Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

1. Tim Pengganti

Hai, aku datang lagi. Cerita kali ini lebih ringan ya. Semoga suka dan baca sampai selesai. Jangan di skip apalagi ditinggalkan, nanti author cubit nihhhh. Thanks before dan jangan lupa tinggalkan jejak.

\=\=\=\=\=\=\=

Bab 1

 

“Sa, makasih ya. Lo pahlawan gue banget.”

Lisa hanya tersenyum kecut saat rekan sejawatnya menjabat tangan dengan wajah sendu dan kedua mata berkaca-kaca.

“Biasa aja kali.”

“Lo hati-hati di sana ya. Kalau butuh apa-apa kabarin?”

“Lah, mau ngapain? Kirim kebutuhan gua atau ….”

“Nggak, gue doain semoga Tuhan penuhi kebutuhan lo. Nggak mungkinlah gue langsung lari ke tempat itu bawa kabulkan apa yang lo mau apalagi sampai gantiin posisi lo. Ogah banget.”

“Hah, dasar.” Lisa mengibaskan tangan di depan wajah sambil tersenyum lalu mengusir rekannya. Takutnya ia menyesal dan membatalkan keberangkatan itu.

Profesinya sebagai perawat di salah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah dengan program pengabdian di pelosok desa. Sebenarnya nama Lisa tidak tercantum dalam keberangkatan tersebut, tapi Manda rekan sejawatnya yang terpilih. Menangis saat namanya sudah tercantum dan berniat berhenti dari rumah sakit itu. Alasannya karena orangtua yang sudah sepuh, tidak mungkin ditinggal jauh di mana dia anak satu-satunya juga sedang mempersiapkan pernikahan impian.

Menjadi pahlawan kesiangan bukan pilihannya. Ingin menjauh dari keluarga yang menurutnya toxic. Kecewa karena Ayahnya menikah lagi bulan lalu, padahal kematian ibunya belum genap satu tahun. Bukan tidak peduli dan tidak mengerti dengan kondisi Ayahnya, tapi hubungan mereka jadi buruk semenjak ibu dan adik sambungnya hadir.

“Lisa, saranghaeyo,” ujar Manda sambil membentuk cinta dengan kedua jarinya.

“Hah, lebay. Udah sana, nanti gue melow terus batal berangkat.” Lisa menarik koper menuju tempat kumpul untuk brifing sebelum keberangkatan tugas di tempat baru.

“Sering telpon gue ya.”

“Ogah,” teriak Lisa sambil melambaikan tangan tanpa menatap Manda.

“Bye. Lisa!”

Lisa tersenyum lalu menghela nafasnya. Menuju lobby utara rumah sakit, titik kumpul sebelum berangkat. Bawaannya hanya satu koper besar dan tas jinjing yang disangkutkan di atas koper juga tas ransel yang dipakainya. Sudah mengirimkan satu tas lainnya berisi beberapa pasang sepatu dan sandal. Mungkin satu atau dua hari akan sampai.

“Nah, itu dia tersangkanya sudah datang.”

“Sorry, udah telat ya,” ujarnya.

“Ck, belum ngapa-ngapain masa udah telat aja sih,” ejek Rama. “Cepet sini, mau dibrief dulu. Habis ketemu sama Rizwan Karim ya?”

“Dih apaan sih, gak jelas.” Lisa meninggalkan kopernya dengan koper-koper lain, lalu bergabung dengan tim yang akan berangkat.

“Kan lo Lisa Marisini yang lagi viral.”

“Please deh, Ram! Shut up your mouth. Sini Lis,” ujar Yuli, baru dua tahun bekerja di rumah sakit itu sebagai bidan. KAlau dilihat penampilannya lebih mirip selebgram jika tanpa seragam profesinya.

“Oke, diabsen dulu ya. dokter Asoka?”

“Ya.” Pria dengan kaos polo navy dengan penampilan oppa korea mengangkat tangannya. Yang Lisa tahu pria itu dokter umum yang bertugas di UGD, tidak terlalu kenal karena tugasnya di bangsal rawat inap. Gayanya cool dan datar, bahkan sejak pertemuan untuk persiapan keberangkatan, hanya dia yang jarang bicara dan berinteraksi dengan yang lain. Bicara seperlunya, irit seperti mengirit uang di tanggal tua.

“Rama Purwangga?”

“Hadir.”

Rama profesinya perawat, biasanya bertugas di ruang OK atau ruang tindakan operasi. Sayang banget kalau harus bertugas di pelosok, karena tempat tugasnya hanya pusat kesehatan masyarakat dan tidak melakukan proses operasi.

“Sapri?”

“Di sini pak,” jawab Sapri dengan logat jawa yang begitu medok. Pemuda yang bertugas sebagai OB.

“Beni Juan.”

“Di sinilah, saya. Nggak kelihatan gitu?”

Lisa menoleh lalu tersenyum. Tidak aneh, Beni yang biasanya bertugas sebagai supir ambulance terkenal kocak bahkan sering dianggap seolah sedang stand up comedy.

“Ngapain pula pake diabsen, yang mau jalan Cuma enam biji. Dilihat pake mata juga cukup. Macam anak sekolah pake diabsen.”

“Sabar, bang Beni,” ucap Sapri sambil menepuk bahu pria itu.

“Tahan bang. waktu kita di sana lumayan panjang, satu tahun loh. Simpan energi dan emosimu kisanak, mana tahu apa yang akan terjadi di depan mata,” tutur Rama.

“Di depan mataku adanya belek,” sahut Beni lagi.

“Ish, kalian apaan sih. Ga Jelas deh. Udah pak lanjut lagi,” keluh Yuli.

Manager HRD kembali melanjutkan briefingnya setelah terkekeh karena perdebatan anggota tim. Menjelaskan singkat tugas dan keberangkatan serta kapan mereka dapat jadwal pulang ke jakarta dan kembali ke lokasi.

“Hah, jadi nggak bareng ya?” tanya Yuli

“Ya nggak dong. Kalau bareng di sana siapa yang jaga.” Kali ini Rama yang menanggapi

Lisa menghela nafas, bukan khawatir dengan tugas dan jadwal pulang ke jakarta per dua bulan sekali, itu pun hanya tiga hari. Menunduk sambil menatap layar ponsel dan membaca lagi pesan dari ayahnya.

Ayah

Kamu tega tinggalkan Ayah?

Awalnya ia ingin abaikan saja pria yang selalu dipanggil ayah dan dipuja bak ksatria, tapi perlahan rasa itu pudar berganti kecewa. Sejak Ibu Nina dan Inka menjadi keluarga karena ikatan pernikahan dan tinggal satu atap, banyak drama yang terjadi dan berakhir dia terpojok dengan status bersalah.

Ini adalah langkahnya untuk protes. Penjelasan pun percuma, karena dari awal ia kurang setuju, berharap Ayah mau menunda sampai genap satu tahun kepergiannya bunda. Setiap perdebatan dan pertengkarannya dengan Inka lalu dia malah menjadi tersangka, bahkan penjelasan kebenaran menurut pov-nya pun percuma. Ayah akan ikut menyalahkan dengan tuduhan ia melakukan itu karena tidak suka ayah menikah lagi.

Sudah ada Ibu Nina dan Inka. Mereka lebih mengerti Ayah dan bisa dipercaya dibanding aku sipembangkang

Balasan pesan darinya untuk ayah.

“Jaga kesehatan, jaga sikap dan jaga nama baik pribadi, profesi dan institusi.”

Lisa kembali fokus mendengarkan arahan dan tidak lama selesai. Mereka menuju mini bus yang sudah terparkir dan menaikan bawaan ke dalam bagasi. Ada 16 seat di mobil itu, satu deret kursi belakang dilepas untuk space bagasi yang lebih lebar.

Dokter Oka, menempati seat di belakang supir lalu baris berikutnya kosong dan berikutnya Lisa menempati kursi single sebaris dengan Yuli. Seat minibus itu 1-2 sampai ke belakang.

“Perjalanan menuju alam baka,” ucap Rama saat naik.

“Rama, mulut lo ya,” sentak Yuli.

“Apa sih ibu Bidan. Mau gue temenin nggak? Perjalanan kita jauh loh.”

“Ogah, sana belakang dan tutup mulut nyinyir lo itu.”

Lisa tersenyum lalu menggeleng pelan mendengarkan ocehan Yuli dan Rama. Meletakan ransel di samping kakinya, mengeratkan cardigan yang dipakai.

“Mas Rama sendiri ya?” tanya Sapri yang baru saja naik.

“Sendiri pala lo. Kita bareng-bareng sapri. Belum berangkat lo udah jet lag ya.”

“Maksud saya, duduk sendiri?”

“Kenapa, lo minta dipangku? Nggak ada, sana ke belakang. Gue jagain ibu bidan takut mendadak kedinginan.” Rama duduk di belakang Yuli.

“Idih, apaan lo.”

Dokter Oka sempat menoleh karena suara-suara perdebatan itu, tepat saat Lisa menatap ke depan dan pandangan mereka bertemu. Canggung, akhirnya Lisa mengangguk dengan senyum tipis karena tidak begitu kenal dengan Asoka.

Menyandarkan kepala bersiap untuk pemberangkatan, dalam hati Lisa sudah mengucap doa agar mereka selamat sampai tujuan dan kegiatan di sana berjalan lancar.

“Udah nih?” tanya Beni sudah melewati Lisa dan Yuli.

“Udah apaan bang?” tanya Rama menoleh karena Beni menempati kursi tunggal sebaris dengan Sapri di belakangnya.

“Udah siap jalan belum atau kita bubar saja sebelum masuk tol. Hah, gimana?”

“Jangan bercanda Bang Beni. Mending pimpin doa, biar berkah dan selamat,” usul Yuli ada benarnya.

“Oke. Kita doa dulu ya. Dokter Oka, maaf saya yang pimpin ya, secara usia saya paling muda.”

“Silahkan,” ujar dokter Oka.

“Kita mulai ya. Bismillahirrohmanirrohim. Bismika Allahumma ahya wa bismika amut.”

“Aamiin,” sahut Sapri.

“Selimut mana selimut.” Kali ini Rama yang menimpali karena Beni malah membaca doa mau tidur

“Baek-baek, malah tidur selamanya,” ejek Yuli lalu terkekeh.

“Ya ampun,” keluh Lisa tidak menduga kalau ia berada di tengah pemain dagelan. Entah seperti apa kehidupannya setahun ke depan bersama orang-orang spesial ini.

 

------

Rama : Ehem, tes-tes, disini lapak trio semprul. Para suhu jangan ada yang nongol ya

Sakti : Apaan nih, kisah gue baru tamat, masih pengen eksis. Gue jadi figuran nggak thor ?

Terpopuler

Comments

Felycia Fernandez

Felycia Fernandez

Rama...apa ada kaitannya dengan novel terdahulu kk Thor Dtyas

2026-01-15

0

mariammarife

mariammarife

ada yg kurang Thor Aura kasih nya ko ngga di cantumin di sini,kan LG viral jg skrng ?

2026-01-16

0

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

belum apa2 nihh sdh gerrr aja🤣🤣

2026-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tim Pengganti
2 2. Berharap Jodoh
3 3. Jantung Gue
4 4. Mau jadi pacar saya ?
5 5. Gawat ....
6 6. Bersama Asoka
7 7. Foto Kita
8 8. Kamu Cantik
9 9. Pak Kades
10 10. Targetnya ... Lisa
11 11. Makan Siang Denganku (Lagi)
12 12. Gagal Lagi
13 13. Panggil Aku ... Sayang
14 14. I Love You
15 15. Kangen
16 16. Waktu Yang (Tidak) Tepat
17 17. Drama Rumah Tangga
18 18. Asoka Harsa
19 19. Aku Datang, Sayang
20 20. Emang Pernah?
21 21. Perasaan Asoka
22 22. Bukan Level
23 23. Sakitnya Lisa
24 24. Sebelas dan dua belas
25 25. Jangan Tunggu Lama-lama
26 26. Murahan vs pemain
27 27. Bukan Urusanmu
28 28. Ternyata ....
29 29. Ternyata .... (2)
30 30. Nikah, Yuk!
31 31. Jangan Ganggu
32 32. Pacar Saya
33 33. Diam Atau Aku ....
34 34. Rencana
35 35. Yang ketiga ... setan
36 36. Keluarga Mandala
37 37. Pacarmu?
38 38. Aksa Mandala
39 39. Aku Pulang
40 40. Bencana
41 41. Peluk, Lisa
42 42. Belum Ada Judul
43 43. Mungkinkah ... cemburu
44 44. Cemburu (1)
45 45. Cemburu (2)
46 46. Badai Sudah Berlalu
47 47. Kunjungan
48 48. Siapa mau menikah?
49 49. Putra Aksa Mandala
50 50. Berita Yang Sedang H0t
51 51. Kemesraan Ini, Semoga Cepat Berlalu
52 52. Keputusan ....
53 53. Terjebak
54 54. Aku Disini ....
55 55. Aku Sayang Kamu
56 56. Mirip Kamu
57 57. Good News or Bad News
58 58. Keputusan
59 59. Akhir Tugas
60 60. Restui Aku
61 61. Restu Keluarga
62 62. Kembali Ke Habitat
63 63. Hadiahku
64 64. Mengejar Restu
65 65. Identitas
66 66. Anak Kita
67 67. Kamu Satu-satunya Cinta
68 68. Janji Asoka
69 69. Lamaran
70 70. Ancaman Asoka
71 71. Kolaps
72 72. Kondisi Aksa
73 73. Keputusan
74 74. Otw Halal
75 75. Belum Ada Judul
76 76. Tim Pencari Kitab Suci Vs Geng Pria Terkutuk
77 77. Otw Halal (2)
78 78. Akhirnya ....
79 79. Keluarga Kedua
80 80. Calon Orangtua
81 81. Belah Duren
82 82. Jomblo
83 83. I Love You To The Moon And Back
84 Emergency Love
85 84. Yuli Vs Rendi Oye
86 85. Akhir Kisah (1)
87 86. Akhir Kisah (2) ~ End
88 Resep Cinta Om Dokter
89 Duka Sebelum Cinta
Episodes

Updated 89 Episodes

1
1. Tim Pengganti
2
2. Berharap Jodoh
3
3. Jantung Gue
4
4. Mau jadi pacar saya ?
5
5. Gawat ....
6
6. Bersama Asoka
7
7. Foto Kita
8
8. Kamu Cantik
9
9. Pak Kades
10
10. Targetnya ... Lisa
11
11. Makan Siang Denganku (Lagi)
12
12. Gagal Lagi
13
13. Panggil Aku ... Sayang
14
14. I Love You
15
15. Kangen
16
16. Waktu Yang (Tidak) Tepat
17
17. Drama Rumah Tangga
18
18. Asoka Harsa
19
19. Aku Datang, Sayang
20
20. Emang Pernah?
21
21. Perasaan Asoka
22
22. Bukan Level
23
23. Sakitnya Lisa
24
24. Sebelas dan dua belas
25
25. Jangan Tunggu Lama-lama
26
26. Murahan vs pemain
27
27. Bukan Urusanmu
28
28. Ternyata ....
29
29. Ternyata .... (2)
30
30. Nikah, Yuk!
31
31. Jangan Ganggu
32
32. Pacar Saya
33
33. Diam Atau Aku ....
34
34. Rencana
35
35. Yang ketiga ... setan
36
36. Keluarga Mandala
37
37. Pacarmu?
38
38. Aksa Mandala
39
39. Aku Pulang
40
40. Bencana
41
41. Peluk, Lisa
42
42. Belum Ada Judul
43
43. Mungkinkah ... cemburu
44
44. Cemburu (1)
45
45. Cemburu (2)
46
46. Badai Sudah Berlalu
47
47. Kunjungan
48
48. Siapa mau menikah?
49
49. Putra Aksa Mandala
50
50. Berita Yang Sedang H0t
51
51. Kemesraan Ini, Semoga Cepat Berlalu
52
52. Keputusan ....
53
53. Terjebak
54
54. Aku Disini ....
55
55. Aku Sayang Kamu
56
56. Mirip Kamu
57
57. Good News or Bad News
58
58. Keputusan
59
59. Akhir Tugas
60
60. Restui Aku
61
61. Restu Keluarga
62
62. Kembali Ke Habitat
63
63. Hadiahku
64
64. Mengejar Restu
65
65. Identitas
66
66. Anak Kita
67
67. Kamu Satu-satunya Cinta
68
68. Janji Asoka
69
69. Lamaran
70
70. Ancaman Asoka
71
71. Kolaps
72
72. Kondisi Aksa
73
73. Keputusan
74
74. Otw Halal
75
75. Belum Ada Judul
76
76. Tim Pencari Kitab Suci Vs Geng Pria Terkutuk
77
77. Otw Halal (2)
78
78. Akhirnya ....
79
79. Keluarga Kedua
80
80. Calon Orangtua
81
81. Belah Duren
82
82. Jomblo
83
83. I Love You To The Moon And Back
84
Emergency Love
85
84. Yuli Vs Rendi Oye
86
85. Akhir Kisah (1)
87
86. Akhir Kisah (2) ~ End
88
Resep Cinta Om Dokter
89
Duka Sebelum Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!