Episode 3 : Dapur

Qinqin menarik Xue lari melintasi lorong-lorong kediaman Jenderal yang begitu luas. Sambil berlari, matanya yang tajam bak lensa prime itu sibuk mengamati sekitar.

​"Gila, ini set propertinya niat banget. Pilar kayunya asli, ukirannya rapi, pencahayaan alaminya juga oke. Kalau bawa kamera full frame, pasti cakep banget nih buat konten pre-wedding," gumam Qinqin sambil terus menyeret Xue yang napasnya sudah tersengal sengal.

​"Nona... Hamba mohon...pelan-pelan," rintih Xue ketakutan. "Kita akan habis kalau tertangkap!"

​"Halah, cupu banget! Tenang aja, perut kenyang hati senang. Kalau perut lapar, aku nggak bisa mikir jernih," balas Qinqin santai.

​Begitu sampai di dapur luas kediaman Wu, Qinqin langsung disambut oleh tatapan sinis para pelayan dapur dan seorang kepala koki bertubuh tambun yang sedang memegang sutil besar.

​"Mau apa kau ke sini, Istri Sampah?" tanya si kepala koki tanpa rasa hormat sedikit pun. "Nyonya Besar bilang kau tidak boleh makan hari ini!"

​Qinqin berhenti tepat di depan meja besar yang penuh dengan bahan makanan. Ia mengambil sebuah apel merah yang mengkilap, memutarnya di tangan, lalu menggigitnya dengan bunyi KRAUK yang keras.

​"Siapa yang kau panggil sampah, Gendut?" tanya Qinqin dengan mulut penuh apel. Matanya menatap tajam ke arah koki itu. "Dengar ya, komposisi tubuhmu itu terlalu banyak lemak, nggak estetik kalau masuk kamera. Dan lagi, masakanmu ini baunya hambar!"

​"Kau! Berani sekali!" Koki itu hendak merebut apel dari tangan Qinqin, tapi dengan gerakan kilat, Qinqin memukul pergelangan tangan si koki menggunakan gagang pisau dapur yang tergeletak di meja.

​"Aduh!" Koki itu meringis.

​"Sstt..diam. Aku lagi pengen makan enak." Qinqin mulai beraksi. Dengan cekatan, ia menyalakan tungku, memotong daging dengan presisi tinggi---Qinqin termasuk orang yang perfeksionis---ia lalu mencampurkan bumbu-bumbu yang ada di sana. Kemudian menumis nya pelan pelan.

​Xue dan para pelayan lain melongo. Sejak kapan nona mereka yang penakut ini terampil main pisau dan berani melawan koki utama.

​Saat aroma wangi masakan mulai menyerbak, tiba-tiba suasana dapur menjadi senyap. Suhu udara seolah turun beberapa derajat. Para pelayan langsung berlutut serempak dengan wajah pucat.

​"Hormat kepada Jenderal!"

​Seorang pria bertubuh tegap, mengenakan jubah hitam dengan sulaman naga perak, melangkah masuk. Wajahnya dingin seperti es, matanya tajam menusuk, dan auranya sangat menekan. Dialah Wu Lian, suami dingin dari Xu Qinqin.

​Qinqin yang sedang mencicipi kuah masakannya, menoleh pelan. Ia mengerjapkan matanya, menatap pria itu dari bawah ke atas.

​Eh, ini kan pria aneh yang kupotret di taman tadi? batin Qinqin. Tapi versi ini lebih sangar dan... wah, gila, tulang rahangnya tegas banget! Angle 45 derajat dari kiri pasti perfect banget buat foto profil majalah pria dewasa!

​"Apa yang kau lakukan di sini, Xu Qinqin?" suara Wu Lian berat dan dalam, terdengar sangat tidak bersahabat.

​Bukannya takut atau bersujud seperti yang lain, Qinqin malah mengangkat sutilnya ke arah wajah sang Jenderal.

​"Oh, hai Mr. Jenderal. Pas banget datengnya," ujar Qinqin dengan senyum tengil yang membuat Xue hampir pingsan karena jantungan. "Sini duduk, cobain masakan istri sahmu ini. Daripada muka ditekuk terus kayak kertas origami, mending makan. Lumayan lho, buat nambah energi sebelum kamu lanjut mengabaikanku lagi."

​Wu Lian menyipitkan mata. Ia merasa ada yang salah dengan istrinya. Rahang nya mengeras karena kesal.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis Noveltoon ANWi

Terimakasih ^_^ ❤️

Terpopuler

Comments

Ai

Ai

ayo tunjulkan pesonamu Qinqin😄taklukkan mr jenderal itu😄

2026-01-27

2

tinie

tinie

ayok mr jendral kamu akan ikutan kehilangan akal sehat setelah bertemu potret tengil

2026-06-29

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Kertas origami ngak tuh 🤣

2026-05-29

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Fotografer Yang Terdampar
2 Episode 2 : Mertua
3 Episode 3 : Dapur
4 Episode 4 : Wu Lian
5 Episode 5 : Ruangan Kerja
6 Episode 6 : Pindahan
7 Episode 7 : Jimat
8 Episode 8 : Kunci Gudang Bahan Makan
9 Episode 9 : Ayah Kandung dan Ibu Sambung Qinqin
10 Episode 10 : Pembunuh Bayaran
11 Episode 11 : Latihan Bela Diri
12 Episode 12 : Makan Dari Mertua
13 Episode 13 : Melawan Preman
14 Episode 14 : Halusinasi
15 Episode 15 : Perjalanan
16 Episode 16 : Sebuah Ilusi
17 Episode 17 : Kabar Dari Timur
18 Episode 18 : Menuju Timur
19 Episode 19 : Menyelamatkan
20 Episode 20 : Para Tetua
21 Episode 21 : Ungkapan
22 Episode 22 : Sayang
23 Episode 23 : Pewaris
24 Episode 24 : Kamar Bocor
25 Episode 25 : Sup Gingseng
26 Episode 26 : Penangkapan
27 Episode 27 : Kembali ke Barat dan Bertemu Mertua
28 Episode 28 : Permintaan
29 Episode 29 : Rencana Mertua
30 Episode 30 : Jebakan untuk Mertua
31 Episode 31 : Tabib
32 Episode 32 : Keponakan
33 Episode 33 : Yan Er
34 Episode 34 : Hama datang lagi
35 Episode 35 : Menjenguk Nyonya Wu
36 Episode 36 : Rencana Yan Er
37 Episode 37 : Makan Malam
38 Episode 38 : Dupa Licik
39 Episode 39 : Hukuman
40 Episode 40 : Akhirnya Pergi
41 Episode 41 : Masa Lalu
42 Episode 42 : Lukisan
43 Episode 43 : Rancauan
44 Episode 44 : Menanti Kebenaran
45 Episode 45 : Menemui Sang Pewaris
46 Episode 46 : Berkunjung
47 Episode 47 : Pembunuh Bayangan
48 Episode 48 : Gua
49 Episode 49 : Akhir
50 Episode 50 : Kehidupan Baru (TAMAT)
51 Promosi Puteri Sampah Yang Berubah
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Episode 1 : Fotografer Yang Terdampar
2
Episode 2 : Mertua
3
Episode 3 : Dapur
4
Episode 4 : Wu Lian
5
Episode 5 : Ruangan Kerja
6
Episode 6 : Pindahan
7
Episode 7 : Jimat
8
Episode 8 : Kunci Gudang Bahan Makan
9
Episode 9 : Ayah Kandung dan Ibu Sambung Qinqin
10
Episode 10 : Pembunuh Bayaran
11
Episode 11 : Latihan Bela Diri
12
Episode 12 : Makan Dari Mertua
13
Episode 13 : Melawan Preman
14
Episode 14 : Halusinasi
15
Episode 15 : Perjalanan
16
Episode 16 : Sebuah Ilusi
17
Episode 17 : Kabar Dari Timur
18
Episode 18 : Menuju Timur
19
Episode 19 : Menyelamatkan
20
Episode 20 : Para Tetua
21
Episode 21 : Ungkapan
22
Episode 22 : Sayang
23
Episode 23 : Pewaris
24
Episode 24 : Kamar Bocor
25
Episode 25 : Sup Gingseng
26
Episode 26 : Penangkapan
27
Episode 27 : Kembali ke Barat dan Bertemu Mertua
28
Episode 28 : Permintaan
29
Episode 29 : Rencana Mertua
30
Episode 30 : Jebakan untuk Mertua
31
Episode 31 : Tabib
32
Episode 32 : Keponakan
33
Episode 33 : Yan Er
34
Episode 34 : Hama datang lagi
35
Episode 35 : Menjenguk Nyonya Wu
36
Episode 36 : Rencana Yan Er
37
Episode 37 : Makan Malam
38
Episode 38 : Dupa Licik
39
Episode 39 : Hukuman
40
Episode 40 : Akhirnya Pergi
41
Episode 41 : Masa Lalu
42
Episode 42 : Lukisan
43
Episode 43 : Rancauan
44
Episode 44 : Menanti Kebenaran
45
Episode 45 : Menemui Sang Pewaris
46
Episode 46 : Berkunjung
47
Episode 47 : Pembunuh Bayangan
48
Episode 48 : Gua
49
Episode 49 : Akhir
50
Episode 50 : Kehidupan Baru (TAMAT)
51
Promosi Puteri Sampah Yang Berubah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!