Episode 5

Beberapa saat kemudian, seorang perawat keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah lebih tenang.

“Mas Alvar, kondisinya sudah stabil. Reaksi alerginya juga mulai mereda.”

Alvar menghela napas panjang, seolah beban di dadanya sedikit terangkat.

“Terima kasih. Kapan dia boleh pulang?”

“Nanti sore, kalau tidak ada reaksi lanjutan. Untuk sementara biarkan Nona Kiara istirahat dulu.”

Alvar mengangguk.

“Baik.”

Dia melangkah keluar ruang pemeriksaan, berdiri di lorong puskesmas. Di sana, beberapa perawat yang lalu-lalang berbisik pelan, tapi cukup jelas terdengar.

“Itu istrinya Dok Alvar ya? Dari kota katanya…”

“Pantes pakaiannya begitu, beda sama orang di sini.”

Alvar menoleh, tatapannya tajam, dingin, dan penuh peringatan. Dua perawat itu langsung terdiam, saling pandang, lalu pura-pura sibuk dengan tugas masing-masing. Alvar tak mengatakan sepatah kata pun tetapi tatapannya sudah lebih dari cukup.

Tak lama, seorang dokter perempuan menghampiri. Rambutnya dikuncir rapi, wajahnya dewasa dan tenang.

“Var.”

Alvar menoleh.

“Dokter Hesti.” Sapanya dengan sopan, lebih menghargai Hesti saja di sana sebagai dokter.

Hesti tersenyum tipis.

“Lama nggak ketemu.”

Mereka berdiri berhadapan, ada jeda canggung yang tak perlu dijelaskan. Teman SMA. Mantan kekasih, dan kz,enangan lama yang tak pernah benar-benar dibicarakan lagi.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Hesti, profesional.

“Sudah lebih baik. Alerginya berat, tapi tertangani cepat,” jawab Alvar.

Hesti mengangguk. Lalu, seolah ragu, ia bertanya, “Itu … istrimu ya? Yang katanya dari kota.”

Alvar menatap lurus ke depan. “Iya, Kiara istriku.”

Hesti terdiam sesaat, lalu tersenyum kecil. “Selamat ya.”

Dia mengulurkan tangan, Alvar baru saja hendak menjabat,

“Dok! Ruang dua! Ibu hamil perdarahan!”

Wajah Hesti langsung berubah tegang. Tanpa menunggu jawaban, ia menarik kembali tangannya dan bergegas pergi.

“Aku harus ke sana dulu.”

Alvar mengangguk singkat, menatap punggung Hesti yang menjauh. Tak ada rasa lama yang tersisa, yang ada hanya satu pikiran yang memenuhi kepalanya sekarang.

Dia kembali ke ruang pemeriksaan. Kiara terbaring dengan infus terpasang, wajahnya masih pucat tapi napasnya sudah teratur. Alvar berdiri di samping ranjang, menatap gadis itu lama.

Sore itu, Kiara akhirnya diperbolehkan pulang. Seorang perawat membantu melepaskan infus dari punggung tangannya. Kiara meringis pelan, lalu menarik napas lega saat jarum itu benar-benar terlepas.

Di depan pintu ruang perawatan, Alvar berdiri tegak, tangan dimasukkan ke saku celananya. Wajahnya tetap dingin, sulit ditebak.

Tak lama, Dokter Hesti kembali datang. Senyum hangat terukir di wajahnya saat menyapa Alvar. Keduanya berbincang singkat, jarak mereka terlalu dekat untuk sekadar relasi dokter dan keluarga pasien.

Tatapan Kiara mengeras.

“Var, obat alerginya harus ditebus sekarang. Biar nanti diminum di rumah,” ujar Hesti.

Alvar mengangguk. “Tunggu di sini,” katanya singkat pada Kiara.

Tanpa banyak bicara, Alvar dan Hesti pergi bersama meninggalkan ruangan. Kiara menatap punggung mereka hingga menghilang di balik lorong puskesmas. Dadanya terasa aneh, bukan sesak karena alergi, melainkan sesuatu yang tak ingin ia akui.

Seorang perawat yang sedari tadi membereskan alat medis tiba-tiba tersenyum kecil.

“Nona Kiara tahu nggak, Dokter Hesti sama Mas Alvar itu cocok banget.”

Kiara tetap diam.

“Dulu mereka pacaran, lho,” lanjut perawat itu, nada suaranya bersemangat.

“Putus karena Dokter Hesti dijodohkan. Padahal Mas Alvar waktu itu cinta mati sama Dokter Hesti. Sampai sekarang juga kelihatan masih—”

“Cukup,” potong Kiara tajam.

Dia menoleh, menatap perawat itu tanpa senyum.

“Aku nggak tanya, dan aku juga nggak tertarik mendengar kehidupan orang lain.”

Perawat itu terdiam, wajahnya merengut. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia keluar dari ruangan sambil bergumam pelan, “Dasar wanita kota … sombong dan kasar.”

Kiara menghela napas kesal, lalu memalingkan wajah ke jendela. Saat itulah langkah kaki terdengar mendekat.

Alvar kembali dengan kantong obat di tangannya. Dia berhenti tepat di ambang pintu. Alisnya mengerut saat menangkap sisa gumaman perawat yang berlalu pergi dan ekspresi kesal di wajah Kiara.

Kiara langsung turun dari ranjang dan melangkah keluar ruangan tanpa menoleh, tanpa sepatah kata pun pada Alvar. Langkahnya cepat, dagunya terangkat, seolah puskesmas kecil itu tak layak menahannya lebih lama.

Alvar menyusul di belakang, wajahnya mengeras.

Saat mereka melewati koridor, beberapa perawat yang berdiri di dekat meja administrasi kembali berbisik, kali ini tanpa terlalu menurunkan suara.

“Kasihan ya Mas Alvar…”

“Istrinya galak dan sombong.”

“Iya, beda banget sama Dokter Hesti. Cantik, lembut, dan sopan.”

Kiara mendengarnya dengan jelas. Bibirnya melengkung tipis, sinis. Ia terus melangkah tanpa menoleh, seolah kata-kata itu tak lebih dari debu di udara.

Namun, Alvar berhenti, dia berbalik, menatap dua perawat itu dengan sorot mata dingin yang membuat senyum di wajah mereka langsung menghilang.

“Jaga ucapan kalian,” ucap Alvar rendah, tegas.

“Dia istri saya.”

Kedua perawat itu terdiam, saling pandang, lalu menunduk. Tak ada satu pun yang berani membalas.

Dari ujung koridor, Dokter Hesti menyaksikan kejadian itu. Tangannya yang memegang map mengendur sedikit. Ada sesuatu di wajah Alvar yang belum pernah ia lihat sebelumnya, protektif, dan penuh keyakinan.

Alvar kembali melangkah menyusul Kiara, tanpa tahu bahwa sikapnya barusan tak hanya membungkam gosip, tapi juga menutup satu pintu masa lalu.

Di dalam mobil, suasana membeku.

Kiara duduk menyandar ke jendela, menatap keluar tanpa minat. Alvar menyalakan mesin, lalu melirik sekilas ke arah istrinya.

“Kamu nggak perlu bersikap seperti itu,” ucapnya akhirnya.

Kiara terkekeh pelan, tanpa menoleh.

“Seperti apa?”

“Sikapmu barusan terlalu kasar—”

“Mereka yang mulai lebih dulu,” potong Kiara dingin.

“Orang kampung memang cuma tahu bergosip. Suka ikut campur urusan orang lain.”

Alvar mengerem sedikit lebih keras dari yang diperlukan. Ia menoleh tajam ke arah Kiara.

“Jaga ucapanmu, Kiara.”

Wanita itu akhirnya menoleh, menatap Alvar dengan mata menantang.

“Kenapa? Tersinggung?”

Alvar menghela napas panjang, berusaha menahan emosi.

“Ini tempat tinggalku. Mereka orang-orang yang setiap hari hidup berdampingan denganku.”

“Dan aku bukan bagian dari mereka,” sahut Kiara cepat.

“Aku nggak minta tinggal di desa ini. Aku cuma dipaksa.”

Kalimat itu menghantam lebih keras dari yang Kiara sadari.

Alvar kembali menatap jalan, rahangnya mengeras.

“Tapi sekarang kamu istriku. Suka atau tidak, kamu di sini atas namaku.”

"Kalau aku boleh memilih, aku tidak mau jadi istri kamu. Aku nggak suka kamu dan nggak mau tinggal di sini. Sepertinya memang kita harus bercerai, karena sejak awal pernikahan ini sudah salah," cetus Kiara dengan kesal. Alvar menggenggam setir dengan erat. Diam nya sudah menjelaskan betapa kesal Alvar terhadap ucapan Kiara. Meksipun pernikahan ini diawali tanpa cinta tetapi Alvar menghargai pernikahan itu.

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Suster yang ga ada etika dan Kiara yang sombong dan keras kepala terus Alvar juga sebagai laki² meskipun baru mengenal Kiara harusnya jangan langsung menyalahkan Dia karna seburuk²nya sikap Kiara yang kamu lihat pasti ada alasannya kenapa bisa sampe berkata seperti itu tentang suster lemes dan nyinyir.

2026-08-02

0

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ya kata gua juga lu aneh, kenal enggak deket apalagi tp nyeritain kisah cinta dokter (yg mungkin dia tau kiara isteri nya alvar) kayak buat apa coba? 🤷🏻‍♀️ gua kalo jd pasien biasa aja kayak hah lu stress tiba2 ngomong gini, mau itu mantan pacarnya kek mantan isteri nya kek bodo amat 🙏🙂

2026-08-05

0

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

sumpah gatau tujuan dia ngomong gini buat basa basi atau apa tp aku risih sm manusia modelan suster gini 🙏🙂

2026-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Bab 114
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Bab 114

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!