Baru saja Qinqin hendak berdiri untuk mengikuti Xue, pintu gudang yang reot itu ditendang kasar dari luar. BRAKK!
Seorang wanita paruh baya dengan pakaian sutra yang terlalu mencolok dan tusuk konde emas yang tampak berat di kepalanya, masuk dengan wajah angkuh. Dia adalah Nyonya Besar Wu, ibu mertua yang dalam ingatan Qinqin adalah "Iblis Berkonde".
"Berani-beraninya kau mau keluar sebelum aku mengizinkan!" bentak Nyonya Wu. Ia menatap jijik ke arah jerami kotor. "Xue! Siapa yang memberimu izin membuka gembok ini?"
Xue gemetar hebat, ia langsung berlutut hingga dahinya menyentuh lantai dingin. "Maafkan hamba, Nyonya Besar. Nona Muda sudah pingsan, hamba hanya..."
"Alasan! Dasar pelayan tidak berguna!" Nyonya Wu mengangkat tangannya, siap melayangkan tamparan ke wajah Xue.
Namun, tangan itu tidak pernah sampai. Sebuah tangan ramping namun kuat mencengkeram pergelangan tangan Nyonya Wu di udara.
Nyonya Wu melotot. "Xu Qinqin! Kau berani melawanku?"
Qinqin, yang tadinya masih merasa agak pusing, kini berdiri tegak dengan satu tangan di pinggang---pose andalannya saat sedang mengarahkan model yang bebal. Ia menatap Nyonya Wu dari atas ke bawah dengan tatapan menilai, seolah sedang melihat objek foto dengan pencahayaan yang buruk.
"Ck, ck, ck... Nyonya, postur tubuhmu itu jelek sekali kalau sedang marah. Garis keriput di dahi makin kelihatan, lho. Mau difoto pakai kamera 100 megapixel pun, kalau aura evil-nya begini, susah dieditnya," cerocos Qinqin tanpa dosa.
Nyonya Wu tertegun. "Apa itu megapixel? Apa itu edit? Kau bicara sampah apa!"
Qinqin melepaskan tangan mertuanya dengan sekali hentakan kuat, membuat wanita tua itu sedikit terhuyung. "Maksudku, Nyonya Tua...daripada marah-marah bikin cepat tua, mending kasih aku makan. Aku ini menantumu, bukan pajangan di gudang pengap ini. Lighting di sini buruk buat kulitku, tahu tidak?"
"Kau...kau benar-benar sudah gila setelah dikurung!" Nyonya Wu berteriak histeris. "Pengawal! Seret wanita tidak tahu diri ini ke halaman belakang! Berikan dia sepuluh cambukan agar otaknya kembali waras!"
Dua pengawal bertubuh besar masuk ke gudang. Xue menangis histeris memohon ampun, tapi Qinqin malah menyipitkan mata. Ia melihat salah satu pengawal membawa tongkat kayu.
Wah, beneran mau main fisik nih? batin Qinqin.
Saat salah satu pengawal hendak menangkap lengan Qinqin, dengan gerakan lincah---refleks seorang fotografer yang biasa menghindari kerumunan saat memotret---Qinqin menghindar ke samping. Ia menyambar sebuah kuali kecil berkarat yang ada di pojok gudang.
"Eits! Jangan sentuh! Kostum ini sudah cukup gatal, jangan ditambah sentuhan tangan kasar kalian!" Qinqin mengacungkan kuali itu seperti senjata.
"Tangkap dia!" perintah Nyonya Wu dengan wajah memerah padam.
"Duh, berisik banget sih!" Sungut Qinqin. Ia menoleh ke arah Xue yang masih menangis. "Xue, hapus air matamu. Jelek tahu kalau difoto pas lagi ingusan. Ayo ikut aku, kita cari dapur. Aku lapar!"
Dengan gerakan tak terduga, Qinqin melemparkan kuali itu tepat ke arah kaki pengawal yang mendekat, lalu ia menarik tangan Xue dan berlari keluar gudang melewati Nyonya Wu yang masih mematung karena syok melihat menantunya yang biasanya pendiam tiba-tiba jadi sangat berani.
"XU QINQIN! KAU MAU KEMANA?!"
"Ke dapur! Mau cari nasi! Bye-bye, Nyonya Keriput!" teriak Qinqin sambil melambaikan tangan tanpa menoleh ke belakang.
***
Happy Reading❤️
Mohon Dukungan
● Like
● Komen (Kritik saran boleh)
● Subscribe
● Ikuti Penulis Noveltoon ANWi
Terimakasih ^_^ ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
sahabat pena
wah... ternyata MC nya sengklek ya🤣🤣🤣
2026-01-22
2
tinie
sengklek bener mana ngerti kata bay bay
2026-06-29
0
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
2026-05-29
0