Episode 4 : Wu Lian

​Wu Lian melangkah maju, setiap derap sepatunya di lantai dapur yang terbuat dari batu seolah memberikan tekanan yang berat bagi siapa saja di sana. Kecuali untuk Xu Qinqin. Wanita itu justru dengan santai mematikan api tungku dan memindahkan tumisan daging aromatiknya ke atas piring porselen putih.

​"Kau bicara apa tadi?" suara Wu Lian merendah, sebuah tanda peringatan bahwa amarahnya sedang di ujung tanduk.

​Qinqin mengabaikan aura membunuh itu. Ia justru sibuk menata irisan daun bawang di atas daging agar terlihat lebih menggugah selera. Setelah merasa penataannya cukup sempurna, ia menoleh dan menatap suaminya dengan berani.

​"Telingamu bermasalah ya? Padahal masih muda," sahut Qinqin sambil membersihkan tangannya dengan kain bersih. "Aku bilang, duduk dan makan. Kau baru pulang dari perbatasan, kan? Wajahmu itu sudah seperti mayat hidup karena kurang nutrisi." Cerocos wanita itu. Wu Lian memang baru pulan dari perbatasan pada tiga hari yang lalu. Perayaan besar-besaran diadakan, entah di dalam Istana kaisar ataupun di Kediaman Jenderal Wu Lian sendiri. Jenderal tentu tak memperdulikan istri nya. Ia serahkan urusan atas Xu Qinqin pada ibu nya.

​"Xu Qinqin!" Wu Lian menyambar pergelangan tangan istrinya, menariknya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa inci. Mata gelap pria itu berkilat penuh ancaman. "Siapa yang memberimu keberanian untuk bersikap kurang ajar di depanku?"

​Bukannya gemetar seperti Xu Qinqin yang dulu, wanita itu malah memiringkan kepalanya. Ia memperhatikan wajah Wu Lian dari jarak dekat. Memang benar, pria ini memiliki ketampanan yang sangat mahal, namun sayangnya terlalu kaku.

​"Keberanian? Hmm, mungkin karena aku lapar?" Qinqin menjawab enteng. Ia mencoba melepaskan tangannya, namun cengkeraman Wu Lian terlalu kuat. "Lepaskan dulu. Kau menyakiti aset berhargaku. Kalau tanganku lecet, siapa yang mau masak enak untukmu nanti?"

​"Aku tidak butuh masakanmu. Aku ingin penjelasan kenapa kau keluar dari gudang tanpa izin Ibunda," geram Wu Lian.

​Qinqin mendengus, tawa remeh keluar dari bibirnya. "Gudang itu pengap, kotor, dan tidak manusiawi. Kalau kau ingin istrimu mati membusuk di sana, katakan saja langsung. Tidak perlu pakai drama hukuman lewat Ibu mertua segala. Sangat tidak elegan untuk pria berpangkat Jenderal."

​Rahang Wu Lian mengeras hingga urat-urat di lehernya terlihat jelas. Seluruh orang di dapur menahan napas, yakin bahwa kepala Xu Qinqin akan segera terpisah dari tubuhnya. Namun, Wu Lian justru terdiam sesaat, terpaku melihat tatapan mata Qinqin yang begitu jernih dan penuh percaya diri---sesuatu yang belum pernah ia lihat selama setahun pernikahan mereka.

​"Kau berubah," desis Wu Lian akhirnya, perlahan melepaskan cengkeramannya.

​"Ya, anggap saja aku baru saja mendapatkan pencerahan setelah hampir mati karena lapar," balas Qinqin sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah. Ia kemudian mendorong piring berisi daging itu ke arah Wu Lian.

​"Makanlah. Aku tidak meracuninya. Kalau kau mati, statusku jadi janda, dan itu kedengarannya terlalu merepotkan untuk saat ini."

​Wu Lian menatap piring itu, lalu beralih ke istrinya yang kini sudah duduk dengan santai di kursi kayu sambil mulai menyuap nasi ke mulutnya sendiri tanpa beban. Benar-benar tidak ada sisa-sisa Xu Qinqin yang lemah dan penurut di hadapannya sekarang.

​"Setelah ini, ikut aku ke ruang kerja. Ada banyak hal yang harus kau jelaskan," ujar Wu Lian dingin sebelum berbalik pergi tanpa menyentuh makanan itu, meski dalam hati ia mengakui aroma masakan Qinqin jauh lebih menggoda daripada masakan koki istana sekalipun.

​Qinqin hanya mengangkat bahu acuh. "Terserah. Yang penting aku kenyang dulu!"

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

Terpopuler

Comments

Ai

Ai

huh sok acuh ujung2 nya jadi bucin.. 🤣

2026-01-27

5

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Fotografer Yang Terdampar
2 Episode 2 : Mertua
3 Episode 3 : Dapur
4 Episode 4 : Wu Lian
5 Episode 5 : Ruangan Kerja
6 Episode 6 : Pindahan
7 Episode 7 : Jimat
8 Episode 8 : Kunci Gudang Bahan Makan
9 Episode 9 : Ayah Kandung dan Ibu Sambung Qinqin
10 Episode 10 : Pembunuh Bayaran
11 Episode 11 : Latihan Bela Diri
12 Episode 12 : Makan Dari Mertua
13 Episode 13 : Melawan Preman
14 Episode 14 : Halusinasi
15 Episode 15 : Perjalanan
16 Episode 16 : Sebuah Ilusi
17 Episode 17 : Kabar Dari Timur
18 Episode 18 : Menuju Timur
19 Episode 19 : Menyelamatkan
20 Episode 20 : Para Tetua
21 Episode 21 : Ungkapan
22 Episode 22 : Sayang
23 Episode 23 : Pewaris
24 Episode 24 : Kamar Bocor
25 Episode 25 : Sup Gingseng
26 Episode 26 : Penangkapan
27 Episode 27 : Kembali ke Barat dan Bertemu Mertua
28 Episode 28 : Permintaan
29 Episode 29 : Rencana Mertua
30 Episode 30 : Jebakan untuk Mertua
31 Episode 31 : Tabib
32 Episode 32 : Keponakan
33 Episode 33 : Yan Er
34 Episode 34 : Hama datang lagi
35 Episode 35 : Menjenguk Nyonya Wu
36 Episode 36 : Rencana Yan Er
37 Episode 37 : Makan Malam
38 Episode 38 : Dupa Licik
39 Episode 39 : Hukuman
40 Episode 40 : Akhirnya Pergi
41 Episode 41 : Masa Lalu
42 Episode 42 : Lukisan
43 Episode 43 : Rancauan
44 Episode 44 : Menanti Kebenaran
45 Episode 45 : Menemui Sang Pewaris
46 Episode 46 : Berkunjung
47 Episode 47 : Pembunuh Bayangan
48 Episode 48 : Gua
49 Episode 49 : Akhir
50 Episode 50 : Kehidupan Baru (TAMAT)
51 Promosi Puteri Sampah Yang Berubah
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Episode 1 : Fotografer Yang Terdampar
2
Episode 2 : Mertua
3
Episode 3 : Dapur
4
Episode 4 : Wu Lian
5
Episode 5 : Ruangan Kerja
6
Episode 6 : Pindahan
7
Episode 7 : Jimat
8
Episode 8 : Kunci Gudang Bahan Makan
9
Episode 9 : Ayah Kandung dan Ibu Sambung Qinqin
10
Episode 10 : Pembunuh Bayaran
11
Episode 11 : Latihan Bela Diri
12
Episode 12 : Makan Dari Mertua
13
Episode 13 : Melawan Preman
14
Episode 14 : Halusinasi
15
Episode 15 : Perjalanan
16
Episode 16 : Sebuah Ilusi
17
Episode 17 : Kabar Dari Timur
18
Episode 18 : Menuju Timur
19
Episode 19 : Menyelamatkan
20
Episode 20 : Para Tetua
21
Episode 21 : Ungkapan
22
Episode 22 : Sayang
23
Episode 23 : Pewaris
24
Episode 24 : Kamar Bocor
25
Episode 25 : Sup Gingseng
26
Episode 26 : Penangkapan
27
Episode 27 : Kembali ke Barat dan Bertemu Mertua
28
Episode 28 : Permintaan
29
Episode 29 : Rencana Mertua
30
Episode 30 : Jebakan untuk Mertua
31
Episode 31 : Tabib
32
Episode 32 : Keponakan
33
Episode 33 : Yan Er
34
Episode 34 : Hama datang lagi
35
Episode 35 : Menjenguk Nyonya Wu
36
Episode 36 : Rencana Yan Er
37
Episode 37 : Makan Malam
38
Episode 38 : Dupa Licik
39
Episode 39 : Hukuman
40
Episode 40 : Akhirnya Pergi
41
Episode 41 : Masa Lalu
42
Episode 42 : Lukisan
43
Episode 43 : Rancauan
44
Episode 44 : Menanti Kebenaran
45
Episode 45 : Menemui Sang Pewaris
46
Episode 46 : Berkunjung
47
Episode 47 : Pembunuh Bayangan
48
Episode 48 : Gua
49
Episode 49 : Akhir
50
Episode 50 : Kehidupan Baru (TAMAT)
51
Promosi Puteri Sampah Yang Berubah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!