Episode 5 : Ruangan Kerja

​Setelah menghabiskan makanannya dengan lahap di bawah tatapan ngeri para pelayan, Qinqin melangkah menuju ruang kerja sang Jenderal. Ia berjalan dengan santai, mengabaikan Xue yang terus-menerus merapal doa di belakangnya agar nyawa majikannya itu selamat.

​Sesampainya di depan pintu kayu jati yang kokoh, Qinqin tidak mengetuk. Ia langsung mendorong pintu itu hingga terbuka lebar. BRAK!

​Wu Lian yang sedang duduk di balik meja besar sambil membaca tumpukan gulungan perkamen, tersentak pelan. Matanya yang sedingin es langsung menghujam sosok wanita yang baru saja masuk tanpa etika itu.

​"Apa orang tuamu di Timur tidak mengajarkan cara mengetuk pintu, Xu Qinqin?" tanya Wu Lian datar. Suaranya rendah, namun mengandung tekanan yang kuat. Ini pertama kali nya setelah berbulan bulan ia bertemu dengan Qinqin karena harus berperang. Sikap nya berubah drastis.

​Qinqin menarik kursi di depan meja Wu Lian tanpa diminta, lalu duduk sambil menyilangkan kaki---sebuah posisi yang dianggap sangat tidak sopan bagi seorang wanita bangsawan di zaman itu.

​"Tanganku sedang pegal karena tadi kau cengkeram terlalu kuat, Jenderal. Mengetuk pintu hanya akan menambah beban kerja ototku," jawab Qinqin asal. Matanya sibuk memindai ruangan yang penuh dengan senjata dekoratif dan rak buku itu.

​Wu Lian meletakkan gulungan di tangannya. Ia mencondongkan tubuh ke depan, menatap istrinya dengan tatapan menyelidik. "Katakan padaku, siapa kau sebenarnya? Xu Qinqin yang kukenal tidak akan berani menatap mataku, apalagi menjawab dengan nada bicara seperti itu."

​Qinqin terkekeh, ia memajukan wajahnya hingga jarak mereka cukup dekat. "Aku? Aku tetap Xu Qinqin. Hanya saja, Xu Qinqin yang ini sudah bosan menjadi keset kaki di kediaman ini. Kenapa? Kau lebih suka aku yang menangis dan memohon-mohon padamu?"

​"Aku tidak suka wanita yang berisik," sahut Wu Lian dingin. "Dan aku juga tidak suka wanita yang mencoba mencari perhatian dengan cara memberontak."

​"Dih, percaya diri sekali!" Qinqin mencibir sambil memutar bola matanya. "Siapa juga yang cari perhatianmu? Aku hanya ingin hidup enak. Diberi makan teratur, tempat tidur yang empuk, dan tidak diganggu oleh Ibu mertua yang hobi marah-marah itu. Kalau kau bisa menjamin itu, aku akan diam. Tapi kalau tidak. Ya jangan salahkan aku kalau kediamanmu ini jadi makin ramai."

​Wu Lian terdiam. Ia baru sadar bahwa selama setahun ini, ia memang benar-benar menutup mata atas apa yang dialami istrinya. Namun, rasa harga dirinya sebagai Jenderal membuatnya enggan meminta maaf.

​"Kau adalah istriku secara hukum. Selama kau menyandang nama Wu, kau harus mengikuti aturanku," tegas Wu Lian dengan nada yang tidak terbantahkan.

​"Aturan? Aturan macam apa? Aturan yang membiarkan istrinya dikurung di gudang karena masalah piring?" Qinqin berdiri, ia menepuk meja kerja Wu Lian dengan pelan. "Dengar, Jenderal Es. Aku tidak peduli dengan jabatanmu yang setinggi langit itu. Jika kau ingin aku bersikap baik, perlakukan aku dengan layak. Jika tidak, aku tidak keberatan mengirim surat ke Timur dan memberitahu ayahku kalau putri mereka dijadikan pembantu di sini."

​Mendengar penyebutan Menteri Perdagangan---ayah Qinqin---rahang Wu Lian kembali mengeras. Hubungan politik antara keluarga mereka memang sedang sensitif.

​"Kau mengancamku?" desis Wu Lian, aura dinginnya semakin menusuk.

​Qinqin tersenyum lebar, senyum yang terlihat manis namun sangat menyebalkan di mata Wu Lian. "Bukan ancaman, Jenderal. Ini namanya negosiasi. Sekarang, aku mau kamar yang layak. Kamarku yang lama baunya sudah seperti bau dupa pemakaman. Aku ingin pindah ke paviliun yang lebih luas dan punya pencahayaan bagus." Pinta nya dengan wajah memelas. Perubahan ekspresi yang begitu cepat untuk ukuran manusia. Ia mengingat bahwa pemilik tubuh asli tidak pernah nyaman dengan kamar yang didapat.

​Tanpa menunggu jawaban dari suaminya yang sudah tampak ingin meledak itu, Qinqin berbalik dan melenggang pergi.

​"Oh, satu lagi," Qinqin berhenti di ambang pintu dan menoleh. "Masakan tadi itu gratis sebagai salam perkenalan dari 'istrimu'. Besok-besok, kalau mau makan enak lagi, kau harus membayar."

Wu Lian sampai mengejang menghadapi tingkah aneh istri nya. Ia segera memanggil Huo Lu, orang kepercayaan nya.

"Huo Lu, awasi dia! Bila perlu panggil pengusir setan terbaik di kekaisaran ! Seperti nya ada makhluk yang menguasai orang merepotkan itu!" Perintah Wu Lian.

Huo Lu menunduk dan mengangguk. Ia segera bergegas melaksanakan perintah Wu Lian.

"Tidak biasanya Jenderal memperhatikan Nona. Biasanya dia hanya akan mengabaikan Nona." Gumam Huo Lu sembari terus berjalan. "Meski hanya untuk memperhatikan dan memcari pengusir setan." Lanjut nya.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

kamu dan ibumu tak punya etika ngapain harus sopan sama orang orang gak waras

2026-08-05

0

Ai

Ai

setannya itu ibu mu sendiri jendral.. ihh pny ibu mertua kok jahat bgt kayak disinetron ikan terbang ayo hempaskan bumer mu Qinqin buat dia jera /CoolGuy/

2026-01-27

3

gacadam

gacadam

astaga pengusir setan🤣

2026-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Fotografer Yang Terdampar
2 Episode 2 : Mertua
3 Episode 3 : Dapur
4 Episode 4 : Wu Lian
5 Episode 5 : Ruangan Kerja
6 Episode 6 : Pindahan
7 Episode 7 : Jimat
8 Episode 8 : Kunci Gudang Bahan Makan
9 Episode 9 : Ayah Kandung dan Ibu Sambung Qinqin
10 Episode 10 : Pembunuh Bayaran
11 Episode 11 : Latihan Bela Diri
12 Episode 12 : Makan Dari Mertua
13 Episode 13 : Melawan Preman
14 Episode 14 : Halusinasi
15 Episode 15 : Perjalanan
16 Episode 16 : Sebuah Ilusi
17 Episode 17 : Kabar Dari Timur
18 Episode 18 : Menuju Timur
19 Episode 19 : Menyelamatkan
20 Episode 20 : Para Tetua
21 Episode 21 : Ungkapan
22 Episode 22 : Sayang
23 Episode 23 : Pewaris
24 Episode 24 : Kamar Bocor
25 Episode 25 : Sup Gingseng
26 Episode 26 : Penangkapan
27 Episode 27 : Kembali ke Barat dan Bertemu Mertua
28 Episode 28 : Permintaan
29 Episode 29 : Rencana Mertua
30 Episode 30 : Jebakan untuk Mertua
31 Episode 31 : Tabib
32 Episode 32 : Keponakan
33 Episode 33 : Yan Er
34 Episode 34 : Hama datang lagi
35 Episode 35 : Menjenguk Nyonya Wu
36 Episode 36 : Rencana Yan Er
37 Episode 37 : Makan Malam
38 Episode 38 : Dupa Licik
39 Episode 39 : Hukuman
40 Episode 40 : Akhirnya Pergi
41 Episode 41 : Masa Lalu
42 Episode 42 : Lukisan
43 Episode 43 : Rancauan
44 Episode 44 : Menanti Kebenaran
45 Episode 45 : Menemui Sang Pewaris
46 Episode 46 : Berkunjung
47 Episode 47 : Pembunuh Bayangan
48 Episode 48 : Gua
49 Episode 49 : Akhir
50 Episode 50 : Kehidupan Baru (TAMAT)
51 Promosi Puteri Sampah Yang Berubah
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Episode 1 : Fotografer Yang Terdampar
2
Episode 2 : Mertua
3
Episode 3 : Dapur
4
Episode 4 : Wu Lian
5
Episode 5 : Ruangan Kerja
6
Episode 6 : Pindahan
7
Episode 7 : Jimat
8
Episode 8 : Kunci Gudang Bahan Makan
9
Episode 9 : Ayah Kandung dan Ibu Sambung Qinqin
10
Episode 10 : Pembunuh Bayaran
11
Episode 11 : Latihan Bela Diri
12
Episode 12 : Makan Dari Mertua
13
Episode 13 : Melawan Preman
14
Episode 14 : Halusinasi
15
Episode 15 : Perjalanan
16
Episode 16 : Sebuah Ilusi
17
Episode 17 : Kabar Dari Timur
18
Episode 18 : Menuju Timur
19
Episode 19 : Menyelamatkan
20
Episode 20 : Para Tetua
21
Episode 21 : Ungkapan
22
Episode 22 : Sayang
23
Episode 23 : Pewaris
24
Episode 24 : Kamar Bocor
25
Episode 25 : Sup Gingseng
26
Episode 26 : Penangkapan
27
Episode 27 : Kembali ke Barat dan Bertemu Mertua
28
Episode 28 : Permintaan
29
Episode 29 : Rencana Mertua
30
Episode 30 : Jebakan untuk Mertua
31
Episode 31 : Tabib
32
Episode 32 : Keponakan
33
Episode 33 : Yan Er
34
Episode 34 : Hama datang lagi
35
Episode 35 : Menjenguk Nyonya Wu
36
Episode 36 : Rencana Yan Er
37
Episode 37 : Makan Malam
38
Episode 38 : Dupa Licik
39
Episode 39 : Hukuman
40
Episode 40 : Akhirnya Pergi
41
Episode 41 : Masa Lalu
42
Episode 42 : Lukisan
43
Episode 43 : Rancauan
44
Episode 44 : Menanti Kebenaran
45
Episode 45 : Menemui Sang Pewaris
46
Episode 46 : Berkunjung
47
Episode 47 : Pembunuh Bayangan
48
Episode 48 : Gua
49
Episode 49 : Akhir
50
Episode 50 : Kehidupan Baru (TAMAT)
51
Promosi Puteri Sampah Yang Berubah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!