Berlian Putri Wiranata

Berlian Putri Wiranata, merupakan putri sah dari Adrian Kusuma dan Indah Wijaya.

Setelah sang ibu meninggal, tuan Adrian membawa seorang wanita dan putri perempuannya. Yang akhirnya diakui sebagai ibu sambung Berlian. Adik yang awalnya hanya adik tiri, setelah dewasa baru Berlian sadari bahwa Intan adalah putri kandung dari ayahnya. Ibu sambungnya adalah selingkuhan sang ayah sejak masih terikat pernikahan dengan Indah Wijaya, ibunya.

Sedari awal Intan datang, semua yang Berlian punya beralih perlahan ke tangan Intan. Mulai dari mainan sampai kamar yang ditempati Berlian bergeser menjadi milik Intan.

Seorang kakak harus mengalah kepada adiknya, selalu itu yang menjadi alasan ayahnya untuk membela Intan Kusuma.

Setelah memutuskan menikah dan menetap bersama pria yang dicintainya, Berlian berharap teror dari keluarganya berhenti.

Semua itu hanyalah ekspektasi. Pada kenyataannya suaminya pun direbut oleh sang adik.

Berlian mendesah panjang, dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Dadanya terasa sesak dan sulit bernafas mengingat kejadian di rumahnya tadi.

Rumit sekali cerita hidupnya.

Tujuh tahun hidup membina rumah tangga berasa sia-sia.

Janji manis yang biasa terucap dari bibir sang suami ternyata hanya kepalsuan belaka.

Berlian teringat bagaimana sang suami berucap, "Meski rumah ini tak ada celoteh anak-anak, kita akan menua bersama sayang. Rasa cinta dan sayang ini akan selalu ada untukmu," yang pada akhirnya hanya fatamorgana.

Berlian menenggak wine yang berada di depannya.

Menikmati kesendirian di tengah-tengah hingar bingar musik yang dimainkan oleh Disk Jockey di sana.

.

"Wah... Wah.... Ternyata kakak munafik juga.... Sok bersih, sok suci tapi endingnya main di klub malam," Intan menghampiri sang kakak, setelah memastikan bahwa wanita yang menyendiri itu adalah Berlian.

"Jaga ucapanmu!" bentak Berlian.

"Jangan sok suci kak," balas Intan mengejek.

"Diam, atau kusumpal mulut sampahmu," Berlian bangkit dari duduknya.

Badan Berlian terhuyung.

"Ha...ha... Hanya segitu kak," olok Intan menertawakan Berlian yang setengah mabuk.

"Aduh... Aduh kasihan yang barusan diselingkuhi suami," lanjut Intan memprovokasi.

Intan mendekat, "Tahu nggak kak, Mas Arya puas banget main sama aku," bisik Intan.

"Desahannya.... Wow.... Membayangkannya aja aku sampai nggak tahan," sesungging senyum licik di bibir Intan.

Berlian hendak mengangkat tangan dan bersiap menampar sang adik tak tahu diri itu.

"Tahan kak! Jangan emosi. Kalau mas Arya tahu, dia pasti tak terima," cegah Intan.

"Mas Arya pasti akan membelaku. Karena dia tahu ada benihnya yang tumbuh di rahimku," kata Intan sambil berlalu pergi.

Berlian mengepalkan tangannya erat. Ingin dia meremas mulut Intan sampai keriting.

"Akan kubalas perbuatan kalian berdua," gumam Berlian mengancam.

Berlian berjalan terhuyung saat hendak keluar klub.

Kehadiran Intan di tempat itu membuatnya muak dan ingin segera pergi dari sana.

Berlian berpapasan dengan orang kedua yang ingin sekali dihindarinya, dialah Arya.

"Sayang, ngapain kamu di sini? Kamu mabuk?" tatap Arya tak percaya.

Sebutan 'sayang' yang terucap dari pria bengsek itu membuat Berlian memuntahkan cairan dari mulutnya karena rasa mual yang mendera.

Ya, Berlian muntah tepat di kemeja Arya membuat Arya mendelik ke arah Berlian.

"Sayang," kata Arya sambil mengibaskan baju yang basah dan berbau itu.

Berlian tersenyum sinis dan berlalu pergi.

"Sayang, tunggu!" teriak Arya sambil mengejar Berlian.

"Mas Arya," teriak Intan dari kejauhan memanggil Arya.

Berlian tersenyum kecut.

"Tuh... Gundikmu," seru Berlian.

"Dia adikmu," sanggah Arya.

Intan menghampiri.

"Mas, perutku sakit! Antar aku pulang", rajuk Intan manipulatif.

Reflek Arya mengelus perut datar Intan.

Perbuatan Arya barusan cukup membuktikan bahwa perkataan Intan sebelumnya benar adanya.

Berlian berlalu pergi tanpa memperdulikan Arya yang ingin pulang bersama setelah mengantar Intan tentunya.

"Bullshit kalian," umpat Berlian.

Dengan rasa pusing mendera, Berlian berjalan ke arah mobilnya.

Berlian bersandar di pintu mobil, sambil mengetuk-ngetuk kepalanya. Berharap rasa pusingnya berkurang.

"Hai nona cantik, godain kita dong," segerombolan cowok menghampiri Berlian yang berdiri sempoyongan.

"Pergi kalian!" usir Berlian.

"Wah, cantik-cantik tapi galak," seru lainnya dan hendak menyentuh dada Berlian.

"Stop!" cegah Berlian.

"Akan ku panggil security kalau kalian macam-macam," ancam Berlian.

Tawa mereka semakin pecah mendengarnya.

"Ikut kami aja Nona, dijamin puas deh," salah satu dari mereka mencekal lengan Berlian.

Berlian ditarik paksa oleh mereka. Berlian meronta, tapi kalah tenaga.

Bugh... Bugh ...

Tendangan demi tendangan terdengar samar di telinga Berlian. Konsentrasinya terganggu karena setengah mabuk.

Tak berapa lama, mereka yang mengganggu Berlian tergeletak tak beraturan dengan luka-luka lebam di sekujur tubuh masing-masing.

Berlian semakin terhuyung dan hendak jatuh hingga tiba-tiba tangan kokoh menahan tubuh Berlian.

"Sok kuat," gumam orang itu yang masih terdengar lirih sebelum Berlian benar-benar pingsan.

.

Berlian terbangun dengan rasa sedikit pening. Berlian memukul pelan kepalanya untuk menghilangkan efek minuman semalam.

Lama tak menjamah klub malam, membuat tubuhnya harus beradaptasi kembali dengan minuman beralkohol.

"Di mana ini?' Berlian kaget setelah matanya terbuka sempurna.

Berlian menelisik tubuhnya yang berada di bawah selimut.

Helaan nafas panjang terdengar setelahnya. Lega karena bajunya masih utuh menempel di badan.

Bayangan seperti cerita drakor dan dracin sempat melintas di otak.

Berlian bangkit dan mencari ponsel.

"Hhhmmm di sini ternyata," Berlian menemukan ponsel nya tergeletak di atas nakas.

Saat ponsel menyala, terlihat banyak panggilan dan pesan tak terjawab dari Arya.

Berlian meletakkan kembali ponsel, malas saja.

Berlian terlonjak, setelah sekilas melihat jam di wallpaper ponsel miliknya.

"Sialan, telat kerja nih," gerutu Berlian saat sadar sepenuhnya.

Berlian terburu keluar tanpa tahu saat ini dia berada di mana.

Karena buru-buru, dia berjalan tanpa melihat jalan.

Bruk....

"Aawh," reflek Berlian mengelus dahinya.

Berlian mendongak untuk melihat siapa yang berdiri tegak di depannya.

"Pagi... Pagi.... Apes banget nasibku," gumam Berlian menggerutu.

Berlian terlonjak kaget

"Loh ... Kok anda di sini?" tanya Berlian sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Kok bisa bertemu dengan pria es balok di sini? Batin Berlian.

.

.

.

Ayam berkokok tanda hari telah pagi

Matahari pagi datang menyinari

Karya baru telah datang lagi

Semoga membuat readers berseri

Kopi tanpa gula enak rasanya

Biarpun pahit banyak yang suka

Readers kasih dukungannya

Karya naik popularitasnya

Tahun telah berganti

Banyak suka duka terlewati

Setelah hiatus jarang menggerakkan jari

Smoga karya ini masuk di hati

Kalau suka, lanjut guysss

Tak suka, skip aja

Kasih komen bijak, dan rating baik ya guysss.... Maacih 💖

Terpopuler

Comments

Mamah Dini11

Mamah Dini11

kurang suka sm berlian ada masalah malah datang ke tempat laknat itu , mampir thor

2026-08-13

1

ken darsihk

ken darsihk

Yahhh Berlian kenapa juga lari ke club , sudah gitu ketemu sama pecundang dan gundik nya

2026-08-26

0

❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩

❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩

siapa tuh yg ditabrak berlian💃

2026-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 Surprise Awal Tahun
2 Berlian Putri Wiranata
3 Again
4 Pernikahan
5 Lembur
6 Akuisisi
7 Menantu dan Putri Tunggal
8 Ketuk Palu
9 Ketuk Palu (2)
10 Pindah Tugas
11 Pengusiran
12 Awal Baru
13 Gerak Cepat
14 Pemecatan
15 Tuan Wiranata
16 Nyonya Besar
17 Nyonya Besar (2)
18 Butuh Bantuan
19 Pernyataan Cinta
20 Surprise Dominic
21 Surprise (2)
22 Rahasia Masa Lalu
23 Hidup Penuh Intrik
24 Licik dan Licik
25 Pertemuan
26 Penyekapan
27 Sesal Intan
28 Mulai Terkuak
29 Semua Kisah
30 Semua Kisah (2)
31 Mantan Keluarga
32 Bertemu Nyonya Besar
33 Obsesi Gila
34 Lamaran
35 Pesta Pertunangan
36 Tambang Emas
37 Kawan Lama
38 Mood Booster
39 Kesengajaan Kinara
40 Minta Tolong
41 Nyamuk Penghalang
42 Waspada
43 Terjadi Sesuatu
44 Tak Seharusnya Terjadi
45 Target Utama
46 Pria Asing
47 Restu
48 Sah
49 Simbiosis Mutualisme
50 Honeymoon
51 Pasangan Pura-pura
52 Mertua Galak
53 Hamil Versus Mandul
54 Polemik Es Krim
55 Dua Kantong
56 Mulai Dari Awal
57 Intensive Care Unit
58 Hanya Pura-pura
59 Bersua Mertua
60 Nasi Goreng
61 Pengakuan dan Restu
62 Melarikan Diri
63 Tender
64 Tiga Naga
65 Mertua dan Menantu
66 Gangguan Cewek Rese
67 Bahagia Dua Keluarga
68 Wanita Setengah Baya
69 Tak Mungkin Dia
70 Rahasia Hati
71 Kereta Api
72 Jemputan di Stasiun
73 Setelah Sekian Lama
74 Menuju Halal
75 Persiapan Acara
76 Pernyataan Resmi
77 Pesta
78 Pesta (2)
79 Tetap Silent
80 Masih Abu
81 Bank Asing
82 Silent Revenge Ala Dominic
83 Misi Sukses
84 New Enemy
85 Launching
86 Papa Baru
87 Bukti Baru
88 Ide Nama
89 Miliarder Kecil
90 Akulah Pewaris Sesungguhnya
91 Ending Yang Bahagia
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Surprise Awal Tahun
2
Berlian Putri Wiranata
3
Again
4
Pernikahan
5
Lembur
6
Akuisisi
7
Menantu dan Putri Tunggal
8
Ketuk Palu
9
Ketuk Palu (2)
10
Pindah Tugas
11
Pengusiran
12
Awal Baru
13
Gerak Cepat
14
Pemecatan
15
Tuan Wiranata
16
Nyonya Besar
17
Nyonya Besar (2)
18
Butuh Bantuan
19
Pernyataan Cinta
20
Surprise Dominic
21
Surprise (2)
22
Rahasia Masa Lalu
23
Hidup Penuh Intrik
24
Licik dan Licik
25
Pertemuan
26
Penyekapan
27
Sesal Intan
28
Mulai Terkuak
29
Semua Kisah
30
Semua Kisah (2)
31
Mantan Keluarga
32
Bertemu Nyonya Besar
33
Obsesi Gila
34
Lamaran
35
Pesta Pertunangan
36
Tambang Emas
37
Kawan Lama
38
Mood Booster
39
Kesengajaan Kinara
40
Minta Tolong
41
Nyamuk Penghalang
42
Waspada
43
Terjadi Sesuatu
44
Tak Seharusnya Terjadi
45
Target Utama
46
Pria Asing
47
Restu
48
Sah
49
Simbiosis Mutualisme
50
Honeymoon
51
Pasangan Pura-pura
52
Mertua Galak
53
Hamil Versus Mandul
54
Polemik Es Krim
55
Dua Kantong
56
Mulai Dari Awal
57
Intensive Care Unit
58
Hanya Pura-pura
59
Bersua Mertua
60
Nasi Goreng
61
Pengakuan dan Restu
62
Melarikan Diri
63
Tender
64
Tiga Naga
65
Mertua dan Menantu
66
Gangguan Cewek Rese
67
Bahagia Dua Keluarga
68
Wanita Setengah Baya
69
Tak Mungkin Dia
70
Rahasia Hati
71
Kereta Api
72
Jemputan di Stasiun
73
Setelah Sekian Lama
74
Menuju Halal
75
Persiapan Acara
76
Pernyataan Resmi
77
Pesta
78
Pesta (2)
79
Tetap Silent
80
Masih Abu
81
Bank Asing
82
Silent Revenge Ala Dominic
83
Misi Sukses
84
New Enemy
85
Launching
86
Papa Baru
87
Bukti Baru
88
Ide Nama
89
Miliarder Kecil
90
Akulah Pewaris Sesungguhnya
91
Ending Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!