama : Jangan lupa jejak biar gue tahu kalau pembaca itu ada

Terpopuler

Comments

Rahmawati

Rahmawati

ayo lisa, dokter oka nembak tuh

2026-04-07

1

Kezia ayumi

Kezia ayumi

di kamar orang juga lu yang malak RAM /Sly//Sly//Sly/

2026-07-28

0

Camera Gaming

Camera Gaming

Rama calon mantu pak arya dan mm sarah

2026-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tim Pengganti
2 2. Berharap Jodoh
3 3. Jantung Gue
4 4. Mau jadi pacar saya ?
5 5. Gawat ....
6 6. Bersama Asoka
7 7. Foto Kita
8 8. Kamu Cantik
9 9. Pak Kades
10 10. Targetnya ... Lisa
11 11. Makan Siang Denganku (Lagi)
12 12. Gagal Lagi
13 13. Panggil Aku ... Sayang
14 14. I Love You
15 15. Kangen
16 16. Waktu Yang (Tidak) Tepat
17 17. Drama Rumah Tangga
18 18. Asoka Harsa
19 19. Aku Datang, Sayang
20 20. Emang Pernah?
21 21. Perasaan Asoka
22 22. Bukan Level
23 23. Sakitnya Lisa
24 24. Sebelas dan dua belas
25 25. Jangan Tunggu Lama-lama
26 26. Murahan vs pemain
27 27. Bukan Urusanmu
28 28. Ternyata ....
29 29. Ternyata .... (2)
30 30. Nikah, Yuk!
31 31. Jangan Ganggu
32 32. Pacar Saya
33 33. Diam Atau Aku ....
34 34. Rencana
35 35. Yang ketiga ... setan
36 36. Keluarga Mandala
37 37. Pacarmu?
38 38. Aksa Mandala
39 39. Aku Pulang
40 40. Bencana
41 41. Peluk, Lisa
42 42. Belum Ada Judul
43 43. Mungkinkah ... cemburu
44 44. Cemburu (1)
45 45. Cemburu (2)
46 46. Badai Sudah Berlalu
47 47. Kunjungan
48 48. Siapa mau menikah?
49 49. Putra Aksa Mandala
50 50. Berita Yang Sedang H0t
51 51. Kemesraan Ini, Semoga Cepat Berlalu
52 52. Keputusan ....
53 53. Terjebak
54 54. Aku Disini ....
55 55. Aku Sayang Kamu
56 56. Mirip Kamu
57 57. Good News or Bad News
58 58. Keputusan
59 59. Akhir Tugas
60 60. Restui Aku
61 61. Restu Keluarga
62 62. Kembali Ke Habitat
63 63. Hadiahku
64 64. Mengejar Restu
65 65. Identitas
66 66. Anak Kita
67 67. Kamu Satu-satunya Cinta
68 68. Janji Asoka
69 69. Lamaran
70 70. Ancaman Asoka
71 71. Kolaps
72 72. Kondisi Aksa
73 73. Keputusan
74 74. Otw Halal
75 75. Belum Ada Judul
76 76. Tim Pencari Kitab Suci Vs Geng Pria Terkutuk
77 77. Otw Halal (2)
78 78. Akhirnya ....
79 79. Keluarga Kedua
80 80. Calon Orangtua
81 81. Belah Duren
82 82. Jomblo
83 83. I Love You To The Moon And Back
84 Emergency Love
85 84. Yuli Vs Rendi Oye
86 85. Akhir Kisah (1)
87 86. Akhir Kisah (2) ~ End
88 Resep Cinta Om Dokter
89 Duka Sebelum Cinta
Episodes

Updated 89 Episodes

1
1. Tim Pengganti
2
2. Berharap Jodoh
3
3. Jantung Gue
4
4. Mau jadi pacar saya ?
5
5. Gawat ....
6
6. Bersama Asoka
7
7. Foto Kita
8
8. Kamu Cantik
9
9. Pak Kades
10
10. Targetnya ... Lisa
11
11. Makan Siang Denganku (Lagi)
12
12. Gagal Lagi
13
13. Panggil Aku ... Sayang
14
14. I Love You
15
15. Kangen
16
16. Waktu Yang (Tidak) Tepat
17
17. Drama Rumah Tangga
18
18. Asoka Harsa
19
19. Aku Datang, Sayang
20
20. Emang Pernah?
21
21. Perasaan Asoka
22
22. Bukan Level
23
23. Sakitnya Lisa
24
24. Sebelas dan dua belas
25
25. Jangan Tunggu Lama-lama
26
26. Murahan vs pemain
27
27. Bukan Urusanmu
28
28. Ternyata ....
29
29. Ternyata .... (2)
30
30. Nikah, Yuk!
31
31. Jangan Ganggu
32
32. Pacar Saya
33
33. Diam Atau Aku ....
34
34. Rencana
35
35. Yang ketiga ... setan
36
36. Keluarga Mandala
37
37. Pacarmu?
38
38. Aksa Mandala
39
39. Aku Pulang
40
40. Bencana
41
41. Peluk, Lisa
42
42. Belum Ada Judul
43
43. Mungkinkah ... cemburu
44
44. Cemburu (1)
45
45. Cemburu (2)
46
46. Badai Sudah Berlalu
47
47. Kunjungan
48
48. Siapa mau menikah?
49
49. Putra Aksa Mandala
50
50. Berita Yang Sedang H0t
51
51. Kemesraan Ini, Semoga Cepat Berlalu
52
52. Keputusan ....
53
53. Terjebak
54
54. Aku Disini ....
55
55. Aku Sayang Kamu
56
56. Mirip Kamu
57
57. Good News or Bad News
58
58. Keputusan
59
59. Akhir Tugas
60
60. Restui Aku
61
61. Restu Keluarga
62
62. Kembali Ke Habitat
63
63. Hadiahku
64
64. Mengejar Restu
65
65. Identitas
66
66. Anak Kita
67
67. Kamu Satu-satunya Cinta
68
68. Janji Asoka
69
69. Lamaran
70
70. Ancaman Asoka
71
71. Kolaps
72
72. Kondisi Aksa
73
73. Keputusan
74
74. Otw Halal
75
75. Belum Ada Judul
76
76. Tim Pencari Kitab Suci Vs Geng Pria Terkutuk
77
77. Otw Halal (2)
78
78. Akhirnya ....
79
79. Keluarga Kedua
80
80. Calon Orangtua
81
81. Belah Duren
82
82. Jomblo
83
83. I Love You To The Moon And Back
84
Emergency Love
85
84. Yuli Vs Rendi Oye
86
85. Akhir Kisah (1)
87
86. Akhir Kisah (2) ~ End
88
Resep Cinta Om Dokter
89
Duka Sebelum Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!