BAB 5: Pulang ke Rumah & Ruang Rahasia

​Bunyi beep digital dari kunci pintu elektronik terdengar nyaring, diikuti suara mekanis kunci yang terbuka. Kalandra mendorong pintu penthouse dengan bahunya yang terasa berat. Dia melangkah masuk, membiarkan tetesan air hujan dari jasnya mengotori lantai marmer yang biasanya licin mengkilap.

​Pikirannya masih tertinggal di pelabuhan. Bayangan Zoya yang membedah fakta di bawah guyuran hujan, menunjuk titik suntikan yang luput dari mata ahli forensik terbaik kepolisian, terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

Sarung tangan lateks bekas istrinya masih tergenggam erat di tangan kanannya, sudah lecek dan hangat karena suhu tubuhnya.

​Rumah itu hening. Tidak ada suara omelan orang tua, tidak ada suara tangis, tidak ada drama.

​Kalandra melepas sepatunya sembarangan. Dia berjalan menuju ruang tengah, mengharapkan istrinya sudah tidur atau mungkin menangis di kamar karena dimarahi di TKP tadi. Tapi, indra penciumannya justru menangkap aroma yang sangat tidak elit untuk ukuran penthouse mewah ini.

​Wangi bumbu penyedap rasa. Kuah kari ayam.

​Kalandra mempercepat langkahnya ke ruang TV. Di sana, di atas sofa kulit italia seharga ratusan juta, Zoya duduk bersila dengan santai.

Dia sudah berganti pakaian, kini memakai piyama katun longgar bermotif beruang kecil. Rambutnya yang tadi basah sudah dikeringkan dan digelung asal.

​Tangan kanannya memegang garpu, menyuapkan gumpalan mie instan ke mulutnya, sementara matanya terpaku pada layar TV besar yang menayangkan reality show masak-memasak.

​Sluuurp.

​Suara seruputan kuah mie itu terdengar begitu kontras dengan kekacauan di otak Kalandra. Istrinya—wanita yang baru saja mempermalukan satu tim reskrim—sedang makan mie instan seolah tidak terjadi apa-apa.

​"Kamu..." suara Kalandra tercekat. Dia berdiri di belakang sofa, masih basah kuyup.

​Zoya tidak menoleh.

Dia mengunyah pelan, menelan, lalu menyahut tanpa nada, "Mas sudah pulang? Mau mie? Masih ada satu bungkus di lemari dapur. Bikin sendiri ya."

​Kalandra tidak habis pikir. Dia berjalan memutar, berdiri tepat di depan TV, menghalangi pandangan Zoya.

​"Minggir, Mas. Chef Juna lagi mau marah-marah itu," protes Zoya sambil memiringkan kepalanya ke kanan, mencoba mengintip layar.

​"Matikan TV-nya!" bentak Kalandra. Dia menyambar remote di meja dan menekan tombol off. Layar menjadi gelap seketika.

​Zoya menghela napas panjang, meletakkan mangkuk mienya di meja dengan bunyi tak pelan. Dia mendongak, menatap suaminya dengan ekspresi bosan.

"Kenapa lagi? Mas mau marah soal aku ke pelabuhan? Atau soal aku pakai sandal rumah ke luar?"

​"Sejak kapan?" Kalandra mencondongkan tubuhnya, menatap tajam ke mata istrinya. "Sejak kapan kamu ngerti forensik? Sejak kapan kamu tahu soal petechiae, sianida, dan manipulasi mayat? Itu bukan pengetahuan umum yang bisa kamu dapat dari nonton drama Korea!"

​Zoya menatap Kalandra lurus-lurus. Tidak ada rasa takut, tidak ada kegugupan.

​"Dua tahun kita nikah, Mas," jawab Zoya tenang. "Apa pernah sekalipun Mas tanya aku lulusan apa? Apa pernah Mas tanya apa kegiatanku sebelum kita dijodohkan?"

​Kalandra terdiam, lidahnya kelu. Dia mencoba mengingat-ingat. Saat perkenalan keluarga, dia terlalu sibuk main ponsel.

Saat malam pertama, dia langsung tidur membelakangi Zoya.

​"Mas cuma tahu aku anak manja keluarga Ravendra," lanjut Zoya, suaranya tajam menusuk meski volumenya rendah. "Mas berasumsi aku cuma bisa belanja, ke salon, dan nunggu transferan uang. Mas nggak pernah tanya, jadi aku nggak pernah cerita."

​"Tapi caramu memeriksa mayat tadi..." Kalandra menggeleng tak percaya. "Itu bukan level amatir, Zoya. Dokter Rudi saja gemetar, tapi tangan kamu stabil. Kamu bicara seolah mayat itu teman lama kamu."

​Zoya mengangkat bahu acuh tak acuh, kembali mengambil mangkuk mienya. "Mungkin karena mayat lebih enak diajak bicara daripada suami sendiri. Mayat nggak pernah motong omongan orang."

​"Zoya!"

​"Aku ngantuk, Mas. Besok aku mau belanja tas baru, kan aku 'istri beban' yang cuma bisa habisin uang," sindir Zoya telak. Dia bangkit dari sofa, membawa mangkuk kotornya ke dapur, meninggalkan Kalandra yang berdiri kaku dengan ego yang remuk redam.

​Kalandra mengusap wajahnya kasar. Rasa malunya bercampur dengan rasa penasaran yang membakar dada.

Siapa wanita yang dia nikahi ini?

Kenapa rasanya dia sedang tidur dengan orang asing selama dua tahun terakhir?

​Dia mendengar suara air keran di dapur, lalu langkah kaki Zoya yang menjauh menuju kamar tidurnya di lantai atas.

​Kalandra butuh jawaban. Dia tidak bisa tidur dengan sejuta tanya di kepala.

​Perlahan, Kalandra menaiki tangga. Dia berniat menyusul Zoya, memaksanya bicara jujur.

Langkahnya terhenti di depan koridor lantai dua.

​Kamar utama ada di ujung kanan. Tapi Zoya punya satu kamar pribadi di ujung kiri yang selalu terkunci rapat.

Zoya selalu bilang itu "gudang tas dan sepatu"-nya, tempat privasi di mana pembantu pun dilarang masuk. Kalandra yang tidak peduli mode, tidak pernah mau repot-repot mengecek.

​Tapi malam ini berbeda.

​Pintu kamar "gudang" itu sedikit terbuka. Mungkin Zoya lupa menutupnya rapat saat mengambil sesuatu tadi sebelum pergi ke pelabuhan.

Celahnya hanya selebar jari, tapi cukup untuk mengintip. Cahaya lampu putih terang—terlalu terang untuk sebuah kamar tidur—memancar dari celah itu.

​Jantung Kalandra berdegup kencang. Naluri detektifnya mengambil alih. Dia mendekat tanpa suara, menahan napas.

​Apa isinya? Koleksi tas Hermes? Sepatu Louboutin?

​Kalandra menempelkan matanya ke celah pintu.

​Matanya terbelalak lebar.

​Tidak ada lemari kaca berisi tas mahal. Tidak ada rak sepatu mewah.

​Ruangan itu dingin, didominasi warna putih steril.

Di tengah ruangan, sebuah meja stainless steel panjang berdiri kokoh. Di atasnya bukan kosmetik, melainkan sebuah mikroskop elektron canggih dengan layar monitor ganda yang menyala menampilkan grafik DNA.

​Di dinding, tidak ada lukisan estetik. Yang ada adalah papan tulis kaca penuh dengan rumus kimia, foto-foto anatomi tubuh yang mengerikan, dan kliping koran tentang kasus-kasus pembunuhan lama yang belum terpecahkan.

​Dan di sudut ruangan, berdiri tegak sebuah kerangka manusia asli yang digantung rapi, seolah sedang menyambut tamu.

​Kalandra mundur selangkah, kakinya lemas. Ini bukan kamar istri sosialita.

​Ini laboratorium.

​"Sialan," bisik Kalandra gemetar. "Siapa kamu sebenarnya, Zoya?"

Terpopuler

Comments

Haula Kartidasari

Haula Kartidasari

rumah tangga seperti apa yg mereka jalani ya... 2 thn ngak tau jati diri si istri... ayo Thor mohon cerita sebelum menikahnya... buat penasaran aja

2026-06-07

0

f budiarti

f budiarti

hemmm mulai penasaran kan... pak komandan... istrimu lebih berguna dr tim mu apaalagi si polwan. 🤣🤣

2026-04-16

0

The Queen

The Queen

makanya jdi laki tuh jgn sok tau...padahal blo'on,,istri sendiri aja tdk di tau kerjanya apa...

2026-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: Pernikahan Tanpa Suara
2 BAB 2: Kasus Buntu & Gosip Murahan
3 BAB 3: Tamu Tak Diundang di TKP
4 BAB 4: Analisis 5 Menit
5 BAB 5: Pulang ke Rumah & Ruang Rahasia
6 BAB 6: Gengsi Sang Komandan
7 BAB 7: Diplomasi Cheesecake
8 BAB 8: Sisi Imut Zoya
9 BAB 9: Makan Siang & Prosedur Konyol
10 BAB 10: Diagnosis Mematikan
11 BAB 11: Julukan "The Scalpel"
12 BAB 12: Kalandra Mulai Penasaran
13 BAB 13: Kontrak Setengah Hati
14 BAB 14: Rapat Perdana & Tatapan Maut
15 BAB 15: Jebakan Sinta
16 BAB 16: Pemecatan Sinta
17 BAB 17: Serangan Pertama The Puppeteer
18 BAB 18: Tidur Satu Kamar?
19 BAB 19: Investigasi Lapangan
20 BAB 20: Terjebak di Lift
21 BAB 21: Lolos dari Maut
22 ​Bab 22: Dokter Pribadi Suami
23 BAB 23: Cemburu Buta
24 ​BAB 24: Pesta Sosialita
25 BAB 25: Racun di Gelas Crystal
26 BAB 26: Kejar-kejaran Mobil
27 BAB 27: Mayat Palsu & Kalandra yang Paranoid
28 BAB 28: Pesan dari 'Hantu'
29 BAB 29: Kalandra Si Posesif
30 BAB 30: Kiriman Jantung
31 BAB 31: Jebakan Zoya
32 BAB 32: Mimpi Buruk Zoya
33 BAB 33: Tragedi Meja Operasi
34 BAB 34: Sumpah Sang Komandan
35 BAB 35: Target Paling Lemah
36 BAB 36: Dilema & Strategi
37 BAB 37: Pertukaran Nyawa
38 BAB 38: Kalandra Bangun
39 BAB 39: Obsesi Hanggara
40 BAB 40: Trik Kimia Zoya
41 BAB 41: John Wick Mode
42 BAB 42: Duel Terakhir
43 BAB 43: "Aku Telat Lagi?"
44 ​BAB 44: Akhir The Puppeteer
45 Bab 45: Rumah Sakit VIP
46 BAB 46: Cuti Panjang
47 BAB 46: Trauma Itu Masih Ada
48 BAB 47: Kencan Pertama (Yang Gagal)
49 BAB 48: Kasus-kasus Kecil
50 BAB 49: Skandal Rujak Level 10
51 BAB 50: Sidang Hanggara
52 BAB 51: Hadiah Seharga Mobil
53 BAB 52: Pengakuan Cinta Si Kaku
54 BAB 53: Jawaban Tsundere
55 BAB 54: Malam Pertama (Versi Zoya)
56 BAB 55: Pasangan Kriminal Buster
57 BAB 57: Darurat Tingkat Satu
58 BAB 58: Pamer Cincin Palsu
59 BAB 58: Kalandra Sang Pembela
60 BAB 60: Skandal Baju Plastik
61 BAB 61: Zoya yang Savage
62 BAB 62: Zoya Pingsan
63 BAB 62: Kalandra Mode Overprotektif
64 BAB 63: Ngidam Bau Mayat
65 BAB 64: Drama Keluarga Ravendra
66 BAB 65: Analisis Toksikologi Rumahan
67 BAB 66: Jebakan Kalandra
68 BAB 68: Warisan Berdarah & Keputusan Zoya
69 BAB 68: Tangisan di Ruang USG
70 BAB 70: Sate Gosong Seragam Dinas
71 BAB 71: Cuti Paksa & Rencana Babymoon
72 BAB 72: Villa Mewah & Jejak Berlumpur
73 BAB 72: Bukan Liburan Biasa
74 BAB 73: Detektif Bumil vs Pembunuh Dalam
75 BAB 74: Tamu Tak Diundang
76 BAB 76: Negosiasi Alot
77 BAB 77: Panci Panas Melayang
78 BAB 78: Bantuan Datang & Doorprize
79 BAB 79: Pulang ke Realita & Viral
80 BAB 80: Kontraksi Palsu
81 ​BAB 81: The Real Deal
82 ​BAB 82: Operasi Persalinan: Kode Merah
Episodes

Updated 82 Episodes

1
BAB 1: Pernikahan Tanpa Suara
2
BAB 2: Kasus Buntu & Gosip Murahan
3
BAB 3: Tamu Tak Diundang di TKP
4
BAB 4: Analisis 5 Menit
5
BAB 5: Pulang ke Rumah & Ruang Rahasia
6
BAB 6: Gengsi Sang Komandan
7
BAB 7: Diplomasi Cheesecake
8
BAB 8: Sisi Imut Zoya
9
BAB 9: Makan Siang & Prosedur Konyol
10
BAB 10: Diagnosis Mematikan
11
BAB 11: Julukan "The Scalpel"
12
BAB 12: Kalandra Mulai Penasaran
13
BAB 13: Kontrak Setengah Hati
14
BAB 14: Rapat Perdana & Tatapan Maut
15
BAB 15: Jebakan Sinta
16
BAB 16: Pemecatan Sinta
17
BAB 17: Serangan Pertama The Puppeteer
18
BAB 18: Tidur Satu Kamar?
19
BAB 19: Investigasi Lapangan
20
BAB 20: Terjebak di Lift
21
BAB 21: Lolos dari Maut
22
​Bab 22: Dokter Pribadi Suami
23
BAB 23: Cemburu Buta
24
​BAB 24: Pesta Sosialita
25
BAB 25: Racun di Gelas Crystal
26
BAB 26: Kejar-kejaran Mobil
27
BAB 27: Mayat Palsu & Kalandra yang Paranoid
28
BAB 28: Pesan dari 'Hantu'
29
BAB 29: Kalandra Si Posesif
30
BAB 30: Kiriman Jantung
31
BAB 31: Jebakan Zoya
32
BAB 32: Mimpi Buruk Zoya
33
BAB 33: Tragedi Meja Operasi
34
BAB 34: Sumpah Sang Komandan
35
BAB 35: Target Paling Lemah
36
BAB 36: Dilema & Strategi
37
BAB 37: Pertukaran Nyawa
38
BAB 38: Kalandra Bangun
39
BAB 39: Obsesi Hanggara
40
BAB 40: Trik Kimia Zoya
41
BAB 41: John Wick Mode
42
BAB 42: Duel Terakhir
43
BAB 43: "Aku Telat Lagi?"
44
​BAB 44: Akhir The Puppeteer
45
Bab 45: Rumah Sakit VIP
46
BAB 46: Cuti Panjang
47
BAB 46: Trauma Itu Masih Ada
48
BAB 47: Kencan Pertama (Yang Gagal)
49
BAB 48: Kasus-kasus Kecil
50
BAB 49: Skandal Rujak Level 10
51
BAB 50: Sidang Hanggara
52
BAB 51: Hadiah Seharga Mobil
53
BAB 52: Pengakuan Cinta Si Kaku
54
BAB 53: Jawaban Tsundere
55
BAB 54: Malam Pertama (Versi Zoya)
56
BAB 55: Pasangan Kriminal Buster
57
BAB 57: Darurat Tingkat Satu
58
BAB 58: Pamer Cincin Palsu
59
BAB 58: Kalandra Sang Pembela
60
BAB 60: Skandal Baju Plastik
61
BAB 61: Zoya yang Savage
62
BAB 62: Zoya Pingsan
63
BAB 62: Kalandra Mode Overprotektif
64
BAB 63: Ngidam Bau Mayat
65
BAB 64: Drama Keluarga Ravendra
66
BAB 65: Analisis Toksikologi Rumahan
67
BAB 66: Jebakan Kalandra
68
BAB 68: Warisan Berdarah & Keputusan Zoya
69
BAB 68: Tangisan di Ruang USG
70
BAB 70: Sate Gosong Seragam Dinas
71
BAB 71: Cuti Paksa & Rencana Babymoon
72
BAB 72: Villa Mewah & Jejak Berlumpur
73
BAB 72: Bukan Liburan Biasa
74
BAB 73: Detektif Bumil vs Pembunuh Dalam
75
BAB 74: Tamu Tak Diundang
76
BAB 76: Negosiasi Alot
77
BAB 77: Panci Panas Melayang
78
BAB 78: Bantuan Datang & Doorprize
79
BAB 79: Pulang ke Realita & Viral
80
BAB 80: Kontraksi Palsu
81
​BAB 81: The Real Deal
82
​BAB 82: Operasi Persalinan: Kode Merah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!